Rabu, 14 Maret 2012

Nggak Perlu Takut Salah, Beternak Lele


Coba-coba beternak lele, ternyata susah juga yah.   Bukan jatuh bangun lagi namanya, tapi sudah jatuh masih juga tertimpa…lele. Awalnya liat dan baca blog tentang beternak lele yang baik dan benar serta sehat. Saya ngotot banget pengen coba-coba, karena dari informasi yang saya dapat memelihara atau beternak lele itu mudah dan sangat menguntungkan. Tetapi ternyata memang teori itu sering kali lebih unggul dari pada  praktek sebenarnya dilapangan, eh… maksudnya di kolam.

Saya mulai dari awal dengan membuat kolam  plastik, karena menurut perhitungan dari yang pernah mencoba, kolam plastik memang kalau di hitung-hitung jauh lebih murah dari pada kolam tanah. kalau kolam tanah ongkos membuat kolamnya yang  mahal. Sehingga sebaiknya memang membuat kolam plastik dahulu sebagai uji coba.

Akhirnya alternatif pertama adalah mencoba dengan kolam plastik ukuran 3 x 5 meter. Menurut teori perlu pemupukan selama 1 minggu dengan menggunakan pupuk kandang dan urea. Untuk lebih meyakinkan pupuk kandang yang seharusnya cuma beberapa kilo, saya masukkan saja sekarung penuh. Saya fikir lebih banyak, lebih baik. Tapi ternyata baunya ini yang nggak ketulungan. Apalagi kalau lagi tertiup angin, wah….!  Tapi itu menurut saya pasti hanya awalnnya saja, namun ternyata baunya tetap saja nggak hilang-hilang. Karena sudah kepalang tanggung, saya fikir nggak ada salahnya mencoba terus. Bukankah lebih baik mencoba walaupun gagal, daripada tidak sama sekali.

Finally, saya masukkan bibit lele sebanyak seribu ekor. hari pertama, tumbang 3, hari berikutnya, 5,10, 15, 20, wah, saya mulai kawatir bakalan mati semua. Tapi, tenang…, menurut teori yang saya baca, pada awalnya memang begitu. Hari berganti hari yang mati semakin banyak saja. Akhirnya terfikir oleh saya untuk menguras kolam dan mengganti airnya dengan yang baru. Ternyata benar jumlah ikan lele yang bertumbangan…, tetap aza banyak. Kenapa yah ?

Dari bertanya-tanya sama orang-orang yang sudah berternak ternyata bukannya menemukan solusi yang jitu, tapi semakin bingung dan bikin puyeng kepala.

Akhirnya setelah sekitar 2 bulan berjalan ketemu juga solusinya, akhir yang benar-benar mengharukan, semua ikan lele yang saya pelihara di kolam plastik itu, ….mati dengan sukses.
Tetapi tetap saja saya pantang menyerah, “to be or not to be”, maju terus pantang mundur. Saya coba juga akhirnya menggali kolam tanah sekitar ukuran 5 x 10 meter dengan kedalaman sekitar 1.5 meter.  Tanpa memikirkan biaya lagi, karena saya sudah terlanjur penasaran dan ngotot banget mau nyoba.


Tanpa pupuk kandang, tanpa urea, tanpa apa-apa. Ternyata ikan-ikan lele saya sebanyak 2 ribu ekor sehat-sehat saja. Menurut teori lagi nih, katanya jika kita beternak dengan kolam tanah, semua bakteri dan kotoran  yang bisa menimbulkan penyakit bagi ikan akan di netralisir oleh tanah,. Apa iya  begitu ?

Tapi sekarang saya sudah tidak punya semangat lagi buat beternak lele, biarlah itu cuma buat iseng-iseng saja untuk menghilangkan stress, dan sebagai pelajaran bahwa segala sesuatu yang buat orang lain mudah belum tentu bagi kita juga mudah.


Sumber : http://lifestyle.kompasiana.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar