Tampilkan postingan dengan label Kisah Tiongkok Kuno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Tiongkok Kuno. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juni 2012

Kumpulan Anekdot : Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik


Empat Kali Tujuh
“Empat kali tujuh adalah dua puluh delapan,” Kata seorang  pria. “Empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh,” kata seorang yang lain. Dua orang itu bertengkar sampai menjadi jengkel lalu berkelahi, dan dibawa menemui hakim setempat yang  memerintahkan agar orang pertama dipenjara. Orang itu berteriak memperotes. “Kamu sangat bodoh” kata hakim itu dengan tenangnya, “sampai  bertengkar dengan seseorang yang dengan tololnya mengatakan  bahwa empat kali tujuh adalah dua puluh tujuh. Bukankah kamu yang seharusnya dihukum?” Orang itu akhirnya mengangguk setuju dan mengakui bahwa hakim benar.
(Sumber : Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik, Refleksi  bagi Para Pemimpin karya Michael C Tang)
Seratus Ungkapan Semanis Madu
Setelah lulus dari ujian negara di Beijing, seorang pria muda  ditunjuk sebagai pejabat pemerintahan ibu kota propinsi. Dia  pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mentor-nya,  seorang menteri pemerintahan senior. “Bekerja di lokasi propinsi seperti itu tidaklah mudah. Kamu harus berhati-hati.”
“Baiklah. Terima kasih bapak,” kata anak muda itu. “Mohon  jangan khawatir. Saya telah menyiapkan seratus ungkapan semanis madu di benak saya. Kalau nanti saya bertemu dengan pejabat disana, saya akan menggunakannya. Dia pasti akan  senang.”
“Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu?” tanya mentor itu dengan tidak senang. Kita adalah pria sejati. Kita mempunyai prinsip. Kita seharusnya tidak menggunakan sanjungan.”Sang murid menjawab, “Sayangnya, pada kenyataannya kebanyakan orang senang disanjung. Hanya beberapa pria yang benar-benar sejati seperti Anda yang tidak menyukai sanjungan” “Mungkin kamu benar,” mentornya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian pria ini menceritakan cerita ini kepada temannya,  “Saya sudah menggunakan satu dari persedianku. Sekarang saya  memiliki sembilan puluh sembilan ungkapan yang tersisa.”
(Sumber : Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik, Refleksi bagi Para Pemimpin karya Michael C Tang)
Saya Datang
Pada zaman dinasti Song, ada seorang pencuri yang terkenal dengan panggilan ‘saya datang’ di Hangzhou. Setiap dia  mencuri, dia tidak meninggalkan jejak apapun kecuali nama julukannya di dinding rumah korbannya. Penduduk kota kesal karena rumah mereka sering kali  dimasukinya. Pencarian dilaksanakan dan akhirnya orang  tersebut berhasil tertangkap dan dibawa menghadap hakim kota praja.
“Apakah anda mempunyai bukti bahwa dia bersalah?” tanya hakim
kepada polisi.
“Tidak salah lagi yang mulia,” jawab petugas. Tetapi orang itu menyangkap tuduhan tersebut.
“Yang mulia, Anda menangkap orang yang salah”, protesnya.  “Polisi sudah putus asa dan menjadikan saya kambing hitamnya.
Mereka tidak punya bukti”
Polisi memperingatkan hakim : “Kami sudah bersusah payah menangkapnya, Yang Mulia. Jika Yang Mulia melepaskannya, sangatlah sukar bagi kami untuk menangkapnya kembali.”
Meskipun tidak ada bukti, hakim memerintahkan supaya dia  ditempatkan di tahanan sambil menunggu pemeriksaan lebih  lanjut. Sesuai dengan adat yang berlaku, seorang tahanan harus memberi uang kepada penjaga penjara pada waktu masuk penjara.
“Saya tidak mempunyai apa-apa sekarang” kata orang tersebut  pada penjaga penjara. “Mereka menangkap saya dan mengambil  beberapa miliku. Tapi saya mempunyai beberapa perak di Gunung Than. Saya ingin memberikannya pada Anda. Saya  menyembumyikannya di bawah bata yang pecah dalam kuil. Pergilah kesana, berpura-puralah sembahyang dan ambil perak itu.
Penjaga penjara semula tidak yakin. Tapi ternyata dia  benar-benar menemukan 20 ons perak. Dia sangat senang dan mulai memperlakukan tahanan itu seperti temannya.
“Saya mempunyai bungkusan yang saya sembunyikan dibawah  jembatan. Saya ingin memberikannya kepada Anda juga” kata tahanan itu beberapa hari kemudian.
“Tapi jembatan sangat ramai, bagaimana saya dapat membawa  sesuatu tanpa ketahuan” Jwab penjaga.
“Bawalah beberapa pakaian, pura-puralah mencuci. Kemudian ambilah bungkusan tersebut dan sembunyikan di keranjang cucian Anda” Penjaga penjara melakukan apa yang diusulkan tahanan dan menemukan 300 ons perak dalam bungkusan itu.
Beberapa hari kemudian, tahanan memunta pertolongan pada penjaga penjara, “Saya ingin meminta pertolongan Anda. Saya ingin pulang ke rumah saya besok malam. Saya akan kembali sebelum Shubuh.”
Melihat keraguan penjaga itu, dia berkata lagi “Jangan  kuatir, teman. Kenapa saya harus kabur? Polisi sudah menangkap orang yang salah dan hakim tidak dapat menuntut saya. Tidak ada bukti. Saya yakin akan dilepaskan dengan segera. Saya akan kembali dalam waktu 4 jam” Janji tahanan itu pada penjaga. Kemudian penjaga itu mengizinkan tahanan tersebut untuk pulang. Setelah beberapa jam,“Saya kembali”
“Bagus, kamu menepati janjimu” “Saya tidak mau kamu terlibat masalah karena saya. Saya meninggalkan sesuatu ditumahmu sebagai tanda penghargaan.  Saya berharap saya dapat segera dibebaskan” Penjaga kurang mengerti ucapan orang itu, dan dia bergegas pulang ke rumahnya.
“Kamu kembali di saat yang tepat,” kata istrinya dengan gembira. “Saya ingin memberitahumu bahwa waktu shubuh tadi  saya mendengar suara dari atap. Seseorang menjatuhkan bungkusan ke dalam rumah. Ketika saya buka, isinya emas dan perak. Surga sedang menurunkan rakhmatnya di atas kita!” Dia kembali ke penjara untuk mengucapkan terima kasih. Pada  hari itu juga beberapa keluarga melaporkan pencurian pada malam sebelumnya. Di dinding tiap ruimah ada tulisan “Saya Datang”.
Ketika hakim mendengar hal ini, dia memerintahkan agar orang  itu segera dibebaskan.
(Sumber : Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik, Refleksi bagi Para Pemimpin karya Michael C Tang)


Sumber : http://lydiaokvaanjelia.wordpress.com/

Senin, 07 Mei 2012

Biografi of Sun Tzu


 Sun Tzu Biografi : Penulis dan Militer Strategist
Terkenal untuk   : Menjadi seorang filsuf Cina dan strategi militer yang paling  dikenal karena bukunya berjudul “The Art of War”.
Rincian Tzu         : Lahir – 544 SM Cina / Meninggal 496 SM Cina

Sun Tzu awalnya bernama Sun Wu dan juga disebut Chang Qing, menulis The Art of War pada abad keenam SM. Buku strategi militer menjadi salah satu buku yang paling berpengaruh perang dan Sun Tzu menjadi terkenal tidak hanya ahli strategi militer tetapi juga realis dalam teori hubungan internasional.

Tidak ada catatan yang tepat untuk kelahiran Sun Tzu atau kematian. Catatan hanya dikenal hidupnya dari biografi yang ditulis pada abad ke-2 SM oleh seorang sejarawan bernama Sima Qian. Sun Tzu diyakini telah lahir di 544 SM dengan nama Sun Wu, mungkin di negara Qi di Cina kuno. Keluarganya adalah anggota shi, kelas bangsawan kuno tak bertanah yang kehilangan tanah mereka selama Periode Musim Semi dan Gugur konsolidasi teritorial. Selama waktu Sun Tzu, shi paling bepergian sebagai sarjana akademis, tapi Sun Tzu memutuskan untuk bekerja sebagai tentara bayaran.

Setelah bekerja di seluruh negeri, raja yang memerintah, Raja Helu dari Wu, mempekerjakan Sun Tzu sebagai seorang jenderal di 512 SM. Sun Tzu akibatnya menulis The Art of War, yang pada waktu itu bernama Sun Tzu berdasarkan kebiasaan dalam nama bekerja setelah penulisnya.
strategi militer Sun Tzu segera menjadi legendaris dan ia bahkan membuktikan pengetahuannya dengan batalyon pelatihan prajurit perempuan yang sebelumnya tidak terlatih. Sun Tzu memberikan kontrol setiap batalyon selir Raja Helu’s. Setelah mereka tidak mematuhi perintah dan menertawakannya, Sun Tzu dilaksanakan dua dari selir, per hukum militer, dan selesai pelatihan dengan tim kuat dengan keterampilan kepemimpinan yang luar biasa.

Pada saat keahlian militer Sun Tzu, kerajaan Wu dianggap tingkat semi-barbar dan tidak mampu peraturan militer atau kekuatan budaya. Setelah Sun Tzu mengambil kontrol, namun militer di Wu melanjutkan untuk menaklukkan negara Chu, negara yang paling kuat di Musim Semi dan Gugur Periode dalam sejarah Cina.

Setelah kekalahan Chu, Sun Tzu menghilang, ingin hidup tenang, damai sebagai lawan salah satu konflik konstan. ajaran-ajaran-Nya, bagaimanapun, melanjutkan untuk mempengaruhi tidak hanya strategi militer, tetapi juga seni bela diri di kedua pertempuran bersenjata dan tidak bersenjata. Bahkan, ajarannya yang dikenal sebagai Bing Fa menjadi dasar bagi sebagian besar seni bela diri Asia.

Sejarawan berpendapat bahwa karya Sun Tzu tidak menganjurkan perang tetapi, sebaliknya, mengatakan strategi untuk mempekerjakan harus konflik muncul. Bahkan, menurut ahli sejarah, filosofi Sun Tzu lebih tentang bagaimana untuk menghindari perang sambil tetap mempertahankan kontrol atas musuh dalam situasi ketat daripada perang itu sendiri.

Meskipun tidak ada konfirmasi bahwa keduanya bertemu, Sun Tzu hidup pada masa Konfusius dan mungkin telah dipengaruhi oleh pekerjaan manusia. Diperkirakan bahwa Sun Tzu meninggal pada 496 SM di negara bagian Wu.


Sumber : http://vefava.wordpress.com/

Strategy Sun Tzu dalam bahasa Indonesia

 

Bab 1 Strategi untuk Menang

Strategi 1
Perdaya Langit untuk melewati Samudera.
Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.
Strategi 2
Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao.
Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.
Strategi 3
Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.)
Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok pegawai musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.
Strategi 4
Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.
Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga.
Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.
Strategi 5
Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya.
(Merompak sebuah rumah yang terbakar.)
Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan,
ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar.
Inilah waktunya untuk menyerang.
Strategi 6
Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat.
Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.
Bab 2 Strategi Berhadapan dengan Musuh
 
Strategi 7
Buatlah sesuatu untuk hal kosong.
Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah beraksi terhadap tipuan pertama dan – biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. Lantarannya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.
Strategi 8
Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang.
(Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.)
contoh: invasi Sekutu di Normandia dan muslihat Pas de Calais.
Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen.
Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.
Strategi 9
Pantau api yang terbakar sepanjang sungai.
Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antara mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.
Strategi 10
Pisau tersarung dalam senyum.
Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya,
anda bergerak melawannya secara rahasia.
Strategi 11
Pohon kecil berkorban untuk pohon besar.
(Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.)
Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.
Strategi 12
Mencuri kambing sepanjang perjalanan
(Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.)
Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.
Bab 3 Strategi Penyerangan
 
Strategi 13
Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya.
Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan.
Perilakunya akan membongkar strateginya.
Strategi 14
Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya.
(Menghidupkan kembali orang mati.)
Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau satu cara yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.
Strategi 15
Permainkan harimau untuk meninggalkan sarangnya.
Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Permainkan mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.
Strategi 16
Pada saat menangkap, lepaslah satu orang.
Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.
Strategi 17
Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.
Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil.
Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.
Strategi 18
Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.
Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah kepercayaan terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.

Bab 4 Strategi Kaos 
Strategi 19
Jauhkan kayu bakar dari tungku masak.
(Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.)
Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan dasarnya dan menyerang sumberdayanya.
Strategi 20
Memancing di air keruh.
Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.
Strategi 21
Lepaskan kulit serangga.
(Penampakan yang salah menipu musuh.)
Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus menyatukan kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.
Strategi 22
Tutup pintu untuk menangkap pencuri.
Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.
Strategi 23
Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga.
Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.
Strategi 24
Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.
Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang-.
Bab 5 Strategi Pendekatan
Strategy 25
Gantikan balok dengan kayu jelek.
Kacaukan formasi musuh, ganggu metod operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah satu hal yang berlawanan dengan latihan standardnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang diperlukan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.
Strategi 26
Lihat pada pohon marlberi dan ganggu ulatnya.
Untuk mendisiplinkan, mengawal, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.
Strategi 27
Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan harimau.
(Bergaya bodoh.)
Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Tipu lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.
Strategi 28
Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas
(Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.)
Dengan umpan dan tipu muslihat mengacah musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.
Strategi 29
Hias pohon dengan bunga palsu.
Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.
Strategi 30
Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.
Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.
Bab 6 Strategi Kalah

Jebakan indah.
(jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.)
Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.
Strategi 32
Kosongkan benteng.
(Perangkap psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan perangkap.)
Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.
Strategi 33
Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya.
(Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.)
Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.
Strategi 34
Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh.
(Masuk pada jebakan; jadilah umpan.)
Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.
Strategi 35
Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan
(Jangan pernah bergantung pada satu strategi.)
Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeza-beza yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.
Strategi 36
Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36:
lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina:
“Jika seluruhnya gagal, mundur” – Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan persatukan pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan.
Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!


Sumber : http://dongants.wordpress.com/

Jumat, 09 Maret 2012

Asal Usul Dewa REJEKI (Cai Shen Ye )

Xuan Tan Yuan Shuai (Hian Than Goan Swee – Hokkian) seringkali disebut Cai Shen Ye (Jay Sin Ya – Hokkian) atau dewa kekayaan. Dewa ini mempunyai wilayah pemujaan yang luas dan termasuk yang paling popular karena kepercayaan yang menyatakan bahwa dari tangannyalah rejeki manusia berasal. Latar belakang kisah Cai Shen Ye ada beberapa macam versi. Yang paling banyak dikenal adalah riwayat Zhao Gong Ming (Tio Kong Beng – Hokkian) yang diambil dari novel Feng Shen. Dalam novel itu diceritakan antara lain sebagai berikut : Kaisar Zhou-wang (Tiu Ong – Hokkian) dari Kerajaan Shang memerintahkan jendralnya yang kenamaan, Wen Zhong (Bun Tiong – Hokkian), untuk menyerbu Xi-chi, basis pasukan Wen Wang (Bun Ong – Hokkian). Untuk mencapai maksudnya itu, Wen Zhong minta bantuan enam orang sakti mandraguna, guna membentuk formasi barisan yang disebut Shi-jue-Zhen (Sip Ciat Tin – Hokkian) atau Barisan Sepuluh Pemusnah. Tapi Jiang Zi Ya berhasil menghancurkan enam diantaranya. Melihat kekalahan dipihaknya, Wen Zhong minta bantuan Zhao Gong Ming yang pada waktu itu bertapa di gua Lou-fu Dong, pegunungan E Mei Shan (Go Bi San – Hokkian). Gong Ming menyatakan kesanggupannya untuk membantu. Pada waktu ia turun gunung, seekor harimau besar menerkam. Harimau itu tak berkutik di bawah tudingan dua jari tangannya. Dengan angkin diikatnya leher si raja hutan, kemudian dikendarai. Pada dahi harimau itu kemudian ditempelkan selembar “FU” atau surat jimat. Untuk selanjutnya si raja hutan tunduk di bawah perintahnya dan menjadi tunggangannya. Dengan mengendarai harimau, Zhao Gong Ming bertempur dengan Jiang Zi Ya. Setelah beberapa jurus, Zhao Gong Ming mengeluarkan ruyung saktinya dan menghajar Jiang Zi Ya hingga roboh dan tewas. Tapi untung, datanglah Guang Cheng Zi (Kong Sheng Cu – Hokkian). Ia menolong Zi Ya dan dia hidup kembali. Huang Long Zhen Ren (Ui Liong Cin Jin – Hokkian) keluar untuk bertempur dengan Zhao Gong Ming, tapi tertawan oleh tali wasiat Gong Ming. Chi Jing Zi dan Guang Cheng Zi pun terpukul jatuh oleh pertapa yang berkesaktian segudang itu. Tapi kemudian Zi Ya mendapat bantuan seorang sakti dari pegunungan Wu-yi Shan yang bernama Xiao Sheng. Semua barang wasiat Zhao Gong Ming berhasil dirampas. Merasa kehilangan muka, Zhao Gong Ming kabur ke pulau San Xian Dao (Pulau Tiga Dewa) untuk menemui seorang pertapa wanita yang sakti, Yun Xiao Niang Niang. Kepada Yun Xiao Niang Niang, Gong Ming meminjam sebuah gunting wasiat, untuk merebut kembali wasiat – wasiatnya yang dirampas musuh. Ternyata gunting wasiat itu adalah dua ekor naga yang berubah rupa, sebab itu kemampuannya luar biasa. Banyak dewa – dewa sakti dari pihak Zi Ya terpotong menjadi dua bagian dan tewas dengan mengerikan karena pusaka ini. Jiang Zi Ya jadi gelisah, para prajuritnya juga menjadi gentar. Pada saat yang kritis itu datanglah seorang Taoist dari pegunungan Gun Lun Shan (Kun Lun San – Hokkian) yang bernama Lu Ya. Lu Ya menyuruh Zi Ya membuat boneka dari rumput. Pada badan boneka tersebut diletakkan selembar kertas yang dituliskan nama Zhao Gong Ming. Di bagian kepala dipasang pelita kecil demikian pula pada bagian kaki. Di depan boneka itu diadakan sembahyangan selama 21 hari berturut – turut. Zi Ya,



atas nasehat Lu Ya, bersembahyang disitu beberapa hari. Dia terus bersembahyang sampai suatu hari Zhao Gong Ming merasakan jantungnya berdebar – debar, badannya terasa panas dingin tak menentu. Semangatnya luruh begitu pula semua tenaganya. Pada hari yang ke 21, setelah mencuci rambutnya, Zi Ya mementang busur dan mengarahkan anak panah ke mata kiri boneka rumput tersebut. Zhao Gong Ming yang berada di kubu pasukan Shang, mendadak merasa mata kirinya sakit sekali dan kemudian buta. Panah Zi Ya berikutnya diarahkan kemata kanan boneka Zhao Gong Ming dan panah ketiga di jantungnya. Dengan demikian Zhao Gong Ming yang sakti ini akhirnya tewas oleh lawan. Setelah Wu Wang berhasil menghancurkan pasukan Shang dan mendirikan dinasti Zhou, Zi Ya melaksanakan perintah gurunya untuk mengadakan pelantikan para malaikat. Zhao Gong Ming kemudian dianugerahi gelar Jin-long-ru-yi-zheng-yi-long-hu xuan-tan-shen-jun atau secara singkat disebut : Zheng Yi Zhen Jun (Ceng It Cin Kun – Hokkian) atau Xuan Tan Zhen Jun (Hian Tan Cin Kun – Hokkian). Xuan Tan Zhen Jun mempunyai empat pengiring, yang disebut Duta Dewa kekayaan, Cai Shen Shi Zi, yaitu : 1. Xiao Sheng yang bergelar Zhao-bao Tian-zun. (Malaikat Pemanggil Pusaka). 2. Cao Bao yang bergelar Na-zhen Tian-zun. (Malaikat Pemungut Benda Berharga). 3. Deng Jiu Gong yang bergelar Zhao-chai Shi-zi. (Duta Pemanggil Kekayaan). 4. Yao Shao Si yang bergelar Li-shi Xian-guan. (Pejabat Dewa Keuntungan). Xuan Tan Zhen Jun bersama empat pengiringnya ini seringkali ditampilkan secara bersama – sama dalam gambar dan disebut Wu Lu Chai Shen (Ngo Lo Cay Sin – Hokkian) atau Dewa Kekayaan dari Lima Jalan. Di tempat pemujaan, secara pribadi dalam rumah – rumah penduduk, seringkali Dewa Kekayaan ini ditampilkan sebagai seorang panglima perang berpakaian lengkap, wajahnya bengis, satu tangan menggenggam senjatanya berupa ruyung dan tangan yang lain membawa sebongkah emas, mengendarai seekor harimau hitam. Ini merupakan pelukisan yang diambil dari novel Feng Shen itu. Selain versi Feng Shen ini, di dalam buku Sanjiao Yuan-liu Sou-shen Da-chuan atau “koleksi Lengkap Asal-usul Dewa-dewa aliran Sam-kauw”, disebutkan bahwa Xuan Tan adalah Zhao Yuan Shuai (Tio Goan-swe – Hokkian) atau jenderal Zhao, yang bernama Gong Ming. Ia berasal dari pegunungan Zhong-nan Shan (Ciong Lam San – Hokkian). Pada jaman dinasti Qin (246 SM – 200007 SM)ia meninggalkan kehidupan dunia dan pergi bertapa di pegunungan Long-hu Shan, menggantikan Zhang Tian Shi (Thio Thian Su – Hokkian) yang berkuasa di situ. Kemudian Yu Huang Da Di memberinya kekuasaan besar, antara lain memerintah Tiga Lapisan Alam, mengadakan perondaan di lima penjuru dan memilih tokoh-tokoh untuk memerintah sembilan benua. Pengiring Zhao Yuan-shuai (Tio Goan Swee – Hokkian) sangat banyak. Ada yang disebut sebagai Ba-wang Meng-jiang (Pat Ong Beng Ciang – Hokkian) yaitu delapan panglima yang gagah berani, Liu-du Da-shen (Liok Tok Tay Sin – Hokkian) atau malaikat besar yang memiliki enam racun, Wu fang Lei-shen (Ngo Hong Lui Sin – Hokkian) atau Malaikat Halilintar dari lima penjuru, Wu-fang Chang-bing (Ngo Hong Jiang Ping – Hokkian) atau prajurit ganas dari lima penjuru, Er-shi-ba Jiang (Ji-cap-pe Ciang – Hokkian) atau dua puluh delapan panglima perang, Shui-huo Er-ying (Cui Hwee Ji Ing – Hokkian) atau dua kubu pasukan api dan air dan Tian-he Di-he Er-jiang (Thian Ho Te Ho Ji Ciang – Hokkian) atau dua panglima keselarasan langit dan bumi. Para pengiring ini bertugas antara lain mengusir angin atau mencurahkan hujan, membasmi kuman dan mengenyahkan penyakit, melindungi penderita sakit dan melenyapkan bencana, melaporkan apabila ada kesewenang-wenangan dan melindungi usaha perdagangan, membagi kekayaan kepada yang berhak, agar terjadi keadaan yang tentram dan damai di dunia. Ada satu lagi versi yang menyebutkan bahwa Cai Shen sebetulnya ada dua, yaitu sipil atau Wen Cai Shen, dan militer atau Wu Cai Shen. Yang dimaksud dengan Wen Cai Shen adalah Wen Chang Di Jun (Bun Jiang Te Kun – Hokkian). Menurut buku “San-jiao Sou-shen Da-chuan”, Wen Chang Di Jun menjelma ke dunia 17 kali dan semuanya sebagai pejabat tinggi yang berpangkat Shi-dai-fu. Ia suka menolong orang yang sedang dirundung kesusahan, mema’afkan kesalahan dan sayang anak-anak yatim piatu. Wen Chang Di Jun mempunyai baskom yang berisi bermacam benda berharga. Di atas baskom itu berdiri seorang anak lelaki yang disebut Yun Cai Tong Zi atau anak penyalur kekayaan, yamg menggenggam emas di tangan kanannya, kakinya menginjak tumpukan bunga karang (bunga karang dalam bahasa Tionghoa adalah sanhu, termasuk salah satu benda berharga di masa lalu). Wen Cai Shen ditampilkan sebagai seorang berwajah putih dan berjenggot panjang, kepalanya memakai topi yang bertelinga panjang, bajunya merah bersulam, tangannya mengenggam ru-yi (hiasan yang berbentuk jamur dan dianggap mengandung kekuataan gaib), wajahnya ramah dan memancar sinar kegembiraan. Seringkali Wen Cai Shen ini disebut sebagai Cai Bo Xing Jun atau Dewa Bintang yang menguasai kekayaan dan sandang. Wu Cai Shen oleh sebagian orang disebut sebagai Zhao Gong Ming. Tapi ada lagi pendapat, bahwa sebetulnya Wu Cai Shen adalah Guan Gong atau Guan Di Jun (Kwan Te Kun – Hokkian). Inilah sebabnya banyak pedagang atau saudagar memuja Guan Gong di kantornya. Pada kartu ucapan selamat tahun baru (tahu baru Imlik), biasa terdapat gambar suci ayng penuh dengan ratna-mutu-manikam dan lain benda berharga yang disebut Ju-bao-pen (baskom pengumpul pusaka). Kebiasaan menempelkan gambar ini berasal dari Cai Shen dalam versi lain yaitu Shen Wan San, yang disebut Huo Cai Shen (Wa Cay Sin – Hokkian) atau Cai Shen yang hidup. Shen Wan San (Sim Ban San – Hokkian), karena sewaktu masih hidup banyak menyumbangkan harta bendanya untuk kepentingan orang banyak dan untuk membangun ibu kota, Yu Huang Da Di mengangkatnya sebagai Dewa Pelindung kota Nan-jing, setelah ia meninggal. Shen Wan San sebetulnya berasal dari keluarga miskin papa, tentang bagaimana kemudian ia menjadi kaya -raya, ada beberapa cerita sebagai berikut : 1. Menurut catatan dari kabupaten Xiu-shui dikatakan bahwa Shen Wan San berhasil memanfaatkan harta karun yang diketemukan ayahnya di sebuah kebun yang terlantar di kota Su-zhou. 2. Menurut catatan dari Yun-jiao Guan disebutkan bahwa masa kecilnya Shen Wan San memang dilalui dengan kemiskinan. Suatu hari ia menemukan sebuah benda seperti telur dari batu yang mengeluarkan sinar aneh dari sungai. Oleh anaknya, benda itu dipungutnya dan diserahkan kepada ayahnya. Ternyata batu itu adalah sebuah batu permata yang harganya selangit. Karena itulah ia menjadi kaya raya. 3. Pada suatu malam Shen Wan San sedang berbaring terlentang di atas perahu ikannya. Tiba-tiba Ia melihat bintang utara jatuh. Ia buru – buru memadahinya dengan karung kain dan ia memperoleh sebuah gantang. Pada saat fajar, seorang tua yang diiringi tujuh orang tukang pikul datang menemuinya dan berkata “barang – barang ini sementara kutaruh di tempatmu”. Setelah berkata begitu mereka lenyap. Isi pikulan yang ditinggalkan di situ, ternyata potongan emas yang berbentuk ladam. Dari sinilah akhirnya ia menjadi kaya raya. 4. Dikatakan bahwa keluarga Shen Wan-san mempunyai sebuah baskom pusaka yang dapat melipatgandakan benda apa saja yang dimaksudkan kedalamnya. Sebab itu ia jadi kaya. Kelenteng yang khusus diperuntukkan untuk Cai Shen Ye atau Xuan Tan Yuan Shuai ini tidak banyak. Meskipun demikian pemujaan Cai Shen sangat luas, terutama oleh pedagang. Di Taiwan, dan terutama di propinsi Fujian, Tiongkok Selatan, ada upacara yang disebut “Zhuang Xuan Tan Ye”, yang berarti bertemu dengan Xuan Tan Ye. Upacara ini dilakukan pada tanggal 15 bulan 1 Imlik. Pada puncak upacara empat orang pria tinggi besar dan kekar bertelanjang dada, memikul dua batang bambu. Arca Cai Shen berikut tempat duduknya diikat di atas batang bambu tersebut. Dengan diiringi suara gembreng mereka diarak ke tiap – tiap rumah pendudukk untuk “ bertemu “ dengan penghuni rumah tersebut. Pada saat para saudagar melihat Cai Shen dating, mereka lalu berlomba – lomba memasang petasan. Kadang-kadang, mereka dapat memasang sampai berjam-jam tanpa berhenti. Keempat pria kekar yang memikul arca Cai Shen itu juga harus menunjukkan keberanian mereka untuk tetap tegar menghadapi berondongan petasan yang tidak jarang dilemparkan ke arah mereka. Untuk keselamatan mereka, sekarang para pemikul itu memakai helm pelindung kepala. Dengan segala keberaniannya mereka menerobos berondongan petasan, melanjutkan tugasnya dari rumah ke rumah, sampai semua petasan terbakar habis barulah mereka memperoleh upah. Konon Xuan Tian tidak menyukai hawa dingin, sebab itu seringkali disebut juga sebagai Han Tan Gong yang berarti datuk dari panggung dingin. Untuk menambah wibawa dan panas arcanya, maka perlu banyak petasan dipasang, agar dapat memberikan perlindungan dan mendatangkan rejeki. Pemujaan Xuan Tan di Indonesia terutama terdapat di Jakarta dan sekitarnya. Di dalam halaman kelenteng Jin De Yuan (Kim Tek I – Hokkian) terdapat sebuah kelenteng kecil yang khusus dibangun untuk pemujaan Xuan Tan Yuan Shuai atau Han Tan Gong ini. Begitu juga di Cileungsi terdapat sebuah kelenteng yang dinbangun pada akhir abad 18. Di dalam rumah banyak dipasang gambar-gambar Cai zi-shou (Cay-cu-siu – Hokkian) yan melukiskan Tiga Orang Dewa yang masing – masing melambangkan Dewa Kekayaan (Cai-shen), Dewa Keturunan atau kebahagiaan (Zi-shen atau Fu-shen) dan Dewa Pangjang Usia (Shou-shen). Gambar tiga dewa ini terdapat dimana – mana dan banyak digunakan untuk perhiasan, pigura, ukiran kayu dan lain – lain. Kebahagiaan,kekayaan dan panjang umur merupakan dambaan manusia, sebab itu mereka mengharap berkah dari para dewa dalam hidupnya. Siapa sebetulnya ketiga dewa ini, dibawah akan kita teliti satu persatu. Tentang Dewa Keturunan atau Dewa Kebahagiaan dicatat kisah seperti di bawah ini Pada jaman Kerajaan Liang pada masa pemerintahaan Kaisar Wu Di ( 502 – 549 M), kaisar mengeluarkan maklumat yang isinya membebankan pajak yang berat pada penduduk kabupaten Dao Zhou, propinsi Hunan dan banyak mengambil orang – orang kerdil dari wilayah itu untuk dijadikan pelayan dan pelawak di istana. Jumlah pajak dan orang – orang kerdil yang diminta oleh kaisar semakin meningkat, sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan rakyat. Untung, Yang Cheng yang pada waktu itu menjabat Hakim Tinggi di wilayah Dao Zhou terketuk nuraninya untuk membela nasib penduduk. Ia lalu menerangkan pada kaisar bahwa menurut undang – undang, orang – orang kerdil itu juga termasuk rakyatnya, bukan budak. Kaisar rupanya sadar akan tingkahnya yang menyengsarakan orang, lalu menghentikan perbudakan atas orang – orang kerdil. Penduduk sangat berteima kasih pada hakim budiman ini, terlebih – lebih orang – orang kerdil yang diselamatkan nasibnya. Mereka merasa berhutang budi pada Yang Cheng, lalu membuat arcanya dan memujanya sebagai Dewa Kebahagiaan. Seorang tokoh lain yang dianggap sebagai Dewa Kebahagiaan adalah Li Giu Zu yang dikenal sebagai Zheng Fu Xiang Gong atau Tuan Muda yang melipatgandakan kebahagiaan. Beliau pernah memangku jabatan perdana mentri pada masa pemerintahan Kasiar Wen Di dari Kerajaan Wei, pada masa San-guo (Sam Kok – Hokkian). Masih ada seorang tokoh lagi yang masih popular, yaitu penyelamat dinasti Tang yang pada waktu itu sudah diambang keruntuhan akibat pemberontakkan An Lu Shan. Dia adalah Guo Zi Yi (Kwe Cu Gi – Hokkian). Ia berasal dari Hua-zhou, propinsi Shanxi. Gambarnya seringkali tampak dengan pakaian biru, sambil mendukung seorang anak kecil. Anak itu adalah putranya yang bernama Guo Ai. Menurut cerita Guo Zi Yi mempunyai tujuh orang anak. Karena disertai anak kecil, maka Dewa Kebahagiaan seringkali disebut juga Dewa Keturunan. Tentang Dewa Kekayaan, sudah kita bicarakan diatas, tapi dewa Kekayaan yang dilukiskan dalam tiga serangkai Cai-Zi-Shou ini bukanlah Zhao Gong Ming yang terkenal sebagai Xuan Tan Yuan Shuai itu, tapi adalah seorang yang lahir pada jaman dinasti Jin dan bernama Shi Chong. Riwayatnya Shi Chong ini, sayang tidak berhasil kami lacak. Selain kisah- kisah yang telah kami tuturkan diatas, masih ada anggapan lain bahwa Tian Guan (Thian Koan – Hokkian) salah satu dari San Guan Da Di juga seorang Cai Shen. Sebab itu hari kelahirannya dirayakan pada tanggal 15 bulan satu Imlik. Dewa Panjang Usia atau Shou Xing mulanya adalah seorang dewa dari bintang yang turun ke dunia dalam wujud manusia. Ia berasal dari Bintang Nan-dou (Gantang Selatan). Wujudnya seorang tua berjenggot panjang, dahinya menojol dan membawa tongkat, beserta sebuah Tao atau buah persik. Ia disebut juga dengan panggilan Nan Ji Xian Weng (Lam Kek Sian Ong – Hokkian) atau “orang tua dari kutub selatan”. Qin Shi Huang kaisar pertama dari dinasti QIn (246 – 210 SM) mengadakan sebahyangan pada dewa ini pada tahun 246 SM. Dan sejak itulah persembahan kepada Nan-ji Xian Weng atau orang tua dewa dati kutub selatan ini diteruskan sampai sekarang. Gambar dewa ini sering ditampilkan bersama – sama dengan kelelawar yang terbang di atasnya dan tangannya menggenggam buah Tao. Buah ini adalah buah suci yang menurut cerita bila dimakan manusia, maka panjanglah usianya. Menjangan dan kelelawar keduanya melambangkan kebaikan. Menjangan atau “LU” adalah sama suaranya dengan “LU” yang berarti kekayaan atau kepangkatan. Sedangkan kelelawar atau “FU” sama dengan suara “FU” yang berarti rejeki. Gan Luo adalah Dewa Anak atau Dewa Keturunan juga. Gambar anak yang ada dalam gambar Cai-zi-shou, ada yang berpendapat sebagai gambar Gan Luo. Ia hidup pada jaman Zhan-guo (475 – 221 SM) dan pada usia 7 tahun sudah jadi mentri kerajaan QIn. Sayang, ia tidak berusia panjang. Dia kemudian dianggap sebagai Dewa Anak atau Zi Shen dan banyak dipuja terutama di dalam perumahan. Hari lahirnya tidak jelas.


Sumber : http://szlovely.wordpress.com/

Kamis, 08 Maret 2012

Bao Zheng - Jaksa Bao - Justice Bao


Bao Zheng dalam sebuah lukisan dari Dinasti Qing

Bao Zheng (包拯) (999-1062) adalah seorang hakim dan negarawan terkenal pada zaman Dinasti Song Utara. Karena kejujurannya dia mendapat julukan Bao Qingtian (包青天) yang berarti Bao si langit biru, sebuah nama pujian bagi pejabat bersih. Musuh-musuhnya menjulukinya Bao Heizi (包黑子) yang artinya si hitam Bao karena warna kulitnya yang gelap. Nama kehormatannya adalah Xiren (希仁).

Kehidupan

Bao dilahirkan dalam keluarga sarjana di Luzhou (sekarang Hefei, provinsi Anhui). Kehidupan awalnya banyak memengaruhi kepribadiannya. Orang tuanya walaupun hidup pas-pasan, namun masih sanggup menyekolahkannya dengan baik. Ketika sedang mengandungnya, ibunya sering turun naik gunung untuk mengumpulkan kayu bakar. Di kampungnya dia banyak berteman dengan rakyat jelata sehingga dia mengerti beban hidup dan masalah mereka. Hal ini membuatnya membenci korupsi dan bertekad untuk menegakkan keadilan dan kejujuran. Orang yang berpengaruh besar pada kehidupannya adalah Liu Yun, seorang pejabat kehakiman di Luzhou, seorang pejabat yang ahli dalam puisi dan literatur serta adil dan membenci kejahatan. Dia juga seorang yang menghargai intelektual dan bakat Bao. Di bawah pengaruh Liu, Bao bertekad untuk memberikan kesetiaannya terhadap kerajaan dan cintanya pada negara dan rakyat.
Pada usia 29 tahun, dia lulus ujian kerajaan tingkat tertinggi dibawah pengujian langsung dari kaisar hingga menyandang gelar Jinshi. Sesuai hukum dan peraturan saat itu yang mengatakan bahwa seorang sarjana Jinshi dapat ditunjuk menempati posisi penting dalam pemerintahan, maka Bao diangkat sebagai pejabat kehakiman mengepalai Kabupaten Jianchang. Namun dia mengundurkan diri tak lama kemudian karena sebagai anak berbakti dia memilih pulang kampung untuk merawat orang tuanya yang sudah tua dan lemah selama sepuluh tahun. Baru setelah kematian orang tuanya, dia kembali diangkat sebagai pejabat, kali ini sebagai pejabat kehakiman Provinsi Tianchang. Ketika itu dia telah berumur 40 tahun.
Sebagai pejabat, Bao bekerja dengan adil, berani, dan berpegang pada kebenaran. Kecerdasan dan bakatnya membuat banyak orang kagum, termasuk Kaisar Song Renzong yang mempromosikannya dan memberikannya jabatan penting termasuk sebagai hakim di Bian (sekarang Kaifeng), ibukota Dinasti Song. Dia terkenal karena pendiriannya yang tak kenal kompromi terhadap korupsi di antara pejabat pemerintahan saat itu. Dia menegakkan keadilan bahkan menolak untuk tunduk pada kekuasaan yang lebih tinggi darinya bila itu tidak benar termasuk pada Guru Besar Liu Pang(庞太师), ayah mertua kaisar yang merangkap guru besar yang membimbing putra mahkota sehingga Liu Pang sangat menganggap Bao sebagai musuhnya.
Sejarah mencatat bahwa selama kurang lebih 30 tahun sejak dia memegang jabatan pertama kalinya, sebanyak lebih dari 30 orang pejabat tinggi termasuk beberapa mentri telah dipecat atau diturunkan pangkatnya olehnya atas tuduhan korupsi, kolusi, melalaikan tugas, dan lain-lain. Dia sangat berpegang teguh pada pendiriannya dan tidak akan menyerah selama dianggapnya sesuai kebenaran. Enam kali dia melaporkan pada kaisar dan memintanya agar memecat pejabat tinggi, Zhang Yaozhuo, paman dari selir kelas atas kerajaan, tujuh kali untuk memecat Wang Kui, pejabat tinggi lain yang kepercayaan kaisar, bahkan dia pernah beberapa kali membujuk kaisar untuk memecat perdana mentri Song Yang. Dalam kapasitasnya sebagai juru sensor kerajaan dia selalu sukses meyakinkan kaisar tanpa membawa kesulitan bagi dirinya, padahal dalam sejarah banyak juru sensor telah mengalami nasib yang buruk, seperti misalnya Sima Qian, sejarawan dan filsuf Dinasti Han yang dikebiri karena Kaisar Han Wudi tidak bisa menerima pendapatnya.
Dalam pemerintahan, teman dekatnya adalah paman kaisar yaitu Zhao Defang yang lebih dikenal dengan nama pangeran ke delapan (八王爷, Ba Wang Ye). Di kalangan rakyat, Bao Zheng dikenal sebagai hakim yang adil dan berani memutuskan segala sesuatu berdasarkan keadilan tanpa rasa takut, juga mampu membedakan mana yang benar dan yang salah. Baginya siapapun termasuk kerabat dekat kaisar sekalipun harus dihukum bila terbukti bersalah melakukan pelanggaran. Bao meninggal tahun 1062 dan dimakamkan di makam keluarganya di Hefei, di kota itu juga dibangun kuil untuk mengenangnya (包公祠).

Bao Zheng dalam legenda

Bao Zheng banyak menghiasi karya literatur dalam sejarah Tiongkok, kisah hidupnya yang melegenda sering ditampilkan dalam opera dan drama, kebanyakan kisah-kisah ini didramatisasi. Dalam opera biasanya dia digambarkan sebagai pria berjenggot dengan wajah hitam dan tanda lahir berbentuk bulan sabit di dahinya (beberapa versi menyebutkan tanda ini berasal dari luka ketika dia memberi hormat dengan sangat keras pada ibunya untuk menunjukkan baktinya).


Makam Bao Zheng di Hefei, Anhui


Disebutkan juga bahwa kaisar menganugerahi Bao tiga gilotin (alat penggal) dalam tugasnya sebagai hakim. Ketiga gilotin itu mempunyai dekorasi yang berbeda dan digunakan untuk menghukum orang sesuai statusnya. Guilotine kepala anjing untuk menghukum rakyat jelata, kepala macan untuk menghukum pejabat korup, dan kepala naga untuk menghukum bangsawan jahat. Dia juga dianugerahi tongkat emas kerajaan oleh kaisar sebelumnya untuk menghukum kaisar sendiri bila bersalah dan pedang pusaka kerajaan sebagai tanda berhak untuk menghukum siapapun termasuk anggota kerajaan tanpa melapor atau mendapat persetujuan dulu dari kaisar. Dalam tugasnya dia dibantu oleh enam deputinya yaitu polisi Zhan Zhao, sekretaris Gongsun Zhi, dan empat pengawal Wang Chao, Ma Han, Zhang Long, dan Zhao Hu. Selain itu juga lima pendekar dari dunia persilatan yang dijuluki lima pendekar tikus. Keduabelas orang ini disebut “tujuh pendekar lima ksatria” (七侠五义, qi xia wu yi).
Beberapa kisah legendanya yang terkenal adalah :
  • 鍘美案, mengisahkan Bao Zheng mengeksekusi Chen Shimei, seorang sarjana yang meninggalkan anak istrinya setelah lulus ujian kerajaan dan menikahi seorang wanita bangsawan, Chen bahkan mencoba membunuh istrinya dengan mengirim pembunuh bayaran.
  • 貍貓換太子, mengisahkan Bao membongkar konspirasi dalam istana, dimana bayi putra mahkota ditukar dengan anak kucing ketika baru dilahirkan. Dalam kasus ini Bao harus berhadapan dengan kasim yang menjadi temannya pada awal kariernya, Guo Huai sehingga Bao harus memilih antara perasaan pribadi sebagai teman dan kewajibannya menegakkan keadilan. Bao menyamar sebagai dewa Yama, raja neraka untuk membongkar kejahatan Guo Huai. Guo pun akhirnya mengakui segalanya karena dia mengira telah berada di neraka

Bao Zheng dalam budaya populer

Kisahnya yang difilmkan oleh sebuah perusahaan film Taiwan dengan judul Justice Bao (包青天) meraih popularitas luar biasa di Asia pada dekade 90-an, tak lama kemudian untuk mengikuti kesuksesannya, Hongkong pun ikut menggarap kisah ini dengan aktor pemeran Bao yang sama pula, Jin Chaoqun, namun tidak sesukses versi Taiwannya. Di Indonesia serial ini dulu ditayangkan di dua stasiun TV sekaligus yaitu RCTI dan TPI.
Hampir semua kisah dalam serial ini adalah fiksi yang dihubungkan dengan kehidupannya, namun sarat dengan nilai-nilai tradisional Tiongkok, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan pada negara, dan kehormatan.



New Justice Bao 2007 包青天 - Case 1 - Indonesian Subtitle



New Justice Bao 2007 包青天 - Case 2 - Indonesian Subtitle




New Justice Bao 2007 包青天 - Case 3 - Indonesian Subtitle



Sumber : http://id.wikipedia.org/ & http://www.youtube.com/user/lywelmovies1

Minggu, 04 Maret 2012

Kisah Tiga Negara



Kisah Tiga Negara (Hanzi: 三國演義, hanyu pinyin: sānguó yǎnyì, Bahasa Inggris: Romance of the Three Kingdoms) adalah sebuah roman berlatar-belakang sejarah dari zaman Dinasti Han dan Tiga Negara. Di kalangan Tionghoa di Indonesia, kisah ini dikenal dengan nama Samkok yang merupakan dialek Hokkian dari sanguo atau tiga negara.


Sering orang salah kaprah akan perbedaan Kisah Tiga Negara atau Kisah Tiga Kerajaan mengingat terjemahan bahasa Inggris dari roman ini adalah Romance of the Three Kingdoms, namun pada sebenarnya, yang tepat adalah Kisah Tiga Negara mengingat pada klimaks roman ini, ketiga pemimpin yang bertikai; Cao Cao (negeri Wei), Liu Bei (negeri Shu) dan Sun Quan (negeri Wu) masing-masing telah memaklumatkan diri sebagai kaisar dan mengklaim legitimasi sebagai kekaisaran yang mewarisi Dinasti Han yang telah runtuh.




Kata pembukaan novel Kisah Tiga Negara; Seluruh kekuatan di dunia, bersatu untuk bercerai dan bercerai untuk bersatu kembali

Roman ini ditulis oleh Luo Guanzhong (羅貫中), seorang sastrawan dinasti Ming yang mengambil referensi dari literatur sejarah resmi mengenai Zaman Tiga Negara di Tiongkok dimulai dari penghujung Dinasti Han, pecahnya Tiongkok ke dalam tiga negara dan kemudian dipersatukan kembali di bawah Dinasti Jin. Selain dari sejarah resmi, Luo juga mengambil referensi dari cerita rakyat turun temurun yang dituturkan secara lisan di masyarakat pada masa hidupnya.


Kisah Tiga Negara adalah salah satu karya sastra klasik yang paling populer di dalam sejarah Tiongkok. Luo menuliskan roman ini dalam 120 bab yang mempunyai alur cerita bersambung dengan referensi Catatan Sejarah Tiga Negara oleh Chen Shou dan sedikit imajinasinya sendiri. Ada sekitar lebih 400 tokoh sejarah yang diceritakan di dalam Kisah Tiga Negara yang dilukiskan dengan karakter berbeda. Cao Cao, Liu Bei dan Sun Quan sama sebagai karakter pemimpin namun berbeda dalam sifat dan pemikiran. Demikian pula penasehat Zhuge Liang, Xun You, Guo Jia dan Zhou Yu masing-masing berbeda pandangan dan wataknya. Setiap karakter mempunyai watak dan sifatnya sendiri yang berbeda satu sama lain. Penggambaran perbedaan watak karakter ini menjadikan roman ini diakui sebagai salah satu wakil dari puncak perkembangan sastra Tiongkok dalam sejarah. Kisah Tiga Negara ditulis dalam bahasa klasik (文言文).



okoh-tokoh utama berdasarkan negara


Penghujung Dinasti Han



Penghujung Dinasti Han


  • Dong Zhuo, perdana menteri tiran, kemudian dibunuh oleh Lu Bu

  • Yuan Shao, bangsawan dari utara, kemudian dikalahkan Cao Cao

  • Liu Biao, bangsawan dari Jingzhou, musuh bebuyutan keluarga Sun

  • Gongsun Zan, jenderal Han di perbatasan timur laut, kemudian dikalahkan Yuan Shao

  • Lu Bu, jenderal bengis penuh sifat khianat, membunuh 2 ayah angkatnya, akhirnya dihukum mati oleh Cao Cao setelah diingatkan oleh Liu Bei tentang sifat pengkhianatnya yang tidak bisa dipercaya

  • Ma Teng, penguasa Liangzhou, terbunuh karena dijebak oleh Cao Cao

  • Kaisar Xiandi, kaisar terakhir Dinasti Han, menjadi kaisar pada masa anak-anak, menggantikan Kaisar Shao

  • Diaochan, disuruh Wang Yun untuk membuat hubungan Dong Zhuo dan Lu Bu retak

  • Hua Tuo, Seorang tabib terkenal, Ia meyembuhkan luka Guan Yu Ketika Guan Yu teluka, dibunuh oleh Cao Cao karena Huo Tuo mau membelah otaknya untuk menyembuhkan penyakit sakit kepala Cao Cao



Cao Wei


  • Cao Cao, raja perang, mempersatukan utara Tiongkok

  • Cao Pi , anak Cao Cao, kaisar pertama Wei

  • Sima Yi, penasehat militer, kakek Sima Yan kaisar pertama Jin

  • Guo Jia, penasehat militer, mati muda karena sakit

  • Xun Yu, penasehat militer, handal dalam masalah pemerintahan

  • Xiahou Dun, jenderal perang, kehilangan satu matanya karena dipanah

  • Xiahou Yuan,jenderal perang, dikenal karena kemampuan memanahnya

  • Zhang Liao, jenderal perang, mantan bawahan Lu Bu

  • Zhang He, jenderal perang, mantan bawahan Yuan Xhao

  • Dian Wei, pengawal pribadi Cao Cao, tewas demi melindungi kaburnya Cao Cao

  • Pang De, jenderal perang, mantan bawahan Ma Teng

  • Cao Ren, jenderal perang, sepupu Cao Cao

  • Cao Yi, cucu perempuan Cao Cao, anak dari Cao Pi, pemimpin terakhir dari keturunan/marga Cao

Dong Wu

  • Sun Jian, panglima perang, penguasa Changsha, dikenal dengan sebutan "Macan dari Jiang Dong"

  • Sun Ce, anak sulung Sun Jian, peletak dasar negara Wu, suami Da Qiao

  • Sun Quan, adik Sun Ce, kaisar pertama negara Wu

  • Sun Shan Xiang, adik Sun Ce, menjalin hubungan cinta dengan Liu Bei

  • Lu Meng, penasehat militer, kemudian dibunuh oleh arwah Guan Yu

  • Zhou Yu, penasehat militer, suami Xiao Qiao, mati muda karena sakit

  • Zhuge Jin, penasehat militer, kakak Zhuge Liang

  • Lu Xun, jenderal perang, memenangi pertempuran Xiaoting/Yiling

  • Huang Gai, jenderal perang, pura-pura membelot ke Wei saat pertempuran tebing merah

  • Gan Ning, jenderal perang, mantan bajak laut yang membunuh Ling Cao

  • Taishi Ci, jenderal perang, pernah memerangi Sun Ce

  • Da Qiao dan Xiao Qiao, istri Sun Ce dan Zhou Yu

  • Ling Tong, anak Ling Cao, menaruh dendam pada Gan Ning, tetapi akhirnya mereka berdua bersatu berperang mendampingi Sun Quan

  • Ling Cao, jenderal perang,ayah dari Ling Tong,dan dibunuh oleh Gan Ning sebelum Gan Ning bergabung dengan Sun Quan

Shu Han

  • Liu Bei, bangsawan masih keturunan trah Han, ingin meneruskan Dinasti Han

  • Zhuge Liang, penasehat militer jenius, dijuluki 'Naga Tidur'

  • Pang Tong, Páng Tǒng (龐統) (178-213M), adalah penasehat Liu Bei pada zaman Dinasti Han. Nama Taoisnya adalah Phoenix Muda (鳯雛; Fèngchú). 

Novel epik sejarah Kisah Tiga Negara menggambarkan Pang Tong sebagai seorang ahli strategi militer jenius, dan menempatkannya di tingkat yang setara dengan ahli strategi Zhuge Liang. Kepada Liu Bei, Sima Hui menjuluki Pang Tong dan Zhuge Liang sebagai:

“ Naga Tidur dan Phoenix Muda: bersama salah satu dari mereka, engkau bisa menyelesaikan apa pun di bawah langit.


  • Jiang Wei, jenderal perang, membelot dari Wei, konon mewarisi sebagian dari keahlian Zhuge Liang.

  • Guan Yu, dikenal juga sebagai Guan Gong, adik angkat Liu Bei, mampu membuat Cao Cao nyaris memindahkan ibukota dari Xu Chang (versi novel), salah satu dari Jenderal 5 Harimau

  • Zhang Fei, adik angkat Liu Bei, seorang pemabuk berat, salah satu dari Jenderal 5 Harimau

  • Zhao Yun, jenderal perang, pernah mengabdi pada Gongsun Zan,menyelamatkan Liu Chan di Chang Ban yang menjadi kaisar terakhir negeri Shu, salah satu dari Jenderal 5 Harimau yang hidup paling lama

  • Huang Zhong, jenderal perang, dikenal karena kemampuan memanahnya, salah satu dari Jenderal 5 Harimau

  • Ma Chao, jenderal perang, anak Ma Teng, salah satu dari Jenderal 5 Harimau

  • Wei Yan, jenderal perang, berkhianat di Wu Zhang

  • Xing Cai, anak dari Zhang Fei, istri dari Liu Chan

  • Liu Chan, anak dari Liu Bei , ia menjadi kaisar kedua di Shu ketika Liu Bei meninggal

  • Guan Xing, anak dari Guan Yu, mati muda karena sakit

  • Zhang Bao, anak dari Zhang Fei, mati di perang Wu Zhang

  • Guan Ping, anak tertua Guan Yu, ia wafat bersama Guan Yu

  • Ma Dai, Jenderal perang Zhuge Liang, keponakan dari Ma Teng dan sepupu Ma Chao

  • Mi Fang, Jenderal perang Guan Yu, Ia disuruh menjaga Nanjun ketika Guan Yu ke Fan Cheng, kemudian ia dibunuh oleh Liu Bei

  • Fushi Ren, jenderal perang Guan Yu, Ia diperintahkan menjaga Gong'an Ketika Guan Yu ke Fan Cheng, kemudian ia dibunuh oleh Liu Bei

  • Yue Ying, istri dari Zhuge Liang, pernikahan ini diinginkan oleh ayahnya

  • Meng Huo, bekas Raja Man, pernah memberontak/menyerang Shu Selatan, sebelum ditaklukkan habis-habisan oleh Zhuge Liang

Alur cerita novel


Cerita di mulai pada tahun-tahun terakhir kekuasaan Dinasti Han di China, ketika kasim-kasim istana banyak memperdaya kaisar dan memecat periwra-perwira yang melawan mereka. Akibat perbuatan itu, korupsi yang mengakibatkan kemerosotan besar di seluruh sektor merajalela.

Pada masa kekuasaan Kaisar Ling, muncul Pemberontakan Sorban Kuning yang dipimpin oleh Zhang Jiao. Di bab awal ini, banyak tokoh-tokoh penting diperkenalkan, termasuk di antaranya Liu Bei, Guan Yu, Zhang Fei, Cao Cao, dan Sun Jian.

Pemberontakan itu akhirnya bisa dihancurkan oleh tentara kekaisaran di bawah komando He Jin,  mertua kaisar Ling. Namun, takut akan kemungkinan semakin membesarnya kekuatan He Jin, kasim-kasim istana yang korup menjebaknya datang sendirian ke istana, lalu membunuhnya. Pengawal-pengawal yang menunggu di luar istana, dipimpin oleh Yuan Shao, merespon pembunuhan ini dengan masuk ke dalam dan membunuh semua yang ada di sana. Dalam situasi mencekam dan penuh kepanikan, Kaisar Shao dan Pangeran Chenliu - Liu Xian, yang kemudian menjadi Kaisar terakhir Dinasti Han menghilang dari istana.




Antara sastra fiksi dan fakta sejarah



Kisah Tiga Negara ditulis dengan apik oleh Luo Guanzhong dengan komposisi sekitar 70% berdasarkan fakta sejarah dan sisanya murni fiksi karangan ia sendiri. Roman ini juga membawakan penggalan kisah yang sangat menarik yang sebenarnya diambil dari kejadian nyata di zaman-zaman lain yang tidak ada kaitannya dengan peristiwa pada masa Tiga Negara.

Di antara beberapa plot peristiwa yang tidak sesuai dengan sejarah resmi adalah:





  • Sumpah setia di taman persik: Di dalam sejarah resmi, tidak ada sumpah setia seperti di novel.




  • Senjata: Pedang Bulan Sabit, Tombak Ular sebenarnya adalah senjata yang baru ada pada masa Dinasti Song.




  • Zhang Fei menghukum pejabat..: Sebenarnya dilakukan oleh Liu Bei



(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/)