Senin, 02 Juli 2012

Wahai Pria, Apakah Kemaluan Anda Bengkok?


Rahma Lillahi Sativa - detikHealth

img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Pria selalu khawatir dengan alat vitalnya. Banyak yang merasa kemaluannya bengkok alias tidak bisa lurus. Kalau mau tahu bengkok atau tidak, ikuti fakta berikut.

Pasti banyak yang tidak mengenal penyakit Peyronie. Penyakit ini biasanya menyerang para pria dan menyebabkan penis melengkung secara tidak teratur di bagian porosnya sehingga pria yang menderita penyakit ini kesulitan untuk mempertahankan kehidupan seksualnya. Beruntung metode pengobatan baru untuk mengurangi rasa sakitnya telah ditemukan.

Kini peneliti menggelar dua uji klinis dimana partisipan disuntikkan obat bernama Xiaflex ke dalam poros penisnya dengan harapan obat ini akan melunakkan jaringan parut dan mengurangi kelengkungan penisnya.

Setelah pengobatan selama hampi setahun, 67 persen partisipan mengaku penisnya mengalami perbaikan pasca penggunaan Xiaflex. Faktanya, dalam percobaan pertama, kelengkungan rata-rata untuk pria yang diobati dengan Xiaflex turun lebih dari 17 derajat dalam setahun.

Saat ini obat itu sedang menunggu persetujuan dari FDA yang diperkirakan takkan mencapai keputusan hingga akhir 2012.

Lalu mengapa Anda harus peduli sekarang? Karena bagian tubuh paling berharga milik Anda itu mungkin bisa berisiko juga.

"Saya sering melihat pasien yang berpikir bahwa mereka mengidap beberapa jenis kanker, tapi sebenarnya itu hanyalah sebuah kasus tidak terdiagnosis seperti penyakit Peyronie," ungkap Culley C. Carson III, M.D., salah satu peneliti yang terlibat dalam percobaan dan seorang profesor urologi di University of North Carolina.

Tapi jangan keburu panik dulu. Lebih baik simak 4 fakta yang perludiketahui tentang penyakit Peyronie seperti dikutip darimenshealth, Jumat (15/6/2012) berikut ini.

1. Apa penyebab penis bengkok?
Penyakit Peyronie terjadi karena adanya plak yang menumpuk di penis Anda. Biasanya saat pertama kali muncul, penyakit ini dianggap sebagai peradangan lokal yang kemudian berkembang menjadi jaringan parut yang mengeras dan mengurangi fleksibilitas serta menyebabkan penis Anda membengkok saat ereksi.

"Penyakit Peyronie sering didapatkan dari cedera saat berhubungan seksual," terang Dr Carson.

Namun secara realistis, apapun yang bisa menyebabkan trauma vaskular atau mencederai penis seperti aktivitas atletik atau kecelakaan juga bisa disalahkan untuk itu, tambahnya.

2. Bagaimana penyakit ini mempengaruhi kejantanan pria?
Setelah jaringan parut mulai mengeras dan menjadi plak, jaringan itu menyebabkan poros penisnya melengkung karena bagian itu tak lagi seelastis bagian penis lainnya.

"Lengkungannya bisa mencapai hampir 90 derajat," kata Dr Carson. "Dan penis yang biasanya membutuhkan pengobatan memiliki kelengkungan 30 derajat atau lebih."

3. Bisakah kondisi ini mengganggu kehidupan seks?
"Bisa saja begitu. Hal pertama yang terlihat adalah ketika ereksi penis terasa menyakitkan sehingga lebih sulit untuk digunakan berhubungan seksual dengan pasangan Anda," tandas Dr. Carson.

Tapi nyeri yang terjadi saat ereksi itu biasanya hanya berlangsung selama 4-6 bulan pertama. Jadi kebanyakan pria yang mengalaminya bisa terus berhubungan seksual, tapi rasanya kurang menyenangkan, kata Dr. Carson.

4. Apa pilihan pengobatan terbarunya?

Sayangnya, belum ada obat oral disetujui dan benar-benar efektif untuk mengatasinya, timpal Dr. Carson. Pasien biasanya memakai Potaba, obat yang sudah ada di pasaran namun belum dibuktikan efektivitasnya oleh FDA.

"Ketika pengobatan oral tidak mempan, biasanya para dokter merekomendasikan obat lain yang bernama Interferon, namun penggunaannya dengan cara disuntikkan," jelas Dr. Carson. Tetapi sekali lagi, Interferon tidak dapat menjamin kesembuhannya.



(ir/ir)


Sumber : http://health.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar