Minggu, 18 Maret 2012

SMCH - Menjinakkan Pikiran


 


Menjinakkan Pikiran
Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiRetret Internasional Tiga Hari di Norfolk, Inggris, 11 Juni 1999 (Asal dalam bahasa Inggris)
 
T: Saya benar-benar sangat tegang dan benar-benar bergulat, bergulat, dan bergulat.
G: Bergulat dengan apa?
T: Hanya dengan meditasi.
G: Oke. Jangan menjadikan meditasi semacam pekerjaan; jadikanlah sebagai waktu untuk bersantai. Katakan kepada pikiran Anda bahwa ia tidak perlu melakukan apapun, ia hanya harus duduk santai saja di sana. Dan jika Anda tidak bisa duduk terlalu lama, Anda bisa berbaring dan beristirahat. Jadikanlah itu menyenangkan.
Anda bisa menaruh setangkai bunga di depan dan mengenakan pakaian bagus. Buatlah seperti sebuah upacara jika itu dapat membuat Anda merasa lebih baik. Itulah mengapa beberapa orang memasang dupa, bunga, dan lainnya; hanya untuk menyenangkan pikiran. Apapun yang dapat membuat meditasi Anda menyenangkan, maka Anda boleh melakukannya. Bersenang-senanglah! Anda boleh berbaring dan beristirahat, tetapi pada saat yang sama, berkonsentrasilah di mata kebijaksanaan.
Pertama-tama jadikanlah itu menyenangkan. Jangan menjadikannya terlalu berat bagi pikiran, karena dia tidak menyukainya. Dia tidak senang bekerja. Dan jika Anda terlalu serius, maka pikiran akan memberontak dan berpikir, “Saya tidak menyukainya. Saya ingin bersenang-senang; saya ingin pergi ke luar; saya ingin mendengarkan musik atau minum kopi bersama teman-teman. Saya tidak mau duduk di sini.”
Oleh karena itu, jadikanlah itu menyenangkan. Undang beberapa teman baik atau inisiat ke rumah Anda. Atau pergilah ke rumah mereka untuk minum kopi, mengobrol, atau mengerjakan sesuatu bersama-sama. Anda kemudian dapat duduk bersama, seolah-olah Anda adalah bagian dari permainan itu atau bagian dari acara itu. Itulah permulaannya. Nantinya, Anda akan terbiasa dengannya, dan Anda tidak memerlukan permainan itu lagi. Anda bisa duduk di mana saja dan merasa nyaman.
Pertama, santaikan pikiran Anda. Kebanyakan dari kita sangat tidak sabar untuk menjadi seorang Buddha, dan itulah mengapa kita mendapat masalah. Kita masih bergulat antara jiwa dengan pikiran. Jiwa kita ingin bermeditasi, tetapi pikiran kita ingin bermain-main. Jadi kita bisa memberinya hadiah. Setelah Anda bermeditasi dengan baik, berikanlah beberapa makanan favorit Anda. Ajaklah diri Anda berjalan-jalan atau mengunjungi pacar Anda; lakukan sesuatu yang menyenangkan setelah itu. Setelah itu otak Anda akan tahu, “Oke, itu baik.” Latihlah otak Anda persis seperti Anda melatih anjing. [Tertawa] Anda tahu bagaimana melatih anjing? Ketika anjing itu melakukan sesuatu yang bagus, maka Anda memberinya hadiah. Itulah bagaimana dia menjadi semakin baik dan baik.
Pikiran kita kadang menyusahkan! Kadang kala Anda sungguh merasa tidak ingin bermeditasi, maka tinggalkan saja. Jangan paksakan diri Anda terlalu keras. Lakukan saja hal yang lain: berlari atau gerak badan sedikit. Dan ketika Anda lelah, maka Anda akan suka duduk. Dengan begitu pikiran Anda tidak akan membuat masalah lagi. Sebenarnya, itulah masalahnya ketika kita sendirian: Kadang pikiran sering memperdaya kita. Dan jika kita tidak memiliki seseorang untuk membesarkan hati kita atau berpegangan tangan, maka kita tidak dapat melakukannya dengan begitu cepat. Itulah mengapa kita membutuhkan seorang guru dan teman sepelatihan. Kita dapat menyampaikan masalah kita kepada mereka, dan mereka mungkin dapat membantu Anda.
Maka usahakanlah datang ke meditasi kelompok sesering mungkin. Anda dapat membicarakan persoalan itu dengan rekan praktisi. Bersahabatlah dengan mereka, undanglah mereka untuk minum kopi atau teh di rumah Anda, dan sebaliknya. Jadikan itu menyenangkan. Dan Anda juga dapat pergi bersama-sama atau bersenang-senang. Pergi menonton bioskop atau melakukan sesuatu bersama-sama sehingga meditasi Anda menjadi bagian dari persahabatan dan hobby. Pada mulanya, bagi beberapa orang, hal itu masih diperlukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Lalu berikan sedikit kepadanya; jangan terlalu keras padanya.
Sebagian orang tidak memerlukannya. Mereka senang bermeditasi, maka itu mudah. Tetapi meskipun begitu, ketika kita memasuki sebagian tahap meditasi, kita kadang-kadang terhenti di sana. Kita tiba-tiba merasa tidak ingin bermeditasi lagi. Kita tidak menginginkan apapun yang seperti itu. Kita merasa sudah cukup berhubungan dengan para Buddha (Makhluk-makhluk Tercerahkan) dan hal-hal seperti itu. Tetapi itu hanyalah sementara. Nantinya, ketika Anda mempunyai teman, atau saat Anda membaca beberapa buku rohanimendengarkan beberapa kaset rohani ataupun membaca beberapa Kitab Suci ajaran Buddha, “mungkin itu terlalu jauh“ tapi beberapa buku kontemporer tentang kehidupan dan kematian, tentang meditasi, dan tentang pengalaman Surgawi orang lain; lalu Anda akan sedikit terdorong dan ingin mendapatkan pengalaman yang sama. Setelah itu Anda akan berusaha lagi.
Kita harus menemukan satu cara untuk melakukan berbagai hal, yang sesuai dengan langkah kehidupan kita, gaya hidup kita, pemikiran kita, dan juga semua kebiasaan kita. Kebiasaan sulit diubah, akan tetapi kita tetap harus melakukannya pelan-pelan jika kita tidak dapat melakukannya dengan cepat.

Pikiran Terbaik adalah Memikirkan Tuhan 
Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiHsihu, Formosa, 25 September 1991
(Asal dalam bahasa Inggris) 
Anda tahu bahwa pikiran itu sangat penting dan sangat kuat – merupakan keberadaan dan kualitas Tuhan - sehingga pada saat itu, atau setidaknya ketika kita bermeditasi, atau saat kita ingat Tuhan; maka pikiran kita akan menjadi suci, murni, dan tanpa syarat sehingga kita tidak menciptakan apapun yang buruk - hanya getaran yang suci dan berkah yang kuat.
Jadi ketika semua berkah yang tercipta dari kekuatan positif kita; serta yang berasal dari orang lain yang berlatih dan memiliki pikiran yang sama, berkah yang sama, dan kekuatan yang sama, maka kekuatan yang sejenis ini akan saling menarik dan menciptakan suatu kekuatan yang dahsyat yang dapat mengalahkan segala pengaruh jahat dan negatif di dunia ini.
Dan inilah bagaimana dunia ini menjadi murni dan maju dari hari ke hari. Itulah bagaimana kita membantu dunia bahkan tanpa harus melakukan kegiatan sosial, tanpa harus pergi berkotbah. Ya, tentu saja ketika kita pergi berkotbah kita juga membawa sedikit getaran batin yang tinggi ke dalam pikiran para hadirin dan mengangkat mereka sebentar, atau mungkin permanen, atau mungkin untuk jangka waktu yang lama. Mereka mungkin pulang ke rumah dengan membawa serta getaran-getaran ini dan memperkaya diri mereka serta menjadi stabil karena atmosfer suci ini. Mereka kemudian menjadi suci, murni, dan stabil. Tetapi itu membutuhkan seseorang yang kuat untuk dapat melakukannya. Kalau tidak, bukannya kita yang mempengaruhi orang-orang itu, sebaliknya kitalah yang akan dipengaruhi oleh mereka. Karena dengan banyaknya hadirin berarti ada lebih banyak pikiran, sedangkan kita hanya mempunyai satu pikiran. Jika kita tidak cukup kuat untuk menutupi semua pikiran itu, maka merekalah yang akan menggulung kita, dan kita kemudian berada di dalam bahaya.
Meskipun begitu, kita tidak perlu melakukan itu. Kita dapat duduk saja di sudut, di sudut kamar tidur kita yang tenang dan mengirimkan pikiran-pikiran baik, getaran-getaran baik, berkah-berkah kuat kita ke seluruh dunia dan alam semesta. Itulah mengapa kita harus bermeditasi untuk memurnikan pikiran-pikiran kita.
Setiap kali kita ingat akan Tuhan, setiap kali kita ingat akan Nama-nama Suci, kita dipenuhi dengan kemurnian, kesucian, dan berkah. Dan siapapun yang berada di tingkat kesadaran yang sama dengan kita juga akan bersatu dengan kita pada saat itu. Dan kita menambah kekuatan positif itu ke sini untuk memurnikan dunia dan menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik, serta untuk membantu mereka yang mempunyai pikiran yang sama dengan kita agar mereka menjadi semakin kuat, serta untuk membantu mereka yang berhubungan dengan kita mempunyai lebih banyak kekuatan untuk mengangkat diri mereka ke atas. Itulah jalan terbaik untuk membantu dunia.
Tentu saja, ketika kita membantu dunia, kita membantu diri kita sendiri, karena kita hidup di dalamnya. Semakin bersih atmosfernya, maka akan semakin baik untuk kita, bukan hanya untuk para tetangga kita. Jadi membantu sesama berarti membantu diri kita sendiri. Setiap saat kita seharusnya membangkitkan pikiran yang murni, penuh kasih, dan baik - sepanjang waktu - tanpa pamrih. Inilah jalan terbaik. Sekalipun kita belum mencapai tingkatan Para Suci atau tingkat Bodhisattva yang sangat agung atau Buddha, setidaknya kita harus menjaga diri kita agar tetap murni dan tidak terpengaruh oleh kekuatan negatif di sekeliling kita. Karena di dunia ini ada banyak orang yang tidak berlatih serta tidak memiliki keyakinan sejati terhadap Tuhan, maka mereka menciptakan pikiran-pikiran buruk sepanjang waktu dan mengotori lingkungan kita dengan pikiran, perbuatan, dan ucapan mereka.
Jika kita tidak dilindungi oleh suatu perlindungan suci, oleh perlindungan mental kita sendiri, dan oleh kemurnian serta niat baik kita sendiri, maka kita akan terhanyut oleh kekuatan negatif yang sangat besar di sekeliling kita. Itulah mengapa kita harus selalu mengulang Nama-nama Suci Tuhan yang diisi oleh Kekuatan Guru pada saat kita diinisiasi. Itulah yang kita sebut garis silsilah rohani, atau garis keturunan Dharma. Jika kita tidak mempunyai garis keturunan atau garis silsilah itu maka Nama-nama itu tidak mempunyai arti; tidak memiliki kekuatan.
Benar-benar demikian. Persis seperti kenyamanan jasmani. Seseorang yang tidak mempunyai uang tidak akan dapat memberi uang kepada orang lain. Walaupun dia menanda-tangani cek, akan tetapi cek tersebut tetap kosong - tanpa uang, tanpa rekening bank yang mendukung ceknya. Demikian pula orang yang kosong kerohaniannya, mereka tidak dapat mengisi orang lain dengan kekuatan rohani dan tidak dapat membangkitkan kekuatan rohani orang lain. Walaupun kekuatan rohani tidak terlihat, tetapi itu ada. Kekuatan itu ada dalam diri Orang Suci atau Guru untuk membangunkan kembali kekuatan rohani yang ada di dalam diri orang lain. Kalau tidak, tidak mungkin tiba–tiba ada di sana dan menyala sendiri. Walaupun api berasal dari kayu, tetapi api membutuhkan sesuatu seperti sepotong kayu bakar yang lain untuk membuat api itu menyala.
Sama kasusnya, seorang Guru adalah seseorang yang telah mengembangkan kekuatan rohani-Nya sendiri, Beliau dapat mempengaruhi ribuan, jutaan orang di seluruh dunia dan seluruh semesta. Semakin kuat Guru itu, semakin luas pengaruhnya. Dan kita dapat mengetahuinya saat kita berhubungan dengan Guru tersebut. Kita merasa sangat tenang ketika kita duduk bersama Guru rohani. Jika kita pergi bersama orang lain seperti orang jahat atau orang kejam, maka kita akan merasa sangat gelisah dan takut. Inilah pengaruh dari kualitas batin yang tidak terlihat, yang tidak dapat kita ceritakan, tetapi dapat kita rasakan. 
Jadi kita seharusnya hidup sesuai dengan standar Guru. Kita harus meditasi dan memurnikan pikiran kita. Pikiran yang terbaik adalah tanpa-pikiran. Oleh sebab itu, jika Anda mengulang Nama-nama Suci Tuhan, itu sudah cukup. Itulah pikiran yang terbaik; sangat netral, suci, dan penuh kekuatan. Pada saat itu Anda tidak perlu mengingat pikiran sehari-hari, pikiran duniawi. Karena betapapun baiknya kita berpikir, kadang kita masih dipengaruhi oleh adat istiadat negara kita, oleh berbagai kebiasaan dan kecenderungan masyarakat setempat. 
Oleh sebab itu, pikiran yang terbaik adalah memikirkan Tuhan. Karena Tuhan itu Maha Kuasa dan Kuat. Tuhan dapat melakukan segalanya. Itu berarti pada saat itu kita menyerahkan kehendak kita kepada kehendak Tuhan. Membiarkan Tuhan yang mengatur alam semesta, dan setelah itu kita akan merasa tanpa beban.
 



Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar