Minggu, 18 Maret 2012

SMCH - Mesias Telah Datang






Mesias Telah Datang
Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiCalifornia, Amerika Serikat, 19 Mei 1991 (Asal bahasa Inggris)

T: Apa pendapat Anda tentang Perjanjian Lama dan agama Yahudi? 
G: Itu baik, tetapi tolong jangan terus menunggu seorang Mesias, karena Dia telah datang berulang kali. Berdoalah supaya Anda dapat mengenali Mesias yang hidup sekarang; jangan berdoa dan menunggu kedatangan Mesias. Karena Dia tidak akan pernah datang jika Anda mengharapkan kedatangan-Nya seperti cara Anda berpikir. Sama seperti ketika Yesus datang, mereka juga mengharapkan kedatangan Mesias, tetapi mereka malah membunuh yang sudah ada. Kita selalu melakukan hal bodoh yang sama. 
Hal ini bukan berarti bahwa agama Yahudi itu jelek. Itu karena diri kita yang bodoh. Yesus juga pernah berjanji akan mengutus seorang penghibur. Ini berarti bahwa setelah Dia pergi, maka akan ada orang lain yang datang. Seseorang yang dapat menghibur kita berarti seseorang yang setara dengan-Nya, tetapi kita sebaliknya masih terus menunggu selama dua ribu tahun. Banyak Mesias yang datang dan pergi, tetapi kita di sini masih menunggu seseorang yang jatuh dari langit. Dia tidak akan pernah datang jika kita terus menunggu dengan cara seperti itu. 
Kita mendengar bahwa Yesus akan muncul lagi. Menurut Anda, dengan cara apa Dia akan datang? Dengan sayap, dengan janggut, atau dengan salib agar kita dapat mengenalinya? Bagaimana kita dapat mengenali-Nya jika Dia datang? Kita bahkan tidak tahu rupa Yesus seperti apa. Saat itu kita tidak berada di sana; atau mungkin kita di sana, tetapi kejadiannya sudah dua ribu tahun yang lalu, siapa yang mempunyai ingatan sebesar itu? [Gelak tawa] 
Yesus datang tidak dengan penampilan, tetapi dengan jiwa. Yesus dapat datang kepada siapa saja yang cukup cerdas dan yang membuka pintu yang benar untuk membiarkan diri-Nya masuk. Lalu kita akan menjadi seperti Yesus atau seperti Bapa. Maka pada saat itu, Yesus kembali lagi. Dia kembali setiap saat; kapan pun kita siap, Dia datang. Dia datang melalui Guru manapun yang dapat menampung kekuatan-Nya yang Maha Kuasa. Orang itu juga Yesus. Mungkin model rambutnya berbeda, atau mungkin memakai sepatu berhak tinggi, tetapi Dia tetap Yesus. [Gelak tawa dan tepuk tangan]

Setiap Guru Harus Mempunyai Kekuatan Kristus
 Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiSydney, Australia, 17 Maret 1993 (Asal bahasa Inggris)
T: Apakah Anda percaya bahwa Mesias tertinggi di alam semesta adalah Yesus, satu-satunya Anak Allah. Ia juga mengatakan, Aku adalah jalan, dan Kebenaran, dan hidup. Tiada orang yang sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku; bahwa tak seorang pun dapat masuk ke Surga, ke rumah Tuhan, tanpa melalui Yesus? 
G: Ya, ini benar. Setiap Guru mengatakan hal yang sama. “Yesus” adalah nama dari tubuh-Nya; sedangkan “Kristus” adalah gelar-Nya. Setiap Guru harus mempunyai kekuatan Kristus ini. Oleh karena itu, Yesus tidak pernah meninggal. Yesus bekerja melalui semua Guru, di segala abad, di segala zaman untuk membebaskan dan memberi pencerahan kepada kita yang masih gelap batin dan tertinggal di belakang. Yesus sendiri tidak dapat memberi pencerahan kepada kita jika Dia telah pergi. Tentu saja Dia dapat, sampai tingkatan tertentu, tetapi kita adalah manusia. Kita tidak dapat berhubungan dengan-Nya karena Dia berada di alam yang tinggi. Oleh karena itu, seorang Guru fisik diperlukan. Tetapi, kekuatan Kristus bekerja melalui fisik Guru manapun yang ada pada zaman itu. Oleh karena itu, ketika Yesus mengatakan bahwa Dia adalah satu-satunya jalan, Dia sedang membicarakan Kebenaran mutlak. Tetapi, itu berlaku pada semua Guru dan hanya pada saat Guru itu masih hidup. 
Saya tahu bahwa akan ada masalah jika kita terlalu berpegang teguh terhadap Alkitab. Sama dengan umat Buddha. Alkitab dan kitab suci adalah bukti nyata tentang Guru masa lampau, tetapi juga dapat menjadi penghalang yang berat bagi intelektual kita. Saya tahu itu sangat sulit. Saya hanya dapat berharap yang terbaik, dan saya hanya dapat sabar menunggu sampai Anda mengerti. Alkitab hanyalah catatan tentang Guru-Guru yang telah memberkahi planet kita. Kalau begitu apa yang terjadi pada masa sebelum dan setelah Yesus? Orang yang hidup setelah Yesus mungkin akan mengatakan: “Oke, setelah kita mendengar nama-Nya maka kita akan ditebus.” Tetapi, orang yang hidup satu miliar atau satu triliun tahun sebelum Yesus, apakah tidak ada seorang pun yang menyelamatkan mereka? Apakah Bapa kita begitu tak kenal ampun dan hanya mengutus satu orang Anak saja dan hanya sekali saja? Apakah Ia begitu kikir? 
Jika Yesus benar-benar menyelamatkan kita semua, coba jawab pertanyaan saya, mengapa kita masih gelap batin? Ada banyak hal yang tidak kita ketahui; surga, kita tidak dapat menghubunginya. Beberapa orang dapat; jika mereka berdoa sangat mendalam dan tulus kepada Yesus, mungkin Dia akan muncul kepada mereka dan mengajar mereka, tetapi sangat sedikit. Dia tidak muncul kepada kita semua. Tetapi, kepada murid saya, Dia melakukannya, karena kita tahu bagaimana cara untuk menghubungi Dia. Kita dapat naik sampai tingkatan-Nya dan mendapat ajaran-Nya secara langsung. Saya tidak mengajar sesuatu yang berbeda. Jika Anda ingin menemui Yesus dan Tuhan, saya dapat menolong Anda. Jika Anda ingin menemui Buddha, saya dapat menolong Anda, itu saja, daripada kita hanya berpegang teguh kepada catatan Guru masa lampau yang tidak kita mengerti.

Apakah Arti Kristus?
 Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiAthena, Yunani, 20 Mei 1999 
T: Apakah Arti Kristus?
G: Apakah ini bukan negara Kristen? [Gelak tawa] Baiklah, karena Anda berpura-pura untuk “tidak tahu,” maka saya juga akan berpura-pura bahwa saya mengetahui sesuatu dan menerangkannya kepada Anda supaya percakapan dapat berlangsung. [Gelak tawa] 
Kristus adalah nama lain untuk Kesadaran Ilahi. Ada banyak nama lain dari Kesadaran Ilahi ini. Jika seseorang tersadarkan, maka dia disebut umat “Kristus.” Itu adalah istilah Kristen. Di negara dan tradisi lain, mereka menyebut Kekuasaan yang sama dengan nama yang berbeda, dan oleh karena itu, kita mempunyai begitu banyak “agama” dan bahkan perang agama. Ini semua hanya karena istilah yang berbeda. Bagaimana cara menyebut “ibu” dalam bahasa Yunani? (P: mhtepa) Dalam bahasa Inggris “mother,” dalam bahasa Prancis “la mere,” dan dalam bahasa Jerman, “mutter.” semua mempunyai arti sama yang menunjuk kepada wanita yang melahirkan kita. Jadi, hanya masalah bahasa saja. 
Kita semua mempunyai Kristus dalam diri kita. Kita hanya harus mengingatnya lagi. Dan saya dapat menunjukkan kepada Anda bagaimana caranya. Jika Anda masih berpikir bahwa Yesus adalah makhluk lain yang berbeda dengan Anda, maka setelah Anda membangunkan kembali kekuatan Tuhan dalam diri Anda, Anda dapat melihat dan bertanya langsung kepada-Nya saat meditasi.

Yesus itu Manusia, dan Kristus itu Kekuatan
Tanya: Guru, mengenai Firman Tuhan - Dalam salah satu ayat kitab suci dikatakan bahwa keselamatan adalah karunia Tuhan, dan kita tidak dapat memperolehnya melalui berbuat kebajikan saja. Yesus wafat untuk menebus dosa kita dan Dia dapat memberikan kita kehidupan yang kekal dengan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Mohon Guru menjelaskan hal ini.Guru: Ya, keselamatan adalah karunia Tuhan. Kita tidak bisa memperolehnya melalui kedermawanan, melalui tindakan moral. Namun, hal tersebut bisa membantu. Tindakan itu dapat memberi kita kehidupan yang penuh kedamaian jika kita melakukan kebajikan dan bermoral, kita akan merasa lebih mantap, lebih berharga dan dalam usaha pencarian Tuhan, kita tidak akan menemukan banyak rintangan - tidak mempunyai perasaan berdosa yang menghalangi kita yang membuat kita resah, maka tindakan tersebut membantu. Tetapi, kita tidak dapat memperolehnya dengan hidup bermoral dan kedermawanan saja. Itu benar. Yesus mati untuk menebus dosa kita, itu pun benar.

Ketika Yesus masih hidup, Dia adalah Guru Sejati yang agung. Dia mengatakan bahwa jalan untuk mencapai Kerajaan Allah hanya melalui Dia. Ini berarti harus melalui seorang Guru Sejati Yang Masih Hidup. Dia tidak mengatakan bahwa Dia akan menjadi Guru Sejati selamanya. Dia berkata, "Selama Aku di dalam dunia, Akulah Terang Dunia (Yohanes 9:5)". Dan kemudian Dia berkata, "Jangan sedih, karena Aku akan mengirimkan seorang penghibur kepadamu." Itu berarti ada Guru Sejati lain yang akan datang.

Jiwa adalah abadi. Bagaimana mungkin Yesus mati? Dia akan hidup berulang-ulang melalui kita, melalui semua makhluk yang telah mencapai Pencerahan. Kita harus membuat diri kita seperti Yesus. Kemudian kita dapat menyatakan penyelamatan-Nya. Kita dapat membuktikan penyelamatan-Nya. Jika tidak, kalau kita hidup sehari-hari hanya dengan kegelapan batin, tingkat yang rendah, pikiran yang rendah, bagaimana bisa kita membuktikan bahwa Yesus telah menolong kita? Banyak orang menyatakan dirinya sebagai umat Kristen, namun mereka sendiri saling bertengkar. Begitu banyak pertumpahan darah karena agama Kristen atau karena yang disebut fanatisme. Mereka bukan umat Kristen yang sejati. Yesus tidak dapat menolong mereka. Mereka tidak dapat membuktikan kemurahan hati Yesus melalui tindakan mereka.

Jika kita ingin mengerti bahwa Yesus benar telah menolong kita, kita harus berada di tingkat kesucian. Jika tidak, kita hanya berdiskusi dan berbincang saja. Kita tidak tahu sedikit pun tentang Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat sungguh-sungguh mengerti, menghargai dan menghormati Dia?

Yesus adalah manusia, tetapi Kristus adalah kekuatannya. Sekarang kekuatan itu dapat dipindahkan kapan saja, ke mana saja, dan kepada siapa saja yang layak. Itu serupa dengan listrik yang mengalir melalui kabel, jika kabel itu bagus, tanpa masalah, dalam kondisi baik, dan jika ada stop kontaknya. Sekarang saya menawarkan kepada Anda suatu cara untuk dapat tersambung dengan Yesus Kristus, dengan kekuatan Kristus. Kemudian Anda akan mengerti siapakah Yesus itu, dan Anda akan sungguh-sungguh menghargai Dia. Jika tidak, saya kira kita hanya membicarakan Yesus Kristus, namun kita tidak mengerti dan kita tidak akan memperoleh pertolongan dari Dia.

Yesus mati demi umat manusia. Tapi, itu pada masa Dia masih hidup; karena ketika Guru Sejati masih hidup di Bumi, Guru Sejati itu akan mengambil alih karma dari umat-Nya, khususnya mereka yang percaya kepada Guru, dan lebih khusus lagi adalah murid-murid-Nya. Karma tersebut harus diselesaikan. Maka dari itu, Guru harus menderita demi murid-Nya, dan demi umat manusia di masa-Nya. Hal ini terwujud melalui tubuh-Nya. Oleh karena itu Dia mungkin akan menderita kesakitan, jatuh sakit atau disiksa dipaku kayu salib. Kadang kala mereka difitnah dan dihukum. Semua Guru Sejati harus menanggung hal demikian. Anda dapat mengamati sendiri, bahkan Sang Buddha, Yesus, dan banyak Guru Sejati yang lainnya, baik di Timur maupun di Barat, tak seorang pun pernah hidup dengan tenang tanpa penuntutan. Itulah yang dimaksud dengan seorang Guru Sejati berkorban demi umat manusia. Tetapi, hanya selama Dia mempunyai badan jasmani untuk menerima karma-karma, karena karma di dunia ini bersifat jasmani, maka Anda membutuhkan sebuah badan jasmani.

Oleh karena itu, seorang Guru Sejati harus mewujudkan diri ke dalam sebuah tubuh jasmani untuk memikul semua masalah dan penderitaan, kemudian menyelesaikannya. Karena Guru Sejati adalah tempat penampungan yang murah hati, maka tubuh-Nya dapat memikul segala beban. Tetapi, itu tidak berarti Dia tidak menderita sama sekali. Maka dari itu, Yesus menderita demi umat manusia - itu benar. Tetapi, hanya selama Dia berada di dunia ini saja. Setelah Dia, ada orang lain yang akan menggantikan-Nya untuk menderita. Beberapa Guru yang lain harus datang untuk menjaga generasi berikutnya. Jika tidak, bagaimana kita menjelaskan tentang penderitaan yang terus berkepanjangan di dunia ini? Jika Yesus telah menolong semua manusia, mengapa mereka masih hidup dalam kegelapan batin? Mengapa mereka masih saling membunuh, bahkan di antara umat Kristen? Jika Anda berkata kepada saya bahwa orang lain buta pengetahuan, tidak mengetahui nama besar Yesus Kristus, tidak hidup secara Kristen; maka mereka menderita, maka mereka bersengketa, saling membunuh, maka mereka jelek, saya akan terima, mungkin bisa saja terjadi demikian. Tetapi, jika itu terjadi di antara umat Kristen, apa penjelasan Anda? Mereka tahu tentang ajaran Kristus, mereka tahu doktrin-doktrin-Nya, mereka pergi ke Gereja, bahkan ada yang berkedudukan tinggi di Gereja. Mengapa mereka berbuat hal-hal seperti ini. Sekarang Yesus sudah pergi ke dunia lain, dan sedang mengerjakan pekerjaan yang lain. Sekarang, Kristus-Kristus lain telah datang untuk melanjutkan misi-Nya.

 
Kedatangan Yesus yang Kedua
Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiAthena, Yunani, 20 Mei 1999(Asal bahasa Inggris)
T: Apakah Anda percaya kepada penghakiman terakhir dan kedatangan Yesus yang kedua?
G: Penghakiman terakhir terjadi ketika kita meninggalkan pesawat fisik ini. Pada waktu itu, semua hal yang baik dan yang buruk yang telah kita lakukan dalam hidup ini akan nampak di hadapan kita dengan cepat. Kita akan berdiri sebagai hakim bagi diri kita sendiri, dan karena kita semua adalah Tuhan, jadi kita harus bertanggung jawab atas semua perbuatan yang kita lakukan atau belum kita lakukan selama keberadaan kita di sini. Dan mengenai kedatangan Yesus yang kedua: Dia datang setiap saat. Dia berada di dalam diri kita semua, dan jika kita membangun kekuatan Kristus ini, maka itu adalah kedatangan Yesus Kristus yang kedua.

Yesus dan Meditasi
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai
Sekarang kita lihat kehidupan Yesus. Dia tidak pergi ke gereja untuk berdoa, kecuali ketika Dia ke sana untuk berkhotbah atau untuk mengusir para pedagang atau memarahi para pendeta. Saya tidak pernah membaca sekalipun bahwa Dia berdoa di gereja, jadi apa yang Dia lakukan? Menurut sumber riset yang sangat dipercaya, kita tahu bahwa Yesus pergi ke banyak negeri, terutama India dan Tibet, dan belajar pada banyak Guru yang tercerahkan. Ketika Anda pergi ke India dengan tulus untuk mencari seorang Guru, Anda akan menemukan mereka yang menjalani cara hidup meditatif, dan mereka akan mengajarkan Anda meditasi. Semua Guru yang saya ketahui berlatih meditasi, dan para Lama Tibet yang paling terkenal juga melakukannya dengan cara yang berbeda-beda.

Maka, jika Yesus tinggal di India untuk paling sedikit dua belas tahun, maka dapat kita katakan bahwa Dia kemungkinan besar telah bertemu dengan beberapa Guru meditatif tersebut. Dia kemungkinan pada mulanya berjumpa dengan beberapa Guru yang berkekuatan lebih kecil, yang mengajari-Nya beberapa mantra, beberapa latihan yoga, bagaimana membuat beberapa mukjizat, seperti mengubah air menjadi anggur, dan sebagainya. Dia kemungkinan mempelajari hal ini pada hari-hari pertama, sebelum bertemu dengan yang disebut Guru-Guru meditatif di Himalaya. Tetapi, walaupun sekadar untuk melakukan beberapa trik tersebut, Anda harus belajar suatu jenis teknik meditasi, meskipun mungkin hanya sementara saja.

Ketika Yesus bertemu dengan orang-orang ini, Dia juga harus belajar bagaimana bermeditasi. Kalau tidak, bagaimana Dia dapat menyepi di gurun selama empat puluh hari tanpa istirahat? Dapatkah Anda pergi begitu saja ke gurun selama empat puluh hari seorang diri? Ini tidak mungkin, kecuali dengan latihan, dengan persiapan sebelumnya. Sebagai contoh, bagi mereka yang berlatih dengan teknik meditasi kami, yang disebut Metode Quan Yin, berarti merenungkan Suara di dalam, 'Sabda/Firman' yang disinggung di Alkitab yang berarti Suara Tuhan, kami sering melakukan retreat tujuh hari atau sebulan. Bagi kami ini sangat normal, tetapi untuk orang awam yang tidak berlatih metode kami, Anda bahkan tidak dapat duduk lima menit, apalagi lima hari. Jika Anda berhasil duduk lima menit tanpa menggerakkan tubuh dan pikiran, maka Anda sudah berhasil menjadi Guru. Dari sini kita tahu bahwa Yesus pergi ke gurun selama empat puluh hari untuk bermeditasi. Kita juga dapat menyimpulkan bahwa Dia sedang berlatih suatu teknik meditasi, bahwa selama itu Dia melakukan meditasi. Dan itu adalah retreat terakhir sebelum Dia keluar untuk menyampaikan Pesan Tuhan.

Kebanyakan Guru melakukan itu sebelum mereka keluar ke dunia ramai, sebelum mereka memutuskan apakah mereka mau memikul salib atau tidak. Ini seperti menit-menit terakhir ketika Anda mendengar jam alarm di pagi hari, saat terakhir menikmati kehangatan tempat tidur. Sama halnya, kebanyakan Guru, setelah mengemban misi menjadi nabi zaman itu, atau Messias, mereka akan pergi retret untuk beberapa saat, untuk mempersiapkan diri mereka secara fisik, mental, dan psikis untuk menghadapi tugas yang berat di depan, dan untuk berjalan jauh sebagaimana yang ditugaskan Tuhan.

T: Dapatkah Guru memberitahu kami tentang ajaran sejati Yesus, dibandingkan dengan ajaran Kristen saat ini?

G: Ajaran Kristus dan ajaran Kristen saat ini, keduanya baik. Mungkin ajaran Kristen saat ini ada yang hilang, sudah disensor di beberapa bagian, tetapi bagian ini saya tidak akan mengatakannya agar tidak menjadi persoalan. Dan ajaran Yesus yang lain, ketika Dia masih hidup, lebih banyak yang dicatat dalam Naskah Laut Mati yang sudah saya baca. Naskah itu tentunya sangat kuno, bahkan ketika Yesus masih hidup. Ada sesuatu yang hilang di dalam Alkitab, tetapi secara keseluruhan ajaran Kristen baik.

Satu-satunya bagian yang hilang adalah bahwa Yesus tidak berada di sini. Inilah bagian yang hilang yang terpenting. Jika Anda ingin melihat-Nya, anda dapat melihat-Nya, anda dapat berbicara kepada-Nya, Anda dapat belajar langsung dari-Nya karena Dia tidak pernah mati. Jika Gereja dapat menolong Anda untuk berhubungan dengan Yesus, dan dapat memberikan sambungan langsung ke nomor telepon Tuhan, maka itu lebih baik. Tetapi, jika tidak bisa, maka kami dapat memberikan bagian yang hilang ini kepada Anda, dan itu saja.

T: Yesus, Dia belajar meditasi dengan metode apa?

G : Metode Quan Yin.

T: Apakah Anda mengetahui?

G: Saya mengetahui.

T: Jadi, Yesus juga mempunyai kemampuan Mahatahu?

G: Ya, Dia Mahatahu.

T: Tahukah Guru bahwa Yesus pernah bersama kaum Essene, Persaudaraan Suci yang tinggal dekat Laut Mati?

G: Ya, Dia berasal dari persaudaraan Essene, yang selalu menjadi vegetarian sejak ribuan tahun, dan mereka pada saat itu mempunyai silsilah transmisi. Mereka adalah "Persaudaraan Putih" yang mentransmisikan Cahaya dan Suara, dan pada waktu itu sangat sulit untuk memasuki persaudaraan itu. Anda harus bersumpah hidup selibat, dan tidak pernah mentransmisikan ajaran tersebut ke luar secara terbuka. Siapa pun yang ingin memasuki persaudaraan itu harus diperkenalkan oleh beberapa anggota yang lebih tua, dan harus menjalani ujian beberapa tahun sebelum mereka dapat mengenakan jubah putih. Mereka adalah 'Kasih yang menjadi tubuh' dan Yesus adalah seorang yang mengabaikan janji untuk berdiam diri. Tetapi, tentunya ini adalah Perintah dari Yang Maha Tinggi. Ia mendapat pesan nurani, kalau tidak, tak seorang pun dalam persaudaraan itu yang pernah berkhotbah secara terbuka seperti itu sebelumnya. Pertama karena janji. Kedua, karena berbahaya. Sebab itu, Yesus disalibkan. Ia berkhotbah secara terbuka, dan semua Persaudaraan Putih selalu mengamati-Nya dari dekat, mencoba melindungi-Nya dengan berbagai cara. Tetapi, mereka tidak dapat mencegah apa yang terjadi. Bagaimanapun saya telah terlalu banyak berbicara. Saya terlalu banyak berbicara tentang hal yang tidak penting.



Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar