Minggu, 18 Maret 2012

SMCH - Tujuan Hidup Manusia Adalah untuk Mengenal Tuhan


Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiBrisbane, Australia, 22 Maret 1993 (Asal dalam bahasa Inggris)

 T: Bagaimana kita dapat mengetahui tujuan kita dan yakin akan tujuan hidup kita? Banyak orang yang bertanya, apakah kita dapat menolong mereka untuk mengetahui tujuan hidup mereka? Pekerjaan apa yang harus kita lakukan di sini secara pribadi? 
G: Saya pernah mengatakan entah di mana bahwa kedatangan kita ke sini adalah untuk memberkati dunia dan untuk mengetahui keagungan kita. Jika kita mengetahui keagungan kita, maka kita akan menyatu dengan kekuatan kosmik seluruh alam semesta. Dan siapa pun yang berhubungan dengan kita juga akan mendapatkan berkah dari kekuasaan kosmik yang universal ini. Bumi akan menjadi lebih berkembang jika ada lebih banyak orang yang berlatih seperti kita dan memberkati dunia dengan diam-diam, dengan jasa serta kebijaksanaan rohani kita. Itulah tujuan kita. Kalau tidak, apa lagi? Apakah kita di sini hanya untuk makan dua atau tiga kali sehari, melahirkan anak, lalu kaput? Itu bukanlah tujuan yang sebenarnya! Tidak logis jika Tuhan yang dengan susah payah menciptakan kita, dan menaruh kita di sini selama beberapa dasawarsa lalu hanya membiarkan kita meninggal dalam penderitaan yang kadang disebabkan oleh kanker, siksaan, bencana, gempa bumi, dan semacamnya. Ini tidak logis.    
Oleh karena itu, tujuan hidup manusia adalah untuk mengenal Tuhan. Mengenal Tuhan berarti mengenal keagungan diri kita sendiri, mengenal seluruh kekuatan kosmik yang merupakan bagian dalam diri kita sendiri. Jadi, jika kita mengatakan sebagian, maka itu juga berarti keseluruhan, Anda mengerti. Misalkan, jika jari-jari saya disilet, walaupun itu hanya satu jari, tetapi jari itu melekat dengan tubuh saya, dan merupakan salah satu bagian dalam tubuh saya, milik saya. Meskipun itu hanya bagian dari tubuh saya, jari itu satu dengan tubuh saya, dan bagian yang utuh dari tubuh saya. Oleh karena itu, kita adalah bagian dari kekuatan kosmik, tetapi kita juga utuh jika kita terhubungkan kembali. Celah kecil di antaranya kemudian disambung kembali pada saat inisiasi. Kita pergi ke dalam batin, kita masuk ke dalam batin, kita mencoloknya, maka kita bersatu dengan seluruh alam semesta. Oleh karena itu, kita memberkati siapa saja yang datang, tanpa menggunakan tangan atau melakukan apa pun kepada mereka. Siapa saja orang yang kita kasihi atau mempunyai pertalian darah, maka mereka juga diselamatkan atau diberkati dalam bentuk yang lain. Tergantung pada karma dan kasih kita kepada mereka.

Mengapa Kita Berada di Sini?
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai
Auckland, 
Selandia Baru, 27 April 2000   
Kitab suci agama Buddha mengatakan bahwa kalian adalah Buddha dan Sifat Kebuddhaan berada di dalam diri kita. Injil juga mengatakan bahwa Tuhan bersemayam di dalam kuil ini. Jadi, siapa lagi yang ada di dalam sana, selain Tuhan? Jika kita adalah kuil dan Tuhan adalah satu-satunya yang tinggal di sana, maka siapakah kita kalau bukan Tuhan? Jika kita tidak ingat, itu tidak apa-apa, tetapi kita tetaplah Tuhan. 
Jadi, peran apa pun yang kita pilih, sebagai Tuhan dari segala Tuhan, kita harus menghormatinya. Sebagai Bapak atau Ibu dari segala makhluk, kita harus menghormati keinginan kita sendiri dan pilihan kita untuk hidup dan menyatakan Diri kita yang agung untuk menempuh jalan manapun yang kita inginkan. 
Itulah sebabnya mengapa Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita sebaiknya tidak menghakimi orang. Karena kita tidak tahu jalan yang telah dipilih makhluk lain untuk dijalani. Mereka melakukan berbagai hal sehingga mereka dapat mengetahui Tuhan dengan cara yang berbeda. Mereka mungkin memilih untuk menjadi seorang yang kelihatannya buruk, seorang yang sangat rendah, atau seorang yang disebut tak bermoral. Tetapi, itulah cara mereka mengenal Tuhan. Dengan memilih untuk menjadi bukan-Tuhan, akan tetapi suatu hari orang itu akan tahu bahwa itu bukanlah dirinya. Tetapi, mereka harus kembali dan belajar keseluruhannya lagi. Karena jika kita selalu tinggal di Surga dan menjadi Tuhan sepanjang waktu, maka kita tidak akan mengenali diri kita sebagai Tuhan. Jadi, kita harus merendahkan diri kita dan turun ke tingkat fisik ini supaya kita dapat sekali lagi mengenali keagungan kita sendiri. Itulah pilihan kita, dan itulah mengapa kita datang ke sini. 
Jadi, jawaban atas pertanyaan tentang mengapa kita berada di sini adalah: Karena kita ingin  mengetahui Tuhan. Ketika kita merasa waktunya telah sampai, itulah saatnya kita memilih untuk mengingat diri kita kembali. Itulah saatnya kita mencari teman rohani, kelompok rohani, atau mungkin Guru Spiritual supaya kita dapat mengingatnya dengan cepat; karena kita telah lupa bagaimana mengingat-Nya dan ke mana mencari-Nya. Jadi, beberapa teman yang telah mengingat diri-Nya mungkin dapat menolong kita. Dan setelah itu kita menyadari bahwa kita bukanlah apa pun selain Yang Maha Tinggi, yaitu Tuhan. Kita mengenali Yang Maha Tinggi yang menempati tubuh ini. 
Tetapi, Ia sebenarnya tidak menempati tubuh ini. Ia yang menampung tubuh kita. Tetapi kembali lagi, istilah rohani bukan merupakan ilmu eksak. Jadi, tidak peduli seberapa banyak Guru yang mengatakan kepada kita tentang Tuhan atau seberapa fasih seorang teman rohani berbicara tentang Insan Agung di dalam diri kita, kita tetap tidak dapat mengerti hanya dengan mendengarnya saja. Jadi, Guru rohani, pembimbing, atau seorang teman harus menunjukkannya secara praktik, tidak hanya secara teori.  
Sebagai contoh, ketika Yesus datang ke planet kita, Dia mengajarkan murid-murid-Nya dua cara: cara teori dan cara praktik. Dan itulah sebabnya, murid-murid langsung-Nya juga dapat melakukan keajaiban, melihat Surga, mendengar Suara Tuhan sebagai Firman Pencipta, melihat Cahaya Surga, naik ke Surga, bahkan dapat melihat para malaikat atau melihat Bapa. Bapa berbicara kepada mereka, seperti Bapa berbicara kepada Musa. Dan para malaikat juga berbicara kepada mereka.
Sama, kita juga dapat melakukan itu karena kita seagung murid-murid Yesus, kita juga agung. Kita dan murid-murid Yesus adalah sama, karena Yesus mengatakan kepada kita bahwa kita semua adalah anak Tuhan. Tetapi, karena kita telah lupa, adakalanya satu atau dua teman datang untuk mengingatkan kita, tetapi hanya ketika kita siap. Karena jika kita belum siap, maka tak seorang pun yang dapat melakukan apa pun bagi kita. 

Kita Dilahirkan untuk Berlatih
Metode Quan Yin
Disampaikan oleh Maha Guru Ching HaiTaipei, Formosa, 6 Maret 1988(Asal dalam bahasa China)
 T: Ada 84.000 metode dalam agama Buddha. Sutra Intan mengatakan bahwa semua metode berlatih kebajikan dan mereka semua setara. Tetapi, di Sutra Surangama, Sang Buddha berkata bahwa makhluk hidup “Periode Akhir Dharma” sebaiknya berlatih Metode Quan Yin. Apakah ini karena Metode Quan Yin lebih cocok untuk makhluk hidup? 
G: Bukan hanya lebih cocok, tetapi semua makhluk hidup sebaiknya berlatih Metode Quan Yin. Mari kita lihat dengan jelas. Kita dilahirkan sebagai manusia untuk berlatih Metode Quan Yin dan jika kita tidak melakukannya, lalu kita tidak akan menyadari apa yang seharusnya kita lakukan dalam kehidupan manusia ini. Kita kehilangan kesempatan berharga ini karena kita tidak menangkap poin penting ini. Setelah itu kita pergi entah ke mana untuk berlatih ke-84.000 metode secara keseluruhan lagi.Tetapi, ketika kita pada akhirnya sampai di pintu dan metode tertinggi, dan kita dilahirkan sebagai manusia lagi, lalu kita enggan untuk melepaskan, bahkan jika kita sudah menemui seorang Guru yang tercerahkan, kita tetap menolak untuk berlatih. Jadi, kita akan terus dilahirkan kembali, lagi dan lagi. 
Umat manusia dilahirkan untuk berlatih Metode Quan Yin. Itu adalah kewajiban yang harus kita lakukan. Kita dilahirkan sebagai manusia agar mencapai kesucian dan kebijaksanaan agung. Kesempatan terakhir kita yang paling berharga dan satu-satunya yang diberikan manusia saat lahir di sini adalah untuk mencapai kebijaksanaan agung ini dan dibebaskan dari 84.000 metode yang mengikat makhluk hidup. Tetapi, karena kita tidak mengerti Kebenaran ini, maka kita tidak mengetahui apa yang seharusnya kita lakukan sebagai manusia. Sesudah berlatih Metode Quan Yin, kita dengan perlahan-lahan sadar kembali dan mengerti mengapa kita dilahirkan sebagai umat manusia dan apa tujuannya. Saat ini Anda mungkin masih ragu, tetapi Anda tidak memberi saya pilihan. Karena Anda bertanya, maka saya harus memberitahu Anda bahwa ke-84.000 metode itu tidak berguna, mereka hanya mengikat kita di tiga alam. Mereka mungkin dapat memberikan kita hadiah berkah, kekuatan, dan kekuasaan gaib, tetapi masih mengikat kita di tiga alam. Metode Quan Yin adalah satu-satunya metode yang akan membawa kita untuk melampaui tiga alam. Ini luar biasa, dan kita jarang mendengarnya. 

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai Hsihu, Formosa, 3 September 1989 (Asal dalam bahasa China) 
Mengapa kita berlatih Metode Quan Yin? Itu karena kita mau mengerti segala yang ada di alam semesta. Saat melampaui cahaya fisik dari matahari ini, ada Cahaya yang lebih hebat, lebih terang, dan lebih indah. Di luar bahasa duniawi kita, ada bahasa yang lebih agung dan lebih indah. Jika kita sudah mempelajari bahasa ini, Suara ini, maka kita akan mengerti semua bahasa, termasuk bahasa manusia dan bahasa yang diucapkan oleh seluruh makhluk hidup.


Sumber : http://godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar