Sabtu, 24 Maret 2012

SMCH - Kehendak Bebas dan Kehendak Tuhan


 Kehendak Bebas dan Kehendak Tuhan
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret Internasional 3-hari,
Los Angeles, CA, AS, 18 Desember 1998

 
T: Karena Tuhan memberikan kita keinginan bebas, dan kita dapat melakukan apa pun bahkan mengubah nasib kita, bagaimana kita dapat menyelaraskan keinginan kita dengan keinginan Tuhan, dan mengetahui bahwa kita melakukan keinginan Tuhan?
G: Ada dua hal yang dapat Anda lakukan: Mengikuti keinginan Anda, atau mengikuti keinginan Tuhan. Mengikuti keinginan Anda adalah seperti ini: Jika Anda tidak menyukai ini atau Anda tidak menyukai itu, Anda ubah. Anda mempunyai hak untuk menyenangkan diri Anda sendiri. Jika Anda tidak menyukai ini atau itu, ubahlah.
Mengikuti keinginan Tuhan berarti, " Oke, saya tidak peduli. Apa pun yang datang kepada saya, akan saya lakukan." Dan Tuhan akan mengurus lainnya. Jika Anda cukup kuat, Anda lakukan saja. Apa pun yang datang kepada Anda, Anda mengurusnya sebaik mungkin. Lalu sisanya serahkan kepada-Nya. Tetapi, jika Anda tidak cukup kuat, Anda mengikuti keinginan Anda. Apa pun yang tidak Anda sukai, Anda ubah. Dan berharap bahwa Tuhan bekerja sama; Dia selalu melakukannya.
T: Tetapi, dapatkah ego masuk ke dalam keinginan Anda?
G: Tidak. Jika Anda tidak mempunyai ego lagi, Anda bahkan tidak khawatir dengan keinginan bebas. Jadi, jika tidak ada ego, tidak ada keinginan-sendiri, maka hanya ada keinginan Tuhan. Bagaimanapun, kita berjalan satu tahap demi satu tahap. Tidak ada gunanya melompat langsung kepada keinginan Tuhan, jika Anda tidak siap untuk itu. Dia sangatlah sabar; apa pun yang menjadi keinginan Anda adalah menjadi keinginan Dia. Tetapi, apa yang menjadi keinginan Dia tidaklah selalu menjadi keinginan Anda. Oleh karena itu, ada keinginan bebas, dan ada keinginan Tuhan. Jadi, Anda memilih sendiri.
T: Bagaimana saya menyelaraskan keinginan saya dan berserah kepada keinginan Tuhan? Karena saya tahu bahwa keinginan Tuhan adalah yang terbaik buat saya.
G: Jangan lakukan apa pun. Dapatkah Anda melakukannya? Dapatkah Anda tidak melakukan apa-apa?
T: Hanya begitukah?
G: Ya! Saya tidak mengartikannya hanya duduk saja sepanjang hari, tetapi kerjakan apa yang datang. Jika Anda berada dalam pekerjaan ini, kerjakanlah. Jika seseorang meminta Anda melakukan itu, lakukanlah. Jika seseorang tidak meminta Anda melakukan apa pun, jangan lakukan apa pun. Kerjakanlah apa pun yang Anda tahu sedang menuju kepada Anda. Itulah keinginan Tuhan. Jika Anda bisa puas dengan itu, sangat bagus. Jika tidak, Anda dapat mengubahnya.
T: Terima kasih karena sangat mudah. Anda sangat sederhana.
G: Ya, itulah yang saya pelajari. (Hadirin bertepuk tangan) Itulah mengapa kemarin saya berkata kepada beberapa saudara/i sepelatihan, "Tidak usah kerjakan apa pun." Tidaklah perlu duduk di situ dan membayangkan mengirim kasih Tuhan ke semua penjuru, membayangkan ini dan membayangkan itu. Hanya cukup duduk di sana, dan Tuhan akan mengirimkan sesuatu kepada Anda. Tetapi, Dia juga berkata, "Ketuklah dan itu akan diberikan kepadamu." Itulah keinginan bebas. Saya bahkan tidak peduli untuk mengetuk lagi. Jika Dia tidak memberikannya kepada saya, saya berkata, "Oke, simpanlah itu." Saya bahkan tidak meminta. Dan jika Dia tidak memberi, saya berkata, "Baiklah! Mungkin saya tidak memerlukannya." Lebih sederhana dengan cara ini.
Semua yang perlu Anda lakukan adalah hanya menjaga tubuh ini, kerja yang cukup untuk hidup atau berinvestasi atau apa pun. Kerjakanlah hal-hal yang Anda kerjakan. Pergulatan akan berkurang dan Anda akan merasa lebih damai. Emerson, filsuf Amerika berkata, "Beban yang berat akan jatuh dari pundak Anda jika Anda membiarkan Tuhan menjalankan dunia ini." Saya hidup dengan konsep ini.
 
Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar