Sabtu, 24 Maret 2012

SMCH - Kualitas Spiritual yang Terpenting


Kualitas Spiritual yang Terpenting
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Duisburg, Dusseldorf, 17 Desember 2006
(Asal bahasa Jerman dan Inggris)
  

Kalian harus belajar untuk menjadi rendah hati. Nomor satu: Tidak mementingkan diri sendiri. Nomor dua: Rendah hati. Yang paling penting adalah tidak mementingkan diri sendiri, dan yang lainnya adalah kerendahan hati; mereka adalah yang terpenting. Setelah itu, maka yang lainnya akan datang; kalian akan meningkat dengan cepat. Namun, jika kalian selalu berpikir tentang diri kalian sendiri, maka kalian akan tetap tinggal di sana. Hal ini dapat saya janjikan kepada kalian, 100%. Hal pertama adalah tidak mementingkan diri sendiri. Tidak mementingkan diri sendiri berarti kalian berpikir tentang orang lain terlebih dahulu daripada diri kalian sendiri. Kalian berkorban. Kemudian nomor dua adalah kerendahan hati. Dan nomor tiga adalah mungkin … baiklah, mereka semua akan datang bersama. Dua hal ini cukup. Tidak mementingkan diri sendiri berarti selalu mencintai; menjadi penuh kasih dan baik hati. Kerendahan hati berarti kalian menempatkan diri kalian sendiri pada urutan terakhir; kalian patuh; kalian mendengarkan instruksi; kalian berpikir bahwa diri kalian bukanlah siapa-siapa. Dan itu bagus, karena kalian tidak memiliki siapa pun. Kalian adalah Orang Suci. Jadi, bertingkah lakulah seperti Orang Suci. Kalian semua Orang Suci; oleh sebab itu, kita tidak memiliki siapa pun atau tidak memiliki diri.
Tidak mementingkan diri sendiri normal bagi kita. Itu haruslah normal, karena kita adalah Orang Suci. Kita tidak memiliki siapa pun. Kita tidak memiliki keinginan apa pun. Kita tidak di sini! Kita tidak hadir. Oleh sebab itu, kalian akan meningkat lebih cepat. Jika kalian menyadari bahwa kita tidak benar-benar di sini, bahwa kita hanyalah bayangan dari dunia yang fana ini, lalu bagaimana kita bisa terlalu cemas terhadap diri kita sendiri? Oleh sebab itu, apa pun yang seseorang katakan adalah OK. Jika mereka memberitahu kalian untuk pergi ke sini, kalian pergi ke sini. Jika mereka memberitahu kalian untuk pergi ke sana, kalian pergi ke sana. Terutama ketika saya yang mengatakannya! Jika saya berkata dan kalian bahkan tidak mendengarkan, bagaimana kalian akan mendengarkan orang lain, seperti bos  atau teman-teman kalian? Bagaimana kalian menyerahkan atau memberi jalan kepada orang lain?
Jadi, jika kalian menyadari bahwa kalian bukanlah siapa-siapa dan kalian tidak perlu benar-benar menganggap “diri” ini, lalu kalian selalu memiliki Diri yang lebih besar. Namun, ketika kalian hanya berpikir tentang diri kecil ini di sini, yang hanyalah tubuh, lalu kalian hanya terhenti di sana dengan yang kecil ini, dan kalian tidak akan pernah pergi ke tempat lain; kalian tidak akan pernah berkembang lebih besar. Ketika kalian masih kecil dan sangat muda, seperti saat bayi atau bahkan berumur dua, tiga, atau empat tahun, kalian sangat menyukai masa kanak-kanak kalian. Ayah kalian menjaga, ibu kalian menjaga, kalian selalu mempunyai sesuatu untuk dimakan, tanpa ada kecemasan dan setiap orang melindungi kalian. Kalian tidak harus bekerja; kalian bahkan tidak harus bersekolah. Wah! Ini adalah waktu yang sangat menyenangkan! Namun, apakah kalian ingin tetap selamanya berumur tiga atau empat tahun? Ini mustahil! 
Jadi, tidaklah mungkin tetap selamanya berumur tiga atau empat tahun, menikmati semua kemanjaan, cinta, dan perhatian tanpa kecemasan sedikit pun. Kalian tidak bisa melakukannya! Sama halnya, kita tidak bisa selamanya menjadi orang suci kecil, orang suci yang tidak peduli atau orang suci yang sangat rendah tingkatannya. Kita harus membiarkannya pergi untuk bisa berkembang lebih besar.
Kerendahan Hati Merupakan Unsur yang Paling Penting dalam Latihan Rohani
Maka, kerendahan hati merupakan unsur yang paling penting dalam latihan rohani. Siapa pun yang menguji kesabaran kita adalah Guru kita; orang-orang yang mengalahkan dan memaki kita adalah Guru kita, itu semua untuk melatih tenggang-rasa kita dan memberi kita suatu kesempatan untuk bercermin. Ini juga baik. Tidak buruk, kecuali tindakan-tindakan yang merugikan umum, maka kita harus berusaha menghentikannya. Bila dia hanya menguji kita, maka biarkanlah dia menguji kita sampai akhir; makin keras, makin baik bagi kita. Emas bercahaya lebih cemerlang setelah ia ditempa dalam api. Emas asli tidak takut api!
Saya tidak hanya menyampaikan ini kepada kalian; saya mempraktikkan apa yang saya katakan. Saya harus melakukannya karena saya teladan kalian. Maka, tidak perlu bertanya kepada saya alasan saya sama sekali tidak goyah saat orang-orang memfitnah saya. Bila saya tidak dapat bertenggang rasa tentang hal itu, maka apa yang dapat saya tenggang rasa? Kecuali bila merugikan umum atau orang lain, maka saya akan memikirkan suatu cara untuk menghentikannya. Bila hanya merugikan saya, tidak apa-apa! Sekarang Anda mengetahui apakah ego dan cara menghilangkannya. Jangan biarkan ego kalian bertumbuh lebih kuat dan mengurung kalian seperti sebuah dinding. Kalian akan percaya saja bahwa kalian adalah orang ini dan ini adalah diri kalian. Itulah ego.
Kalian hanya akan melanjutkan dan melakukan hal-hal salah yang sama, dan selanjutnya kalian akan menjadi lebih buruk. Jika tidak ada orang yang menghentikannya bagi kalian, kalian akan semakin buruk. Kalian akan mengira baik saja dan merasa bahagia karenanya. Akhirnya, akan menjadi suatu kebiasaan, seperti halnya merokok dan mabuk-mabukan. Walaupun kalian mengetahui itu buruk bagi tubuh kalian, kalian menjadi sangat kecanduan pada kebiasaan itu dan kalian minum dan merokok lebih banyak lagi. Itu sebabnya kita harus belajar menjadi rendah hati.
Kita tidak seharusnya menambah lebih banyak pada kebiasaan yang telah kita kumpulkan sepanjang banyak masa kehidupan, dan kita tidak seharusnya membiarkannya bertumbuh lebih kuat sampai menjadi tidak dapat diperbaiki nantinya. Kita sudah memiliki sangat banyak kebiasaan buruk. Bila kita tidak menguranginya, tetapi menambahnya lebih banyak, bagaimana kita dapat mengendalikannya? Tidak ada cara untuk menguranginya bahkan bila kita menginginkannya. Kapan kita dapat selesai menguranginya? Kita telah mengumpulkan demikian banyak. Sudah cukup sulit bagi kita menghindari agar tidak mendapatkan lagi, masih lagi kita perlu menghapus kebiasaan-kebiasaan kuat itu, dan bahkan tradisi yang kita telah kumpulkan melalui banyak masa kehidupan! Itu sebabnya kita harus menggunakan kekuatan dunia supra ini, getaran meditasi Suara, untuk membersihkannya dengan cepat. Pencucian otak biasa tidak berguna. Hanya berlatih meditasi Suaralah yang benar-benar "pencucian otak."
Kalian bertanya kepada saya cara menghindari ego. Saya menyarankan kepada kalian untuk melakukan lebih banyak meditasi Suara. Bila kalian sadar, usahakan untuk meneliti dan mengendalikan diri kalian sendiri. Jangan menambah lagi atau mengulangi kebiasaannya. Bila kalian dapat menghindarinya, maka hentikan. Bila kita tidak sadar akan ego kita, maka tiada yang dapat kita lakukan. Itu bahkan lebih buruk. Kita harus melakukan lebih banyak meditasi Suara! Lakukan lebih banyak meditasi Suara! Lakukan lebih banyak meditasi Suara! Yang membersihkan kita dengan sendirinya; tiada cara lain. (Tepuk tangan) Sekarang kalian menyadari bahwa Metode Quan Yin sungguh hebat! Tanpanya, kita tidak pernah dapat membersihkan kebiasaan-kebiasaan kita yang banyak sekali!

Kerendahan Hati Membuka Pengetahuan Sejati
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret 3 hari Eropa,
Paris,
Prancis, 22 Agustus 2007 (Asal bahasa Inggris)
Kerendahan hati sangatlah penting. Kerendahan hati berarti ketiadaan ego. Ego berarti ketiadaan kerendahan hati. Tanpa kerendahan hati, kalian akan menyebabkan banyak masalah dan sakit kepala kepada setiap orang, termasuk Guru. Bahkan pada saat kalian ingin melakukan sesuatu yang baik, akan tetapi kalian melakukannya dengan ego. Hanya dengan cara yang kalian pikirkan! Kalian mengabaikan orang lain. Kalian tidak mempertimbangkan yang lainnya. Ini bukan karena kalian menginginkannya; akan tetapi kalian hanya hidup dengan cara seperti itu. Ego kalian membawa kalian ke dalam cara hidup tanpa pertimbangan semacam itu, dan kalian akan mengalami kesulitan untuk memahami perasaan atau kesenangan hidup orang lain.  
Jadi, ego adalah musuh kalian yang terburuk, lebih buruk daripada makan daging! Jika orang telah membunuhnya dan kalian memakannya, oke, kalian mendapatkan beberapa karma, dan kalian tidak mempunyai welas asih. Tetapi, dengan ego, kalian bahkan mengorbankan welas asih, karena kalian tidak tahu lagi apa welas asih itu. Kalian buta terhadap orang lain di sekitar kalian, terhadap perasaan, emosi, dan kebutuhan mereka. Kalian buta! Jika kalian mempunyai ego, maka kalian hanya berpikir mengenai diri kalian sendiri dengan cara yang kalian inginkan. Kalian melakukannya dengan cara kalian, dan kalian tidak memikirkan alternatif lain. Kalian tidak mempertimbangkan orang lain. Ego adalah sesuatu yang berdiri di antara kalian dan pengetahuan Tuhan yang sebenarnya. Jadi, siapa pun yang mempunyai ego besar, jangan menganggap diri kalian pandai sama sekali! Kalian hanya mengulang seperti burung beo, belajar dari apa pun yang kalian ketahui. Tetapi, kalian tidak sepandai itu.
Seseorang yang benar-benar berpengetahuan tidak mempunyai ego. Setelah itu, pengetahuan kalian baru akan bersinar, dan kalian melakukan segalanya dengan benar! Hanya seperti itu. Jadi, jangan takut akan bahaya atau masalah apa pun – takutlah terhadap ego kalian. Ego itu apa? Dari mana kita mempunyai ego? Ego berasal dari kesan kehidupan di masa lampau, kebiasaan dan pergaulan yang terkumpul sedikit demi sedikit, serta dari latar belakang. Jika kalian belajar sesuatu dan kalian menjadi mahir dalam hal itu, lalu kalian belajar sesuatu yang lain dan kalian menjadi mahir dalam hal itu, dan setiap orang terus memuji kalian, lalu dengan berlalunya waktu, kalian menjadi terbiasa dengan pujian sehingga ego kalian tumbuh dan kalian berpikir bahwa apa pun yang kalian lakukan adalah baik karena kalian telah terbiasa menjadi orang yang paling atas. Lalu kalian tidak mempertimbangkan orang lain dan jadilah suatu kebiasaan. Tapi, ini semua sangat buruk untuk kita; maka cobalah untuk menghapusnya.
Hanya ketika kalian menghapus ego kalian, maka pengetahuan kalian akan benar-benar terbuka. Itulah mengapa di zaman dahulu dikatakan, “Orang yang mengetahui tampak seperti orang yang berpengetahuan rendah,” dia tampak seperti seseorang yang tidak tahu, karena dia mungkin tidak memamerkan keahlian atau pengetahuan duniawinya. Dia bahkan tidak ingin pamer! Jika dia mengetahui, dia tidak pamer. Baginya itu tidak penting lagi. Hal yang terpenting adalah pengetahuan sejati Surga, pengetahuan sejati, asli, yang kita abaikan demi belajar beberapa keahlian atau sesuatu di dunia ini, atau demi doktrin atau kebijakan atau bakat istimewa, hanya untuk berada di posisi puncak dalam masyarakat – mengorbankan Diri Sejati kita sendiri dan pengetahuan sejati yang senantiasa kita miliki, hanya untuk menjadi orang hebat.
Jadi, mempunyai pengetahuan di dunia ini bukanlah prioritas utama, sungguh. Tentu saja, pelajari apa yang kalian bisa untuk bertahan hidup. Tetapi, jika kita mengorbankan pengetahuan sejati kita demi keahlian duniawi, maka itu sangat disayangkan. Itu hanya akan meningkatkan ego kita, dan akan memisahkan kita lebih jauh dari pengetahuan sejati kita – dari Dia yang mengetahui segalanya, Dia yang meliputi semua tempat, dan Dia yang tidak pernah salah.

Kualitas dari Kasih Tanpa Pamrih
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Austria, 27 Mei 2007
(Asal bahasa Inggris)
Kasih tanpa pamrih adalah kekuatan yang sangat mengangkat. Kalian harus berusaha menjadi seperti itu, tetapi saya tidak bisa mengajari kalian. Saya tidak bisa. Itu harus dilakukan sendiri. Saya tidak bisa memaksa kalian melakukan kasih tanpa pamrih. Lalu kalian berkata, “OK saya memberi ini dengan kasih tanpa pamrih," bukanlah seperti itu. Itu harus nyata dan dari hati. Setiap saat, setelah kalian melakukan sesuatu tanpa pamrih, sungguh-sungguh tanpa pamrih, tanpa memikirkan imbalan, hanya untuk memberi manfaat bagi si penerima, maka kalian akan segera mendapatkan suatu pengungkapan atau suatu penglihatan yang baik, suatu ide pencerahan atau sesuatu yang belum pernah diungkapkan kepada kalian sebelumnya. Mungkin berkah atau kegembiraan atau kebahagiaan dari perlindungan Surgawi atau rahmat Surgawi – kalian akan merasakannya.
Saya tidak bisa mengajari kalian. Saya hanya bisa memberitahu kalian untuk menjadi seperti ini, tetapi saya tidak bisa mengajarinya kepada kalian. Itu tergantung karma kalian; itu tergantung pada tekad kalian untuk menjadi baik; itu tergantung tekad kalian untuk mendapatkan berkah yang hilang dari kalian. Jika kalian sungguh-sungguh bertekad, lalu pikiran kalian juga akan berubah secara otomatis, lalu kalian akan menjadi tanpa pamrih pada satu titik. Atau kalian akan menjadi tanpa pamrih dari titik itu lalu hidup kalian akan berubah. Tapi, semua ini hanyalah membicarakan tentang kasih tanpa pamrih; saya tidak bisa membantu kalian melakukannya. Saya bahkan tidak bisa memberikan kalian kasih tanpa pamrih ini, karena itu semua milik kalian. Kalian menggunakannya atau tidak; itu terserah pada kalian.  
Kasih tanpa pamrih adalah ketika kalian melakukannya tanpa berpikir bahwa kalian tanpa pamrih. Kalian hanya melakukannya secara otomatis dan Surga akan menilainya untuk kalian. Berusahalah untuk menjadi tidak mementingkan diri sendiri pada setiap saat; paling tidak latihlah diri kalian, sehingga suatu hari itu akan menjadi nyata; itu akan menjadi otomatis. Latihlah diri kalian dalam tiap tindakan yang tidak mementingkan diri sendiri yang kalian bisa; juga kebaikan secara acak seperti yang telah saya katakan kepada kalian. Saya melakukannya bukan karena saya menginginkan berkah dari Surga; saya hanya melakukannya karena itu memberikan kesenangan kepada orang lain. Dan saya merasa apa yang dirasakannya, karena saya bisa mengidentifikasikan diri saya dengan orang itu.   
Itu bukanlah sepertinya saya adalah seorang ahli nujum atau saya mempunyai mata ketiga untuk melihat. Bukanlah seperti pengetahuan sejenis itu yang sedang saya bicarakan. Saya hanya tahu segala hal, seperti apa yang dirasakan kasir di toserba sepanjang hari ketika dia menggerakkan tangannya dan kadang-kadang memegang barang yang berat, seperti satu pak besar air mineral atau sebotol besar susu. Dia harus memegangnya, memindainya dan meletakkannya pada sisi yang lain, lalu kadang-kadang harus mengangkatnya lagi ke dalam kantong plastik untuk seseorang. Atau, dia mengangkat sesuatu ke atas untuk dipindai dan segalanya; dia melakukannya sepanjang hari. Saya tahu itu. Saya tahu bahwa dia akan merasa kesakitan, tapi tidak setiap orang mengetahui itu, walaupun itu sejelas tangan kalian di sini. Kalian tidak akan mengetahuinya, tetapi saya tahu. Itulah sebabnya saya mengatakan kepada kalian bahwa saya tahu segalanya. Dan saya tahu bagaimana sopir taksi merasakan kejemuannya setiap hari demi memberi makan kepada dua orang anak dan membesarkan mereka hingga kuliah. Dan bahkan ibu yang tinggal di rumah membantu beberapa sanak keluarga di Kosovo atau Afrika atau di mana pun dia berasal. Banyak sopir taksi yang saya temui adalah orang asing di Eropa. Jadi, saya tahu apa yang mereka rasakan. Saya hanya mengetahuinya, dan saya bersimpati dengan orang-orang ini. Itulah sebabnya saya memberitahu kalian bahwa saya tahu segalanya, betapa saya mengasihi mereka.
Bertindaklah secara Murni Demi Makhluk Lain
Apa pun yang saya berikan kepada mereka adalah kasih murni, hanya untuk membuat hidup mereka lebih baik, paling tidak untuk hari itu. Saya berbicara dengan mereka; saya menanyakan mereka mengenai apa yang mereka rasakan di negeri ini, dan mereka memberitahu saya segalanya. “Oh, sangat keras, bahasanya, dan menjadi pendatang baru sangatlah sulit; saat ini kita masih merasa seperti orang asing di sini. Mereka tidak berpikir kita adalah orang Prancis dan mereka tidak berpikir kita adalah orang Inggris.” Dia memberitahu saya semua emosinya dan permasalahan keluarganya maupun perasaannya yang paling mendalam, segalanya. Dan saya yakin dia akan merasa jauh lebih baik setelah itu. Dia merasa lega. Bukan hanya tip yang saya berikan kepadanya; saya memberikan kasih saya, telinga simpati, dan tangan simpati kepadanya. Itu karena saya tahu bagaimana dan apa yang dirasakannya; saya hanya mengetahuinya. Maka, saya tidak ingin membanggakannya kepada kalian, dengan mengatakan bahwa ini adalah sejenis kasih tanpa pamrih. Tapi, ini adalah sejenis kasih tanpa pamrih! Saya melakukannya hanya untuk mereka, bukan untuk saya. Kadang-kadang saya lebih suka duduk dengan diam dan bermeditasi, yang juga baik untuknya. Tapi bagi dia, bantuan praktis adalah berbicara saja dengannya dan memberikannya tip yang baik. Atau, saya membiarkan dia bicara dan saya bermeditasi saja. Tapi, saya mendengarkan, paham? Dia tahu saya sedang mendengarkan, dan itu membantunya.   
Ini hanyalah sebuah contoh. Apa pun yang kalian lakukan untuk orang lain, secara murni demi perasaan baik mereka dan kebahagiaan mereka sendiri – itulah kasih tanpa pamrih. Bahkan tidak mempertimbangkan mempunyai imbalan dari Surga atau mempunyai berkah dikarenakan kasih tanpa pamrih – itulah kasih tanpa pamrih. Tapi, kalian harus melakukannya. Kalian harus melatih kembali diri kalian. Kalian memilikinya di dalam diri kalian! Kalian adalah kudus. Kalian berasal dari Tuhan, atau paling tidak kalian memiliki suatu kualitas dari Tuhan. Kalian adalah itu. Kalian hanya perlu untuk melatih kembali diri kalian, OK? Melatih kembali diri kalian ke dalam jejak kaki kudus. Pergilah ke arah itu, lalu secara perlahan kalian akan ingat: “Ya, seperti itulah.” Kalian akan melakukannya secara otomatis, dan kalian mau tidak mau merasakan kasih untuk setiap hal dan setiap ciptaan yang kalian temui.
Kemurnian Seperti Seorang Anak dari Hewan, dan Kemuliaan Ciptaan Tuhan
Kalian tahu, saya mencintai semua hewan di sekitar saya yang saya lihat – tupai, itik; oh mereka sangat indah di dalam mata saya, sangat cantik dan cantik. Mereka mengetuk pintu saya setiap hari untuk makanan, tetapi mereka mengetuk dengan kemurnian seorang anak dan kemuliaan ciptaan Tuhan. Mereka tidak terlihat seperti pengemis. Mereka berjalan dengan kepala terangkat tinggi dan datang ke pintu saya untuk mengharapkan kasih, karena mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan kasih. Jadi, mereka sangat percaya diri, dengan sikap yang sangat mantap. Mereka tidak datang untuk mengemis makanan: tidak, tidak, tidak! Mereka tahu dengan baik apa yang saya rasakan tentang mereka dan apa yang mereka dapatkan dari saya. Mereka sangat percaya diri bahwa apa pun yang mereka dapatkan adalah kasih yang murni, kehormatan yang murni, dan tidak ada yang lainnya lagi. Saya sungguh menghormati mereka. Maka, mereka masuk – Oh, sangat indah! Seperti bangsawan. Kadang saya membuat lelucon; daripada menyebut “Pangeran ini”,  saya menyebutnya “Pangeran dari Reedlington,” jika datang dari Reedlington, satu ton “alang-alang” di dekat danau saya. Jadi, saya memanggilnya “Bangsawan dari Reedlington” dan bebek betinanya, “Pemimpin,” daripada Wanita bangsawan. Bangsawan dan Pemimpin dari Reedlington – Saya memberikan mereka suatu nama bangsawan. Hanya ada bangsawan di sekitar saya, tidak ada yang lainnya. Saya mempunyai seluruh negeri yang penuh dengan bangsawan, pasukan cantik dari “Yang Mulia Ini” dan “Pemimpin Itu,” serta Putri Ini dan Pangeran Itu, karena begitulah kelakuan mereka.
Mereka datang ke saya tidak seperti seorang pengemis dan bahkan tidak sebagai anak-anak yang menunggu ibu mereka, tetapi sebagai ciptaan Tuhan. Dengan kepolosan murni seorang anak, mereka tidak mempunyai keraguan bahwa saya akan mengasihi mereka dan saya akan memberi makanan kepada mereka. Mereka tidak punya keraguan dalam pikirannya. Dan mereka tidak mempunyai kerendahan hati, tidak ada perasaan rendah hati bahwa saya sedang memberikan mereka sesuatu. Mereka merasa bahwa ini sangat normal. Bahwa itu hanyalah pertukaran kasih melalui alat fisik seperti roti atau biji-bijian atau buah-buahan atau salad. Mereka suka salad. Beberapa angsa makan salad, atau kadang-kadang kami menanam alfa, atau selada atau kacang, dan memberikannya kepada mereka. Saya minta seseorang untuk meneliti apa yang mereka suka, lalu saya memberikan mereka itu. Tetapi, mereka tidak datang seperti seorang pengemis atau merasa malu. Mereka mempunyai kemuliaan sepenuhnya, yaitu keindahan.  
Jadi, jika kalian memberikan sesuatu dengan kasih tanpa pamrih, maka orang atau makhluk yang menerimanya tidak akan merasa malu; mereka tidak merasa direndahkan, mereka tidak merasa seperti seorang pengemis atau seorang penerima. Mereka tidak merasakan itu. Mereka hanya merasa adanya kasih – perluasan kasih dan pertukaran kasih atau lingkaran ulang kasih atau kasih timbal balik. Mereka tidak merasa seperti membutuhkan roti ini atau mereka membutuhkan uang tip ini, tidak ada yang seperti itu. Mereka hanya merasa senang. Dan mereka merasa bermartabat karena saya tidak memberi dengan sikap sebagai seorang pemberi, bahkan kepada seorang sopir taksi atau siapa pun. Saya memberi dengan hormat. Dan saya menghormati. Jadi, hewan-hewan merasakan penghormatan tersebut, dan orang yang saya beri cokelat atau uang tip, mereka juga merasa dihormati. Karena sebelum itu saya telah memastikan, sekalipun manusia tidak terlalu merasakannya, saya pastikan mereka tahu bahwa pekerjaan mereka baik, bahwa mereka bekerja dengan baik. Saya sangat berterima kasih kepada mereka karena telah menjaga kebersihan bandara, untuk pengendaraan yang sangat baik, untuk sebuah taksi yang sangat bersih, untuk kesabarannya karena telah mengendarai taksi setiap hari dengan cara seperti itu, dan untuk menjadi seorang ayah yang berpenghasilan baik demi mengurus keluarganya. Saya memberitahunya bahwa dia layak atas apa yang saya berikan dan bahwa dia hanya menerima apa yang pantas baginya. Tetapi, saya menghormati pekerjaannya. Tanpa seorang sopir taksi, walaupun jika saya mempunyai satu juta dolar, dapatkah saya berjalan seratus mil? Tidak ada yang bisa membantu kalian jika sopir taksi tidak ada di sana. Jadi, saya pastikan mereka mengerti semua itu - dengan percakapan, bukan menjelaskan atau mengajar, tetapi percakapan bersama. Lalu dia merasa saya menghormatinya. Atau, sama seperti hewan; mereka tahu bahwa saya menghormati mereka dan saya sangat mencintai mereka. Jadi, mereka datang hanya dengan martabat yang alami dan menunggu di sana. Atau, mereka mengetuk pintu atau datang ke dekat pintu dan memberi tahu anjing tersebut. Mereka merasa sangat alami.
Jadi, kasih tanpa pamrih akan membuat orang merasa bermartabat, pantas, dan dikasihi. Dan itulah yang harus kita berikan kepada orang, bukan hanya uang atau kata-kata baik. Hal ini memberikan efek seperti itu, jika kalian saling memberi dengan kasih yang nyata dan penuh hormat. (Tepuk tangan)
Saya tidak bisa mengajari kalian, kalian harus melakukannya sendiri. Dan kalian mungkin sedang melakukannya, jadi itu bagus. Itulah yang dilakukan beberapa dari kalian, saya kira. Jadi, itu bagus. Terus lakukan hal ini. Sekalipun pada pertama kalinya kalian melakukannya dengan sengaja, tetapi teruslah lakukan. Paling tidak bermanfaat untuk orang lain! Dan kemudian, itu akan menjadi otomatis, kalian bahkan tidak berpikir. Segala sesuatu memerlukan latihan, seperti halnya mengendarai sepeda. Pertama kalian harus terluka, dengan lutut yang lecet dan benjol-benjol di siku, atau kalian sering kali terjatuh. Tapi kemudian, kalian mengendarai dengan otomatis. Kalian bahkan berdiri di atas tempat duduk, dan melakukan beberapa teknik!
Jika kalian terus berlatih, kalian akan menjadi hebat di bidang itu. Jadi, kalian telah mempunyai kasih di dalam hati. Kalian hanya perlu menggunakannya kembali. Kembali melatih diri kalian. Kembali belajar bagaimana untuk menggunakan kasih ini, untuk menyebarkan dan memberikannya. Semakin banyak kalian memberi, semakin banyak kasih yang kalian miliki. Seperti itulah. Dan kalian tidak bisa berhenti; nantinya kalian tidak bisa berhenti mengasihi apa pun yang kalian lihat. Kalian telah melakukannya sekarang, kalian telah mulai untuk mengasihi lebih banyak orang. Kalian mengasihi bunga dan kalian mengasihi semua hewan-hewan lebih daripada sebelumnya, karena sekarang kalian memandang mereka dengan mata yang berbeda, dengan mata yang tercerahkan, dengan mata cinta kasih dari seorang suci. Dan untuk tingkatan tertentu, kalian telah menjadi seorang suci, suatu tingkatan berbeda dari Orang Suci. Jadi, teruskan saja. Lakukanlah lebih banyak. Lakukan pada setiap kesempatan untuk menunjukkan kasih Anda, lakukan saja. Lalu kalian memilikinya, lalu kasih tersebut mencakup semuanya lagi, dan kalian akan memperoleh kembali kasih tanpa pamrih milik kalian sendiri, semua hal, 100%. Dan inilah cara kalian melakukannya. Begitulah cara kalian mendapatkan lebih banyak berkah. Bukan karena kalian melakukannya untuk berkah, tetapi itu hanyalah suatu hasil yang otomatis.




Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar