Minggu, 18 Maret 2012

SMCH - Ilmu Pengetahuan dan Spiritualitas


 



Ilmu Pengetahuan dan Spiritualitas
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Center Seoul, Korea17 Mei 2000
(Asal dalam bahasa Inggris) DVD #705
 

 
Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Harus Diimbangi dengan Pemahaman Spiritual
T: Karena ilmu pengetahuan sangat berkembang, bahkan manusia dapat dibuat duplikatnya. Beberapa orang mengatakan bahwa ini adalah tingkat tinggi dari perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi beberapa orang mengatakan bahwa ini adalah akhir dari dunia. Apakah pendapat Anda mengenai hal tersebut?
G: Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kita seharusnya juga mengembangkan spiritualitas. Jika tidak, maka kita tidak akan seimbang, kita berada dalam bahaya dan hal itu akan menghancurkan diri kita sendiri. Dengan demikian maka itu bisa menjadi akhir dunia, sudah pasti! Jika  kita  tidak  memiliki kekuatan moral dan pengetahuan spiritual tentang bagaimana menjadi seorang manusia yang baik, dan kita menciptakan segala macam boneka dan mempergunakannya secara salah - misalnya, kita mungkin membuat perang. Karena boneka-boneka ini tidak takut mati dan mereka tidak mengenal standar moral sehingga mereka dapat membunuh siapa saja secara acak - lalu tentu saja, dunia kita akan berakhir. Perkembangan ilmu pengetahuan, jika tidak dikendalikan oleh kekuatan dan pemahaman spiritual, itu bagaikan sebilah pisau di tangan anak kecil. Ia bisa saja membunuh anak yang lain atau orang lain.

Ilmu Pengetahuan, Kerohanian
Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiBrisbane, Australia, 22 Maret 1993
(Asal dalam bahasa Inggris)
T: Guru yang terkasih, satu pertanyaan yang sudah lama mengganggu saya adalah mengenai evolusi. Dengan keterbatasan ilmu saya tentang evolusi, saya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan murid-murid saya yang telah saya ajar sekian tahun. Pertanyaan saya adalah apakah kehidupan di bumi ini telah mengalami berbagai perubahan bentuk dan berevolusi dari nenek moyang bersama kita, atau Tuhan menciptakan semuanya pada waktu yang sama?
Saya sangat bingung antara agama dengan ilmu pengetahuan. Jika saya berpijak pada kepercayaan agama, maka saya mengatakan bahwa Tuhan menciptakan segalanya. Lalu, kita pulang dan tidur, tidak ada pertanyaan lagi. Tetapi jika saya menjelaskan berdasarkan ilmu pengetahuan, saya katakan bahwa kita semua mempunyai nenek moyang yang sama yang berkembang, seperti teori Charles Darwin. Jadi, dengan keterbatasan ilmu saya, saya tidak dapat menjawab, saya telah katakan kepada murid-murid saya bahwa saya harus menunggu penjelasan dari Guru agung saya dengan pengetahuan yang berasal dari Surga. Setelah itu mungkin saya baru bisa menjelaskannya kepada kalian.
G: Anda lihat, agama dan ilmu pengetahuan tidak bertentangan. Mereka hanya memakai istilah yang berbeda dan kadang ilmu pengetahuan tidak menunjukkan atau belum menemukan prinsip-prinsip dasar dari segala sesuatu. Sebagai contoh, ilmu pengetahuan mengatakan ada elemen yang sama dalam diri Anda, diri saya, dalam tumbuh-tumbuhan, kayu, dan juga dalam semua benda. Agama Kristen misalnya, mengatakan bahwa segalanya diciptakan dari satu unsur, dari Tuhan. Agama Buddha mengatakan bahwa setiap makhluk mempunyai Sifat Kebuddhaan. Tao mengatakan bahwa kita semua adalah satu. Jadi ini semua sama dengan ilmu pengetahuan yang mengatakan ada suatu elemen, dan elemen ini ada dalam diri saya, diri Anda, dan juga dalam tumbuh-tumbuhan, pohon, kayu, dan segalanya.
Akan tetapi apa yang membuat elemen kita bergerak, berbicara, dan berpikir? Elemen tersebut tidak membuat tumbuh-tumbuhan dan pohon berbicara. Jika kita mempunyai elemen yang sama, maka tentu saja kita memerlukan daya yang sama untuk menggerakkan ini. Benar tidak? Ya! Oleh karena itu kita semua sebenarnya diciptakan oleh Tuhan. Anda boleh menyebutnya Tuhan atau energi kosmik, semuanya benar. Pada mulanya hanya ada energi kosmik. Jangan sebut Tuhan atau Sifat Kebddhaan; hal itu membingungkan banyak orang. Kita bicara dalam istilah ilmu pengetahuan. Energi kosmik dalam keadaan diam mengandung benih-benih kebijaksanaan dan juga segala jenis benih dari zat yang mampu berkembang dan tumbuh. Tetapi ketika energi kosmik bergerak sedikit ke dalam dirinya sendiri, lalu semua benih bertunas sebagaimana mestinya dan menjadi segala sesuatu yang ada sekarang. Jadi, kita bisa sebut Tuhan, atau kita bisa sebut Sifat Kebuddhaan.
Jika kita tidak mengetahui sumber keberadaan kita, berarti kita tidak hidup sesuai dengan hukum alam, dan hal itu akan membawa masalah bagi diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus melakukan meditasi dan berpikir, mencoba untuk menemukan sumber dari semua kecerdasan ini. Lalu kita kembali kepadanya atau paling tidak kita menyesuaikan dengannya. Setelah itu maka hidup kita akan menjadi lebih harmonis dengan seluruh alam semesta. Setelah itu kita barulah menjadi bahagia! Kita tidak mempunyai halangan. Kita tidak asal lari entah ke mana saja, tetapi kita berada dalam jalur yang benar, dengan kecepatan yang sesuai. Ini sama sekali tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Tetapi mungkin ilmu pengetahuan tidak menjelaskan daya yang menggerakkan semua benda.
Ilmu pengetahuan hanya membahas tentang zat, elemen-elemen yang ada dalam diri Anda, saya, dan semua benda. Dalam hal ini, ilmu pengetahuan sudah mendapatkan penemuan besar. Akan tetapi bagaimana mungkin ilmu pengetahuan bisa menggunakan metode ilmiah untuk menemukan sesuatu yang tidak berbentuk? Yaitu daya kosmik kita yang menggerakkan segala sesuatu yang biasa kita sebut sebagai jiwa yang merupakan bagian dari daya kosmik ini.
Benda-benda yang muncul berbeda-beda sesuai dengan seberapa jauh letak mereka dari pusat daya pusaran kosmik pada saat terjadinya pergerakan besar tersebut. Oleh sebab itu, kita berbeda dalam bentuk, ukuran, daya, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk bergerak serta berpikir. [Tepuk tangan] Jadi, segala sesuatu akan kembali ke pusat itu dan kemudian berkembang. Jika mereka ingin berada lebih dekat, maka mereka harus lebih bijaksana, karena pusat tersebut adalah pusat kebijaksanaan. Oleh karena itu, mereka berkembang. Itulah alasan untuk berevolusi, Anda mengerti. Mereka harus berevolusi, menjadi lebih bijaksana, lebih agung, lebih bijaksana, lebih agung, lebih bijaksana, lebih agung, lalu mereka bisa lebih dekat ke pusat, karena pusat tersebut mempunyai daya magnet yang besar, menghisap segala sesuatu masuk kembali dan kemudian mendorong mereka keluar kembali, berevolusi setiap saat.
Tetapi ada kalanya daya kosmik ini juga berhenti dan segala sesuatu akan berhenti. Lalu, ketika dia bangkit kembali, segala sesuatu mulai bekerja. Itu terjadi dalam milyaran tahun. Agak sulit bagi saya untuk menerangkan hal ini, tetapi coba saja untuk mengerti apa yang saya katakan.
    
Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiBrisbane, Australia, 22 Maret 1993
(Asal dalam bahasa Inggris)
T: Jika Tuhan menciptakan alam semesta dan Bumi, apakah alam semesta diciptakan terlebih dahulu atau sebaliknya diciptakan bersamaan dengan Bumi?
G: Di dalam alam semesta, terdapat banyak bumi. Bumi kita bukanlah satu-satunya. Anda membutuhkan waktu yang lama untuk mengunjunginya! Oleh sebab itu, kita melihat banyak UFO dan benda-benda seperti itu. Ini adalah benda nyata. Banyak bumi yang rupanya seperti bumi kita, yang mempunyai penghuni beserta dinamika kehidupannya. Beberapa telah terlihat sekilas oleh para ilmuwan, tetapi mereka tidak menyatakannya, karena mereka masih kekurangkan bukti. Planet tersebut terlalu jauh dan mereka tidak yakin. Beberapa dari planet tersebut lebih mirip Bumi, ada orang yang seperti kita dan mempunyai banyak lahan pertanian dan segalanya. Planet lain tidak seperti Bumi. Planet ini lebih bersifat spiritual dimana ada orang, tetapi mereka lebih mirip malaikat dan tidak terlihat oleh mata telanjang kita, oleh mata para ilmuwan, dan oleh mata dari semua teleskop. Oleh sebab itu, kita harus mengunjungi mereka dengan tubuh spiritual kita dan menggunakan mata spiritual untuk menghubungi serta melihat mereka. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh para ilmuwan. Jadi, sebagai contoh, kemarin dan hari sebelumnya, banyak orang yang mengatakan bahwa mereka melihat tempat yang indah, istana beserta penghuninya, tetapi itu bukan di Bumi ini. Kita bisa mengadakan perjalanan dengan cahaya ke planet mana saja jika kita cukup terlatih. Tetapi itu bukan tujuan kita yang sebenarnya. Dalam keadaan apapun, kita tidak ingin terikat pada hal-hal tertentu.
    
Ilmu Pengetahuan, Kerohanian, danKonsistensinya
Oleh Tim Berita Amerika Serikat (Asal dalam bahasa Inggris)
Anda akan terkejut ketika Anda mendengar ilmuwan yang bernama “Ching Hai” sedang membahas misteri dunia dan Alam Semesta dalam berbagai ceramah-Nya. Perkataan-Nya memperkuat apa yang dikatakan Yesus: Carilah Kerajaan Allah terlebih dahulu, maka segala sesuatu akan ditambahkan kepadamu. Guru Ching Hai mengambil jurusan bahasa di universitas, tetapi setelah mencapai pencerahan, Beliau bisa menjelaskan asal usul Alam Semesta lebih baik daripada ahli fisika manapun di planet ini. Guru juga telah mengatakan bahwa tidak ada pertentangan antara ilmu pengetahuan dan agama, ilmu pengetahuan mencoba membuktikan apa yang telah diketahui oleh orang yang tercerahkan dan ilmu pengetahuan dari planet-planet yang lain yang milyaran atau triliunan kali lebih maju daripada kita.    
Teori Big Bang (Letusan Dahsyat)     
Sebuah artikel yang dimuat di dalam surat kabar Indianapolis Star(15 Januari 1998), menyatakan dalam pertemuan musim dinginAmerican Astronomical Society (Masyarakat Astronot Amerika), bahwa kebanyakan astronot setuju bahwa alam semesta dimulai dari sebuah Big Bang (Ledakan Dahsyat) ketika semua waktu dan ruang terkandung dalam sebuah titik padat, sebuah kemanunggalan yang tiba-tiba bermekaran dengan partikel-partikel bola api yang mengembang, yang membentuk galaksi, bintang, dan planet. Tetapi para ilmuwan tidak mengetahui apa sebenarnya kemanunggalan itu dan apa yang akan terjadi setelah Big Bang (Ledakan Dahsyat). Apakah alam semesta akan berkembang untuk selamanya atau runtuh atau mengatup kembali dengan Bunyi yang dahsyat. Sebuah teori mengemukakan bahwa alam semesta akan menciut kembali seperti keadaan semula.
Selama ceramah-Nya di Jenewa, Swiss, pada tanggal 21 April 1993, Guru Ching Hai ditanya apakah Dia setuju dengan teori ilmuwan mengenai asal usul Bumi, yakni, teori Big Bang (Ledakan Dahsyat). Dan Guru pun menjawab, “Ya, saya setuju dengannya. Tetapi ilmuwan menjelaskan hal tersebut hanya dari sisi materi dan fisik saja. Mereka belum menemukan inti yang sebenarnya, kekuatan tidak kasat mata di balik Big Bang (Ledakan Dasyat). Tetapi itu juga membantu untuk memahami aspek spiritual dan penciptaan.
Pada tanggal 22 Maret 1993, selama sesi tanya jawab di Brisbane, Australia, Guru memberikan sebuah penjelasan yang jelas tentang bagaimana terbentuknya alam semesta. Kemanunggalan dalam istilah ilmu pengetahuan adalah Tuhan, kebijaksanaan, atau energi kosmik. Ketika pusat daya kebijaksanaan ini bergerak, semua bentuk ciptaan bermunculan dengan berbagai bentuk, ukuran, energi, kebijaksanaan, dengan kemampuan untuk bergerak serta berpikir. Karena pada setiap pusat mempunyai gaya magnet, maka segala sesuatu akan kembali ke pusat daya itu dan kemudian berevolusi kembali. Kemanunggalan telah mengembang dan menciut beberapa kali, sehingga kita bisa berevolusi dan tumbuh. Guru menjelaskan dalam ceramah-Nya di Singapura pada tanggal 26 September 1994 bahwa secara ilmu pengetahuan, proses ini sangat mirip dengan teori Big Bang (Ledakan Dahsyat), tetapi sangat sulit untuk menjelaskannya dalam bahasa manusia.    
Kesangsian Seorang Atheis      
Untuk mencoba membuktikan bahwa hidup muncul di Bumi melalui benturan molekul secara tak terduga dalam cairan prebiotik dari metanol, amonia, karbonmonoksida, karbondioksida, dan uap air; ilmuwan Miller dan Urey menciptakan kembali keadaan seperti ini dalam sebuah percobaan laboratorium yang terkenal pada tahun 1950. Percikan listrik (dimaksudkan untuk meniru petir) mengakibatkan terbentuknya asam amino yang merupakan unsur penting dari protein.
Tuan Fred Hoyle, walaupun ia seorang atheis, akan tetapi ia tidak sependapat dengan kesimpulan yang dibuat dari percobaan di atas dan yakin bahwa kehidupan tidak dapat muncul di Bumi hanya secara kebetulan saja. DNA benar-benar terlalu rumit dan terlalu tidak beraturan untuk dihasilkan dari hukum fisika. Walaupun seluruh alam semesta mengandung cairan primordial, Hoyle menyimpulkan, terciptanya kehidupan bukan terjadi secara kebetulan. Dia menyatakan kemungkinan benarnya teori tentang kejadian secara kebetulan yang menciptakan kehidupan, hal ini dapat diibaratkan sebagai “sebuah topan yang menghembus melalui tempat penimbunan barang rongsokan dan menciptakan sebuah pesawat Boeing 747.” Bersama-sama dengan Francis Crick (salah seorang penemu DNA) dan sejumlah ilmuwan lain, Hoyle sekarang percaya bahwa kehidupan muncul pada planet lain di suatu tempat dan dibawa ke sini. Akan tetapi, Hoyle dan yang lainnya tidak bisa menjelaskan bagaimana hidup muncul di planet lain tersebut.    
Terobosan-terobosan dari Fisika Modern    
Terobosan yang berkaitan dengan konsep fisika modern memberikan contoh bagus yang lain dari konsistensi antara ilmu pengetahuan dengan kerohanian. Ketika ilmu pengetahuan tentang molekul dikembangkan, manusia mulai merubah pandangannya terhadap objek materi di dunia ini. Mereka menyadari bahwa berbagai benda padat sebenarnya tidaklah benar-benar padat dan segala benda di dunia ini dibentuk dari berbagai molekul dengan ruang besar di antara mereka. Ketika ilmu fisika berkembang lebih maju, orang-orang menyadari bahwa molekul dalam alam semesta tak terhitung banyaknya, tetapi molekul tersebut mempunyai jenis atom yang dapat dihitung yang terdiri dari partikel dasar seperti elektron, proton, neutron, dan lain-lain. 
Pandangan manusia terhadap dunia materi kembali berubah drastis ketika kuantum mekanik diperkenalkan pada permulaan abad ke-20. Kuantum mekanik memandang bahwa partikel dasar dari dunia materi bukanlah suatu “partikel,” tetapi suatu gelombang atau energi dalam berbagai tingkat getaran. Benda-benda seperti cangkir dan mangkuk yang kita lihat dan rasakan itu tidak ada; benda itu hanya berupa energi dalam tingkat getaran tertentu yang membuat kita merasa sebagai sebuah cangkir dan mangkuk. Singkatnya, semua benda di dunia ini adalah khayalan dan terdiri dari energi yang bergetar.
Penemuan ini sesuai dengan ajaran para Guru Agung bahwa dunia kita adalah khayalan. Dalam sebuah ceramah di Thailand pada tanggal 1 Januari 1994, Maha Guru Ching Hai berkata, “Ketika kita melihat ke dalam (meditasi), kita tidak menemukan apa-apa, kita tidak menemukan wujud fisik, tidak ada zat. Sebaliknya, kita menemukan keberadaan yang sesungguhnya, energi yang sesungguhnya. Itu adalah tempat di mana kita berasal. Jika kita tidak menganggap diri kita sebagai tubuh fisik, lalu kita akan menyadari bahwa itu adalah tempat kita berasal. Itu adalah energi sesungguhnya dimana segala sesuatu berasal...”
Kuantum mekanik juga sesuai dengan ajaran spiritual yaitu segala sesuatu diciptakan dari Suara Agung (Tao, Firman, atau Getaran). Dalam ceramah Guru yang disampaikan di Taipei, Formosa pada tanggal 6 Maret 1986, Dia memberikan gambaran yang jelas sebagai berikut: “Suara ini ada ketika penciptaan dimulai. Ketika Suara ini muncul, segala seuatu muncul. Suara ini adalah Tuhan, Suara ini adalah penciptaan. Segala sesuatu di dunia ini disatukan oleh Suara ini. Semua alam, dari yang tinggi hingga yang rendah, terhubungkan satu dengan yang lainnya melalui Suara ini. Semua benda di alam semesta ini, baik batu, tanaman, atau manusia, bergetar pada frekuensi mereka masing-masing.
Dari contoh di atas, kita dapat melihat bahwa ilmu pengetahuan tentang materi sesuai dengan ilmu pengetahuan rohani. Kebanyakan ilmuwan memusatkan perhatian mereka hanya pada tingkat materi saja dan walaupun mereka telah berhasil dalam berbagai penemuan besar, akan tetapi apa yang telah mereka temukan masih terbatas. Maha Guru Ching Hai suatu ketika berkata, “Ilmuwan hanya berhasil menemukan zat. Mereka menemukan semua energi sebagai zat, tetapi bukan kecerdasan fleksibel di belakang energi. Oleh sebab itu, ada sedikit beda di sini. Orang menggunakan energi sebagai alat untuk mempertahankan hidup mereka dan membuat hidup mereka lebih nyaman. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa di balik energi itu adalah kecerdasan fleksibel, kebijaksanaan.” (Ceramah di Universitas Havard, 27 Oktober 1989)
“Metode Quan Yin ada sebuah kunci, sebuah alat yang bisa membuat Anda pergi ke tempat lain untuk belajar. (Ceramah di Chiayi, Formosa, tanggal 16 Januari 1989).” Saat sekarang, bumi kita tidak mempunyai sekolah tinggi ilmu pengetahuan yang mengajar ilmu pengetahuan tingkat tinggi. Jadi Anda harus berlatih Metode Quan Yin dan perlahan-lahan Anda akan mengembangkan kebijaksanaan Anda. Atau Anda bisa pergi ke planet lain untuk belajar, sehingga Anda bisa melayani dunia ketika Anda kembali. Walaupun ilmuwan besar datang ke sini dari planet yang lain untuk menciptakan mesin dan mengajar kita dalam berbagai aspek, maka kita masih harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Kita harus siap dengan tingkat kebijaksanaan yang tinggi, sehingga kita bisa mengerti ilmu pengetahuan dan teknologi maju yang akan mereka ajarkan. Bagaimanapun, kita harus berlatih metode kebijaksanaan untuk mengembangkan dan memelihara kebijaksanaan kita. Kemudian kita bisa melakukan apa saja. (Ceramah di Hong Kong, tanggal 19 Februari 1992)
 



Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar