Minggu, 18 Maret 2012

SMCH - Pencerahan Bukan Hanya Teori


 

 Pencerahan Bukan Hanya Teori
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Grup Meditasi Los Angeles, 13 Maret 1996

 
Ada sebuah lelucon lain mengenai Kebenaran. Ada seorang guru Zen yang mempunyai beberapa murid. Salah satu dari muridnya sering menulis surat kepadanya sebelum dan setelah inisiasi. Tentu saja, seperti halnya anda menulis buku harian spiritual dan mengirimnya kepada saya tentang kemajuan yang telah anda capai. Jadi murid tersebut menulis kepada gurunya sebagai berikut: " Guru, saya sekarang benar-benar hampir mencapai pencerahan. Saya melewati seluruh waktu saya untuk mencari Jati Diri saya."
Gurunya hanya membaca kalimat pertama, kemudian membuangnya ke tong sampah.
Beberapa waktu kemudian murid tersebut menulis surat lagi kepada gurunya, " Oh Guru, sekarang seluruh alam semesta menganggapi pikiran saya yang paling dalam. Betapa indahnya Kebenaran itu! Betapa hebatnya kekuatan alam semesta ini."
Gurunya hanya menghela napas, (Hadirin tertawa) dan membuang surat itu ke dalam toilet.
Surat yang ketiga, dia menulis lagi, "Oh Guru, sekarang saya mengasihi seluruh umat manusia dan makhluk yang menderita. Bahkan seekor semut, saya juga mendengar debaran jantung mereka dan merasakan perjuangan jiwa mereka. Oh Guru, betapa indahnya penemuan ini! Saya akan berusaha lebih keras lagi, saya berjanji. Saya akan menjadi murid Guru yang terbaik."
Lalu Gurunya menyeka sesuatu dengan surat tersebut. (Hadirin tertawa). Anda tahu di mana, saya tidak akan mengatakannya (Guru dan semuanya tertawa). Kemudian membuangnya ke toilet. Guru itu merasa putus asa.
Surat yang ke empat, muridnya menulis lagi, "Guru, sekarang saya sudah menyatu dengan alam semesta. Semua adalah saya, saya adalah semua. Tidak ada sesuatu pun yang tanpa saya. Saya adalah segalanya. Oh, saya memberi selamat kepada diri saya sendiri!" (Hadirin tertawa).
Gurunya bahkan tidak mau menyentuhnya sama sekali. Surat tersebut dibiarkan terbang pergi terbawa angin dan Gurunya hanya membisu.
Setelah lama sekali, Gurunya berkata kepadanya, "Jangan repot-repot menulis lagi kepada saya. Kamu hanya akan membuang kertas dan tinta."
Jadi murid tersebut tidak menulis lagi kepada Gurunya. Beberapa tahun pun berlalu dan Gurunya merasa sedikit bersalah memperlakukan muridnya begitu. Teringat muridnya yang hebat tersebut, yang sudah lama tidak melihat dan mendengar kabar darinya, sang Guru pun menulis surat kepadanya, "Hei, bagaimana keadaanmu sekarang?" (Hadirin tertawa). Mungkin Gurunya merindukan surat-suratnya yang menghebohkan itu. "Bagaimana perkembangan spiritualmu?"
Jadi sang murid pun membalasnya, hanya berisi dua kata dalam secarik kertas besar: "Siapa peduli?" (Semua tertawa dan bertepuk tangan).
Anda tahu bagaimana reaksi Gurunya sekarang? Yeah! Dia pergi dan meneguk kopi atau teh atau bir tanpa alkohol dengan Seven Up. (Guru dan semua orang tertawa). Begitulah!
Hanya jika anda sudah mengetahui bahwa anda sudah baik kemudian anda tidak akan mempedulikannya lagi. Kalau tidak, tidak peduli seberapa banyak anda menulis kepada saya, "Saya mengasihimu, kekuatan alam semesta, yang mengasihi saya, " dan lain-lainnya, semuanya itu tidak masuk akal dan hanya teori saja.

Pencerahan tidak Terdapat di Kitab Suci

Diucapkan oleh Maha Guru Ching Hai
Tanya: Guru, seberapa pentingnya membaca kitab suci?
Guru: Pentingnya hanya saat itu dapat menginspirasikan anda untuk lebih mengetahui lebih jauh tentang pengetahuan sejati yang tertulis di dalam buku itu. Setelah itu, anda harus mengalami pengetahuan sejati, bukan hanya membacanya saja.
Misalnya, anda hanya membaca menu, atau anda membaca surat dari seorang temen: "Kemarin saya makan ini dan itu. Sangat enak." Tetapi itu hanya sepenting saat surat itu menginspirasikan anda untuk pergi ke restoran sesungguhnya dan memakan makanan yang sama. Tetapi, jika anda tidak pergi dan makan di sana, maka surat itu hanyalah sebuah surat. Menu itu hanyalah sebuah menu.
 



Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar