Minggu, 18 Maret 2012

SMCH - Kelenjar Pineal yang Gaib






Kelenjar Pineal yang Gaib  
Disusun oleh Grup Berita Formosa
Sebutan istilah “kelenjar pineal” menciptakan aura yang gaib. Ahli filsafat, fisiologi, fisika, ilmu pengetahuan alam dan matematika Prancis yang terkenal, Rene Descartes (1596 – 1650) menyebutnya “pusat dari jiwa.” Yang lain mempercayai inilah Pusat yang membawa “kode kehidupan” dan menyampaikan berbagai pesan ke tubuh. Penelitian akademis baru-baru ini telah menemukan bahwa kelenjar pineal berisi sel-sel peka cahaya yang berfungsi seperti sel-sel retina mata, yang  membuktikan kebenaran bahwa kelenjar pineal dapat “melihat.” Kemudian, dikenal juga sebagai “mata ketiga.” Penelitian modern pada produksi melatonin oleh kelenjar pineal telah membongkar sedikit misteri kelenjar pineal.         
Kelenjar Pineal dan Melatonin
Kelenjar pineal itu organ berbentuk kerucut yang rata, sebesar kacang polong terletak di pusat otak tengah. Mencapai ukuran terbesar selama masa kanak-kanak, tetapi mengeras dan menyusut dengan bertambahnya usia.
Produksi melatonin oleh kelenjar pineal ditentukan oleh jumlah cahaya yang diterima, karena kelenjar memainkan peranan jam tubuh, disebabkan oleh kepekaannya terhadap cahaya dan pengaturan siklus tidur-bangun. Selama tidur malam, tingkat melatonin dalam tubuh naik, mencapai puncak antara jam 11 malam dan jam 2 pagi, dan kemudian turun secara dramatis saat hari menjelang fajar.
Produksi melatonin berhubungan dengan umur, meningkat pada tiga bulan setelah lahir, memuncak pada usia enam tahun, dan mulai merosot setelah masa puber. 
Pengaruh Melatonin pada Tubuh Manusia     
Melatonin memiliki susunan kimia yang sederhana, tetapi memainkan peran yang penting dalam fungsi-fungsi tubuh, mengawasi kerja berbagi kelenjar dan organ, dan mengatur produksi hormon. Juga mengendalikan kelebihan rangsangan saraf simpatik pada tekanan darah bawah dan memperlambat kecepatan jantung sehingga mengurangi dampak pada jantung. Juga mengurangi ketegangan jiwa, memperbaiki tidur, mengatur jam biologis tubuh, menghilangkan pengaruh dari perbedaan jam tidur, memperkuat kekebalan, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap kuman dan virus, dan mencegah kanker dan pikun.
Produksi Melatonin berbanding terbalik dengan produksi serotonin, zat kimia yang menarik pembuluh darah dan bertindak sebagai pemancar saraf. Pikiran paling aktif selama siang hari, saat berkelana secara liar dan kacau, menyebabkan peningkatan jumlah serotonin yang diperlukan oleh sel-sel saraf. Selama malam hari atau meditasi, saat pikiran kurang aktif, serotonin berkurang dan lebih banyak melatonin diproduksi, dan situasinya berubah. Bagaimanapun, saat mata merasakan cahaya, produksi melatonin turun. Inilah mengapa para pekerja malam dan mereka yang tidur dengan lampu menyala memiliki kekebalan lebih rendah terhadap penyakit dan kecenderungan mengembangkan penyakit kanker lebih tinggi daripada yang lain.
Dua penelitian di Amerika telah menunjukkan bahwa cahaya terang pada malam hari mengurangi produksi melatonin dan menyebabkan pengeluaran hormon estrogen pada perempuan, yang akan meningkatkan timbulnya  kanker payudara di antara para perempuan pekerja malam. Penelitian pada bayi yang meninggal karena sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) menemukan bahwa bayi-bayi yang kelenjar pinealnya kurang berkembang menurunkan tingkat melatonin dan melemahkan kemampuan otaknya menangani radikal bebas (molekul-molekul dengan elektron tanpa pasangan) sehingga membuat otak mudah diserang kerusakan radikal bebas. Penelitian lain pada anak-anak dan orang dewasa pengidap kesedihan tanpa alasan menunjukkan bahwa tingkat melatonin pasien penyakit jiwa lebih rendah daripada orang yang sehat. 
Asal Melatonin    
Melatonin ada dalam jumlah kecil dalam banyak jenis tanaman, termasuk gandum, jagung manis, beras, jahe, tomat, pisang, dan jali-jali. Asupan makanan lain seperti rumput laut, kacang kedelai, biji labu kuning, biji semangka, kacang almond, kacang-kacangan, ragi, susu bubuk campur ragi, kecambah gandum dan susu membantu meningkatkan produksi melatonin tubuh. 
Asupan makanan yang rendah menjamin tingkat melatonin normal. Penelitian menunjukkan bahwa tikus tua yang diberi lebih sedikit makanan memiliki kelenjar pineal yang sehat  seperti tikus muda, dan dapat mengatur produksi melatonin. Tingkat melatonin mereka 80 persen dari yang ditemukan pada tikus muda, dibandingkan dengan  40 persen pada tikus tua yang tidak dibatasi makanannya.
Rahasia “Penciptaan Adam”
Oleh Xiang Zhi, Hsinchu, Formosa (Asal bahasa China)
Pemahat, pelukis, arsitek dan penyair Italia, Michelangelo, terkenal sebagai salah seorang dari tiga seniman Renaissance yang terbesar, bersama-sama dengan Leonardo da Vinci dan Sanzio Raphael. Di antara banyak karyanya, lukisan “Penciptaan Adam” terkenal ke mana-mana dan sangat dipuji di seluruh dunia, dan merupakan sebuah bagian karya besarnya pertama yang penting - serangkaian lukisan dinding berdasarkan Kitab Kejadian. Lukisannya memerlukan waktu empat tahun untuk menyelesaikankannya, melukiskan Tuhan menciptakan Adam. Dia terlihat dikelilingi oleh sekelompok malaikat saat mengulurkan tangan-Nya ke arah Adam yang baru diciptakan-Nya, yang berbaring tanpa daya di tanah, menunggu untuk menerima kehidupan  dan kekuatan yang sempurna  dari Sang Pencipta.
Sejak zaman dahulu, orang telah terbiasa dengan kisah yang dicatat dalam Kitab Kejadian Alkitab. Maka, saat mengagumi Penciptaan Adam, mereka cenderung memusatkan pada kecantikan masa muda dan kesehatan yang memancar dari Adam yang baru lahir, juga pada kebijaksanaan dan rahmat yang memancar dari Tuhan,  yang nampak jauh lebih tua, dalam kontrasnya.
Bagaimanapun, jika kita mempelajari lukisan ini dari sudut pandang latihan rohani, kita akan kagum menemukan lebih banyak arti besar tersembunyi di belakangnya. Melalui “Penciptaan Adam”, Michelangelo berusaha mengungkapkan misteri mata kebijaksanaan! Jika kita dengan teliti mengamati kelompok malaikat yang mengelilingi Tuhan dalam lukisannya, kita dapat melihat bahwa sketsa para malaikatnya persis diagram otak manusia. Tirai yang mengelilingi para malaikat melukiskan potongan melintang otak. Titik di mana lengan kanan Tuhan terulur menyilang dengan otak (Tirai di sekeliling para malaikat) menunjukkan pusat dahi - Titik mana Guru selalu mengingatkan kita untuk memusatkan perhatian kita. Masuk lebih dalam dari titik ini kira-kira di mana panggul kiri Tuhan ada dalam lukisan, itulah kelenjar pineal dalam otak manusia - posisi mata kebijaksanaan. Maka, Michelangelo menciptakan lukisan dinding ini sebagai suatu alat untuk mengungkapkan kepada dunia, dengan cara yang sangat sederhana dan kiasan, bahwa sejak awal penciptaan manusia, Tuhan telah berkomunikasi dengan umat manusia melalui mata kebijaksanaan; kehidupan dan kekuatan yang dianugerahkan oleh Tuhan juga disalurkan melalui jalan rahasia yang menghubungkan alam duniawi  dan Kerajaan Surgawi ini.
Alkitab menyebutkan bahwa kitalah bait Tuhan
Michelangelo melangkah lebih jauh untuk menunjukkan posisi dari takhta Tuhan dalam lukisannya, dan menyingkap misteri abadi dari alam semesta kepada dunia. Menilai bakatnya yang luar biasa dalam berbagai bidang, dan prestasi semasa hidupnya, kita dapat memperkirakan, bahwa lima ratus tahun yang lalu, Michelangelo telah menjelajahi bait Tuhan dan mendapatkan harta Kerajaan Surgawi yang tiada habisnya.


Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar