Sabtu, 24 Maret 2012

SMCH - Hubungan Guru Sejati dengan Manusia

  Hubungan Guru Sejati
dengan Manusia
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai

 
Tanya: Guru saya hanya ingin mengucapkan terima kasih. Kita telah berbicara tentang orang-orang yang belum bisa melepaskan diri dari keduniawian, atau yang belum menemukan sedikit pun tentang jati dirinya. Baru-baru ini , ayah saya meninggal dunia. Saya belum pernah kehilangan anggota keluarga, dan ini merupakan pukulan yang sangat berat bagi saya. (G: Saya memahaminya.) Terima kasih.
Dia biasanya memanggil Anda dengan nama "Puteri Asia." Dia memang pernah melihat foto Anda di mobil saya dan itulah nama yang diberikannya. Begitulah dia tahu bahwa Anda adalah Guru saya. Dia baik-baik saja walaupun dia tidak menjadi pengikut. Suatu hari, saya berada di rumah ayah saya dan saya mempunyai firasat bahwa dia akan segera meninggal. Sebelum meninggal dia melihat ke sekitarnya dan berkata, " Oh, Itu Puteri Asia!" Dan saya sangat berterima kasih karena dia setidaknya mempunyai niat untuk kebebasan itu. Dia tahu tentang kebebasan, walaupun dia tidak pernah menyadari bahwa dia telah mencari kebebasan itu semasa hidupnya.
Guru: Oh, Guru akan menjaganya; tidak ada masalah.
Tanya: Baiklah, itu adalah salah satu hadiah yang sangat berharga.
Guru: Dia itu tidak bisa dikecualikan; saya sudah katakan sebelumnya. Jika dia mengenal seorang Guru sejati selagi masih hidup, itu jauh lebih baik. Bahkan jika seseorang tidak mengenal seorang Guru sejati, kekuatan Guru sejati juga akan menjaga mereka. Apalagi dia mengenal dan menyukai saya, bahkan memberikan nama untuk saya (Guru dan hadirin tertawa.) "Puteri" bukanlah nama yang jelek. Saya menyukainya. Itu menyelamatkan dirinya! (Tertawa)
Tanya: Saya ingin bertanya kepada Anda, tetapi tidak tahu bagaimana mengatakannya. Bagaimana kami semua ini terhubung dengan Anda? Apakah dari kehidupan yang lampau? Karena kita mempunyai hubungan yang sangat kuat. Apakah kami ini pernah menjadi pengikut Anda sebelumnya?
Guru: Sebagian dari kalian ya, dan sebagian lagi tidak. Saya tidak bisa menghitungnya. Satu, dua. terlalu banyak! Sebagian dari kalian mempunyai hubungan, dan sebagian lagi tidak. Sebagian mempunyai hubungan yang tidak langsung. Misalnya setelah membaca buku contoh, kemudian Anda membuangnya ke tempat sampah, sambil berkata, "Hokus pokus." (Tertawa) Terciptalah suatu hubungan meskipun itu hubungan yang buruk.
Mungkin juga itu hubungan yang baik, misalnya Anda mempunyai teman yang telah mengikuti seorang Guru dan Anda sendiri belum mempercayai-Nya, tetapi Anda tidak pernah mencaci-maki atau mengatakan sesuatu yang jelek tentang diri-Nya. Tetapi, teman Anda berdoa untuk Anda, misalnya "Oh, dia itu tidak mengetahui apa-apa; tolonglah dia." Dan karena pada masa kehidupan itu Anda terlalu keras kepala, Anda tidak berniat; dan juga karena memang belum waktunya untuk Anda. Kemudian pada saat Anda lahir kembali, sang Guru akan mengikuti Anda. Bukannya Anda yang mengikuti Guru, tetapi sang Guru yang memenuhi janjinya kepada pengikutnya. (Tertawa).
Jadi, bila sebelumnya Anda mempunyai hubungan yang baik; misalkan Anda belum mempercayai seorang Guru, tetapi pernah membaca bukunya dan berpikiran , " Oh, Dia itu cantik mungil," atau sesuatu yang lain seperti itu, atau Anda bertanya-tanya dalam hati siapa sebenarnya Dia itu, atau Anda memberikan air atau sesuatu kepada sang Guru, maka Guru akan membantu Anda lebih banyak, dan itu lebih mudah. Dan hubungannya menjadi baik jika Anda dilahirkan kembali. Karena mungkin saja pada saat kehidupan itu Anda tidak menginginkan pembebasan. Tidak semua sanak saudara Anda ingin terbebaskan. Jika mereka menginginkannya, Guru akan segera membawanya. Itu tidak masalah. Tetapi, Anda tidak bisa memaksa Tuhan naik ke sana melawan keinginan mereka, karena kita semua adalah Tuhan. Jadi, kita kelihatannya banyak, tetapi sebenarnya kita itu satu. Kita hanya terpisah satu sama lain. Seperti halnya tangan yang memiliki banyak jari, tetapi tetap merupakan satu kesatuan yaitu tangan.
Jadi, apa pun yang diinginkan seorang murid, itu adalah kehendak Tuhan. Karena dia itu Tuhan juga. Tetapi, pikiran dapat ikut campur. Jadi, kadang-kadang Anda menginginkan sesuatu, tetapi pikiran Anda mengatakan, " Oh, tidak, tidak. Makanlah daging, minumlah anggur. Itu sangat bagus untuk dirimu dan carilah pacar, dan bla, bla, bla..." Setidaknya bila Anda melihat seorang Guru dan Anda memberikan sesuatu atau menyapa dengan penuh rasa hormat, maka walaupun Anda belum mau pulang ke rumah sejati pada kehidupan ini, disebabkan karena terlalu sibuk menikmati surga dunia ini, sang Guru akan tetap mengingatnya. Jadi, di waktu mendatang itulah karma baik yang telah Anda tabur.
Kemudian pada kehidupan berikutnya, ketika Anda datang lagi ke dunia ini, Anda akan bertemu dengan sang Guru, dan Anda merasa tidak asing lagi dengan-Nya. Apa pun yang Dia katakan, Anda mempercayai-Nya. Karena Anda telah dipengaruhi oleh kehidupan sebelumnya. Dan itulah karma baik. Atau mungkin sanak saudara atau teman Anda percaya kepada seorang Guru, sedangkan Anda sendiri belum, karena jiwa Anda saat itu memang belum mau pergi. Tetapi, di waktu kemudian Anda telah siap. Dan sang Guru Sejati akan datang, dan Anda dengan seketika akan mempercayainya. Karena Anda sudah mempunyai karma baik atau hubungan baik.
Sebaliknya karma buruk amatlah sulit. Kadang-kadang seorang Guru sejati harus menderita hanya untuk menyelamatkan orang. Meskipun itu merupakan hubungan buruk, tetap saja suatu hubungan. Hubungan itu akan tetap berlangsung sampai tiba saatnya untuk diselesaikan dengan cara yang baik.
 
 

Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar