Sabtu, 24 Maret 2012

SMCH - Anak-Anak Adalah Berkah dari Tuhan

Anak-Anak Adalah Berkah dari Tuhan
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Center Florida, Amerika Serikat, 7 Juni 2001 (Asal bahasa Inggris) DVD #718 

 
Jika kalian mempunyai anak, maka janganlah kuatir. Tuhan memberikannya karena ada beberapa alasan. Di alam spiritual yang tinggi, jika kita ingin mempunyai anak, maka tidak masalah. Kita tidak memerlukan suami seperti yang kita lakukan di sini. Dan tak seorang pun yang menertawakannya jika kita tidak memiliki suami. Kita dapat membuat anak sendirian. Sangat sederhana, kita dapat duduk di sana dan berkata: "Saya menginginkan seorang anak," dan kita melihat ke alam yang lebih rendah, karena jika kita menginginkan anak, kita dapat mengangkatnya dari alam yang lebih rendah sehingga ia bisa diangkat. Kita pergi ke rumah yatim piatu dan mengangkat seorang anak sehingga ia dapat  hidup lebih baik dengan kita dalam suatu keluarga. Tentu saja kita juga bisa mengangkat anak dari seorang ibu yang tidak ingin memeliharanya atau tidak mampu karena keadaan atau ketidakmungkinannya, atau karena reputasi atau hal lainnya. Jadi, kita hanya mengangkatnya.
Dari alam yang lebih tinggi kita dapat melihat ke alam yang sedikit lebih rendah. Kita dapat melihat jiwa mana yang kita sukai, dan kemudian kita menanyai jiwa itu apakah ia ingin naik dan menjadi anak kita. Dan jika ia setuju, kita hanya duduk di sana dan anak itu akan datang kepada kita – di tengah cahaya. Semua anggota keluarga kita kemudian duduk bersama dan memusatkan pikiran. Harus ada cahaya di tengah dan anak itu akan lahir di dalam cahaya itu. Dia datang ke keluarga kita dengan cara seperti itu. Segera! Mungkin beberapa cahaya akan tampak seperti bunga teratai dan seorang anak akan keluar dari sana. Setelah itu, ia kemudian menjadi anggota keluarga kita dengan segera, dan status spiritualnya juga terangkat. Seperti diangkat oleh keluarga bangsawan atau seorang presiden, kita dengan seketika menjadi anak presiden, kita menjadi anak utama tak masalah dari mana asal kita atau dari mana latar belakang kita. Ya, seperti itu.
Tidak Perlu Surat Lahir, Jiwa yang Baru Lahirlah yang Terpenting
Tetapi, di dunia luar, seseorang mungkin hamil dan tidak punya suami, atau suaminya meninggalkannya. Setelah itu, ia harus mempunyai sebuah sertifikat, kalau tidak maka kita tidak bisa menyebutnya sebagai suami. Dan jika ia tidak menginginkannya, maka akan banyak orang yang menertawakan wanita tersebut, atau sejenisnya. Akan tetapi, hal ini tidak seharusnya demikian. Ini adalah cara duniawi. Ini adalah cara orang bersaing, cara orang melihat sesuatu secara fisik dan kritis, di mana mereka begitu peduli akan nama dan reputasi yang konyol. Semua itu hanyalah kosong dan tidak seharusnya demikian. Tetapi, dunia kita masih sangat rendah tingkatannya. Tidak bisa menerima cinta yang bebas dan anak yang terlahir bebas, kelahiran yang bebas, atau hal-hal sejenisnya. Masih belum bisa, atau terlalu banyak tempat yang tidak dapat menerima hal itu. Beberapa tempat sudah menerima, dan ini bagus. Menjadi orangtua tunggal mungkin lebih sulit dalam membesarkan anak, tetapi tidak masalah. Orangtua tunggal bukan berarti mempunyai reputasi yang lebih buruk daripada seorang wanita yang telah menikah, ini menurut pendapat saya. Tetapi, pandangan banyak orang mungkin ya. Dan ini sungguh disayangkan.
Jiwa yang baru lahir hendaknya disambut dengan penuh kasih, keagungan, perhatian, dan kegembiraan sehingga jiwa itu bisa tumbuh menjadi orang yang berguna dan menjadi makhluk spiritual, inilah langkah awalnya. Dunia kita memiliki banyak konsep yang salah, kaku, dan sangat merugikan diri kita maupun orang lain yang terlibat. Jika kita masih mengkritik orang lain dalam hal itu, maka kita sangat tertinggal secara spiritual, karena apa pun yang terjadi adalah atas kehendak Tuhan. Jika Tuhan ingin memberi jiwa ini satu kesempatan untuk menjadi manusia, dan khususnya menjadi anak dari keluarga spiritual, maka terjadilah. Tidak ada pihak yang salah, tidak juga orang yang meninggalkannya. Ia hanyalah sebuah kendaraan, hanyalah sebuah pintu belakang sehingga jiwa ini dapat menyelinap masuk ke keluarga yang secara spiritual terangkat dan tercerahkan. Maka, ia dapat memiliki kesempatan untuk bertemu Sang Guru dan menjadi seorang makhluk yang terbebaskan secara spiritual.
Ada Jiwa yang Tak Terhitung Jumlahnya Sedang Menunggu
Banyak jiwa yang mengembara di alam tak terlihat yang sedang menunggu. Mereka mati-matian untuk turun menjadi seorang yang spiritual, dilahirkan dan menjadi anggota keluarga spiritual sehingga ia dapat melihat Sang Guru dengan segera, tanpa perlu mencarinya, tanpa melalui persyaratan, tanpa halangan, atau segala jenis kesulitan. Jika kita dilahirkan pada suatu keluarga spiritual tentu, maka tentu saja kita akan menjadi seorang praktisi spiritual. Sebelum dilahirkan kita sudah vegetarian. kita siap mendapatkan inisiasi setiap waktu setelah umur kita cukup. Maka, ada jiwa yang tidak terhitung jumlahnya sedang bergentayangan, menunggu dilahirkan di keluarga kita. Kadang kala ia bisa pergi ke pintu depan dengan agung, dan penuh kemenangan. Tetapi, kadang-kadang ia harus menyelinap ke pintu belakang jika kita tidak sadar, dan menggunakan alat yang berbeda untuk masuk..
Jadi, jangan telantarkan makhluk ini atau kendaraan yang membawa makhluk ini keluar menuju kita. Kenyataannya, perkawinan dalam arti spiritual sebaiknya seperti ini: kapan pun kita saling mengungkapkan perasaan cinta kita secara fisik atau seksual, sebaiknya kita juga ingat: "Ini adalah suatu kesempatan di mana saya dapat menawarkan diri saya, menawarkan tubuh saya sebagai suatu kuil untuk makhluk yang baru untuk datang, untuk dibebaskan oleh seorang Guru yang masih hidup. Ini adalah kesempatan yang betul-betul saya ingin berikan kepada saudara-saudara saya yang lain yang rindu datang ke dunia ini untuk bertemu dengan Guru yang masih hidup.
Berikan Kesempatan kepada Sebuah Jiwa untuk Lahir
Jiwa-jiwa tidak selalu dapat bertemu dengan seorang Guru yang masih hidup, karena jika waktu mereka tiba, maka mereka harus bereinkarnasi dengan cepat di suatu tempat. Dan tidak selalu di negara itu mereka dapat bertemu dengan Guru atau pada saat itu. Jadi, kapan pun Sang Guru berada di suatu tempat, hidup, dan berkeliling, maka jiwa-jiwa itu akan mati-matian untuk turun; mereka berdoa untuk itu. Tetapi, banyak praktisi spiritual yang tidak ingin memberi kesempatan kepada makhluk ini. Mereka memakai kontrasepsi atau yang lainnya dan hanya menikmati ungkapan cinta secara fisik. Mereka mengabaikan tujuan mulia yang menyertainya, yaitu harus menawarkan kesempatan kepada makhluk lain untuk lahir ke sebuah keluarga yang siap secara spiritual.
Tentu saja, saya tidak menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu. Saya hanya mengatakan kepada kalian apa yang ingin kalian dengar, atau apa yang beberapa dari yang ingin kalian dengar tentang hal seperti ini. Sebagai contoh beberapa dari saudara kita memiliki anak tanpa mendapatkan surat lahir yang semestinya – stempel resmi sebagai suami istri, atau untuk memiliki ayah yang sebenarnya, atau apa pun. Semuanya adalah anak Tuhan, siapa pun yang membawanya ke dunia fisik hanya sebuah kendaraan, sebuah alat bagi jiwa itu untuk menemui ajaran yang hidup dan terbebaskan.
Kesempatan seperti ini tidak bisa kita miliki dalam jutaan sampai triliunan tahun, karena kita dapat melihat betapa sulitnya hal itu. Bahkan jika setiap Guru datang, berapa banyak orang yang ingin ikut? Kemudian, berapa banyak orang yang ingin tetap mengikutinya? Dan berapa banyak orang yang betul-betul berlatih, atau tetap tinggal? Sangat sedikit! Setiap hari, ada banyak jiwa yang datang ke dunia ini, tetapi tidak begitu banyak inisiat yang bergabung ke dalam grup kita. Jadi, jika ada jiwa yang dilahirkan secara langsung ke dalam keluarga spiritual, maka itulah tujuannya. Ia ada di sana untuk berlatih. Itulah sebabnya mengapa ia datang. Tidak ada pertanyaan, tidak ada keraguan tentang jiwa itu. Jadi, setiap kali ada orang spiritual dari grup kita yang memiliki seorang anak, maka sambut dan bantulah dia, dengan cara yang kita bisa.

Hati Seorang Anak Kecil
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai
Tanya: Jika engkau tidak menjadi seperti anak kecil lagi, maka engkau tidak akan dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga, apa arti kalimat tersebut?

Guru: Itu berarti kita harus membersihkan diri kita dari segala prasangka, membersihkan diri kita dari segala macam halangan karma. Setelah inisiasi, Sang Guru akan membersihkan diri Anda. Membersihkan Anda dengan api, dengan berkah rohani, Anda akan dimandikan secara rohani. Ia akan menjadikan Anda bercahaya, murni, suci lagi seperti seorang anak kecil. Maka, inilah sebabnya mengapa Anda dapat melihat surga dengan seketika. Ya?
 
Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar