Minggu, 18 Maret 2012

SMCH - Lima Pantangan





Lima Pantangan
1.      Pantang membunuh*
2.      Pantang berdusta
3.      Pantang mencuri
4.      Pantang berzinah
5.      Pantang mabuk dan madat**
* Yang menjalankan pantangan ini harus menjadi vegan. Pantang makan daging, ikan, burung, susu, telur (yang dibuahi atau tidak dibuahi, dalam kue, es krim, dsb.) atau semua produk hewani.
** Menghindari segala hal yang bersifat meracuni seperti alkohol, narkoba, tembakau, judi, pornografi, dan bacaan atau film yang mengandung banyak kekerasan.
Berjanji menjadi vegetarian seumur hidup merupakan syarat utama menerima inisiasi metode Quan Yin. Hanya makanan yang berasal dari tumbuhan diizinkan dalam pola makan ini, sedangkan makanan lainnya yang berasal dari hewan termasuk telur tidak diperbolehkan. Banyak alasan untuk ini, namun yang paling penting berasal dari pantangan pertama, yang menyatakan bahwa kita dilarang membunuh makhluk hidup, atau "Anda tidak boleh membunuh".(Keluaran 20:13)
Tidak membunuh atau melukai makhluk hidup lain memberikan manfaat yang nyata kepada makhluk tersebut. Hal ini juga bermanfaat bagi kita, namun kurang tampak. Mengapa? Karena hukum sebab akibat."... Apa yang anda tabur, itulah yang akan Anda tuai" Ketika Anda membunuh, atau menyebabkan orang lain membunuh bagi Anda, agar memuaskan nafsu Anda untuk makan daging, Anda menimbulkan hutang karma, dan hutang ini pada akhirnya harus dibayar.
Jadi, kenyataannya, menjalankan pola makan vegetarian merupakan hadiah yang kita berikan kepada diri sendiri. Kita merasa lebih baik, kualitas kehidupan kita bertambah baik karena beban hutang karma kita berkurang, dan kita ditawari pengalaman batin, jalan masuk ke alam surgawi. Benar-benar berharga dibandingkan dengan penderitaan kecil yang harus Anda bayar! Alasan rohani yang menentang makan daging dapat meyakinkan sebagian orang, namun ada alasan lain yang lebih meyakinkan agar menjadi vegetarian. Semuanya berdasarkan pendapat umum. Mereka harus menjalankannya sehubungan dengan masalah kesehatan dan gizi pribadi, ekologi, lingkungan, penderitaan hewan serta kelaparan di dunia.
Orang-orang yang tidak ingin mengikuti Guru berlatih rohani harus mencoba untuk tetap bervegetarian dan menjaga kelima sila supaya dapat dilahirkan kembali ke dalam bentuk manusia. Kelima sila tersebut sangat baik untuk mereka agar dapat dilahirkan kembali sebagai manusia, karena seseorang dapat berakhir menjadi sesuatu yang lebih rendah daripada manusia, jika seseorang berperilaku jauh di bawah sila-sila tersebut. Sama halnya seperti pergi ke sekolah. Ada sekolah tingkat dasar dan sekolah menengah atas. Berdasarkan standar apakah kita dapat memenuhi syarat untuk sekolah dasar? Dan standar apakah untuk sekolah menengah atas, dan apa pula standar untuk universitas?
Ada juga siswa yang diberi hadiah, yang dapat melompat secara langsung ke universitas dari sekolah menengah atas dan ada juga yang mungkin melompat secara langsung ke universitas dari sekolah dasar. Mereka sangat sedikit jumlahnya, sama halnya seperti mereka yang telah mencapai pencerahan sempurna. Mereka masih muda dan telah berlatih selama bertahun-tahun, tetapi alasan mereka menjadi para suci adalah karena mereka diberi hadiah.
Sebagai contoh, dalam mengikuti Guru, berlatih itu terlalu sulit, duduknya terlalu lama untuk kita dan kita harus menjadi seorang vegetarian. Lalu, cukuplah dengan menjaga kelima sila saja. Artinya tidak membunuh, tidak berbohong, tidak boleh berzinah, hanya satu suami atau satu istri, tidak boleh minum minuman beralkohol dan berjudi, dan sebagainya. Maka, seseorang suatu hari akan dapat kembali menjadi manusia lagi. Bukan karena Guru mengancam atau memaksa Anda untuk menjaga sila-sila tersebut untuk Guru, itu hanya merupakan hukum alam.
Jika kita dapat menjaga sendiri kelima sila tersebut, maka walaupun kita tidak berlatih untuk menjadi para suci atau Buddha, kita berhak untuk dilahirkan kembali menjadi manusia dan menikmati kehidupan yang sehat dan bahagia dengan hanya sedikit penderitaan. Jika kita tidak dapat menjaga kelima sila, sesungguhnya standar kita lebih rendah dari standar manusia dan kemudian kita akan dilahirkan kembali sebagai makhluk lain, contohnya seperti hewan, hantu, iblis, dan sejenisnya. Jika kita melampaui kelima sila dan melanjutkan latihan kita untuk mentaati/menjalankan beberapa sila yang lebih tinggi tingkatannya atau yang lebih halus lainnya maka kita berhak untuk menjadi Para Suci atau Buddha.
Sebagai contoh, kadang-kadang kita berpikir bahwa jika kita tidak tidur dengan seseorang dan tidak tidur dengan istri orang, maka kita beranggapan tidak melanggar salah satu sila. Tetapi, sebenarnya tidaklah demikian. Dengan hanya berpikir saja atau hanya dengan memandang dengan penuh nafsu saja sudah merupakan pelanggaran jika kita lakukan dengan sengaja. Tetapi, tidak berarti kita tidak melakukan salah satu pelanggaran sama sekali. Jadi, hal ini juga dianggap sebagai pelanggaran, tetapi dengan tingkat yang lebih kecil.
Kalian harus menjaga diri sendiri. Berusahalah untuk tetap bervegetarian dan menjaga kelima sila. Kadang kala, jika kita berlatih dengan rajin, maka kita dapat segera mengetahui jika kita tanpa sengaja telah mengkonsumsi makanan yang mengandung daging. Saat pulang ke rumah, kita menemukan ada banyak sekali jerawat-jerawat yang timbul di muka kita. Jika tidak, maka mungkin hantu-hantu akan datang dan menarik-narik kaki kita pada saat kita tidur sepanjang malam. Kita mungkin tidak akan melihat sesuatu apa pun kecuali gelap yang pekat selama meditasi kita. Kita mungkin menjadi sakit diiringi dengan sakit perut dan sakit kepala.
Kita mungkin menjadi marah pada Guru tanpa sebab. (Guru tertawa) Ini benar-benar terjadi; kalau bisa membuktikannya pada orang-orang yang telah kehilangan kepercayaannya, Guru berani mengatakan bahwa 99 % dari kasus ini adalah karena salah mengkonsumsi makanan atau melanggar kelima sila. Secara perlahan-lahan, kalian akan meninggalkan Guru dengan pasti, karena mereka merupakan dua jalan yang bertentangan dan semakin kita menjalaninya, semakin jauhlah keduanya terpisah. Walaupun kita tidak saling meninggalkan, tetapi bagaimana bisa dua orang, yang satu menghadap ke Utara dan yang lainnya ke Selatan, bisa saling bertemu satu dengan yang lainnya?
Oleh karena itu, kalian seharusnya segera mengetahui penyebab dari orang-orang yang meninggalkan Guru. Pertama, mereka kembali menjadi pemakan daging. Kedua, mereka melanggar sila-sila. Medang magnitnya berbeda dengan sendirinya, karena tubuh kita mewakili apa yang kita makan.
Contohnya, apabila kita mengkonsumsi makanan yang mengandung hewani, makanan tersebut telah tercemar oleh racun yang berasal dari hewan yang telah dibunuh. Kita menjadi teracuni dan sakit. Ini hanyalah dari segi fisik saja. Aspek rohaninya berbeda. Kesadaran hewan berbeda dari kesadaran manusia. Makanan yang terbuat dari tanaman atau sayuran lebih sedikit kesadarannya dan tidak sama dengan kesadaran hewan yang terlalu kuat. Karena hewan sendiri juga menginginkan hidup dan takut akan kematian. Mereka memiliki medan magnit yang lebih kuat.
Oleh karenanya, mereka tahu bagaimana caranya berjalan, bagaimana caranya berteman, saling mencintai satu sama lain dan cara bertarung satu sama lain dalam memperebutkan lawan jenisnya. Mereka juga tahu bertarung untuk mempertahankan barang-barang miliknya, tempat tinggalnya. Sedangkan pohon atau tanaman tidak pernah terlibat dalam pertarungan jenis ini. Mereka lebih tergolong ke dalam kelompok statis. Mereka berdiri diam atau tetap. Mereka hanya mengandalkan angin untuk membawa serbuk sarinya dari satu ke yang lainnya, sehingga mereka dapat berkembang biak dan berbuah.
Oleh karena itu, dengan mengkonsumsi makanan yang terbuat dari tanaman maka beban karma kita akan lebih sedikit. Sama halnya, kualitas manusia berbeda dengan hewan. Jika kita terlalu banyak menyerap kualitas hewan, akhirnya kita akan menjadi hewan itu sendiri. Paling sedikit 80% dari sifat kita akan seperti itu. Maka, kalian sudah memahaminya (Tepuk tangan).
Bukannya Guru memaksa kalian untuk menjaga sila ini dan itu dengan paksaan. Ini hanyalah nasihat dari Guru. Kebijaksanaan, metode kuno yang terjaga kerahasiaannya mengenai latihan rohani yang telah ditinggalkan oleh Guru-Guru tercerahkan.
Apabila kita melanggar sila, kita harus segera bangkit kembali. Maka, paling tidak kita melanggar sila di dalam pikiran saja, bukan secara fisik. Jika kita melanggarnya secara fisik maka tidak ada cara untuk memperbaikinya. Jangan katakan bahwa Guru bersikap kaku dengan kalian. Sebenarnya bukanlah begitu. Kalian dapat melakukan sesuatu yang kalian inginkan karena ini adalah hidup kalian sendiri. Kebebasan memilih. Tetapi, kita harus tahu bahwa tiap pilihan mempunyai akibatnya sendiri. Jangan berpikir bahwa karena saya telah memilih ini maka saya berjaya, saya bebas. Ini bukanlah kebebasan. Kita mempunyai kebebasan untuk membunuh, mencuri dan juga kebebasan untuk masuk penjara (Tepuk tangan).


Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar