Sabtu, 24 Maret 2012

SMCH - Pernikahan dan Spiritualitas

 Pernikahan dan Spiritualitas
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret Tujuh Hari di Hsihu, Miaoli, Formosa,
5-12 Mei 1991 (Asal bahasa China)
 
Ketika saya berbicara kepada Anda tentang pernikahan dan cinta kasih, tolong jangan berpikir bahwa saya berbicara melebihi tugas saya. Tidak! Saya melakukannya karena Anda tidak dapat masuk ke dalam Samadhi saat meditasi jika Anda tidak memiliki suatu pernikahan yang bahagia atau hubungan yang baik dengan pasangan Anda. Anda akan merasakan kesedihan batin yang mendalam serta kekacauan emosional. Pikiran Anda penuh dengan hal itu. Anda bahkan tidak dapat mengulang Nama-Nama Suci, belum lagi memasuki Samadhi! Pada saat itu pasangan Anda lebih penting daripada Guru. Tetapi, saya tidak menyalahkan Anda, karena hal semacam itu tidak dapat dihindarkan. Pada saat itu, Anda bahkan tidak ingin pergi ke Surga. Saya pernah melewati semua hal ini sebelumnya, jadi saya dapat menjadi Guru Anda sekarang. Situasi seperti sangat sulit untuk dihindari dan dikontrol.
Tentu saja, ketika kita maju secara spiritual, kita tahu bagaimana mengurus hubungan kasih dalam pernikahan kita. Bagaimanapun, ada beberapa rekan sepelatihan yang merasa depresi secara emosional dan sedih dalam batin. Karena itu, saya telah berbicara kepada Anda tentang urusan-urusan duniawi, karena urusan-urusan itu berhubungan dengan latihan spiritual. Ketika Anda bahagia, Anda berada dalam Nirwana. Apa pun yang datang kepada Anda, Anda akan merasa bahagia, dan Anda dapat mengasihi siapa pun, memaafkan siapa pun, atau memberi segalanya kepada siapa pun. Tetapi, ketika Anda tidak bahagia, Anda tidak ingin melakukan apa pun atau bertanggung jawab pada apa pun. Anda tidak dapat, bahkan ketika Anda menginginkannya. Itu karena Anda tidak memiliki inspirasi untuk melakukannya. Pada saat itu, Anda merasa lelah akan semuanya dan ingin melupakan seluruh dunia. Itulah sebabnya ada satu pepatah yang menyebutkan, “Dharma ada dalam urusan-urusan duniawi.” Apakah saya benar? (Hadirin: Ya.) Itulah dia. Anda semua telah mengalaminya.
Karena itu, saya sering berkata bahwa jika Anda ingin meneruskan jalur spiritual dengan lancar, maka Anda harus melindungi emosi serta pernikahan Anda. Bagi Anda yang masih bujangan seharusnya juga melindungi hubungan Anda dengan orang yang Anda kasihi jika Anda benar-benar saling mencintai. Hal ini akan menjadi sangat terlambat jika waktu untuk berpisah telah tiba. Waktu-waktu yang indah tidak berlangsung selamanya. Anda tidak selalu bertemu dengan orang yang sangat Anda cintai. Jadi, peliharalah hubungan itu ketika Anda sudah mempunyai pasangan.
Jangan berpikir bahwa urusan itu sepele atau urusan-urusan duniawi. Jangan! Jangan! Orang sering merasa kesepian tanpa seorang pendamping. Beberapa orang dapat menahannya, tetapi lebih banyak yang tidak dapat. Jadi, peliharalah jika Anda masih membutuhkannya.
Bahkan mutiara yang kecil dilindungi dan  dihargai seperti harta karun! Itu akan sangat membantu Anda. Meskipun Anda seharusnya tidak melekat padanya, bukan berarti Anda kemudian mengabaikannya. Sebuah mobil mungkin bukan seseorang, atau bagian dari Anda, tetapi Anda masih membutuhkannya untuk datang ke Hsihu. Jadi, sangat tidak menyenangkan dan memakan banyak waktu untuk datang dengan berjalan kaki. Anda tidak dapat berkata, “Saya datang ke Hsihu untuk berlatih spiritual dan mendapatkan pencerahan. Mengapa saya membutuhkan mobil? Itu hanya sebuah kendaraan secara fisik. Tinggalkanlah mobil itu di pinggir jalan!” Anda tidak dapat melakukan itu. Mobil itu memberi Anda sedikit waktu dan membawa Anda lebih cepat kepada saya. Anda dapat menghemat banyak waktu untuk meditasi. Tentunya, Anda dapat datang dengan berjalan kaki, tetapi hal itu akan membutuhkan waktu beberapa bulan, dan saya kemungkinan telah pergi saat Anda tiba.
 
Menikah atau Tidak, Alamiah Saja
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Cape Town, Afrika Selatan,
2 Desember 1999 (Asal bahasa Inggris)
T:  Guru, saya ingin tahu apakah ada aturan yang mencegah orang yang spiritual untuk hidup dalam sebuah pernikahan, karena sejauh yang saya ketahui, sebagian besar orang yang spiritual biasanya bujangan, seperti pendeta dan banyak yang lainnya.
G: Oh, jadi pendeta adalah spiritual. Apa Anda yakin akan hal itu?
T: Mereka beragama, itu yang dapat saya katakan.
G: Baiklah. Anda dapat menjadi bujangan jika Anda menginginkannya, atau Anda dapat menikah jika Anda ingin. Tidak ada perbedaannya. Tetapi, perbedaannya ada pada cara Anda menanganinya. Pernikahan tidak berarti bahwa Anda tidak dapat menemukan Tuhan. Kalau tidak, Tuhan tidak akan membuat laki-laki dan perempuan, dan Tuhan akan membuat laki-laki saja atau perempuan saja. Oke? Nomor satu.
Nomor dua, sebenarnya, sekali Anda menikah maka Anda akan terbiasa pada kehidupan itu, dan setelah beberapa saat, Anda bahkan akan lebih memusatkan perhatian kepada hal-hal kerohanian setelah beberapa saat. Karena Anda tahu seperti apa menikah itu dan Anda tidak mengharapkannya lagi. Setelah tinggal bersama istri Anda untuk beberapa saat, maka kalian berdua akan menjadi sahabat. Sebagian besar seperti itu. Jadi, bujangan atau menikah hampir sama pada akhirnya. Tetapi, untuk sebagian besar orang, ketika mereka menikah, mereka terlalu berkonsentrasi pada pasangan mereka dan hal ini membuatnya sulit untuk berkonsentrasi kepada Tuhan. Itu mungkin menjadi masalah. Tetapi, jika Anda tahu bagaimana menangani energi dari suatu hubungan, maka itu akan menolong Anda, bahkan secara rohani, karena fisik Anda bahagia dan pikiran Anda bahagia. Ketika seseorang mencintai Anda, Anda merasa bahagia secara fisik, emosional, dan mental. Dengan begitu kehidupan spiritual Anda maju lebih cepat. Tuhan menciptakan cinta kasih karena ada alasannya. Itulah apa adanya. Cinta kasih secara fisik atau cinta kasih dalam pernikahan adalah bagian dari cinta kasih Tuhan. Jangan memiliki sikap anti terhadap pernikahan. Biasa saja. Jika Anda ingin menikah, menikahlah. Jika Anda ingin tetap membujang, membujanglah.
    
Inti dari Sebuah Pernikahan
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Sao Paulo, Brasil, 15 Juni 1989
(Asal bahasa China)
Tidak ada yang buruk tentang pernikahan. Pernikahan tidak baik hanya ketika beberapa orang menggunakannya sebagai alat untuk memuaskan kesenangan fisik semata. Jika sepasang suami istri dapat memperlakukan masing-masing dengan hormat, melahirkan anak-anak untuk meneruskan nama keluarga, hidup dalam kedamaian dan kerukunan, membesarkan anak-anak mereka, memelihara orangtua mereka, dan melayani masyarakat, maka pernikahan itu baik. Pernikahan akan mendorong kita dan membiarkan kita hidup dalam suasana yang stabil. Pernikahan akan memberikan kita suatu rasa kepercayaan dan kehangatan, dan juga keberanian serta semangat untuk bekerja menghadapi masa depan. Jenis pernikahan seperti ini baik sekali. 
    
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai
Phnom Penh, Kamboja, 23 Juli 1996, (Asal bahasa China)
Ada kebaikan dalam pernikahan dan persahabatan di dunia ini. Manfaat yang paling besar adalah bahwa kita dapat saling tolong, dan saling mengingatkan akan Jati Diri di dalam, ini adalah hubungan yang baik, dengan kasih sayang dan emosi yang baik.
Pernikahan berarti suatu kerja sama untuk memperbaiki kehidupan masing-masing, mencoba mendukung cita-cita masing-masing, dan mencoba untuk membuat hidup kita lebih mulia.
 
Memilih Jalan Hidup yang Terbaik
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret Internasional Empat Hari, Washington DC., Amerika Serikat, 24 Desember 1997
(Asal bahasa Inggris)
Jika Anda bujangan, Anda memiliki masalah. Jika Anda menikah, Anda memiliki masalah juga. Tetapi, dengan menjadi bujangan, maka masalahnya lebih sedikit, lebih bebas, dan mungkin lebih kesepian. Saya harus mengatakannya. Ketika Anda menikah, Anda lebih senang, tetapi banyak masalah juga. Anda membayar untuk semua yang Anda inginkan dalam kehidupan ini. Dengan kata lain, Anda harus bersedia. Jadi, buatlah pilihan Anda sendiri. Ini tidak berarti jika Anda menikah maka Anda tidak dapat menjadi orang suci.
Tuhan tidak begitu berpandangan picik seperti melarang kita untuk mengasihi suami atau istri kita dengan cara yang biasa kita lakukan. Tuhan tidak begitu kejam seperti memisahkan pasangan yang mengasihi hanya demi mencapai diri-Nya. Kita harus memperbesar hati kita untuk mengasihi Tuhan dan juga makhluk lainnya, termasuk anggota keluarga kita sendiri. Jika kita dapat mengasihi orang lain yang jauh dari kita atau orang asing, mengapa kita tidak dapat mengasihi anggota keluarga kita sendiri, orang yang paling dekat?
 
Berurusan dengan Urusan Hati
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Singapura, 9 Maret 1993
(Asal bahasa Inggris)
T: Guru yang terhormat, bagaimana supaya seorang pria dapat bertahan jika pernikahannya tidak bahagia, dan sebaliknya ia juga jatuh cinta dengan wanita lain yang telah menikah?
G: Anda harus melihat pada perkawinan Anda sendiri dan lihatlah apakah perkawinan itu sepenuhnya tidak dapat diselamatkan, merugikan, atau sebaliknya dapat diperbaiki. Atau apakah Anda mencari cinta kasih dalam hubungan yang lain sebagai suatu alasan untuk kesenangan Anda sendiri. Karena sudah cukup menyusahkan memiliki satu perkawinan. Jadi, lebih baik jika kita dapat menjaga hubungan perkawinan kita. Saya tahu hal ini sulit, semuanya sulit dalam dunia ini. Tetapi, itu tidak berarti hal ini tidak mungkin.
Bicaralah pada istri Anda tentang di mana letak persoalannya. Tetapi, tolong jangan beritahu tentang perselingkuhan Anda kepadanya. Jika Anda membicarakannya, mungkin tidak akan ada penyelesaian. Ini tidak apa-apa, jika Anda berpikir itu suatu kesalahan, Anda boleh mencoba untuk menghilangkannya atau mengabaikannya. Tetapi, bicara pada istri Anda tentang bagaimana memperbaiki hubungan kalian: di mana dia gagal, atau di mana Anda gagal, dan di mana Anda membutuhkan perhatian atau perbaikan, atau di mana dia membutuhkan Anda.
Saling berbicara satu sama lain. Belikan hadiah untuknya, belikan sebuah gaun yang indah untuknya. Perindah dia dengan barang-barang yang indah. Jadikan ia cantik. Jadikan ia sebagai suatu kecantikan dalam hidup Anda daripada menghabiskan waktu dan energi hanya demi istri orang lain. Karena bagaimanapun juga, itu bukan milik Anda. Lebih baik memelihara apa yang Anda miliki, jangan menyia-nyiakan waktu dan energi kepada hak milik orang lain. Tidak masalah seberapa sukanya Anda kepada mobil tetangga, toh Anda tidak dapat pergi atau menyemprotkan emas pada mobil itu. Jangan merawatnya terlalu banyak dan mengabaikan mobil Anda. Suatu hari mungkin pengemudi mobil tetangga itu akan membawa mobil itu pergi, dan tiba-tiba Anda harus pergi tanpa apa pun. Mobil Anda berada di garasi, rusak, tidak dirawat, dan sekarang Anda berada dalam masalah.
Jadi, bekerjalah untuk pernikahan Anda, jika Anda berpikir bahwa itu patut dihargai, maka pada saat yang sama, hormati juga perkawinan orang lain. Sangatlah menyakitkan jika kita mengabaikan orang yang Anda cintai. Berpikirlah jika Anda laki-laki itu, jika Anda berada pada posisinya, apakah Anda akan merasa bahagia? Bukankah Anda lebih memilih istri Anda yang setia dan mengabdi kepada Anda? Jadikanlah istri Anda seorang istri yang baik, dan buatlah diri Anda sebagai suami yang baik. Dan biarkan juga istri tetangga menjadi seorang istri yang baik pada suaminya. Itu akan menjadi penyelesaian yang paling baik jika Anda tidak menemukan suatu penyelesaian yang lebih baik.
Terima kasih untuk mempercayai saya atas masalah pribadi dalam keluarga Anda. Tetapi, ini juga sangat penting. Jika hati Anda tidak damai, berapa pun banyaknya istri yang Anda miliki, usaha Anda dan segalanya akan berjalan dengan salah. Lebih baik merasa puas dengan apa yang Anda miliki, lalu menjaga dan memperindahnya. Buatlah ia menjadi lebih indah dan lebih layak sesuai selera Anda. Seperti Anda mengolah dan menanami kebun Anda dan menanam bunga mawar Anda, membuat apa yang Anda miliki menjadi lebih indah untuk diri Anda sendiri.
 
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai
Retret Internasional Lima hari, Long Beach, Amerika Serikat, 28 Desember 1996 (Asal bahasa Inggris)
Cinta kasih seperti pohon dan bunga yang harus disiram setiap hari, sedikitnya pada musim kering. Jika tidak mereka akan mati. Orang berkata, "Oh! Saya mencintaimu," dan kemudian itu akan menjadi selamanya. Tidak, tidak. Anda harus memeliharanya melalui kesetiaan, melalui pembaharuan setiap hari, melalui penghargaan pada sifat dan kebaikan hatinya, serta membantu pasangan Anda mengembangkan kualitas-kualitas yang paling baik dalam dirinya sendiri. Itu adalah perkawinan yang sebenarnya. Itu adalah cara membina hubungan yang benar.
 
Cara untuk Mendamaikan Konflik Antar Suami Istri
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Malaysia, 25 Februari 1992
(Asal bahasa Inggris)
Beberapa orang menjadi bijaksana setelah mengalami perkawinan yang sulit di masa lalu. Maka, sekarang mereka menghindari perkawinan, dan mungkin menjadi biarawan karena hal itu. Mereka mungkin sudah cukup pengalaman dalam perkawinan, dan tidak membutuhkan pengalaman lagi dalam pelajaran atau percobaan seperti itu, jadi mereka tidak menikah dalam kehidupan ini. Mereka merasa lebih puas sendirian.
Tetapi, jika Anda telah menikah, cobalah untuk tetap setia dengan teman hidup Anda. Tidak masalah betapa sulitnya hal ini. Sebagai contoh, saya mendengar bahwa Tolstoy memiliki seorang istri yang sangat buruk. Suatu hari ketika dia sedang berbicara pada temannya, istrinya dengan sengaja membuka kedok suaminya. Dia menghina suaminya dan membuat suaminya merasa terhina di hadapan temannya.
Maka, temannya berkata, “Engkau lebih berkuasa daripada dia. Dia tidak ada apa-apanya. Mengapa engkau tidak menunjukkan kekuatan yang engkau miliki untuk menyelesaikan masalah ini! Bagaimana mungkin engkau bertahan dengan semua ini?” Tolstoy kemudian menjawab, ”Shh! Jangan berbicara terlalu keras. Saya telah mencoba hal itu sebelumnya, dalam kehidupan yang lalu. Itulah sebabnya saya mendapatkan balasan yang ganda sekarang! Saya lebih baik tidak melakukannya lagi, kalau tidak saya akan memiliki penambahan tiga kali dalam masa kehidupan yang akan datang.” Dia berkata, “Saya harus bertahan dengan masalah ini. Karena jika saya melakukan hal itu lagi, maka saya tidak akan pernah keluar. Dia mengetahui hal itu akan bertambah tiga kali atau lebih, setiap waktu. Karena itu dia mencoba untuk bertahan dengannya.
Jika Anda memiliki seorang pasangan yang buruk sekali dan Anda merasa Anda tetap membutuhkannya, maka saat ini adalah hubungan kehidupan yang terakhir satu dengan yang lain. Anda harus membayarnya. Jadi, cobalah untuk menahannya dan lakukan apa pun yang Anda dapat, dengan segala kekuatan Anda untuk memuaskan orang itu dengan tujuan untuk membayar hutang dengan cepat. Cara yang paling baik untuk menyingkirkan musuh adalah dengan membuatnya menjadi teman Anda. Cara yang paling baik untuk menyingkirkan seorang istri atau suami yang buruk adalah dengan menyenangkan hatinya, untuk menyerahkan semuanya sesuai permintaan suami. Setelah itu, ia akan menjadi teman Anda.
 
Bagaimana Agar Pernikahan Berhasil
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret Internasional Lima Hari, Long Beach, California, Amerika Serikat, 28 Desember 1996
(Asal bahasa Inggris)
Pernikahan bukan berarti perjanjian atau perbudakan. Pernikahan hanyalah sebuah persekutuan. Masing-masing harus saling mendorong satu sama lain. Beberapa orang salah mengerti, dan itulah sebabnya mengapa suatu pernikahan tidak berhasil. Tetapi, Anda harus menjadi seseorang yang pengertian dan mencoba untuk mempertimbangkan. Setelah melewati banyak percobaan dan keragu-raguan, tetapi tidak ada hasil yang dicapai dalam perkembangan spiritual Anda, maka tentukan jalan apa yang layak untuk Anda dan pasangan Anda.
    
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret Internasional Lima Hari, Long Beach, California, Amerika Serikat, 28 Desember 1996
(Asal bahasa Inggris)
Jadilah seseorang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan oleh pasangan Anda, daripada menjadikan pasangan Anda seperti yang Anda inginkan. Jadilah seseorang. Jika Anda ingin suami Anda menjadi romantis, mengapa Anda tidak menjadi romantis juga? Kemudian dia akan belajar, dia akan bekerja sama. Atau jika Anda ingin istri Anda menjadi baik dan romantis, lalu katakan kepadanya apa yang Anda inginkan darinya, katakan kepadanya apa yang Anda sukai, atau berikan petunjuk dengan cara yang istimewa. Bekerjalah pada hubungan suami istri Anda dan lakukan yang terbaik dalam diri masing-masing. Hal inilah yang terbaik.
 
Lakukan yang Terbaik Untuk Menjaga Pernikahan Anda
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Universitas California, Irvine, California, 2 Juni 1998 (Asal bahasa Inggris)
T:  Apakah pendapat Anda mengenai perceraian?
G:  Itu buruk, perceraian adalah penyelesaian terakhir dari hubungan kasih. Dan hal itu seharusnya tidak terjadi sama sekali. Tetapi, sangat sulit untuk memecahkan masalah itu satu sama lainnya, karena laki-laki dan perempuan sangat berbeda. Laki-laki lebih dingin, lebih langsung, sederhana; sedangkan perempuan lebih sentimental dan romantis. Jadi, sifat agresif dan keindahan sulit untuk bercampur dengan baik, tetapi ada beberapa cara untuk mendamaikan satu sama lainnya. Ada konsultasi pernikahan, dan ada buku-buku tentang masalah itu. Dan tentunya ada meditasi yang akan mendamaikan berbagai macam perbedaan. Anda akan melihat bahwa Anda berdua akan berubah dan lebih mengasihi, lebih pengertian, dan tuntutan Anda semakin berkurang. Jika kalian berdua berada di tingkatan yang hampir sama, meskipun masih ada konflik, akan tetapi Anda akan tetap saling mencintai. Anda tidak akan sampai mengambil jalan perceraian, tidak seperti orang lain yang tidak berlatih kedamaian batin. Mereka akan lebih sering melakukannya.
Saya tidak akan menceraikan suami saya jika saya telah tercerahkan pada waktu itu. Saya beritahu Anda, dia adalah laki-laki yang paling baik, dan dia tetap demikian sampai sekarang. Tetapi, sekarang dia adalah suami terbaik milik orang lain. Setelah tercerahkan, Anda akan belajar untuk lebih menghargai pasangan Anda. Banyak masalah dalam keluarga yang hilang setelah inisiasi, dan jika pasangan itu bermeditasi bersama. Meditasi benar-benar membantu, karena Anda menyadari bahwa Anda berdua adalah Tuhan. Cinta kasih dalam diri Anda akan bersemi ke luar dan meluas sehingga dapat menutupi semua perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Anda akan belajar untuk saling mencintai, dan bahkan saling menghormati seperti Tuhan. Di samping cinta kasih secara fisik, ada yang lain, cinta kasih yang suci yang akan mengikat Anda satu sama lain. Hal ini akan membuat Anda semakin saling mencintai, semakin bertanggung jawab, dan lebih sensitif akan perasaan serta kebutuhan masing-masing.
 
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai
Singapura, 10 Maret 1993 (Asal bahasa Inggris)
Masalah pribadi atau masalah keluarga sepertinya tidak ada hubungannya dengan dunia spiritual. Tetapi, mereka sebenarnya saling berhubungan. Karena hal baik yang Anda dapat dari ajaran saya untuk bermeditasi dan menjadi orang suci dapat digunakan ketika kehidupan Anda dalam kesengsaraan, atau suami Anda dalam masalah dan kesepian, atau saat anak Anda merasa tidak bahagia karena keluarga yang berantakan. Saya hanya membawa Surga untuk Anda, sekarang; bukan neraka. Jadi, segala sesuatu yang ada di dunia ini, jika hal itu dapat membuat kehidupan Anda menjadi lebih baik, membuat lingkungan sekitar Anda lebih indah, dan dapat mempererat tali pernikahan Anda; maka gunakanlah, akan tetapi jangan sampai terikat olehnya, gunakan saja.
 
Menjadi Pasangan yang Baik
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai Florida, AS, 4 Oktober 1998
Kita mengharapkan agar pasangan kita menjadi ini atau itu, melakukan ini atau melakukan itu. Dan ketika mereka tidak melakukannya, maka kita menjadi kecewa. Ketika mereka tidak menjadi seseorang yang kita sukai, kita kemudian kecewa dan terluka sehingga membuat kita memutuskan hubungan itu. Tetapi, suatu hubungan bukan berarti bahwa Anda mengharapkan agar orang lain melakukan apa yang Anda inginkan. Sebaliknya Anda melakukan apa yang Anda inginkan untuk diri Anda sendiri, untuk menjadi diri Anda yang sebenarnya, untuk menunjukkan diri Anda yang sebenarnya, bagaimana baiknya diri Anda, bagaimana Anda mencitrakan diri Anda sendiri, dan jenis orang seperti apakah yang Anda inginkan dalam suatu hubungan atau pernikahan. Anda mungkin ingin menjadi seorang istri yang baik, seorang “istri yang super,” istri yang toleransi, atau istri yang setia. Tentukan apa peran yang Anda inginkan, dan jangan terus menuntut suami Anda, dia harus menjadi apa, bagaimana dia harus berbuat terhadap Anda atau bagaimana dia harus berbicara kepada Anda.
Jadi, itulah masalah dalam perkawinan, semuanya salah. Anda berpikir, “Baiklah, sekarang saya telah bertemu dengan dia, dan hidup saya berubah. Ini sangat luar biasa, dia akan membuat saya bahagia.” Hal ini tidak benar! Anda sendiri yang akan membuat diri Anda bahagia atau tidak dalam hubungan itu. Tetapi, sebagian besar waktu, kita mengharapkan pasangan kita untuk membuat kita bahagia, untuk menjadi seseorang yang kita inginkan menurut gambaran kita. Dan itulah masalahnya. Kita lupa untuk menjadi apa yang kita inginkan. Kita lupa untuk membuat semacam agenda yang idealis untuk diri kita sendiri. Sebaliknya, kita membuat agenda untuk pasangan kita, semacam perjanjian atau gambaran untuk pasangan kita. Dan kemudian keduanya mengharapkan cara yang sama, jadi itulah sebabnya mengapa suatu hubungan jadi berantakan.
Kita melihat semuanya dengan salah. Dalam situasi apa pun, kita hanya harus memeriksa diri kita sendiri. Apa yang akan kita lakukan dengan situasi ini? Kita akan menjadi apa? Apa yang ingin kita tunjukkan? Kebaikan apa yang ingin kita tampilkan pada pasangan kita atau pada dunia? Bukan pasangan itu yang harus menampilkan semuanya kepada kita. Apa pun yang ingin ia tampilkan, itu adalah masalahnya. Masalah kita hanyalah kita sendiri, selalu kita. Tetapi, banyak orang, ketika mereka menikah atau memiliki pasangan atau sahabat, mereka memberi semua perhatian mereka pada bagian yang lain: “Oh, dia salah melakukannya. Dia melakukannya dengan buruk.” Atau, “Dia tidak baik. Dia tidak sopan.” Lupakanlah itu! Kita harus memeriksa diri kita sendiri. Kita sendiri yang penting. Hubungan apa pun, situasi apa pun, ada untuk kita pelajari, bukan untuk orang lain. Orang lain hanya sebagai alat, sebuah alasan bagi kita untuk melatih kekuatan dan imajinasi kita tentang diri kita sendiri.
Itulah masalahnya. Itulah masalahnya mengapa perkawinan sering tidak berhasil. Jadi, periksa dan perbaiki pernikahan Anda. Ini bukan tentang suami Anda atau istri Anda, tetapi tentang Anda sendiri, Anda ingin menjadi jenis orang seperti apa, atau apa yang ingin Anda tunjukkan kepada dia dalam hubungan ini. Dan jika dia bereaksi baik karenanya, itu baik. Jika dia tidak bereaksi baik, maka tidak banyak yang dapat Anda lakukan dengannya. Tetapi, terus periksa diri sendiri, lihatlah apakah Anda masih seimbang, apakah Anda masih pada jalur yang baik, dan apakah Anda Oke atau tidak. Jika dia masih ingin tinggal bersama Anda, maka ia akan tinggal; jika dia ingin pergi, maka biarkan pergi. Anda tidak dapat berbuat banyak. Anda tidak dapat memberikan semua perhatian kepadanya dan kemudian kehilangan diri Anda sendiri. Anda tidak boleh terlalu memberi perhatian kepadanya, sehingga Anda terus berbuat salah. Setelah itu, maka ia akan lebih mengkritik, dan ini akan membuatnya semakin buruk!
 
Memelihara Sebuah Pernikahan yang Bahagia
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Phnom Penh, Kamboja,
23 Juli 1996
(Asal bahasa Inggris)
Biasanya orang akan berkata bahwa istri tetangga selalu terlihat lebih baik. Tetapi, saya tidak berpikir demikian. Penelitian mengatakan bahwa 90% laki-laki ingin menikah lagi dengan perempuan yang sama jika mereka bisa. Jadi, jangan bermain-main, merasa menyesal, dan jadilah orang yang berada di kelompok 90% itu. Itulah mengapa dari masa lampau hingga sekarang, semua Guru menganjurkan untuk setia hanya kepada satu pasangan. Karena mereka tahu, bagaimanapun juga Anda akan merasa menyesal.
Akan mengambil waktu yang lama untuk bergaul dan cocok dengan satu orang asing. Apakah dia perempuan atau laki-laki yang Anda cintai, atau apakah dia orang asing. Anda tidak akan pernah tahu mereka sebelumnya. Bahkan jika Anda mengetahui mereka sebagai teman sekolah atau sesuatu seperti itu, masih ada sesuatu di dalam yang tidak Anda ketahui sampai Anda benar-benar hidup bersama.
Karena ketika Anda kencan, pacaran, atau tunangan; Anda hanya berbagi kesenangan yang sama, tetapi Anda tidak khawatir tentang masalah yang sama. Ketika Anda pulang, maka masing-masing khawatir dengan masalahnya sendiri dan mengurus tanggung jawabnya sendiri. Anda hanya berbagi kesenangan ketika Anda bersama-sama. Jadi, persoalannya berbeda, lebih indah. Dan bahkan jika Anda bertengkar sedikit, karena jarak maupun kebiasaan untuk selalu bersama-sama, maka kalian dengan cepat dapat kembali lagi dan memaafkannya. Tetapi, sekali Anda hidup bersama, Anda harus berbagi tanggung jawab yang sama dan kegelisahan yang sama; kemudian sesuatu berjalan secara berbeda. Akan mengambil waktu yang lama untuk mendewasakan hubungan cinta kasih ini, untuk belajar kebiasaan masing-masing dan aspek-aspek terdalam dari dalam batin masing-masing.
Ini akan sejalan dengan waktu sehingga Anda akan terbiasa pada kekurangan masing-masing dan dengan kebiasaan “pulang yang lama,” “pulang larut,” atau “pulang cepat” ke rumah. Ya, hal-hal semacam itu. Akan memerlukan waktu yang lama untuk terbiasa dengannya. Dan sekali Anda menciptakan hubungan yang baik dengan masing-masing dan telah menguasai perbedaan dan sudah mencocokkannya, kemudian hal itu menjadi seperti ciptaan Anda sendiri. Hubungan Anda adalah ciptaan Anda sendiri, jadi Anda merasa baik. Seperti Anda telah membangun sebuah rumah untuk diri sendiri. Bahkan jika rumah itu tidak sebaik rumah tetangga, atau rumah itu kelihatan berbeda atau beberapa orang tidak menyukainya, itu tetap rumah Anda. Dan ketika Anda membangunnya dengan tangan Anda sendiri, maka Anda mencintainya. Anda merasa bahwa Anda menjadi bagian dari rumah itu. Jadi, itulah sebabnya jika Anda menceraikan istri atau suami yang sudah berhubungan lama, Anda pasti merasa sedih. Dan jika Anda mulai menjalin hubungan yang baru dengan orang lain, maka itu akan memerlukan waktu lagi, paling sedikit sepuluh tahun.
Baik, saya masih berusaha keras dengan semua “istri dan suami” saya, di Center ini. Saya masih belum mengenal mereka. Saya terkejut sepanjang waktu, mereka selalu memberi saya kejutan besar. Saya tidak dapat mengatakan bahwa saya sudah mengetahui mereka semuanya luar dan dalam. Saya mengetahui beberapa bagian dari mereka, tetapi saya tidak mengetahui mereka semuanya. Kepribadian mereka, bukan kualitas Ketuhanan dalam batin mereka. Juga, saya memiliki pelayan, tetapi kadang-kadang ketika saya mengubah yang satu, bahkan pelayan yang paling buruk, saya selalu merasa tidak enak. Saya harus mengajar mereka semuanya lagi, dan ini sangat melelahkan. Dan bagaimanapun buruknya pelayan yang terakhir, dia memiliki beberapa sifat yang baik juga. Saya telah terbiasa bergaul dengan sifat-sifatnya yang baik atau yang buruk, saya tahu bagaimana mengatasi sifat yang buruk dan menerima sifat yang baik. Dan sekarang kekurangan atau kebiasaan buruk yang baru telah hadir, dan saya harus berurusan dengan semua pelayan yang baru lagi. Ini mengasyikkan, tetapi melelahkan juga.
Ini serupa dengan suami istri. Karena ketika mereka pertama kali bersama-sama, mereka bersumpah untuk tetap mendampingi dan secara tulus ingin membangun sebuah rumah tangga bersama-sama. Mereka akan meletakkan semua hati dan pikiran mereka untuk membina hubungan dan rumah tangga. Mereka sangat tulus. Dan sekarang, mereka menjadi berjauhan satu sama lain. Sungguh, itulah sebabnya kita menyebut mereka ‘pasangan’ atau ‘setengah yang lain’ atau ‘setengah yang lebih baik.’ Jadi, setelah mereka berpisah, maka mereka menjadi setengah, mereka terbagi menjadi 50%. Dan pada umumnya mereka merasa ada sesuatu yang hilang. Dan untuk membangun rumah tangga atau hubungan dengan pasangan yang lain, maka tidak akan sama.
Setiap manusia memiliki sifat baik dan sifat buruk. Selalu ada kekurangan dalam setiap makhluk yang Anda temui. Kadang kala Anda membayangkan bahwa pasangan yang selanjutnya pasti lebih baik, atau istri tetangga lebih baik, tetapi kenyataan tidak seperti itu. Penelitian telah menunjukkan bahwa pada umumnya laki-laki ingin menikahi kembali perempuan yang sama, hal ini telah membuktikan bahwa agama, Alkitab, dan firman Tuhan adalah benar. Karena bagaimanapun juga, semua orang adalah Tuhan, apakah ia Tuhan perempuan atau Tuhan lelaki, mereka tetap Tuhan. Kita mungkin terbiasa dengan satu Tuhan. Setiap Tuhan memiliki sifat yang berbeda untuk membuat mereka sedikit berbeda. Pada akhirnya jika hubungan Anda menjadi renggang, atau jika sesuatu yang tidak baik terjadi dalam keluarga Anda, maka Anda harus berpikir kembali apakah Anda ingin menyingkirkan pasangan Anda. Jika iya, Anda mungkin akan berbuat kesalahan. Pikirkan apa yang akan terjadi jika ia benar-benar pergi. Jadi, jika Anda benar-benar tidak yakin, maka Anda dapat meninggalkan rumah untuk beberapa hari, pergi retret atau ke tempat seperti itu.
Orang-orang berkata bahwa semakin Anda menyerupai pasangan Anda, maka hubungan itu semakin baik. Ucapan itu berarti bahwa Anda saling mencintai dan tanpa Anda sadari kalian berdua saling menyerap kualitas diri masing-masing dan menjadi seperti satu. Bahkan perasaan Anda berubah. Itu seperti anjing, kucing, dan pemilik mereka yang terlihat persis seperti anjing dan kucing mereka. Karena mereka sangat mencintai anjing dan kucing mereka, maka mereka meniru ekspresi dari anjing dan kucing mereka. Sebagai contoh, mereka sepertinya menarik hidung mereka untuk membuatnya lebih panjang seperti seekor gajah jika mereka mencintai seekor gajah. (Tertawa) Saya telah melihat banyak orang yang mencintai hewan peliharaannya dan benar-benar terlihat seperti hewan peliharaannya. Anda mengetahuinya, Anda juga pernah melihatnya. Ketika orang berjalan di taman dengan hewan peliharaan mereka, Anda tidak dapat menyebutkan hewan itu milik siapa! Mereka berdua terlihat begitu sama. Dan mereka berdua bergaul dengan baik, anjing dan pemiliknya.
Hal ini sama dengan hubungan manusia. Semakin Anda terlihat serupa, maka hubungan kalian semakin baik. Pertama, karena kalian saling menyukai maka kalian terlihat serupa. Perasaan dan pikiran kalian sama, sehingga penampilan luar kalian berubah. Dan itulah sebabnya orang-orang setelah mereka berlatih Metode Quan Yin selalu terlihat lebih cantik. Hal ini wajar. Anda ingin menjadi Tuhan, dan Tuhan itu indah. Jadi, Anda berubah seperti Tuhan, dengan kualitas yang menyerupai malaikat. Itulah sebabnya ketika orang lain melihat Anda, mereka akan merasa bahwa Anda cantik meskipun Anda pincang, tidak memiliki kaki, botak, atau berjalan seperti orang bungkuk. Karena kualitas Ketuhanan dalam batin kita bersinar. Ia bersinar dan bersinar sehingga membuat setiap orang merasa nyaman. Itu karena Anda terlihat seperti Tuhan sekarang. Dan Tuhan menyerupai Tuhan, sejenis menarik yang sejenis.
Jadi, jika suatu pasangan terlihat serupa, maka setiap harinya mereka akan semakin saling mencintai. Mari kita amati: Kita paling mencintai diri kita sendiri. Bukankah demikian? Kita bercermin selama dua jam dan terus menyisir rambut kita yang tinggal beberapa helai, dan memelihara beberapa helai janggut, dan hal-hal semacam itu. Kita mencintai diri kita sendiri, dan itu benar. Masalah hanya muncul ketika kita membenci diri kita sendiri. Ini adalah hal yang paling berdosa yang dapat kita lakukan. Kita adalah Tuhan. Jika kita tidak bisa mencintai diri kita sendiri, maka orang lain juga tidak bisa. Dan jika kita tidak mencintai diri kita sendiri, maka kita berarti tidak mencintai Tuhan. Jika kita tidak dapat mencintai diri kita sendiri, maka kita tidak dapat mencintai orang lain. Jangan percaya jika ada orang yang mengatakan bahwa cintailah orang lain atau tetangga Anda terlebih dahulu sebelum Anda mencintai diri sendiri. Yang terutama adalah mencintai diri sendiri terlebih dahulu, setelah itu kita baru dapat mencintai tetangga kita.
Jika Anda tidak mencintai diri Anda sendiri, maka Anda tidak akan dapat mencintai orang lain dengan cara yang sama. Anda tidak mengetahui apa itu cinta kasih. Hanya jika Anda mencintai diri Anda sendiri dan dapat memelihara diri Anda sendiri, maka setelah itu Anda baru tahu apa yang disukai orang lain. Bagaimana rasanya mencintai diri sendiri dan mengurus diri sendiri, hal apa yang membuat diri Anda nyaman. Setelah itu, Anda baru bisa memberikan kenyamanan yang sama kepada orang lain, karena Anda mengetahui apa yang dapat membuat ia merasa nyaman. Setiap orang menyukai saya, karena saya tahu bagaimana mengurus diri saya sendiri. Saya tahu apa yang baik untuk saya. Dan saya mencintai diri saya sendiri seperti yang dapat Anda lihat. Jadi, ketika saya mengurus seseorang, dia menyukainya. Atau dia dipenuhi oleh cinta dan jatuh pingsan. Saya benar-benar tahu seperti apa dia, karena saya benar-benar tahu seperti apa saya.
Anda melihat bahwa apa pun yang saya pakai, Anda pasti menyukainya, benar? Itu karena saya tahu apa yang baik dipakai untuk membuat diri saya terlihat baik. Saya mencintai diri saya sendiri. Ini bukan berarti bahwa saya memanjakan diri saya sendiri, saya terlihat baik dalam segala hal, dan ini bukan karena pakaian itu mahal dan bukan karena pakaian saya tidak terlihat seperti pakaian Anda. Itu hanya saya tahu apa yang cocok bagi saya. Saya terlihat baik hampir dalam segala hal karena saya hanya memilih pakaian yang cocok untuk saya. Itu bukan karena saya membeli barang-barang yang mahal. Saya memakai barang-barang yang mahal juga, tetapi itu bukan berarti barang-barang yang mahal membuat saya terlihat baik. Segalanya dapat membuat saya terlihat baik. Dan saya terlihat baik dalam segalanya karena saya hanya membeli warna-warna yang saya sukai. Saya hanya memiliki perasaan bahwa itu akan baik untuk saya. Maka dari itulah terlihat baik. Saya senang membuat diri saya terlihat baik. Jika saya membelanjakan uang yang sama, mengapa saya harus membeli sesuatu yang membuat saya terlihat jelek? Saya harus menempuh kesulitan yang sama; mencuci, menyetrika, dan menghabiskan waktu untuk memakainya. Semuanya sama, lalu mengapa saya harus mengeluarkan uang untuk membuat diri saya terlihat jelek? Itulah prinsipnya.
Jadi, saya tahu bagaimana supaya terlihat baik dan bagaimana mengurus diri sendiri. Dan jika saya kebetulan mengurus orang lain, maka orang tersebut pasti juga akan merasa nyaman. Tidak ada hal lain kecuali merasa nyaman. Saya tidak berlebihan saat melakukannya. Semua yang saya lakukan adalah tepat dan cepat. Dan hal itu terlihat baik dan sempurna. Itu karena saya tahu hal apa yang saya suka saat orang lain sedang melakukannya untuk saya. Saya tidak suka omong kosong atau berbicara dalam waktu lama, melakukan sesuatu secara berlebihan dan berlimpahan terhadap orang. Langsung menuju sasaran.
Jadi, jika Anda sungguh dapat mengurus diri Anda dan mencintai diri Anda, maka tidak ada seorang pun yang tidak dapat Anda urus, dan tidak seorang pun yang tidak merasa nyaman di sekitar Anda, bahkan jika Anda tidak mengurus diri Anda. Karena mereka merasa Anda adalah tipe orang yang mereka inginkan, sangat mudah, tepat, sederhana, dan tidak pernah salah.
Jadi, cintailah diri Anda, uruslah diri Anda. Tetapi, jangan terlalu lama. Seseorang berkata kepada saya, “Anda selalu terlihat bahagia dan puas diri.” Saya kemudian menjawab, “Ya, saya terlihat baik, dan saya merasa baik. Saya baik!” Saya hanya merasa percaya diri. Mungkin saya tidak terlihat seperti wanita yang paling baik di dunia, tetapi saya terlihat baik. Jadi, buatlah diri Anda merasa baik. Kadang-kadang manjakan diri Anda, bahkan pada saat Anda sibuk. Dan kadang-kadang luangkan waktu untuk diri sendiri. Karena Anda adalah orang yang paling berharga di planet ini. Semuanya juga. Anda hanya memiliki nilai diri Anda sendiri untuk diurus; orang lain berharga, tetapi itu urusan mereka. Jadi, diri Andalah yang paling berharga. Uruslah diri Anda karena Anda adalah Tuhan. Baik-baiklah, jadilah baik dan mulia. Raihlah apa yang Anda cita-citakan.
 
Penuhi Tanggung Jawab Anda Sebagai Pasangan dalam Pernikahan
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Hsihu, Formosa,
21 Januari 1996
(Asal bahasa China)
Meskipun saya mengajarkan Anda tentang keterampilan kosmetik dan keindahan, akan tetapi hal ini hanya untuk mengingatkan Anda bahwa Anda seharusnya melakukan yang terbaik untuk memelihara diri sendiri dan mengekspresikan aspek-aspek keindahan dalam diri Anda. Meskipun demikian, hal ini tetap tidak dapat menjamin bahwa pernikahan Anda pasti akan bahagia atau memuaskan. Ini semua karena karma yang dapat menciptakan keadaan yang berbeda dari apa yang kita harapkan. Karena itu, jika kita telah mengupayakan yang terbaik, akan tetapi pernikahan kita masih belum berhasil juga, maka kita seharusnya tetap berterima kasih kepada Tuhan karena Ia telah membebaskan kita. Tidak ada yang perlu dikeluhkan.
Jika kita belum memenuhi kewajiban kita dalam pernikahan, dalam suatu kasus ketika pernikahan itu gagal, maka kita akan merasa gelisah dalam hati. Kita akan berpikir bahwa mungkin ini adalah kesalahan kita, mungkin kita belum melakukannya dengan baik, masakan kita tidak enak, atau kita tidak mempercantik diri kita untuk menyenangkan suami kita. Itulah sebabnya kita harus melakukan segalanya sebaik mungkin. Bagaimanapun, itu tidak berarti bahwa setelah kita melakukan segalanya dengan baik, maka suami kita tidak akan meninggalkan kita. Tidak seorang pun yang dapat menjamin hal-hal seperti ini.
Dalam hal yang sama, jika suami Anda adalah seorang yang sempurna dan juga sangat lemah lembut, ini tidak berarti bahwa istrinya pasti tidak akan meninggalkan dia. Halangan karma dalam dunia ini sangat sulit untuk ditentukan. Karena itu, lakukanlah yang terbaik untuk memenuhi kewajiban serta tanggung jawab kita untuk membuat pikiran kita damai. Seandainya sesuatu benar-benar terjadi, maka kesadaran kita akan tetap tenang. Kita dapat menghadapi hati nurani kita apa adanya, karena kita tahu bahwa kita telah memenuhi tugas-tugas kita, dan telah menyelesaikan semua yang harus kita kerjakan dengan baik.
Maka dari itu, tidak berarti bahwa setelah saya mengajar Anda keterampilan kosmetik dan keindahan, maka pernikahan Anda dijamin akan menjadi pernikahan yang memuaskan. Tidak seorang pun yang dapat menjamin akan hal ini. Sebagian besar benda-benda di dunia ini tidak abadi. Oleh karena itu, dalam melakukan segala sesuatu, kita hanya melakukan yang terbaik untuk memenuhi kewajiban kita, seperti saat kita sedang melindungi pernikahan kita. Kemudian, apa pun yang terjadi, kita tahu bahwa ini sudah direncanakan oleh Tuhan, oleh takdir. Kita tidak perlu mengharapkan sesuatu, menyalahkan seseorang, merasa sedih dan gelisah, atau terikat pada sesuatu. Di samping itu, ketika kita sudah menyelesaikan semuanya dengan baik, bahkan jika pernikahan kita telah gagal, kita masih akan menjadi orang yang puas. Ini adalah hal yang terpenting.
 
Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar