Kamis, 15 Maret 2012

SEJARAH PENCIPTAAN AKSARA TIONGHOA (HANZI)

Kalau ditinjau  dari sudut ilmu budaya, tulisan merupakan salah satu alat pencatat dan penyebaran budaya,sebab tulisan mencatat  jejak sejarah perkembangan dan pencapaian  yang beraneka ragam dari budaya. Semua hasil karya penemuan dan kebijaksanaan leluhur, dengan tulisan barulah  dapat diwariskan untuk selama-lamanya, dan semua kebijakan,kecerdasan generasi berikutnya atau yang  akan datang mendapatkan kemajuan dan pencerahan dari pencatatan tulisan. Umat manusia jikalau tidak menemukan tulisan,maka dipastikan akan berada dalam sebuah era  barbar dan dungu. Karena itu,tulisan bukan hanya merupakan cahaya penerang bagi umat manusia untuk memasuki era peradaban, namun tulisan juga merupakan alat untuk terus menerus mengembangkan dan menyebarluaskan peradaban umat manusia  sepanjang masa.

Proses perkembangan peradaban manusia,adalah dimulai  dengan adanya bahasa terlebih dahulu,baru kemudian tercipta tulisan,hal ini dikarenakan bahasa lisan sudah tidak dapat memuaskan manusia untuk berinteraksi dan mencatat peristiwa lagi, sehingga terciptalah sebuah sistem simbol komunikasi,yang digunakan uintuk mencatat bahasa lisan. dengan terciptanya tulisan melambangkan sebuah peradaban komuni / masyarakat memasuki sebuah era kemajuan, dan juga sebagai perwujudan cipta,rasa,karsa manusia yang terkumpul menjadi / sebagai kekayaan intelektual.  Sesuai dengan perkembangan masyarakat,tulisan juga mengalami kemajuan/perubahan secara kontinu. Kalau dilihat dari pola pada umumnya,perubahan perkembangan tulisan selalu berubah dari yang bersifat konkrit menjadi abstrak,dari yang bersifat persepsi menjadi rasio,dari yang komplit / rumit menjadi semakin simpel / gamblang. Kalau demikian apakah hal ini berlaku juga dalam sejarah perubahan aksara Tionghoa ?

SEJARAH PENCIPTAAN AKSARA TIONGHOA (HANZI)
Ada tiga teori/pandangan  mengenai sejarah terciptanya Hanzi , yaitu:
  1. Aksara tionghoa diciptakan oleh Fuxi 伏羲 , karena Fuxi menemukan bagua 八卦 atau yang disebut heksagram,dan menurut para pakar , Hanzi tercipta dimulai dari perubahan simbol bagua/heksagram.
  2. Aksara Tionghoa, awalnya merupakan  cara membuat catatan dengan simpul 结绳记事, dan menurut sejarah awalnya catatan simpul ditemukan oleh Shennong 神农.
  3. Aksara Tionghoa ditemukan oleh seorang menteri  sejarah dari Kaisar Kuning / Huang Di 黄帝, yang bernama Cangjie 仓颉.
Mengenai teori Hanzi konon katanya  berasal dari bagua/heksagram, pandangan  ini sudah disanggah oleh banyak para ahli. Meskipun heksagram merupakan sebuah simbol informasi, tetapi arti terkandung di dalamnya sampai sekarang masih belum terlalu jelas. Simbol dasarnya adalah "一“ dan "一 一“,kalau di bandingkan dengan tulisan Jiaguwen甲骨文/tulisan tulang,jinwen金文/tulisan logam yang timbul kemudian, dari tinjauan bentuk sangatlah berbeda jauh,dan tidak mungkin menjadi asal usul dari kedua tulisan tersebut.

Teori mengenai catatan simpul, kebanyakan para ahli juga tidak sependapat bahwa catatan simpul merupakan asal – usul dari Hanzi dan menganggap simpul hanya sebuah cara untuk mencatat sesuatu hal saja. Karena rata-rata kebanyakan masyarakat purba mengunakan cara demikian ( membuat ikat simpul) untuk menyampaikan pesan, dan tidak berubah menjadi semacam bentuk tulisan sampai sekarang. Dengan demikian , apakah benar ataukah cerita palsu tentang tulisan / aksara Tionghoa itu  ditemukan oleh seorang yang bernama Cang Jie?

Legenda  mengenai seseorang yang bernama Cangjie yang menemukan tulisan sudah ada sejak akhir jaman negara-negara berperang 战国末期, sekitar abad ke 3 SM. Dengan demikian lantas  siapakah Cangjie itu? Ada orang berpendapat  bahwa Cangjie adalah seorang raja jaman kuno, seorang raja yang hidup diantara jaman Huangdi / kaisar kuning dan jaman  kaisar Shennong, ada yang mengatakan bahwa  Cangjie hidup pada jaman kaisar Yandi 炎帝,dan ada juga mengatakannya dia hidup pada jaman Fuxi.

Namun  menurut Sima Qian dan Ban Gu, pakar sejarah pada jaman Dinasty Han, mengemukakan bahwa Cangjie adalah menteri sejarahnya Kaisar Kuning, oleh sebab itu  dapat disimpulkan bahwa secara garis besar, Cang Jie adalah seseorang yang hidup sekitar 4000 tahun yang silam  pada sebuah masyarakat patrilineal awal. Menurut catatan buku jaman kuno,Cang Jie adalah "seorang yang memiliki empat mata, memiliki kemampuan dewata, dengan mengamati pergerakan bintang di jagat raya, dan menyelidiki  bentuk garis dari tempurung kura-kura serta jejak kaki unggas,  diambil dan dikumpulkan semuanya yang indah untuk digabungkan menjadi tulisan, sehingga di sebut huruf kuno."

Jadi, apakah aksara Tionghoa merupakan ciptaan dari Cangjie? Kalau dilihat dari sejarah perkembangan manusia, dan ditinjau dari hasil dan taraf kebudayaan dan produksi manusia jaman purba yang rendah, andaikata hanya seorang saja yang menciptakan sebuah tulisan adalah sesuatu hal yang sangat mustahil; jika dilihat dari proses terciptanya sebuah tulisan, hal itu memerlukan proses waktu yang sangat panjang,dan tak seorang pun mampu melewati proses demikian. Karena itu tidak dapat  dipercayai teori  mengenai Cangjie menciptakan tulisan Tionghoa secara seratus persen.

Namun, kita juga tidak dapat menampik pendapat bahwa Cangjie tidak ada hubungannya dengan tulisan Tionghoa, dilihat dari uraian diatas mengenai catatan kitab kuno yang mengatakan "dengan mengamati bintang-bintang,dan melihat garis-garis tempurung kura-kura dan jejak kaki unggas" , makna ini sebenarnya menunjuk adalah semacam tulisan gambar atau "pictogram"; dan " mengumpulkan semua yang indah" arti sebenarnya adalah mengambarklan keindahan dari sebuah gambar.Jadi kesimpulannya, bahwa aksara Tionghoa, pada awalnya merupakan pictogram dan gambar-gambar pada masyarakat purba.

Masyarakat purba memiliki banyak klan, setiap klan memiliki simbol gambar / totem bagi klannya. Totem / gambar ini dijadikan sebuah simbol klan atau nama klannya. Totem ini biasanya digambarkan di benda-benda yang dipakai ataupun ditato dibadan sebagai simbol untuk membedakan klan-klan lainnya. Kemudian, klan-klan tersebut ada yang tergabung menjadi aliansi klan. Pada alat-alat yang digunakan semakin banyak motif  yang digambarkan.H al ini dapat dibuktikan dengan penemuan peninggalan di situs kebudayaan purba yang ditemukan jaman modern ini, dimana banyak ditemukan alat-alat dari jaman batu / neolitikum yang berupa tembikar yang diatasnya ada banyak pola dan gambar, seperti gambar rusa,kuda,ikan,kodok dll. Dan gambar pada tembikar  peninggalan situs peradaban Yangshao , Xian , propinsi Shaanxi  ditafsir oleh para ahli mengandung arti tertentu.
Tembikar bergambar rusa dan selain itu, situs peninggalan di sungai Lingyang, Shandong yang termasuk peradaban Dawenkou, ditemukan dua simbol 〦  dan 土 , yang mana bentuknya mirip dengan huruf 旦 pada tulisan logam. Bentuk dan simbol demikian berpengaruh langsung terhadap penciptaan Hanzi. Ada pakar  berpendapat bahwa  simbol- simbol yang dilukis itu adalah bentuk awal dari Hanzi. Oleh karena itu,  dapat dijadikan alasan bahwa orang kuno yang mengatakan Cangjie yang menemukan tulisan,sebenarnya adalah nama sebuah suku purba, ataupun nama dari pemimpin  suku purba  . 

Dalam proses aktivitas pergerakannya yang semakin luas jangkauan ,maka itu  diperlukan adanya alat komunikasi dalam hubungan interaksi mereka yang semakin berkembang luas ,mereka menyerap dan mengatur kembali gambar-gambar dan simbol komunkasi dari suku lain, dan akhirnya mereka menjadi salah satu suku yang sangat maju kebudayaannya pada masa (purba) tersebut. Kalau dilihat dari anggapan bahwa" Cangjie adalah seorang pejabat dari Kaisar Kuning", boleh juga kita menganggap bahwa Cangjie adalah sebuah bagian dari klan Huangdi. 

Yang mana sekarang didaerah Tiongkok , baik di propinsi Shandong ( kota Shouguang寿光), Henan ( kabupaten Le Xian乐县), Shaanxi (kota Xian 西安 dan kabupaten Baishui 白水) bertebaran makam dan kuil Cangjie maupun menara penciptaan tulisan Cangjie. Salah satunya kuil yang paling besar dan terkenal adalah  kuil pemujaan Cangjie di Kabupaten Baishui di Shaanxi. Walaupun peninggalan kuno ini orang belakangan yang membuatnya berdasarkan legenda-legenda. Tetapi kalau dilihat dari sudut pandang lain, hal ini menjelaskan bahwa aktivitas dan pengaruh dari klan Cangjie sangat luas . Dalam wilayah yang begitu luas, mereka menyerap gambar / simbol dari berbagai klan, sehingga mengatur ulang , kemudian dimodifikasi simbol dan gambar  tersebut. Inilah awalnya terbentuknya sebuah tulisan yang bernama 汉字 Hanzi atau aksara Tionghoa. 

HANZI PALING AWAL  现存最早的汉子
Tulisan tulang atau 甲骨文 atau jiaguwen dan tulisan logam 金文 atau jinwen,merupakan Hanzi paling awal di Tiongkok. Yang dimaksud tulisan tulang atau jiaguwen 甲骨文 adalah tulisan yang dipahat di tulang belulang binatang dan tempurung kura-kura. Konon menurut sejarah ditemukan oleh ahli logam dan batu prasasti kuno dinasty Qing , yang bernama Wang Yirong王懿荣 . Tempat penemuan tulisan tulang ini terletak di desa Xiao Tun, kota An Yang, propinsi Henan ( 河南省安阳市小屯村).

Sebelum penemuan oleh Wang Yirong 王懿荣, tulisan tulang atau jiaguwen ini, orang-orang tidak mengenali tulisan yang diukir diatas tulang belulang tersebut, mereka  menganggapnya sebagai bahan obat  untuk dijual ke toko obat  TCM atau Pengobatan Tradisional  China (orang –orang menyebutnya adalah “tulang naga”). Setelah ditemukan oleh Wang Yirong,dia menganggap tulang-tulang tersebut adalah peninggalan tulisan kuno dan merupakan gaya tulisan sebelum model tulisan zhuan ( stempel) . Namun sangatlah disayangkan saat memasuki awal-awal penelitiannya. Pada tahun kedua penyerangan pasukan sekutu gabungan 8 negara ke 八国联军 Beijing, Wang Yirong wafat  dalam perang itu . 

Sampailah pada  tahun 1910 ketika seorang cendekiawan yang tersohor, Luo Zhenyu 罗振玉, memastikan bahwa desa Xia Tun, di kota An Yang, Propinsi Henan, adalah situs kota peninggalan Dinasti Shang , yang disebut YIN XU 殷墟 ( reruntuhan Dinasty Yin ( Shang)). Karena itu, tulisan tulang ini disebut “Yin Xu Jiaguwen” 殷墟甲骨文 atau tulisan tulang Yin Xu. Kemudian ditetapkan sebagai tulisan tulang dinasti Shang. 

Dikemudian hari ditemukan tulisan tulang lainnya hingga mencapai ratusan ribu keping. Sampai sekarang tulisan tulang  berbentuk  huruf tunggal 单字 yang ditemukan jumlahnya mencapai  lebih dari  4500 buah dan huruf yang dapat dikenali sampai sekarang hanya 1700 buah. Huruf-huruf itu kebanyakan berasal dari syair doa saat upacara meramal  jaman dinasti Shang. Sejak dulu para ahli selalu menganggap tulisan tulang Yin Xu adalah awal dari tulisan Tionghoa. Tetapi penemuan terbaru para arkeolog,membuktikan bahwa tulisan tulang Yin Xu bukanlah merupakan tulisan yang tertua .

Pada tahun 1985 sampai tahun 1986, para arkeolog menemukan beberapa keping tulang binatang, di daerah situs peninggalan purba Peradaban Longshan, di distrik Chang An, kota Xi An, propinsi Shaanxi,Tiongkok. Dimana tulang-tulang tersebut dipahat dengan tulisan-tulisan berbentuk huruf tunggal dan guratan-guratan. Para ahli menelitinya dan  berhasil membaca tulisan-tulisan tersebut sebagai huruf “人”manusia ,”羊” kambing, ”三” tiga,  退” mundur , ”万” seratus ribu, dan huruf-huruf lainnya. Garis-garis pada huruf tersebut sangat jelas, strukturnya juga sangat rapi, tulisannya kuat bertenaga, dan semuanya sudah memenuhi atau mengandung karakteristik sebuah tulisan,dan tulisan ini tetap menjadi penemuan tulisan tulang tertua sampai sekarang, Tulisan tersebut juga merupakan Hanzi yang tertua, perkiraan  umurnya adalah berkisar 4000 tahun yang juga sesuai dengan era  Kaisar Kuning 黄帝.

Pada tahun 1997,para arkeolog juga menemukan lagi situs peninggalan tulisan tulang di situs purba Shi Jia 史家, kabupaten Huan Tai 桓台,propinsi Shandong. Tulisan tersebut  berasal dari era peradaban Longshan.

Dengan ditemukan tulisan-tulisan tulang ini, maka sejarah mengenai asal-usul tulisan Tionghoa / Hanzi mundur  seribu tahun kebelakang, yang mana sampai sekarang tulisan tulang tersebut dinamai “tulisan tulang primitive” 原始甲骨文. Dengan demikian, tulisan tulang yang kita sebutkan sebenarnya dibagi menjadi dua periode,yaitu periode tulisan tulang primitive  原始甲骨文 dan tulisan tulang Yin Xu 殷墟甲骨文.

Tuilsan berikutnya setelah tulisan tulang adalah tulisan logam atau “jinwen” 金文,atau juga disebut “zhongdingwen” 钟鼎文 (tulisan di bejana yang bertelinga dua dan berkaki tiga). Jinwen adalah tulisan yang di pahat di atas benda-benda dari perunggu pada akhir jaman dynasty Shang dan dinasti Zhou. Tulisan logam pada jaman dinasti zhou terbanyak ditemukan sampai sekarang. Tulisan logam pada jaman dinasti shang dengan tulisan tulang dinasti shang pada dasarnya dilihat dari bentuknya memiliki persamaan-persamaan yang signifikan.  Tulisan logam pada jaman dinasti Zhou sudah mengalami penyederhanaan-penyederhanaan. Secara struktur hurufnya sudah sangat rapi , hal ini membuktikan bahwa tulisan Tionghoa kuno sampai dinasti Zhou sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, hingga  sampailah pada akhir era Negara-negara berperang 战国时代. Huruf-huruf  Tionghoa semakin terbentuk dalam model tulisan yang disebut Xiaozhuan 小篆. 

SHIGUWEN 石鼓文 - PRASASTI BATU BERBENTUK GENDERANG
Perubahan Hanzi dari Jiaguwen ( tulisan tulang) sampai Jinwen ( tulisan logam), dari Jinwen berubah menjadi  model tulisan Zhuan 篆书, kemudian dari model tulisan Zhuan 篆书 berubah lagi menjadi model Li 隶书. Kemudian menjadi model huruf Xing 行书 dan model tulisan Kai 楷书 yang dipergunakan sekarang ini. 

Sebenarnya model tulisan Zhuan masih dibagi menjadi dua macam yakni Dazhuan 大篆 dan Xiaozhuan 小篆 yang mana sekarang model xiaozhuanlah yang paling banyak ditemui dalam peninggalan prasasti. Model dazhuan hanya dapat ditemukan dalam bentuk prasasti di atas batu yang berpemukaan datar seperti genderang yang kita sebut shiguwen. Karena itu model tulisan diatas batu atau shiguwen ini mendapatkan perhatian  luar biasa dari para pakar.

Apa itu Shiguwen 石鼓文?
Tulisan shiguwen adalah tulisan berbentuk prasasti yang mana dipahat diatas sepuluh buah batu berbentuk genderang, yang merupakan tulisan yang dipahat dibatu yang paling awal Tiongkok. Shiguwen sebagai barang pusaka negara Tiongkok. Sekarang disimpan di Museum  Beijing Gugong Bowu Yuan 故宫博物院. 

Tulisan yang dipahat diatas batu itu berbentuk syair  empat baris , setiap batu satu bait syair sehingga berjumlah sepuluh bait syair. Isi syair itu adalah  pujian terhadap hasil berburu Raja.  Gaya tulisannya baik tidak mirip dengan model tulisan logam, dan juga tidak sama dengan gaya tulisan Xiaozhuan. Tulisannya lebih rapi daripada tulisan logam ( jinwen) , tetapi strukturnya lebih mengarah kepada struktur huruf Xiaozhuan, yang mana membuktikan bahwa model tulisan shiguwen adalah salah satu model tulisan peralihan dari tulisan logam ke model tulisan xiaozhuan, dimana dalam sejarah perkembangan Hanzi memiliki nilai riset yang penting, sehingga sangat menarik perhatian para pakar untuk menelitinya. 

Menurut catatan sejarah, prasasti Shiguwen telah ditemukan pada masa awal Tang, di daerah kabupaten Qishan, propinsi Shaanxi. Kemudian ditempatkan diluar kota Chencang 陈仓 (sekarang kota Baoji 宝鸡).  Zheng Yuqing 郑余庆  (kemudian hari menjadi perdana menteri pada pemerintahan kaisar  Tang  Dezong dan Kaisar Tang Xuanzong) yang menjadi pejabat di Fengxiang , memindahkannya ke Kuil Kongzi untuk dirawat di Fengxiang.Kemudian semuanya hilang setelah jaman Lima Dinasty. 

Barulah pada jaman Dinasti Song, Gubernur  Fengxiang yang bernama Sima Chi 司马池 (ayahnya Sima Guang 司马光)berusaha mencarinya kemana-mana. Akhirnya dia menemukan 9 buah prasasti shiguwen tersebut, sampai tahun ke empat Huangyou ( tahun 1052 Masehi) yang satunya barulah ditemukan. Jaman akhir Dinasti Song Utara , pemerintah memindahkan 10 buah shiguwen tersebut ke Bianliang (ibu kota Song Utara). Kaisar Song Huizong memerintahkan untuk mengunakan tinta emas untuk dilukis dihurufnya sebagai barang pusaka. Pasukan Jin yang telah mengepung kota Bianliang, menganggapnya sebagai barang aneh, sehingga pada tahun 1128 Masehi memindahkannya ke Yanjing ( kota Beijing sekarang). Dimasa Dinasti Yuan , Shiguwen tersebut  hilang kedaerah padang rumput. Kemudian prasasti ini di temukan oleh Cheng Jun 成均 asisten pengajar di Guozijian dan selanjutnya dilaporkan kepada perdana menteri . Dengan pengerahan pasukan , prajurit membawa pulang dengan kereta ke Guozijian 国子监 (lembaga pendidikan tinggi jaman dulu) di  Beijing, sehingga  benda tersebut selanjutnya tetap berada di Beijing. Sampailah tahun 1933 , pemerintah Nasionalis ( Republik Tiongkok) memindahkannya dan kemudian dikubur dibawah tanah di  kota Nanjing.  Pemerintah Republik Rakyat  Tiongkok, kemudian membawa prasasti itu kembali ke Beijing. 

Ulasan diatas merupakan sejarah singkat Shiguwen. 

Kesimpulannya, berdasarkan sejarah diatas sangatlah jelas bahwa setiap jaman selalu menaruh perhatian kepada Shiguwen. Mengenai jaman pembuatan Shiguwen ( prasasti  tulisan diatas batu berbentuk genderang) ini ,  para pakar  jaman dulu beranggapan bahwa prasasti itu dibuat pada jaman Zhou Xuanwang. Han Yu 韩愈 (Dinasti Tang), Su Shi 苏轼 , Mei Yaochen 梅尧臣(Dinasti Song), dalam syair mereka beranggapan demikian ; bahwa shiguwen dibuat pada jaman Zhou Xuanwang.
Sedangkan Zheng Qiao 郑樵 , seorang sarjana sejarah Song Selatan, pertama kali mengemukan bahwa Shiguwen dibuat pada jaman Dinasti Qin, yang mana telah menarik perhatian dari para pakar. Barulah jaman sekarang, opini barulah satu , yakni para pakar beranggapan Shiguwen merupakan prasasti Qin pada jaman Chunqiu (musim semi dan musim gugur) . Masanya berkisar antara  tahun 770 SM – 325 M. Shiguwen merupakan salah satu benda budaya yang penting untuk meneliti perkembangan Hanzi dan kesenian benda prasasti.

STRUKTUR HANZI : ENAM KATEGORI HURUF (LIU SHU 六书)
Penelitian orang terhadap Hanzi,  sudah dimulai pada jaman proto-Qin. Kitab Karangan Sejarah Bentuk Huruf 史籀篇 (shizhoupian) , merupakan hasil riset tentang Hanzi pada saat itu, yang mana kitab tersebut telah hilang tak terwariskan. Masa Dinasty Qin 秦代, ada karangan dari Li Si 李斯 yang berjudul Kitab Cangjie ( 仓颉篇), kitab yang ditulis oleh Zhao Gao 赵高 yang berjudul Kitab Riwayat (爰厉篇 yuanlipian) , kitab Pengetahuan 博学篇 dari Hu Wujing 胡毋敬. 

Pada jaman Dinasti Han, ketiga kitab tersebut digabung menjadi satu; yang mana tetap disebut kitab Cangjie. Selain itu, ada juga karangan Shi You 史游 yang berjudul kitab Pencapaian Cepat (急就篇). Kitab-kitab ini umumnya diperuntukan buat anak-anak untuk belajar huruf, sehingga semuanya disebut “ Xiaoxue 小学” atau pengetahuan kanak-kanak. 

Pada jaman Dinasti Han Timur, Xu Shen ( 58 – 147 Masehi) telah menyusun maha karya sepanjang masa, yakni kitab / kamus yang  berjudul Shuowenjiezi (说文解字) . Kamus Xu Shen ini disusun berdasarkan analisa dari enam struktur penciptaan Hanzi. Dalam bahasa akademis disebut “Liushu” atau 六书 , yakni enam kategori huruf. Istilah Liushu 六书 ini awalnya tercantum dalam kitab Zhou Li 周礼 atau Kitab Tata Krama dan Adat Istiadat  Zhou (《周礼·地官·保氏》“保氏掌谏王恶而养国子以道,乃教之六艺,…… 五曰六书。); tapi tidak dijelaskan apa pengertian dari kata “Liushu”.
Ban Gu 班固 , seorang sejarahwan Dinasti Han Timur, dalam karanganya “ Hanshu Yiwenzhi/汉书. 艺文志“ atau Sejarah Han; catatan tentang kesenian dan huruf; menunjukan tentang pengertian Liushu atau enam kategori huruf yakni: Xiangxing 象形Xiangshi 象事Xiangsheng 象声Zhuanzhu 专注Jiajie 假借, yang merupakan enam dasar penciptaan Hanzi. Xu Shen yang agak belakangan dibandingkan  Ban Gu dalam kitabnya Shuowenjiezi 说文解字,lebih terperinci menjelaskan tentang enam kategori Huruf atau Liushu 六书,yakni:
  1. Xiangxing 象形 atau disebut piktograf; dalam shuowen jiezi; dijelaskan: ” 象形者,画成其物,随体诘诎,日月是也” , yang artinya adalah sesuai dengan bentuk dan wujud daripada benda , dengan garis yang melengkung, mengambarkan bentuk atau wujud dari benda tersebut, inilah yang dinamakan huruf Xiangxing atau piktograf. Contohnya adalah huruf 日 ri ( matahari) dan 月 yue (bulan). Jadi kesimpulannya adalah bahwa huruf Xiangxing atau piktograf berasal dari gambar yang kemudian menjadi huruf. Jumlah huruf piktograf dalam Hanzi sangatlah banyak, boleh dikatakan bahwa huruf – huruf tunggal yang mengambarkan suatu gambar termasuk kategori huruf ini. Contohnya huruf 日, tulisan tulangnya (     ), tulisan logamnya (     ), dan xiaozhuan (       ). Sedangkan huruf 月, dalam jiaguwen, jinwen, xiaozhuan ditulis berbentuk seperti gambar bulan. Begitu juga huruf pintu门,人,女,木, etc.
  2. Zhishi 指事 atau huruf ideogram, dalam Shuowen jiezi dijelaskan:” 指事者,视而可识,察而见意,上、下是也“ , yang artinya lihat sebentar sudah mengenalinya. Tetapi artinya harus teliti mengamatinya baru memahami maknanya, contohnya huruf 上 shang (atas), 下 xia (bawah). Huruf – huruf model ini adalah huruf berupa ideogram,yang mana memberikan simbol penunjuk untuk  menunjukan arti huruf tersebut. Misalnya huruf 上, jiaguwennya adalah 二,jinwennya 二,serta huruf 下,garis atas ( 上) dan bawah (下) sebagai  tanda atau simbol penunjuk arti. Ideogram lainnya 甘 gan (mulut 口 mengulum sesuatu dengan tanda 一 sebagai simbol penunjuk arti)= manis; 本 ben ( simbol 一 pada huruf 木 mu ( pohon) sebagai penunjuk arti) = akar;etc.
  3. Huiyi 会意 atau huruf ideogrammatic compounds atau pengabungan arti, dalam Shuowen jiezi dijelaskan:” 会意者,比类合谊,以见指撝、武、信是也。” artinya adalah memadukan dua huruf atau diatas dua huruf menjadi sebuah huruf, kemudian mengabungkan arti dari huruf–huruf tersebut, sehingga muncullah sebuah huruf dengan arti baru. Inilah yang disebut huruf pengabungan arti atau huiyi, contohnya huruf 武 wu dan 信 xin = dapat dipercaya. Huruf  武 wu = militer, ketentaraan ;  huruf atasnya adalah huruf 戈 ge (tombak kombinasi belati dengan kapak),huruf bawahnya adalah 止 zhi ( 脚趾= jari kaki) = melangkah membawa tombak, untuk maju berperang; huruf 旅 lv arti sebenarnya adalah mempertahankan bendera, huruf jiaguwennya (     ), jinwen (     ), yang mana seorang prajurit mempertahankan benderanya; 安 an = aman, tentram, seorang wanita 女 didalam rumah 宀  akan aman; 林 lin= hutan, terdiri gabungan dua huruf 木 mu= pohon, dua pohon melambangkan pohon yang banyak= hutan, 森sen= hutan rimba.Huruf-huruf  Huiyi dalam Hanzi sangat  banyak dan kebanyakan adalah sebagai kata kerja.
  4. Xingsheng 形声atau huruf piktofonetik, penjelasan dari shuowen jiezi adalah “ 形声者,以事为名,取譬相成,江、河是也“ artinya huruf 江 jiang dan 河he merupakan benda yang termasuk didalamnya benda air, sehingga digunakan simbol atau huruf air(氵) sebagai penanda arti, mengambil bunyi huruf 工 sebagai penanda bunyi, kedua hal ini digabung menjadi sebuah huruf piktofonetik. Ada enam model struktur huruf ini: [1]Kiri penanda makna, kanan penanda bunyi, misalnya huruf 江jiang、河 he、松 song、枫 feng ; [2] Kiri penanda bunyi kanan penanda makna contohnya huruf: 期 qi、朔shuo、鸠jiu、鸽ge; [3] Atas penanda makna, bawah penanda bunyi: 空kong、穹qiong、荜bi、篆zhuan; [4] Atas penanda bunyi,  bawah penanda arti: 基ji、垄long、悲bei、愁chou;[5] Luar penanda bunyi, dalam penanda arti: 闷men、闽min、问wen;[6] Luar penanda arti dalam penanda bunyi: 街jie、裹guo、序xu、固 gu.
  5. Zhuanzhu 专注 atau huruf sinonim (yang memiliki arti sama) yang bisa saling menjelaskan, dalam shuowen jiezi dijelaskan :”专注者,建类一首,同意相受考、老是也“ yang artinya adalah membentuk huruf yang sejenis pastinya memiliki radikal ( bushou) yang sejenis pula, andaikata makna dari huruf itu sama, sehingga boleh saling beranotasi, misalnya huruf 考 kao dengan huruf 老 lao memiliki bushou yang sama, yang mana artinya adalah usia tua, sehingga penjelasan dari shuowen jiezi: “老,考也”= lao adalah kao= umur tua. Huruf yang bisa dianotasikan adalah  pertama huruf yang memiliki bushou ( radikal) yang sama ,kedua memiliki arti yang sama pula, andaikata tidak memenuhi kedua syarat ini tidak dapat dianotasi. Misalnya huruf : 民 dan 氓; 走 dan 趋; 舟 dan 船 ; 梁 dan 桥 ; 顶 dan 颠 etc.
  6. Jiajie 假借 atau huruf pinjaman fonetik, yakni huruf yang dipakai untuk mewakili huruf sebunyi, dalam Shuowen jiezi dijelaskan: ”假借者,本无其字,依声托事,令、长是 ; 也”artinya dalam sebuah kata tidak ada huruf tersebut, namun tidak mengunakan huruf yang baru, melainkan meminjam huruf yang memiliki bunyi yang sama untuk menyatakan kata tersebut, misalnya huruf 令ling, dan 长zhang. Pada  jaman dulu yang menjadi kepala ( bupati) pada suatu kabupaten disebut Ling令, sebenarnya arti dari ling令 adalah memberikan perintah, sedangkan zhang长adalah menunjuk orang yang dituakan/sesepuh年长,sedangkan untuk menyatakan kepala suatu kabupaten tidak ada hurufnya, sehingga dipinjam huruf 令,长 untuk menyatakan kepala daerah tersebut atau bupati =县令,县长. Untuk jenis huruf ini kebanyakan adalah jenis kata pronomina atau kata ganti dan partikel. Seperti kata /huruf 我wo = saya, arti sebenarnya adalah sejenis senjata, tapi dipinjam sebagai kata ganti orang pertama ( saya), huruf 自, jiaguwen huruf 自 zi adalah hidung, dipinjam sebagai kata menunjuk diri sendiri, dan kemudian menciptakan huruf baru untuk menyatakan hidung, huruf 且 arti sebenarnya dari jiaguwen adalah leluhur/buyut, tapi dipinjam sebagai kata penghubung 且qie, lantas menciptakn huruf baru untuk menyatakan leluhur/buyut yakni huruf 祖zu.

LIU WEI LIN
DAFTAR PUSTAKA
  1. buku zhongguo wenhua yaolue, cheng changyu,penerbit  beijing waiyujiaoxue yu yanjiu chubanshe, 2005.

Sumber : http://web.budaya-tionghoa.net/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar