Sabtu, 24 Maret 2012

SMCH - Seutuhnya Menjadi Alat Tuhan


Seutuhnya Menjadi Alat Tuhan

 
Karena saya mengabdikan diri sepenuhnya dalam karya Tuhan, saya sebenarnya tidak mempunyai pilihan. Saya tidak dapat mengendalikan tindakan-tindakan saya, ataupun situasinya. Sekalipun saya tidak menyukainya, saya tetap harus melakukannya. Karena saya telah menyerahkan seluruh diri saya, mengapa saya harus menahannya. Saya tidak dapat berkata, “Saya tidak menyukai yang ini karena ini tidak cocok dengan karakter saya, dan hal itu akan merusak reputasi saya dan menyebabkan saya terlihat sangat buruk. Ini bukanlah cara kerja Tuhan. 
Sama halnya dengan sekop mekanik yang bergerak ke mana pun Anda arahkan, akan menggali ke mana pun Anda arahkan. Sekop mekanik itu tidak dapat berkata, “Saya tidak berselera hari ini, saya tidak ingin menggali di sana.” Sekop itu pasti bekerja ke manapun ia dikendalikan. Hanya sebuah alat. Begitu juga Guru. Saya telah sepenuhnya menjadi alat Tuhan, tanpa kepentingan pribadi sama sekali. 
Saat saya memperlakukan Anda dengan tidak begitu menyenangkan, maka saat itu adalah saat saya sedang memperlakukan Anda dengan baik. Saat saya memperlakukan Anda dengan baik, maka saya masih menggunakan emosi manusia, saya takut Anda tidak tahan! Saya kira itulah cara yang benar memperlakukan orang, dan Anda akan merasa lebih nyaman. Sebenarnya, itulah perilaku “manusia” sesungguhnya. Saat saya sedang apa adanya dengan Anda, sedang terus terang, dan tanpa ragu-ragu, maka pada saat itu saya sebenarnya sedang memperlakukan sesuatu yang baik kepada Anda - Anda sedang diarahkan langsung oleh Tuhan. 
Tetapi, Anda telah meninggal sejak lama jika Anda diperlakukan secara langsung seperti ini setiap hari. Tiada satu pun jiwa yang akan tersisa di sini. Karena terkadang perlu juga melakukan berbagai hal dengan sedikit ego. Jika saya membiarkan Tuhan menangani Anda setiap hari, maka saya pun tidak tahan! Tubuh dan pikiran saya tidak akan dapat menerimanya, karena tubuh dan pikiran saya digunakan dengan amat intensif, terlalu berlebihan! 
Jika Anda tetap menginjak gas dan tidak membiarkan mobilnya beristirahat atau berhenti, serta mempertahankan kecepatan di atas 170 mil per jam, bahkan pada saat membelok, maka akan sangat meletihkan, dan Anda akan menjadi sangat tegang. 
Sekali-sekali, kita harus ingat bahwa kita adalah manusia dan perlu bersantai sedikit. Mengadakan pesta vegetarian atau berbincang-bincang masalah ringan, hal ini juga sangat penting. Seperti sebuah rumah, kita hanya dapat memakainya saat ruangannya kosong; kita tidak dapat memakainya jika penuh dengan berbagai lemari atau perabotan yang berharga.    
 
Menaati Instruksi Guru Tercerahkan Mendatangkan Pahala Tak Tertandingi
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Pingtung, Formosa, 13 Januari 1990
(Asal bahasa China) Kaset Video #112
   
Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya mendapatkan manfaat yang berbeda saat mengerjakan hal-hal yang diperintahkan oleh Guru mereka dengan mengerjakan hal-hal yang mereka sukai. Misalkan dalam kasus Milarepa, dia terpaksa bekerja sangat keras membawa batu dan membangun rumah selama tujuh tahun sebelum Gurunya memberikan pelajaran rohani kepadanya, dan setelah itu, dia menjadi tercerahkan. Kalian mungkin berpikir bahwa memikul batu seperti Milarepa sungguh mempercepat kemajuan sehingga kalian mungkin juga mulai memikul batu.
Akan tetapi, walaupun kalian terus melakukannya selama tujuh puluh tahun, hal ini juga percuma. Walaupun tidak ada batu lagi yang bisa dipindahkan, karma kalian tetap tidak bisa dihapus. Tetapi, seandainya Guru kalian menyuruh kalian memindahkan sebuah batu pada pukul dua di pagi hari, dan kalian dengan setia mengikuti perintah Guru dan bangun untuk memindahkan batu tersebut, walaupun kalian dengan susah payah membuka mata kalian, dan kalian masih melakukannya dengan senang karena kalian tahu: Guru adalah Orang yang paling tercerahkan. Saya telah mempersembahkan tubuh, pikiran, dan ucapan saya kepada-Nya. Apa pun yang Dia suruh akan saya kerjakan, saya lakukan saja. Apakah itu masuk akal atau tidak, saya tetap mengikuti perintah Guru. Jika kalian bisa memindahkan batu itu dengan pikiran yang begitu bahagia dalam otak, maka itu akan jauh lebih baik daripada Milarepa memindahkan batu selama tujuh tahun!
Akan tetapi, kebanyakan orang tidak mengerti logika ini. Itulah sebabnya, walaupun sangat sulit menemukan seorang Guru, masih lebih sulit untuk bertahan dan mengikuti Guru dalam pengolahan rohani sekalipun kalian telah menemukan-Nya. Sulit untuk mencapai Kebuddhaan karena kebanyakan praktisi rohani tidak bisa melepaskan ego mereka sehingga mereka hanya mencapai tingkat Arahat atau orang suci. Ego terdiri dari prasangka-prasangka dan konsep-konsep dunia yang telah kita kumpulkan selama hidup kita. Kita memegang keyakinan tentang apa yang baik dan buruk dan berpikir bahwa kita telah belajar segala hal yang perlu kita ketahui karena dunia telah memberikan kita pendidikan yang cukup sehingga sangat sedikit yang bisa Guru ajarkan kepada kita. Inilah letak kesalahan kita.

Perbedaan Antara Guru dan Murid
Kadang kala kita berpikir bahwa latihan rohani kita sudah sangat bagus, karena sekali-sekali saya mengirim Anda ke luar untuk memberikan ceramah. Setelah kembali, Anda merasa: “Saya telah lulus. Guru lulus dalam 6 bulan, maka saya dapat menyelesaikannya paling lambat dalam 6 tahun! Anda telah berubah setelah Anda kembali! Sebagai akibatnya, kalian melukai diri Anda sendiri. Anda kira Anda sangat baik, tetapi Anda tidaklah sebaik itu! 
Saya juga mengira Anda sangat baik, dan inilah yang aneh! Sayalah orang terbodoh di dunia ini; karena itu, saya sering terluka, frustrasi, dan kecewa. Ini karena saya juga mengira bahwa Anda sangatlah baik, sehingga saya tidak dapat memahami perbedaan antara Anda dan saya. 
Kadang kala saya tahu. Saat saya tinggal atau bekerja bersama Anda, barulah saya menyadari adanya suatu perbedaan yang besar. Jika tidak maka saya tidak menyadarinya. Jika tidak ada pekerjaan, maka saya akan lupa bahwa Anda adalah murid. Kita nampak serupa dan sebaya; sebagian bahkan lebih tua daripada saya. Saya tidak dapat membayangkan perbedaan antara Anda dan saya. Saya kira Anda sesungguhnya seperti saya, dan kita dapat saling memahami; karena itu, saya terus berbicara. Dan pada akhirnya, tiada seorang pun yang paham, sehingga saya sungguh tidak tahan. Saya duduk di situ dan merasa frustrasi. Kelihatannya, hanya sayalah satu-satunya di seluruh dunia yang dapat memahami diri saya sendiri, dan saya sungguh merasa sedih. 
Sejak zaman dahulu, para Guru Tercerahkan sepertinya juga mengalami kesulitan komunikasi dengan banyak orang. Saya merasa salah satu dari mereka. Semua hanya dapat terlaksana dengan kerja keras. Anda pun tidak memahami berbagai hal yang amat sederhana sehingga saya harus menjelaskannya secara panjang lebar. Anda terlalu banyak merintangi diri Anda sendiri! Anda terlalu ruwet, dan tetap mengira bahwa itu seharusnya seperti ini atau seperti itu. Sangat rumit, sangat rumit. 
Anda tidak paham, tetapi Anda tidak mau belajar dari yang lain. Anda tidak mau belajar dari Guru karena takut kehilangan muka: “Saya dapat melakukannya sendiri! Biarkan saya melakukannya sendiri,” seperti itu, dan kemudian Anda melakukan banyak kesalahan.
Dengan mawas diri, Anda akan menemukan banyak kelemahan dalam diri Anda sendiri. Saya juga memeriksa diri saya sendiri setiap hari, tetapi saya tidak menemukan kesalahan apa pun. (Guru dan hadirin tertawa)
 
Hati Anda Harus Murni dan Sederhana agar Dapat Mencapai Kebenaran Sejati    
Karakter yang terlalu kaku atau terlalu keras tidak diinginkan. Tidak perlu selalu menang. Anda harus tahu bagaimana bertindak yang pantas dan luwes, daripada selalu berusaha untuk menang di atas orang lain, atau menjadi lebih baik daripada guru Anda. Boleh saja menjadi lebih baik daripada guru Anda, tetapi saat ini masih terlalu dini. Pada saat ini, tiada seorang pun dari Anda yang lebih baik daripada Guru! Saya mengatakannya secara terus terang, bukannya saya angkuh, tetapi saya ingin agar Anda tahu bahwa Anda harus mawas diri, berikhtiar untuk membiasakan dan melatih kebijaksanaan batin, karakter, serta menemukan di mana letak kelemahan Anda. 
Tetapi, selalu bersembunyi di balik kelemahan-kelemahan kalian juga tidak baik. Hal ini terlalu negatif, terlalu merendahkan diri sendiri, dan terlalu pesimistis. Tidaklah cukup jika kita hanya tahu kesalahan-kesalahan kita saja! Kita harus memperbaikinya, berhenti melakukannya, dan bertindak sebaliknya untuk mengimbanginya.  
Mengetahui kesalahan-kesalahan Anda tidaklah berarti menyalahkan diri sendiri, menutup diri dalam gua, melakukan “retret yang ketat” setiap hari di sana; menjadi kura-kura setelah 9 tahun dan sangat membosankan orang saat Anda muncul. (Tertawa) Jangan terus menyalahkan diri sendiri dan menyesakkan diri sendiri; tetapi Anda harus berusaha untuk meningkat, berubah, dan bertindak sebaliknya. Inilah penyesalan sejati, daripada hanya menghukum diri sendiri dengan berlutut; ini hanyalah bagian dari penyesalan. Pertobatan yang terbaik adalah menghentikan kualitas negatif tersebut sama sekali, bertindak sebaliknya, dan melakukan berbagai tindakan positif. Inilah rahasia menuju kesucian - hati Anda akan semakin sederhana dan murni. 
Meskipun sekarang saya mengatakan bahwa tidaklah berguna menyembah patung Buddha dari kayu, akan tetapi sepuluh tahun yang lalu saya sangat tulus memujanya. Karena saya telah cukup memujanya, maka saya tahu bahwa itu tidaklah berguna. Guru saya menyuruh saya untuk memuja Buddha dan membeli patung Buddha, patung Buddha apa pun yang saya suka. Saya kira Buddha Maitreya yang lebih murah hati, dan dugaan saya tepat; saya sungguh membutuhkannya sekarang. [Guru dan hadirin tertawa] Dia juga sangat periang. Saya membutuhkan kualitas-kualitas ini lebih banyak, maka saya membeli sebuah patung Buddha Maitreya. 
Hari itu, guru saya sedang mengadakan upacara menyambut patung Buddha ke dalam rumah saya. Mereka membakar dupa, menyembah, dan kemudian menyuruh saya melakukan permohonan. Saya hanya menyebutkan satu permohonan: “Di masa mendatang, jika saya dapat menolong siapa saja, maka saya akan bersedia melakukannya, tetapi jangan biarkan saya mengetahuinya bahwa saya telah menolongnya.” Dan saat ini, hal ini sungguh telah terkabul; saya tidak pernah tahu siapa yang saya telah tolong. Guru saya berkata bahwa jika dupa yang terbakar itu melingkar, maka permohonan tersebut akan terkabulkan. Dupa itu benar-benar melingkar, jadi saya yakin bahwa permohonan saya akan terkabul. 
Guru saya berkata bahwa saya juga harus membaca beberapa sutra di rumah. Saya ingin menyanyikan Sutra Buddha Pengobatan, tetapi dia tidak mengizinkannya. Dia berkata, “Anda belum mencapai tingkatan itu, lafalkan saja Mantra Maha Welas Asih.” Setelah beberapa lama berlalu, dia mengizinkan saya menyanyikan Sutra Teratai. Mereka menyanyikannya dengan sangat keras, dan menyuruh saya untuk melakukan hal yang sama di rumah. Saya juga disuruh membeli pentungan dari kayu (alat musik kayu bundar untuk mengiringi nyanyian) dan mengetuk-ngetuknya setiap hari. Saya sangatlah bersungguh-sungguh, dan bangun di dini hari untuk menyanyikan sutra tersebut. 
Pada dini hari, tenggorokan saya serak, sehingga saya harus minum air yang banyak. Nyanyian itu harus diulangi lagi di malam hari. Biasanya, orang awam tidaklah seserius itu, dan cukup menyanyikannya sekali saja. Tetapi, saya sangatlah tulus dan akan melakukan apa saja yang Guru saya suruh, bahkan sampai sejauh itu. Tidak seperti sekarang ini, saya memiliki banyak kesulitan saat saya menyuruh Anda melakukan apa pun. Sulit menyuruh Anda  memindahkan batu, jangankan untuk menyembahnya. 
Maka, setiap hari ketika saya pulang ke rumah, saya menghormat kepada sutra, menyanyikan sutra, dan menyembah Buddha; dan saya mendapatkan pengalaman batin. Anda akan mendapatkan pengalaman batin jika Anda sangat tulus. Saya mendapatkan begitu banyak pengalaman batin yang tidak dapat diceritakan semuanya. 
Saya bertanya kepada guru saya, mengapa perlu menyanyikan sutra itu dengan demikian keras. Saya kemudian berkata, “Apakah saya perlu menyanyikannya dengan begitu keras, bahkan juga di rumah?” Dia menjawab, “Lebih baik menyanyikannya dengan keras, supaya para makhluk tidak kasat mata juga dapat memetik manfaatnya.” 
Saya mempercayai beliau, dan saya menyanyikannya dengan sangat keras sampai suara saya habis. Saya bahkan membiarkan jendelanya terbuka, kuatir para makhluk yang tidak kasat mata tidak dapat masuk. (Guru dan hadirin tertawa) 
Dapatkah Anda bayangkan? Saat saya berumur tiga puluh tahun, bukannya tiga tahun, saya sudah demikian lugu! Apa pun yang guru saya katakan, maka akan saya lakukan. Mungkin, sebenarnya karena saya begitu tolol, saya menyadari sedikit Kebenaran Sejati. Orang yang sangat cerdas seperti Anda hampir tidak dapat mencapai Kebenaran. Anda penuh gagasan; pikiran Anda terlalu cerdas, terlalu cerdik, dan tahu terlalu banyak! 
Suatu ketika, di musim dingin, salju di luar lebih tinggi daripada orang dan sangatlah dingin. Tetapi, kuatir para makhluk tidak kasat mata tidak dapat masuk, saya membuka semua jendela dan bahkan tidak berani menurunkan tirainya untuk menunjukkan sambutan saya. Para makhluk tidak kasat mata tidak perlu masuk melalui jendela, tetapi saya berpikir “Bagaimana jika sebagian dari mereka tidak bisa masuk?” Selain itu, kelihatannya seakan-akan mereka tidak disambut dengan baik jika saya menutup jendela dan tirainya, lalu mereka mungkin tidak berani masuk. Saya bahkan meminta maaf kepada mereka, “Saya tidak dapat membuka pintu karena takut mengganggu para tetangga.” (Guru dan hadirin tertawa)
 
Dengarkanlah Guru Anda maka Tuhan Akan Tersentuh
Dengarkanlah Guru Anda, siapa pun dia, maka Anda tidak akan tersesat. Tuhan akan tersentuh. Saat melihat orang ini begitu dungu, maka Tuhan akan melindunginya dan membiarkannya memahami sesuatu. Jika tidak, apa yang akan terjadi jika dia tetap dungu sepanjang hidupnya?  
Karena itu, Tuhan senantiasa melindungi orang-orang yang bodoh dengan lebih baik. Kita sebaiknya menjadi bodoh saat kita harus menjadi bodoh. Lakukanlah yang terbaik jika Anda memiliki pekerjaan yang harus dilakukan; gunakan kebijaksanaan Anda saat Anda harus menggunakannya, dan jangan menggunakan kebijaksanaan Anda saat Anda tidak perlu mendengarkan. Kita memiliki dua telinga, tetapi hanya satu mulut. Tetapi, Anda sepertinya telah menumbuhkan dua mulut dan satu telinga, (Guru dan hadirin tertawa) atau mereka muncul di tempat yang salah. Begitu saya mengatakan sesuatu, maka perkataan itu akan hilang dengan sangat cepat dan kelihatannya lenyap, hanya meninggalkan sedikit pengaruh. 
Saat banyak orang datang ke sini, mereka tetap mempunyai prasangka, konsep, dan gagasan mereka sendiri. Mereka merasa bahwa mereka hebat dan suka menarik Guru turun. Lebih baik menarik diri Anda ke atas daripada menarik saya turun ke tingkat Anda. Tentu saja, lebih baik menarik Guru turun, supaya Anda merasa lebih dekat dengan saya: “Dia sesungguhnya seperti saya!”  
Tetapi, hal ini buruk bagi kalian. Saya dapat memanjat ke atas atau turun ke bawah kapan pun saya mau, tetapi saya harus mengatakan Kebenarannya kepada Anda untuk menunaikan kewajiban saya sebagai seorang Guru. Saya tahu, jauh di dalam batin, Anda memahami dengan amat jelas, tetapi hanya pikiran Andalah yang bergulat. Anda harus mengenali tujuan kedatangan Anda ke sini dan tidak mendengarkan pikiran Anda. Jika tidak, baik saya maupun Anda akan sangat letih, harus bertempur dengan pikiran. 
Saya selalu bergulat dengan pikiran Anda, dan hal ini sangat melelahkan. Setiap kali saya memikirkan seseorang, saya merasa pikirannya penuh dengan ini atau itu, prasangka orang itu menutup jalan saya menuju jiwanya. Pikiran menjaga gerbang masuk dengan ketat. Sangatlah melelahkan! Ya! Semua paham sekarang? (Jawab: Ya!)   
 
Keyakinan Adalah Kunci dari Segala Keajaiban
 Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Center Youngdong, Korea,
13 Mei 2000
(Asal bahasa Inggris)  
Banyak dari Anda sangat menyentuh hati saya dengan keyakinan sejati Anda terhadap ajaran Guru, bukan terhadap tubuh jasmani saya. Dan itulah bagaimana Anda bertahan di dunia ini tanpa satu goresan; Anda senantiasa terlindungi oleh keyakinan Anda sendiri. Seperti yang Yesus katakan, keyakinan Andalah yang dapat menjadikan Anda sempurna, (“Imanmu-lah yang telah menyelamatkanmu." Matius 9:22) dan seperti itulah. 
Keyakinan dapat mengatasi banyak hal. Tetapi, itu sebuah anugerah juga; bukan karena Anda ingin memiliki keyakinan dan kemudian Anda bisa mendapatkannya. Sebagian orang telah begitu teracuni sejak lama; dan meskipun mereka berdoa demi keyakinan, mereka tetap tidak bisa mendapatkannya. Maka, Anda harus mengasihani mereka; itu bukanlah kesalahan mereka. Mereka telah mengalami pencucian otak dalam berbagai hal dan pemikiran negatif sehingga amatlah sulit bagi mereka untuk bangkit. Oh, bagi Anda, orang-orang yang beruntung, saya melihat Anda semua sangat bahagia, karena Anda benar-benar oke, bukan karena Anda percaya kepada saya, karena bagaimanapun juga tidak ada “Saya;” bukan karena keyakinan Anda kepada saya sehingga saya bahagia, atau karena saya tersanjung; bukan itu. Saya bahagia karena Anda oke, karena Anda terlindungi dan bahagia. Saya tidak perlu kuatir dengan Anda. Jadi, saya dapat menghemat banyak waktu sehingga saya dapat fokus dengan anak-anak yang ‘sakit’ lainnya. Dan karena Anda oke, Anda juga dapat membantu saya mengurus banyak orang baru yang lainnya, dan orang yang kurang kuat lainnya. 
Dan itulah mengapa saya bahagia, bukan karena Anda mempercayai saya. Anda percaya kepada saya atau tidak; itu akan baik bagi Anda jika Anda percaya kepada saya. Karena keyakinan adalah kunci dari setiap keajaiban. Meskipun Guru Anda tidaklah hebat, tetapi keyakinan Anda kuat, maka itu baik bagi Anda. Benar-benar demikian, karena Anda sangatlah murni. Itulah mengapa Anda dapat mempercayai orang asing yang tidak Anda kenal. Itu berarti Anda baik. Itu bukan berarti bahwa saya baik atau tidak baik; saya tidak tahu. (Guru tertawa; hadirin berkata, “Ya, Anda baik.”) 
Maksud saya adalah, saya mungkin saja baik, atau saya mungkin saja tidak baik, tetapi jika Anda percaya kepada saya, itu berarti bahwa Anda seratus persen baik. Itulah hal yang harus Anda ketahui. Apakah saya baik atau tidak, mungkin sulit diterka, tetapi jika Anda percaya kepada saya, itu berarti Anda sudah baik, dan itu baik bagi diri Anda. 
Apakah Anda ingat cerita yang pernah saya sampaikan, tentang pencuri yang keluar? Itulah kisah tentang pasangan yang telah lama tidak memiliki bimbingan atau aspirasi rohani, dan mereka memutuskan bahwa sekarang mereka telah berumur maka sebaiknya pergi untuk mencari Guru rohani, tetapi mereka tidak tahu siapa yang harus mereka cari. Jadi, mereka pergi ke hutan dan duduk di sana, berdoa dan membuat perjanjian dengan Tuhan bahwa siapa pun yang pertama kali datang maka akan menjadi Guru mereka. Lalu seorang pencuri datang (Tertawa) dan tinggal di sana, dan mereka pun tinggal dan kemudian Tuhan sungguh-sungguh hadir. Itulah keyakinan mereka karena Tuhan ada dalam batin Anda. Bukan saya yang membuat Tuhan untuk Anda. 
Karena itu, jika Anda percaya kepada saya, itu berarti Anda begitu murni, tidak masalah apakah saya baik atau tidak, Anda begitu murni sehingga Anda percaya, dan keyakinan ini akan melindungi Anda dari segalanya. Dan menjadikan Anda suatu berkah, suatu anugerah bagi dunia ini, dan dunia yang berikutnya. Dan itulah sebabnya saya bahagia; bukan karena Anda percaya kepada saya sehingga saya bahagia. Saya bahagia dapat menjadi sahabat dari orang yang begitu murni. Suatu kehormatan bagi saya untuk memiliki Anda sebagai suatu anugerah dalam hidup saya. Itulah mengapa saya bahagia.
 
Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar