Sabtu, 24 Maret 2012

SMCH - Bencana Alam dan Energi Negatif

 Bencana Alam dan Energi Negatif
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Boulder, CO. AS
14 Mei 1991 (Asal bahasa Inggris)

 

 
Tanya: Saya ingin tahu apakah ada keterkaitan antara energi negatif di dunia ini dengan kejadian-kejadian seperti bencana alam - gunung berapi, gempa bumi, dan kejadian-kejadian seperti itu?
Guru: Ada keterkaitannya. Energi negatif berasal dari pikiran dan perbuatan kita yang jahat di seluruh dunia. Energi negatif ini berkumpul dalam suatu kekuatan dan akan berpengaruh pada kita, sebenarnya ini merupakan suatu hukum sebab dan akibat. Jangan menyalahkan iblis apa pun untuk segala hal. Kitalah iblis itu; kadang-kadang kita bahkan lebih jahat daripada iblis. Maksud saya manusia itu kadang-kadang lebih jahat dari iblis. Iblis hanya menghukum mereka yang berdosa, tapi kadang-kadang manusia tidak lagi membedakan siapa-siapa, dan menghukum semua orang, membalas kebajikan dengan kejahatan, malah adakalanya berkhianat. Lihatlah apa yang telah Yudas lakukan terhadap Yesus; lihatlah apa yang sepupu Sang Buddha lakukan kepada-Nya.
Anda tahu, manusia itu seperti apa. Jangan menyalahkan iblis. Saya pikir, iblis malah memiliki sifat yang adil, bisa membedakan mana yang baik dan jahat, tentang pembalasan, tentang bagaimana membalas kebaikan. Iblis juga ada yang baik. Beberapa di antara mereka itu baik. Jika Anda memperlakukannya dengan baik. Mereka akan menyiramkan tanaman untuk Anda, mereka akan berjaga di kebun dan tidak akan membiarkan apa pun untuk masuk dan merusak, mengambil, dan mencium bunga Anda. Iblis melakukannya dengan kemurahan hati. Jika mereka menyukai Guru itu, jika Guru itu baik terhadapnya, mereka akan melakukan apa pun. Iblis hanyalah makhluk yang agak kurang berkembang, itu saja.

Perang, Bencana, dan Malapetaka

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Praha, Republik Ceko, 28 Mei 1999

T: Mengapa terdapat perang, bencana alam, dan malapetaka?
G: Sebenarnya, kita sendiri yang menyebabkan semua ini. Maaf kalau saya mengatakan hal itu, tetapi kita semua bertanggung jawab atas apa saja yang terjadi pada kita. Itu karena kita juga merupakan bagian dari Tuhan, dan kita memiliki daya kuasa penciptaan. Kapan pun kita berpikir sesuatu dengan penuh kasih, baik, dan benar, lalu kita menciptakan suasana yang lebih baik dan kita mendapati lingkungan yang lebih baik. Seperti halnya ketika Anda mencintai orang lain atau ketika Anda jatuh cinta, bukankah terasa menyenangkan? Meskipun Anda tidak dapat membuktikan apakah cinta itu dan Anda tidak dapat menyentuhnya, Anda tahu itu adalah cinta dan Anda hanya merasa sungguh menyenangkan.
Setiap orang di sekitar kita juga terpengaruh oleh kebahagiaan ini. Kita dapat mencintai semua orang pada waktu kita sedang jatuh cinta. Kita bisa mencium setiap orang lain juga, karena kekuatan cinta kita. Sebaliknya, pada waktu kita membenci seseorang, kita menciptakan kebencian. Pada waktu kita iri hati, pada waktu kita memiliki sifat dan sikap yang lebih rendah ini, kita menciptakan suasana yang sangat negatif. Suasana tersebut pada gilirannya mempengaruhi kita dan orang di sekitar kita. Dan apabila terlalu banyak suasana yang negatif atau kebencian tercipta, semuanya itu akan tertarik oleh hukum "yang sama menarik yang sama". Kemudian mereka menjadi amat banyak dan kuat sekali. Mereka bahkan dapat mempengaruhi cuaca dan akan mempengaruhi hati orang lain. Dan itulah yang menyebabkan bencana, itulah yang menyebabkan perang.
Tidakkah Anda perhatikan bahwa adakalanya ketika Anda sedang dalam suasana hati yang marah dan Anda menanggapi dengan amat menusuk hati pada orang lain, orang tersebut pada gilirannya juga merasa terganggu dan marah pada Anda? Lalu, kadang-kadang pada akhirnya Anda berdua berkelahi satu sama lain, karena suasana kebencian dan kemarahan yang sangat berat dan amat menyesakkan ini. Jadi, apabila banyak kejadian seperti ini berlangsung dalam suasana demikian, ianya menjadi nyata; ianya menjelma dalam beberapa bencana alam yang nyata, seperti cuaca yang buruk atau perang atau suatu epidemi. Dan suasana negatif ini, tentu saja, akan tertarik pada tempat di mana saja yang sudah penuh dengan sifat demikian. Semua energi yang terpencar akan menyatu di mana sudah ada gumpalan terpadat dari energi negatif. Lalu hal yang buruk akan terjadi, pada waktu itu juga.
Jadi, kita harus memastikan dalam hidup kita bahwa kita senantiasa memberikan lebih banyak kasih, bahwa kita berpikir sebelum bertindak dan bahwa kita berhenti sebelum kita memikirkan hal-hal yang negatif. Dengan cara ini, kita juga akan memberikan sumbangan pada perdamaian dunia. Tetapi, seperti yang disebutkan sebelumnya, kedunguan batin merupakan satu-satunya alasan untuk semua kejadian buruk yang menimpa kita. Kedunguan batin dan ketidaktahuan akan Tuhan adalah merupakan satu-satunya kejahatan di dunia ini, atau dunia mana pun juga. Karena jika kita tercerahkan, jika kita mengetahui Tuhan, kita menjadi gembira dan bahagia sekali sehingga kita tidak pernah dapat melakukan apa pun yang salah, atau kita sangat kecil kemungkinannya melakukan sesuatu yang salah. Kita tercerahkan dan bijaksana; kita tahu apa yang benar dan apa yang salah.
Jadi, hal terbaik yang dapat diberikan oleh siapa pun adalah pencerahan. Dan itulah hal terbaik yang dapat saya berikan pada Anda: lebih dari sekadar emas, lebih dari sekadar berlian, lebih dari apa pun yang dianggap terbaik di dunia ini. Karena bahkan bila saya memberi Anda uang atau bila saya memberi Anda sebuah rumah, benda-benda tersebut juga akan berlalu; benda-benda tersebut dapat musnah oleh perang, kebakaran, atau kecelakaan. Tetapi, jika saya memberi Anda pencerahan, Anda akan mampu melakukan segala sesuatu yang perlu Anda lakukan, menghasilkan apa saja yang perlu Anda hasilkan, melindungi diri Anda dan menjaga diri Anda selamanya. Bahkan jika Anda kehilangan rumah Anda atau uang Anda, Anda tidak akan pernah kehilangan pencerahan Anda atau kebijaksanaan Anda. Anda selalu dapat memulai yang baru. Anda selalu dapat menemukan cara untuk bertahan hidup dengan lebih baik dan semakin baik di dalam dunia ini. Jadi, pencerahan adalah hadiah terbaik yang dapat Tuhan berikan pada kita.


Cara Mengakhiri Perang

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Edenburg, Skotlandia, 5 Juni 1999

T: Apakah menurut Anda selalu akan ada perang?
G: Jika planet kita terangkat sendiri pada suatu tingkat pemahaman rohani yang lebih tinggi maka tidak akan ada perang lagi. Perang hanya ada dalam suasana kebencian, kesalahpahaman, dan keputusasaan karena adanya jarak antara manusia dan Tuhan dalam diri mereka. Perang merupakan jeritan akan penderitaan yang mendalam, akan kerinduan untuk Pulang; hal ini adalah tangisan yang paling menyedihkan dan keras dari seorang anak yang tidak mengetahui di mana ayahnya berada. Jadi, jika kita menunjukkan padanya ayah atau ibunya, ia akan berhenti menangis dan berhenti menendangkan kakinya.
Anak tidak mengetahui yang benar dari yang salah. Anak merasa lapar, haus, ketakutan, dan kesepian---hanya ingin pelukan hangat dada ibunya. Hanya itu saja. Tetapi, selama planet kita masih jauh dari pengetahuan akan Tuhan, kita masih akan ada perang. Dan itulah sebabnya saya datang kepada negara-negara yang berbeda, terkadang bahkan tanpa undangan, jika Tuhan telah memerintahkan saya ke sana--sehingga anak dapat mengetahui ayahnya dan menghentikan semua ratapan keputusasaan dan kesepian ini.
Dalam peradaban planet lain yang lebih tinggi, orang lebih cerdas dan secara rohani lebih berkembang. Bahkan mereka tidak pernah saling berperang satu sama lain karena mereka tahu Tuhan bersama mereka sepanjang waktu; Tuhan adalah satu-satunya yang hidup bersama mereka dan untuk-Nya mereka hidup. Di planet ini, tidak banyak dari kita yang dapat melihat Tuhan secara langsung; kita tidak berbicara kepada Tuhan secara langsung mengenai semua penderitaan kita, keputusasaan kita, ketakutan kita, dan kecemasan kita. Namun, terlepas dari penampilan kita yang kasar, kita semua memiliki permasalahan, kelemahan, ketakutan, keinginan, dan keputusasaan kita sendiri. Dan ketika kita tidak memiliki tempat mana pun untuk berpaling, kita cenderung berbalik pada kekerasan. Itulah bagaimana perang terjadi.
Tetapi, mereka yang bengis juga merupakan korban peperangan. Korban sesungguhnya dari perang dan mereka yang menyebabkan perang keduanya merupakan korban, hanya jenis dan derajat yang berbeda. Mereka yang menyebabkan perang merupakan korban paling parah dari semuanya, karena mereka bahkan tidak mengetahui yang benar dan yang salah. Mereka tidak dapat berlari dari diri mereka sendiri untuk mengungsi di negara mana pun juga, karena mereka terbenam dalam khayalan daya negatif yang mengerikan ini. Mereka berjuang dengan sangat, sangat keras. Jadi, satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang di planet ini atau tempat manapun adalah menjadi tercerahkan, mengetahui Tuhan--seperti halnya ketika anak dipeluk oleh sang ibu maka dia akan berhenti menangis.
 
 

Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar