Jumat, 09 Maret 2012

GINKGO BILOBA MEMPERBAIKI DAYA INGAT SIAPA?

Seorang ekskutif muda mengaku bahwa dia merasa terbantu daya ingatnya setelah minum ginkgo biloba. Sementara seorang Bapak menyatakan bahwa anak-anaknya yang masih sekolah juga rajin mengkonsumsi ginkgo biloba, dengan harapan agar mereka bisa lebih mudah mengikuti pelajaran di sekolah karena ginkgo biloba akan melancarkan peredaran darah di otak. Sejauh mana ginkgo biloba ini penting bagi kaum muda? Dan benarkah dengan minum ginkgo biloba, maka daya ingat menjadi lebih tajam?
Ginkgo adalah nama tanaman hias besar yang tumbuh subur di daerah beriklim sedang mulai dari daratan Eropa sampai Amerika Serikat. Daun-daunnya terbagi menjadi dua lobus, oleh karena itu namanya sering disebut dengan tambahan kata biloba. Ginkgo memang mempunyai kemampuan untuk memperbaiki peredaran darah.


Gangguan peredaran darah sebenarnya lebih sering menimpa orang lanjut usia yang pembuluh darahnya sebagian telah kaku dan tersumbat. Prevalensi orang muda yang mengalami gangguan peredaran darah tentu tidak sebesar orang lanjut usia.

Ginkgo mempunyai kemampuan menerobos pembuluh darah yang paling sempit dan paling kecil untuk memberi makan jaringan yang kekurangan oksigen di otak, jantung, dan bagian tubuh lainnya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ginkgo mempunyai aktivitas antioksidan. Seperti halnya vitamin E, maka ginkgo dapat melumpuhkan radikal-radikal bebas yang sering merusak sel tubuh. Dr Drieu dalam penelitiannya menemukan fungsi ginkgo untuk meremajakan sel-sel otak yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin.

Seiring dengan meningkatnya usia, kemampuan tubuh untuk mendapatkan oksigen dalam aliran darah semakin berkurang. Padahal oksigen ini merupakan makanan otak untuk dapat berfungsi dengan baik.

Di dalam British Journal of Clinical Pharmacology (1992) dikutip studi di Jerman yang dilakukan pada tahun 1991 terhadap 99 pasien lanjut usia yang telah menderita gangguan otak selama lebih dari dua tahun. Setelah tiga bulan mengkonsumsi ginkgo, maka 72% mengalami perbaikan dibandingkan hanya 8% yang mengkonsumsi tablet plasebo (pil bohongan). Dosis efektif sebagaimana diterapkan dalam studi tersebut adalah 120 mg setiap hari.

Ginkgo tampaknya lebih manjur untuk orang-orang lanjut usia yang memang sudah mengalami kemunduran fungsi otak. Bagi orang muda yang sel-sel tubuhnya masih optimal, termasuk sel-sel otaknya, tentu tidak terlalu membutuhkan ginkgo. Penelitian yang dilakukan di Italia membuktikan bahwa ekstrak ginkgo dapat meningkatkan aliran darah di otak sebesar 70% pada orang lanjut usia, tetapi untuk orang-orang yang lebih muda (30-50 tahun) peningkatan tersebut hanya sekitar 20%. Temuan lainnya adalah bahwa ginkgo memerlukan waktu yang lebih panjang untuk menunjukkan khasiatnya pada orang-orang muda.

Ginkgo dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk menekan radikal bebas. Radikal bebas adalah elektron yang tidak berpasangan, dan dalam rangka mencari pasangannya tersebut dia merusak sel-sel tubuh. Radikal bebas terdapat di alam, khususnya di lingkungan yang mengalami polusi udara. Mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta dan setiap hari menghisap asap kendaraan umum berpeluang besar untuk menjadi korban radikal bebas. Kaum muda yang mempunyai kebiasaan merokok berarti dia menciptakan radikal bebas di sekitarnya. Proses penuaan dini terjadi karena orang berada dalam lingkungan yang dipenuhi radikal bebas. Menu makanan yang kaya antioksidan merupakan penangkal ampuh untuk mencegah akibat buruk dari radikal bebas. Beberapa jenis vitamin dikenal sebagai sumber antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, dan vitamin A. Vitamin-vitamin tersebut banyak terdapat dalam buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau tua. Minuman teh juga mengandung antioksidan kuat yaitu katekin, baik dalam teh hijau maupun teh hitam.

Dosis ginkgo 120 mg per hari atau lebih diketahui mendatangkan efek sampingan mual dan pusing pada sebagian orang. Disarankan agar konsumsi ginkgo dimulai dengan dosis rendah sehingga terhindar dari efek sampingan tersebut. Juga dianjurkan untuk menghubungi dokter bila mengalami gangguan akibat minum ginkgo.

Kesibukan pekerjaan sebenarnya tidak harus melalaikan kita untuk selalu memperhatikan asupan gizi. Sesibuk apapun orang bekerja di kantor, biasanya tersedia jeda waktu 0,5-1 jam di siang hari untuk sekedar beristirahat dan makan siang. Oleh karena itu gunakan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memberi makan sel-sel tubuh yang sudah kelaparan karena gula darah yang mulai menurun.

Bila pola makan kita teratur maka sebenarnya berbagai health foods supplement nyaris tidak diperlukan oleh tubuh kita. Kebutuhan akan energi, protein, lemak, vitamin dan mineral dapat dengan mudah bisa dipenuhi bila kita mengatur pola makan sehari-hari dengan baik.

Sayang sekali, banyak kendala yang harus dihadapi ketika orang bersiap-siap untuk mulai makan teratur. Pagi hari mereka sudah harus meninggalkan rumah dan berangkat bekerja, bahkan ketika matahari belum lagi terbit. Terpaksa mereka meninggalkan sarapan pagi di rumah. Demikian pula siang hari, mereka sering mengabaikan makan siang karena pekerjaan yang masih bertumpuk sehingga makan siang baru dilakukan sore hari. Malam hari badan sudah merasa kelelahan dan akhirnya berangkat tidur tanpa makan malam.

Hidup dengan pola makan tidak teratur dan disertai dengan stres pekerjaan serta stres lingkungan yang tinggi akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap proses penuaan dini. Sel-sel kulit lebih mudah keriput dan akhirnya banyak orang muda yang kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya.

Pola makan orang Asia biasanya menekankan makan siang sebagai makan terpenting dan terlengkap. Sebaliknya orang Barat lebih mementingkan makan malam. Bagi kaum eksekutif muda dengan kesibukan yang tinggi, barangkali pola makan ala Barat bisa diterapkan. Makan pagi dengan sereal plus susu dan sari buah, makan siang dengan menu tidak terlalu berat sehingga bisa diselesaikan dalam waktu singkat, dan makan malam dengan menu terbaik. Yang penting adalah makan siang jangan terlalu didominasi oleh fast food.. Telah banyak disadari bahwa meski fast food adalah makanan bergizi namun konsumsi terlalu sering dapat menimbulkan ketidakseimbangan gizi karena umumnya fast food miskin sayuran yang merupakan sumber serat dan terlalu tinggi protein untuk setiap porsinya. Di samping itu fast food juga diperkirakan tinggi natrium.

Menyadari akan ketidakteraturan hidup dan pola makan, mendorong para kaum eksekutif muda untuk mengkonsumsi suplemen-suplemen yang diklaim akan mengembalikan stamina dan fungsi otak.. Ditambah dengan unsur sugesti maka lengkaplah ketergantungan kaum muda ini dengan berbagai health foods supplement.

Sebenarnya bagi orang-orang yang selalu memperhatikan konsumsi gizinya, tidak berlebihan dan tidak kekurangan, maka mereka mempunyai peluang untuk hidup lebih sehat meski tanpa mengkonsumsi suplemen. Gizi seimbang juga harus disertai gaya hidup yang baik seperti menghindari stres, mengendalikan amarah, dan hidup di lingkungan alam yang bersih. Stres diketahui akan mengurangi efektivitas pemanfaatan antioksidan di dalam tubuh, demikian pula amarah yang meledak akan menguras cadangan antioksidan. Nasihat orang tua: jangan suka marah nanti cepat tua ternyata ada benarnya. Antioksidan yang terkuras ketika kita marah akan mempercepat proses penuaan dini.
Sumber : http://kolom.pacific.net.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar