Sabtu, 24 Maret 2012

SMCH - Guru Mengetahui Segalanya


Guru Mengetahui Segalanya
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retreat International 7 Hari, Youngdong, Korea, 6 Mei 1998

 
Tanya: Apakah tepat untuk mengatakan bahwa Guru mengetahui segalanya, tetapi Guru lebih memilih untuk menanggapi hal-hal tertentu saja dan tidak menanggapi hal-hal lainnya, meskipun Guru mengetahuinya?
Guru: Saya juga tidak tahu (Guru dan hadirin tertawa). Ini adalah suatu hal yang amat bersifat intelektual. Begini, pikiran itu berbeda dengan jiwa. Tubuh itu berbeda dengan Daya Kuasa Guru. Sang tubuh perlu makan, tetapi Daya Kuasa Guru tidak perlu makan, Sang tubuh perlu tidur, tetapi Daya Kuasa Guru dapat berjaga selama 24 jam. Pikiran menanggapi, dan Daya Kuasa Guru hanya bertindak berdasarkan pengetahuan, ia tidak bereaksi. Daya Kuasa Guru berada di atas tingkatan sang tubuh, di luar sang tubuh, dan di dalam sang tubuh, agar dapat mengetahui segala sesuatu pada saat yang sama.
Jika memang tidak perlu, Daya Kuasa Guru tidak akan mengarahkan pikiran untuk melakukannya, untuk bereaksi secara fisik. Jika tidak, Daya Kuasa Guru cukup melakukannya dalam pengertian yang abstrak, di luar tingkatan alam fisik. Sang tubuh tidak akan memahaminya, tidak juga Anda dan saya mampu memahaminya, demikian juga sang otak tidak akan mampu memahaminya. Daya Kuasa Guru bekerja tanpa henti selama 24 jam. Sang otak bisa mengalami kelelahan, terlalu kepenuhan, dan terkuras karena mendapatkan informasi yang terlalu banyak, terlalu tegang atau berpikir terlalu banyak. Tidak demikian halnya dengan Daya Kuasa Guru.
Jadi, apa yang Anda kaitkan tersebut, adakah saya mengetahui atau tidak mengetahui, adalah bertalian dengan otak saya. Agar dapat mengetahui cara pikir Anda, saya harus mengetahuinya sekarang juga. Tapi, itu juga masih dalam kerangka dasar sang otak. Mengetahui adalah Daya Kuasa Guru. Pikiran dapat saja dijelaskan sekilas, dengan informasi yang sedikit. Pikiran tidak perlu memahaminya. Jika sesuatu itu benar-benar penting, sang Guru akan menjadikannya bereaksi, dengan demikian juga membuat saya bereaksi. "Saya" yang adalah Daya Kuasa Guru selalu melakukan sesuatu, selalu mengetahui segala sesuatu, tapi bukan dalam tingkatan alam fisik. Sedangkan dalam tingkatan alam fisik, jika sesuatu terjadi, jika sesuatu itu perlu, maka Daya Kuasa Guru akan mengarahkan sang tubuh dan sang pikiran untuk melakukan hal tersebut, hanya hal-hal yang berkaitan. Bukan segala sesuatu yang Guru lakukan harus sang tubuh ketahui, atau sang otak ketahui, karena sang otak dan sang tubuh memiliki keterbatasan. Mereka akan pecah, meledak, karena kelelahan, terkuras tenaganya, mereka tidak dapat menahannya terlalu lama. Jadi, Daya Kuasa Guru melakukan sesuatu, tidak selalu disertai dengan sang tubuh dan sang otak. Bahkan tubuh dan otak fisik Guru hanya dapat menerima secara terbatas. Seperti halnya mobil Anda, tidak masalah apakah Anda adalah seorang presiden atau Raja dari Arab, Anda tetap tidak dapat mengendarai mobil Anda sepanjang hari, sepanjang malam, setiap hari, dan setiap malam. Meskipun mobil itu adalah Rolls Royce, Volvo, Mercedes, tetap saja mobil itu perlu masa istirahat tertentu, perlu bahan bakar, perlu banyak hal-hal lainnya. Namun sesungguhnya, tubuh sang Guru tentu saja melebihi mobil. Memang ada perbedaan, tapi tetap saja tubuh sang Guru bisa kecapaian, karena hukum alam semesta ini, hukum materi. Itulah sebabnya saya memberitahukan Anda, cukup terima saja ajaran-ajaran saya, lakukan meditasi, dan jangan risaukan tentang apa yang sang tubuh lakukan atau apa yang saya lakukan.
 
Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar