Minggu, 18 Maret 2012

Ayat yang Memungkinkan Penjelajahan Ruang-Waktu


Pernahkah anda bermimpi atau membayangkan dapat kembali ke masa lalu? atau dapat menyaksikan zaman hewan-hewan raksasa yang buas yang dikenal dengan sebutan Dinosaurus layaknya dalam film-film fiksi ilmiah yang dapat kita saksikan di layar lebar atau layar televisi? Pernahkah anda membayangkan bahwa semua cerita tersebut bisa terwujud? Atau anda hanya membayangkannya sebagai dongeng pengantar tidur? Semua memang masih merupakan perdebatan, jangankan di kalangan awam, bahkan di kalangan ahlinya sendiri-pun hal tersebut masih berupa wacana atau konsep yang memang belum seorang pun yang dapat membuktikan konsep atau teorinya tentang penjelajahan ruang-waktu.
Terlepas hal di atas masih berupa perdebatan atau bukan, saya ingin menunjukkan kepada anda ayat-ayat yang memungkinkan penjelajahan ruang-waktu berdasarkan penelaahan keawaman saya tentang tafsir-tafsir ayat Illahi.

Kemungkinan yang pertama, manusia bisa menembus ruang-waktu dengan kecepatan cahaya. Artinya, bahwa manusia harus menjadi cahaya itu sendiri, yang berarti pula manusia harus meluruh menjadi energi dan gelombang cahaya. Sehubungan dengan kondisi tersebut, diberlakukan syarat lain agar manusia dapat menjadi wujud sediakala ketika telah meluruh menjadi energi/gelombang cahaya yaitu dengan diseliputinya manusia dengan zat khusus, super khusus yang disebut telah diberkahi oleh Allah, hal ini dikabarkan dalam Surat Al-Isra ayat 1 :
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Aal-Isra : 1
Kemungkinan yang kedua, manusia bisa menembus ruang-waktu dengan cara menekuk lembaran waktu yang terhampar dan melengkung akibat dipengaruhi oleh gaya gravitasi benda langit. Hal ini dikabarkan dalam surat Al-Kahfi ayat 1
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya”. Al-Kahfi : 17
Kemungkinan yang ketiga, manusia bisa menembus ruang-waktu dengan cara memanfaatkan pasangan kontinuum ruang-waktu yang terus bergerak maju, artinya manusia harus menemukan kontinuum ruang waktu yang terus bergerak mundur. Hal ini dikabarkan dalam surat Yasin ayat 36 :
“Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasangan-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. Qs. Yaa Siin : 36.

Sepertinya tidak mungkin?

Wallahu a’lam bishowab

Oleh : Husnul Yakin Ali



Sumber : http://husnulyakin.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar