Sabtu, 24 Maret 2012

SMCH - Mendengarkan Bahasa Universal Jiwa

 Mendengarkan Bahasa Universal Jiwa
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, 23 Mei 1998, Meksiko City, Meksiko
(Asal bahasa Inggris)


 
Yesus meninggalkan kita hampir 2.000 tahun yang lalu, tetapi ajaran dan energi spiritual-Nya masih memberkati kita, dan membuat banyak dari kita suci dan berbudi, serta membuat kita selalu ingat kepada Tuhan. Saya baru saja membaca beberapa ajaran Guru hari ini, dan ajarannya sangat indah! Bahasa para Guru adalah bahasa cinta kasih, puitis, dan Surgawi. Saya telah menemukan banyak Guru agung berbicara bahasa yang hampir serupa. Saya tidak bermaksud bahasa asing yang sama, tetapi sejenis ekspresi yang sama: sangat puitis, sangat romantis, bahkan secara fisik sangat enak didengar telinga.
Kita sebaiknya selalu berbicara dengan bahasa seperti ini setiap hari. Tetapi sayangnya, terkadang kita lupa. Kadang kala kita harus berurusan satu sama lain atau dengan orang lain dengan cara yang lebih agresif dan kurang romantis. Hal ini sangat disesalkan oleh kita semua. Ketika kita dimabuk cinta, kita menjadi seperti penyair, musisi, bidadari atau seperti makhluk surgawi yang mulia. Kita melayang di udara; kita tidak berjalan. Kita bernapas dengan jiwa, bukan dengan pikiran. Kita berpikir dengan hati, bukan dengan otak, dan kita berbicara dengan bahasa cinta. Atau, kita bahkan tidak berbicara. Kita kadang tidak menginginkannya. Kita hanya ingin duduk di sana dan berpegangan tangan, seperti dua boneka!
Ada lelucon tentang orang yang sedang jatuh cinta. Dikatakan bahwa jika Anda ingin tahu apakah sepasang kekasih sedang jatuh cinta, Anda dapat mengamati mereka. Jika pasangan itu saling mencintai, mereka hanya duduk di sana, saling melihat ke dalam mata, berpegangan tangan atau tanpa berpegangan tangan, dan tanpa berbicara apa pun. Mereka hanya saling melihat dengan tenang, duduk di sana bersama-sama; hanya dengan bersama sudah sangat membahagiakan mereka. Tetapi, jika Anda melihat pasangan yang duduk di sana, mungkin banyak berbicara dengan suara keras, atau melihat ke arah yang berbeda, maka Anda tahu bahwa mereka bukan kekasih.
Guru Quetzalcoatl juga menyebutkan banyak tentang keheningan: “Diamlah sehingga Anda dapat melihat Cahaya dan musik batin atau suara batin.” Itulah yang dia katakan. Dia berkata jangan mengajarkan orang apa yang tidak Anda mengerti, karena itu kosong dan tanpa isi. Kita dapat mengulang kata-kata dari Guru di masa lampau, tetapi jika kita tidak memiliki kesadaran spiritual dalam batin, maka kata-kata kita kosong. Kita-kata kita mungkin terdengar sama, tetapi tidak secara puitis dikaruniai dengan cinta kasih, dan tidak diberi kuasa dengan berkat Tuhan, sehingga kata-kata yang kosong itu gagal menyadarkan jiwa kita yang terdalam yang beristirahat, dan tidak membantu kita terangkat.
Itulah mengapa Guru menyuruh semua orang untuk diam, jika mereka tidak tahu. Kata-katanya, meskipun dari beberapa ribu tahun yang lalu, masih benar sampai hari ini. Dan sangat indah! Jika kita berbicara dengan bahasa seperti ini setiap hari untuk mengajar orang lain, kita tidak akan pernah harus mengalami Perang Dunia I, Perang Dunia II atau perang apa pun. Jika tidak dapat berbicara kata-kata bijaksana, maka lebih baik kita diam.
Bahasa yang terbaik adalah bahasa jiwa, suara batin atau suara Surgawi dalam batin. Itulah mengapa kapan pun kita merasa lelah akan perlakuan kejam dunia, ketika kita lelah akan perjuangan yang tanpa akhir untuk bertahan hidup, ketika kita lelah akan kelelahan mental, dan kita duduk melakukan Quan Yin untuk beberapa saat, maka kita akan merasa tenang serta bebas dari keadaan berat yang telah membelenggu jiwa batin kita. Kadang kala kita merasa sangat gelisah karena gangguan fisik, lingkungan yang berpolusi, atau pekerjaan dan profesi yang penuh tekanan. Tetapi, saat kita mendengarkan musik batin, ajaran Tuhan dalam batin atau suara batin, kita akan merasa damai dan tenteram dengan segera.
 
Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar