Minggu, 18 Maret 2012

SMCH - Kebenaran Tentang Doktrin Islam






 Kebenaran Tentang Doktrin Islam
Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiTaipei, Formosa, 6 Maret 1989 (Asal bahasa China)

Saya menemukan kalimat yang sangat berarti di dalam Alquran yang mengatakan: Jadilah seorang tamu yang baik di atas Bumi. Dan Jalankan kehidupan yang berwarna. Pernyataan dalam Alquran ini benar-benar mengesankan saya. Kita dulu berpikir bahwa hanya agama Buddha yang menitikberatkan tentang ketidakabadian dari dunia ini, dan kita hidup di sini hanya sementara dan kita akan berangkat setelahnya. Kita tidak tahu bahwa Alquran menyebutkan gagasan yang sama. Oleh sebab itu, mengapa kita masih berdebat tentang agama apa yang terbaik? Kita membaca satu kalimat dan penemuan ini sangat berarti. Pendek tetapi sempurna! Sedangkan kita di sini, kita sebaiknya menjalani hidup yang berarti, bebas, dan berwarna. 
Alquran juga menyinggung tentang Suara. Muhammad menyebutkannya, begitu juga para murid-Nya. Ketika mereka mendengar bunyi seruling, kebijaksanaan mereka terbuka dan mereka mengetahui segalanya. Mereka menjadi sangat santai, bahagia, dan bebas! Maksud mereka bukanlah bunyi seruling di dunia luar. Kita praktisi Metode Quan Yin tahu bahwa ini adalah Suara dari tingkatan yang tinggi. Misalkan kita adalah umat Islam, tetapi kita belum pernah mendengar bunyi seruling itu di dalam, maka kita tentu saja tidak dapat mengerti apa yang dimaksud oleh Alquran. 
Di Alkitab, Yesus Kristus berkata: Engkau mendengar Suara angin, tetapi engkau tidak tahu dari mana angin itu berasal, dan ke mana ia akan pergi! Bunyi ini melambangkan kualitas yang ada di mana-mana. Jika kita mendengar Suara Ilahi yang berada di mana-mana ini, maka kita akan mengetahui sifat Omnipresent (Tathagata). Bagian lain adalah Cahaya Tuhan. Kita tidak tahu dari mana Ia datang dan ke mana Ia pergi. Cahaya ini juga merupakan kualitas yang berada di mana-mana. Menjadi Omnipresent berarti bahwa kita tidak tahu dari mana Ia datang dan ke mana Ia pergi. 
Menjadi Omnipresent (Tathagata) tidak berarti bahwa kita harus melihat seseorang, Buddha Amitabha atau Buddha Shakyamuni. Memang seharusnya Buddha Shakyamuni menyebut diri-Nya sebagai “Tathagata,” tetapi Beliau juga menerangkan bahwa Beliau adalah jari yang menunjuk kepada Kebenaran. Tathagata adalah pengalaman batin, kualitas yang berada di mana-mana. Jika kita melihat kualitas Omnipresent ini, maka kebijaksanaan kita akan terbuka, karma kita semuanya akan pergi, dan kita benar-benar bebas. Kita dapat mengerti sistem alam semesta dan rahasia dari seluruh ciptaan. Pada akhirnya, kita akan menyadari perasaan satu dengan seluruh ciptaan. Kita akan mengetahui tingkatan Lao Tzu, dan kita benar-benar dapat memuji-Nya. Itu karena kita mempunyai pengalaman yang sama, dan dapat memberi bukti tentang Kebenaran di balik pernyataannya, “Semua ciptaan adalah satu!”

Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiSurabaya, Indonesia, 1 Maret 1993 (Asal bahasa Inggris)
T: Apakah Islam mengajarkan vegetarian, tetapi di dalam agama mereka, ada yang mengatakan bahwa mereka harus memberi kurban setiap tahun... 
G: Persembahan tidak berarti kurban. Kadang suatu terjemahan bisa saja salah, sehingga membuat beberapa orang salah paham tentang ajaran seorang Guru. Tidak ada Guru yang menginginkan darah sedikit pun! Untuk apa? Guru macam apa yang menginginkan darah makhluk yang lain? Apakah Anda mempercayainya? Apakah Anda akan melakukannya sekalipun Anda bukan seorang Guru?
Jika ada daging yang telah dibunuh oleh orang lain, mungkin Anda masih mau memakannya; tetapi jika Anda membunuh ayam atau kambing sendiri, Anda tentu tidak akan berani melakukannya. Bagaimana mungkin seorang Guru mengharapkan pengikut-Nya untuk melakukan pembunuhan berdarah seperti itu? Ini hanya sebuah kesalahpahaman saja. Saya akan mengatakan kepada Anda mengapa. Misalnya, setiap Guru mengatakan bahwa Anda harus mengorbankan segala yang Anda miliki kepada-Nya. Di Bhagavad Gita disebutkan: Berikan segalanya kepadaku; ingatlah aku seorang diri; cintailah aku seorang; serahkan segalanya hanya kepadaku dan jangan ada yang lain selain aku; berikan segala yang engkau miliki kepadaku: hidupmu, keluargamu, milikmu, berikan segalanya kepadaku. Tetapi, apakah Krishna pernah menerima satu sen pun dari Arjuna, apakah dia menginginkannya atau tidak? Tidak, dia tidak pernah mengambilnya! Jadi, itu hanyalah pepatah dari seorang Guru saja. “Berikan sapi jantanmu kepadaku, berikan mobilmu kepadaku, berikan kambingmu kepadaku, berikan emasmu kepadaku, berikan istri dan anakmu kepadaku; berikan segalanya kepadaku. Aku akan memelihara mereka.” Tetapi, dia tidak pernah menyentuh mereka. 
Hanya jiwa saja yang dapat Anda tawarkan di kaki Guru sebagai tanda ketaatan dan penyerahan, sebagai tanda kepercayaan Anda kepada Guru itu, sebagai tanda penghilangan ego: “Saya tidak mempunyai apa-apa, termasuk diri saya; segalanya adalah milik Guru.” Sekarang, setelah ribuan tahun, orang sudah lain menerjemahkannya: Anda harus mengorbankan anak domba Anda. Siapakah yang menginginkan persembahan seperti ini? Dapatkah Anda mempercayai ada manusia, apalagi seorang Guru yang mempunyai sifat yang penuh welas asih akan menyukai pembunuhan kambing dan meminum darah atau memakan dagingnya lalu merasa bahagia? Tidak! Dewasa ini, orang hanya membeli daging di pasar dan tidak melihat proses pembunuhan serta penderitaan yang dialami hewan. Mereka membelinya seperti membeli sepotong cokelat, dan memakannya tanpa merasakan penderitaan hewan. Tetapi, seorang Guru yang mempunyai cinta terhadap semua makhluk tidak mungkin meminta pengorbanan darah, apa Anda percaya? Siapa pun tidak akan mempercayainya!
    
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai
Paris, Prancis, 25 April 1993 (Asal bahasa Prancis dan Inggris) 
T: Pertanyaan ini tentang Kitab Suci: Saya sering ragu dengan Alkitab atau Alquran. Alkitab mengatakan bahwa “Aku adalah Tuhan yang pencemburu,” dan Kristus mengatakan, “Aku datang ke sini bukan untuk perdamaian, tetapi untuk perang.” Di Alquran juga dikatakan bahwa kita boleh perang dan mempunyai banyak istri. Apakah ini salah? 
G: Saya menyuruh Anda untuk menjalankan Lima Pantangan: Anda tidak boleh membunuh, melakukan pelanggaran seksual, harus vegetarian, tidak boleh mencuri, dan tidak boleh berjudi. Ini semua sangat sederhana untuk hidup Anda; ikuti saja, dan bermeditasi dua setengah jam. Buku lain yang Anda baca, saya tidak dapat bertanggung jawab. 
Tetapi, jika mereka sudah menjadi Islam, misalnya, tentu saja saya tidak akan memaksa mereka untuk mengubah hidup mereka. Misalkan, jika mereka sudah mempunyai sepuluh orang istri menurut tradisi mereka sebelum mereka mengenal saya, apakah saya harus menyuruh mereka untuk berpisah dengan istrinya? Mereka harmonis satu dengan yang lainnya; sepuluh orang istri itu hidup bersama, dan mereka tidak melukai siapa pun. 
Kita di sini tidak untuk mengubah dunia, tetapi untuk mengubah diri sendiri. Jika Islam seperti itu, lalu biarkan mereka sendiri. Dan jika mereka tidak “selingkuh” lagi; tidak berperang lagi, maka mereka dapat mengikuti saya. Jika mereka mau tetap berpegang pada sikap agresif mereka, lalu mereka dapat tinggal di luar lingkaran kita. 
Tak hanya Islam yang berperang, tetapi juga orang Kristen, orang Buddha, dan orang lain. Itu karena mereka telah salah mengerti akan doktrin dalam ajaran mereka. Buddha tidak pernah membuat perang, tetapi beberapa umat Buddha membuat perang. Kristus tidak mengatakan bahwa Dia datang untuk membuat perang. Apa yang Dia maksudkan adalah Dia tidak datang dengan perdamaian, tetapi dengan pedang. Dia mengatakan bahwa Dia akan memisahkan anak perempuan dengan ibunya, dan sebagainya. Maksud dari perkataan-Nya adalah Dia akan memotong ikatan karma; bahwa Dia datang dengan pedang kebijaksanaan; dan semua keterikatan terhadap keluarga akan ditiadakan. Oleh karena itu, sekalipun ayahnya makan daging, tetapi anaknya tetap seorang vegetarian. Dan misalnya, jika satu keluarga saling mencintai satu sama lain dan mengikat satu sama lain hanya dalam lingkup cinta yang sangat terbatas, tetapi setelah inisiasi mereka sebaliknya akan mencintai orang lain sama seperti mencintai anggota keluarganya sendiri, semua adalah saudara lelaki dan saudara perempuannya. Itulah maksudnya. 
Dan seperti yang Anda ketahui, hal ini sama dan juga terjadi di dalam kelompok kita. Sekalipun orangtua menggunakan kekuasaan mereka untuk memaksa anaknya memakan daging, maka mereka tidak akan mau memakannya. Jadi, itu sejenis “perang dengan orangtua.” Pada kasus itu, kejadiannya seperti itu. Tetapi, Kristus tidak pernah menganjurkan perang. Itulah sebabnya Dia berkata, “Berikan harta Kaisar kepada Kaisar,” dan ketika orang menyalibkan-Nya, Dia tidak pernah melawannya meskipun Dia dapat melakukannya. Dia mempunyai dukungan dari para pengikut-Nya, dan mereka mau menjadikan-Nya raja orang Yahudi, tetapi Dia tidak menginginkannya. Dia berkata, “Kerajaanku bukan di atas Bumi ini.” Oleh karena itu, Anda dapat melihat bahwa Kristus adalah seorang manusia yang cinta perdamaian. Perang yang Dia bicarakan adalah tentang perang jiwa dari para pengikut-Nya, mereka memerangi ilusi Maya, trik dan perangkap dari Maya, kekuatan Maya, ilusi, raja kegelapan yang mengikat kita dalam perbudakan. Kita berperang dengan itu. 
Biasanya saya tidak menyukai perdebatan intelektual, tetapi saya tahu bahwa Anda masih baru, oleh sebab itu saya akan berusaha sebaik mungkin untuk turun membimbing Anda. Kalau tidak, saya tidak menyukai perdebatan dan pergelutan intelektual. Sekarang, menurut Alquran, orang tidak boleh berkelahi, tidak boleh membuat perang, tetapi boleh membela diri mereka sendiri. Anda harus mempertimbangkan waktu dan situasi yang dialami Nabi Muhammad beserta para pengikut-Nya. Mereka dianiaya karena pada waktu itu tidak banyak orang yang mengerti apa itu seorang Guru yang hidup. Ini adalah alasan yang sama mengapa mereka membunuh Yesus, serta berusaha untuk membunuh Buddha. 
Hal ini juga terjadi hingga saat ini. Beberapa orang juga memfitnah saya dan membuat banyak masalah karena salah paham. Mereka tidak meluangkan waktu untuk mempelajari apa yang saya ajarkan. Mereka hanya mengambil satu dua kalimat, mungkin salah cetak atau salah menafsirkan, atau mereka hanya mendengar perkataan orang lain, lalu mereka mencoba mengacau. Tetapi, ini hanya sedikit dibandingkan dengan mayoritas yang baik, seperti Anda. Oleh karena itu, tidak ada masalah. 
Tetapi, ketika Nabi Muhammad hidup, sangatlah mengerikan. Mereka diikuti dan dianiaya di mana-mana. Oleh sebab itu, mereka harus membela diri sendiri. Dan akibatnya adalah muncul konsep “perang dan menikahkan banyak istri.” Karena ada banyak lelaki yang meninggal dalam pertempuran dan meninggalkan banyak janda serta anak yang tak terurus. Lalu Nabi Muhammad atau pemimpinnya berkata, “Ambil mereka dan pelihara mereka yang lemah dan yatim. Cintai mereka seperti istrimu sendiri atau anakmu sendiri.” Tentu saja! Tetapi, ini bukan berupa hubungan fisik. 
Misalnya, kadang kala suami atau istri dari inisiat telah meninggal, dan mereka meninggalkan banyak anak, lalu kita membawa mereka ke rumah inisiat yang lain dan memelihara mereka. Tetapi, ini bukan berarti hubungan fisik; hanya menjaga mereka seperti saudara laki-laki dan saudara perempuan saja, seperti anak mereka sendiri, suami atau istri mereka sendiri. Oleh karena itu, Nabi berkata, “Jika engkau membawa banyak istri ke dalam rumahmu, maka engkau harus memelihara mereka secara adil.” Di bawah kondisi itu, Anda dapat membawa banyak istri ke dalam rumah Anda. Misalnya, jika Anda memberi satu set perhiasan kepada istri Anda, maka Anda juga harus memberi yang lain sama rata. Lalu Anda dapat membawa mereka dan memelihara mereka. 
Itu seperti sistem keamanan zaman sekarang, sangat beradab. Jika Anda mau memungut seorang anak, lalu Anda harus menyatakan kepada pemerintah apakah Anda mempunyai cukup uang di bank, berapa banyak harta Anda, untuk melihat apakah Anda dapat memelihara anak itu. Anda lihat, itu sangat beradab, meskipun saat itu tidak ada hukum keamanan. Islam seperti itu. Jadi, jika kita mau mempelajari kitab suci, kita seharusnya mempelajarinya sampai akhir, sampai tidak ada perasaan ragu-ragu. Tetapi, jika kita hanya mengambil satu dua kalimat dan mengatakan: “Ini tidak baik, Islam tidak baik,” lalu kita akan mempunyai prasangka.





Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar