Minggu, 18 Maret 2012

SMCH - Menciptakan Surga di Atas Bumi






Menciptakan Surga di Atas Bumi  
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, retret Internasional 5 hari, 
Hsihu, Formosa, 18 Februari 2007  (Asal dalam bahasa Inggris dan China)  

 
Pada tanggal 18 Februari, Tahun Emas 4 (2007), Maha Guru Ching Hai, para Anggota Asosiasi, dan para tamu lainnya di Hsihu, Formosa, membunyikan lonceng untuk menyambut datangnya Tahun Baru Imlek serta membawa pesan penting tentang  perdamaian, kasih, danpelestarian bumi sebagai Ibu Pertiwi kita. Lagu  indah yang digubah oleh Maha Guru Ching Hai sangat menyentuh dan mempengaruhi suasana pesta serta menambah perasaan kasih dan damai di dalam diri setiap hadirin. 
Berkah yang Melimpah dari Sebuah Harapan Tahun Baru
Semoga di tahun ini Anda semua memperoleh  keberuntungan, semoga tahun ini menjadi tahun yang  lebih sejahtera dan yang lebih penting lagi semoga tahun ini menjadi tahun yang damai! Saya menggubah beberapa lirik lagu Happy New Year untuk menyemarakkan acara Tahun Baru. Dan kita akan menyanyikan seperti iramanya lagu “Happy Birthday”:
Happy New Year, Heaven.
Happy New Year on Earth.
Happy New Year, all beings.
Happy Peaceful New Year.
Apakah Anda sudah hafal? Oke. Mari kita bernyanyi bersama.(Guru dan hadirin bernyanyi.) Bagus! Kita berharap dunia bisa damai: damai di Surga, damai di Bumi, damai untuk semua orang dan semua makhluk. Setidaknya tahun ini! Jika harapan kita tulus, maka hal itu akan terwujud.
Nampaknya perdamaian akan terwujud, dan segera menurut berita akhir-akhir ini. Meskipun masih ada ketegangan di sana-sini di antara para inkarnasi mereka yang bermusuhan dalam kehidupan lampau, mereka sebetulnya sedang menyelesaikan persoalan kehidupan masa lampau mereka. Tetapi sekarang keadaannya jauh lebih damai dari sebelumnya. Bukankah demikian ? (Hadirin: Ya.) Ya!
Keadaan akan semakin damai. Perdamain itu mutlak harus diwujudkan jika kita ingin tetap mempertahankan kehidupan di bumi. Selama ini, kita telah merusak makhluk indah yang disebut dengan Ibu Pertiwi. Saya berharap masih ada waktu bagi kita untuk mempercantik, mengoreksi, dan memperbaiki bumi ini entah dengan cara bagaimanapun.
Jadi perdamaian harus terjadi, karena hanya dalam keadaan damai, kita bisa membangun negeri. Hanya dalam keadaan damai, kita bisa membangun kembali hubungan antar umat manusia. Hanya dalam keadaan damai, kita bisa mencapai Surga. Bahkan tidak ada cara lain yang dapat membuat kita bisa hidup rukun antar sesama, kecuali dalam perdamaian. Banyak hal yang lebih penting yang harus kita lakukan di dunia ini - semua orang mengetahuinya - daripada mengangkat senjata dan menembaki orang-orang. Tindakan seperti itu harus dihindari. Jangan pernah berpikir seperti itu di dalam kehidupan kita.
Tetapi saudara-saudari sepelatihan kita memiliki cara lain untuk meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi untuk mengatasi hal-hal yang penting dan mendesak, untuk menciptakan perdamaian. Kebanyakan orang hanya berbicara tentang perdamaian, akan tetapi kita harus lebih banyak berbuat, berbuat untuk memberikan kontribusi terhadap perdamaian: dengan cara mengasihi tetangga dan menghentikan perbuatan buruk. Yang buruk kita buang seketika, sebaliknya yang baik kita laksanakan segera.
Ini adalah cara hidup yang sangat sederhana. Tidak perlu pergi ke mana-mana untuk mencari Surga jika  kita belum bisa hidup rukun dengan tetangga dan belum bisa merasakan kedamaian di dalam diri sendiri. Sebagaimana yang sering saya katakan, anak remaja dibesarkan dalam cinta kasih orang tuanya. Mereka mendapatkan kasih sejak mereka dilahirkan, sebelum dilahirkan, dan juga pada masa pertumbuhan mereka. Mereka tumbuh menjadi dewasa dalam kasih orang tua, teman-teman, pasangan, serta anak-anak mereka yang tercinta.
Begitulah seharusnya mereka tumbuh dewasa dan menjalani kehidupan, yaitu dalam suasana kasih dan damai. Tidak boleh ada satu orang pun di dunia ini yang menggantikan kasih dengan kebencian dan membuat orang pergi ke suatu tempat untuk menghancurkan kasih tadi dan kasih orang lain, padahal ia sendiri tidak pernah mendapatkan perlakuan buruk  Itu tidak benar! Bahkan dari sudut pandang kemanusiaan, hal itu salah besar, apalagi dari sudut pandang Tuhan. Janganlah  membawa-bawa nama Tuhan ke dalam diskusi sebelum kita sendiri mampu berbuat kebaikan dan mampu hidup rukun antar sesama.
Kita memiliki banyak pekerjaan mendesak yang harus segera diselesaikan: Kita harus menyelesaikan masalah kelaparan; ada banyak anak-anak yang mati kelaparan; ada banyak orang tua yang tidak mendapatkan perawatan; ada banyak hewan yang ditelantarkan dan diperlakukan kejam. Ada berbagai macammasalah kecil di sana-sini, ada berbagai macam problem besar di sana-sini yang harus diselesaikan agar kehidupan di planet ini menjadi lebih baik.
Kita tidak boleh membuang-buang energi, waktu, dan uang untuk pembunuhan. Kita harus menggunakan energi dan waktu kita untuk kasih dan perdamaian. Sebab jika kita tidak menghentikan peperangan sekarang ini, maka semua orang mengetahui bahwa kita tidak akan mempunyai waktu untuk mengerjakan hal lainnya. Jika planet ini musnah, barangkali pihak yang menang maupun kalah  perang akan mati lebih cepat dari berakhirnya peperangan itu sendiri. Saya telah mengatakannya berulang-kali, jadi tidak perlu diulangi lagi.
Menjadi Orang Pertama yang Melindungi Bumi
Tetapi ada satu hal: Saya harus berterima kasih. Para anggota Asosiasi kita, sepanjang tahun, terutama pada tahun-tahun ini ketika terjadi banyak musibah di berbagai belahan dunia; baik karena ulah manusia maupun alam, telah bertindak penuh welas asih dan sangat giat membantu saudara-saudari lain yang membutuhkan. Jadi saya harus berterima kasih banyak, dan saya sangat, sangat bangga dengan Anda.
Kita harus mencari perdamaian dunia. Jika peperangan terus berlanjut, maka kita tidak akan mempunyai waktu untuk memperbaiki dunia. Anak-anak kita, generasi penerus kita kelak tidak akan mempunyai tempat tinggal lagi. Seluruh dunia mungkin akan hancur. Kehancurannya mungkin tidak akan membahayakan praktisi Metode Quan Yin, karena kita telah menemukan Tuhan dan kita aman. Akan tetapi kita harus menjaga dunia ini agar saudara dan saudari kita juga ikut terangkat. Jika seseorang mengalami kematian secara tragis dan tiba-tiba, maka jiwanya sangat sulit untuk memperoleh kesadaran dan kebebasan kembali. Jadi kita menunggu dan menunggu sampai giliran kita tiba. 
Sambil menunggu, kita harus memperbaiki apapun yang bisa kitadiperbaiki. Khususnya kita, harus menjadi orang pertama yang melakukannya. Misalkan, berusahalah untuk menghemat energi secara maksimal. Saya sering meminta Anda untuk menggunakan lampu hemat energi dan kita memang telah melakukannya.Sekarang, jika ada, belilah kendaraan yang tidak mengeluarkan gas beracun. Jika  bisa, aturlah untuk berkendaraan bersama untuk bekerja, berbelanja, mengantar anak ke sekolah, dsb., yang berarti bepergian dengan satu kendaraan saja. Dengan cara-cara yang demikian, kita bisa menghemat banyak energi dan mengurangi gas beracun.
Di rumah, cobalah untuk mendaur ulang apa yang bisa dipakai ulang. Misalkan, cobalah untuk menghemat air. Air tersedia begitu mudah, tetapi diperlukan energi listrik untuk mengalirkannya ke rumah-rumah. Jadi, untuk menyediakan air ke rumah-rumah dibutuhkan banyak energi. Begitu juga dengan penyediaan listrik ke rumah-rumah, juga memerlukan banyak energi. Kita seharusnya menghemat energi semaksimal mungkin. Tidak saja uang yang menjadi problem. Penyelamatan dunia juga menjadi  problem kita. Jangan menunggu sampai tetangga yang mengerjakannya terlebih dahulu. Kita harus mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan.
Saya kembali ke Hsihu dengan taksi. Sopir taksi menanyakan banyak hal dan saya memberikan beberapa penjelasan. Saya menjelaskan cara saya menghemat energi, menggunakan kendaraan yang tidak mengeluarkan gas beracun, yang merupakan suatu inovasi. Saya mengatakan bahwa saya seorang vegetarian. Sekarang Perserikatan Bangsa Bangsa mengumumkan bahwa peternakan hewan menjadi penyebab utama emisi gas beracun, jadi sangat baik jika kita telah menjadi vegetarian. Saya katakan kepada sopir taksi bahwa kasih adalah alasan utama saya menjadi seorang vegetarian.
Ia berkata, “Apa gunanya menjadi vegetarian seorang diri sementara sepuluh orang lainnya masih mengkonsumsi daging?” Saya jelaskan kepadanya, “Saya harus mengurus diri sendiri terlebih dahulu. Jika setiap orang berpikir seperti Anda – setiap orang menunggu orang lain untuk memulai – maka kapan kita mencapai tujuan? Jika saya mengetahui apa yang benar dan tepat untuk dikerjakan; maka saya akan mulai mengerjakan. Jika tetangga saya sepaham dengan saya dan mengikuti contoh saya, maka itu sangat bagus. Jika tidak, setidaknya saya telah melaksanakan tugas dan kewajiban saya. Jika saya tidak berbuat sesuatu yang saya yakini baik, dan orang lain juga begitu, maka tidak akan ada orang yang berbuat baik. Banyak orang yang tidak mau mengerjakan apa yang baik dan tepat, karena ragu apabila mengerjakannya seorang diri sementara sepuluh orang lainnya tidak.” Apakah ada gunanya? (Hadirin:Ya) Ya.
Saya berkata kepada sopir taksi tersebut, “Sebagai contoh, akan lebih baik memiliki dua atau tiga lampu di sebuah pusat pertokoan daripada tidak sama sekali. Jika Anda memasuki rumah besar yang gelap, dan Anda menyalakan sebuah lilin, bukankah Anda akan melihat banyak hal? Tidak peduli apakah  rumah itu sudah gelap semenjak ribuan tahun. Akan tetapi begitu Anda masuk dan menyalakan sebuah lilin, maka Anda akan bisa melihat ke sekitarnya. Kemudian, jika orang lain datang masuk dan melihat lilin menerangi ke sekeliling, ia juga akan mengikutinya dan menyalakan lilin lainnya. Bahkan keadaan akan menjadi lebih terang dengan adanya dua lilin yang menyala. Itulah yang kita kerjakan. Kita mempengaruhi orang lain satu persatu, selangkah demi selangkah. Kita tidak perlu berbicara apa-apa. Dalam kenyataannya, kadang walaupun kita telah berbicara dengan baik dan detail, namun tidak ada yang mau mendengarkan. Ada yang mendengarkan, tetapi  tidak mengerti dengan baik, atau hanya beberapa orang saja yang mendengarkan.”
Sekarang Anda membuat stasiun Supreme Master Televisi yang menayangkan ceramah video saya yang lama. Saya sudah menonton beberapa acaranya. Saya mengomentari, “Orang itu sangat pintar berbicara, tetapi dengan siapa Dia berbicara? Kenapa Dia bepergian ke mana-mana dan berbicara tentang sesuatu yang nampaknya hanya beberapa orang saja yang peduli?” Akan tetapi, kita harus peduli, karena kita masih tinggal di dunia ini. Selama kita masih di dunia ini, maka kita harus mencoba melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan dunia dan semua mahkluk hidup. Jika kita sudah naik ke Surga, kita tidak perlu lagi membicarakannya. Akan tetapi, selama masih tinggal di sini, kita harus mengurus dan merawat dunia ini dengan baik.
Demikian juga halnya dengan rumah Anda, jika sudah terjual, maka tidak ada lagi yang perlu dilakukan terhadap rumah itu. Tetapi selama Anda masih memilikinya, maka Anda  wajib merawat dan memperbaikinya, tidak saja untuk keselamatan Anda, tetapi juga untuk keselamatan teman Anda. Apa jadinya jika mengundang teman ke rumah, sementara rumah Anda dalam kondisi rusak dan bisa roboh setiap saat. Bukan kerena itu saja kita sangat peduli dengan hal-hal fisik. Tetapi di manapun kita berada, kita hendaknya berupaya untuk mengurus tempat itu, bukan saja untuk kepentingan kita , tetapi juga untuk kepentingan dunia secara keseluruhan. Sebenarnya, dunia fisik ini tidaklah begitu penting bagi kita, karena kita sudah tahu cara pulang ke Rumah. Bahkan kalau dunia ini tidak ada, kita mengetahui bahwa kita bisa pergi ke dunia lain yang jumlahnya jutaan. Tetapi masih banyak orang yang belum mengetahuinya. Jadi kita tidak berhak untuk menghancurkan dunia ini. Benarkah? (Hadirin:ya)
 



Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar