Sabtu, 07 Juli 2012

Perjalanan YESUS ke India


http://4.bp.blogspot.com/_1T9YXyM1Bfw/S2lguFVMLII/AAAAAAAAGeg/AlcF92jvZOo/s400/jesus%20meditating.jpgMengabdikan masa mudanya di angkatan darat, Dr. Hairfield mengalami penderitaan karena perang. Sebagai tentara, dia berangkat ke Âu Lạc (Vietnam). Di sana, pencarian untuk kebijaksanaan dan kedamaian batin membawanya ke biara Buddha Zen di Provinsi Quảng Ngãi. Para biarawan di biara Zen ini mengungkapkan bahwa ada kitab suci Buddha yang menerangkan seorang nabi bernama Issa yang datang dari barat untuk tinggal di India. Dr. Hairfield menyadari bahwa Issa ini tentu Yesus Kristus.

Setelah Dr. Hairfield kembali ke Amerika Serikat, dia meraih gelar dalam bidang psikologi, dan kemudian gelar S2 dalam bidang agama dan teologi serta S3 dalam bidang metafisika. Setelah itu, dengan mengikuti dorongan batinnya, Dr. Hairfield mengembara ke India, Nepal, dan Tibet dimana dia dibimbing oleh lama (rahib) Buddha dalam perjalanan spiritualnya – dan pencarian untuk mengerti tentang Guru Yesus yang sejati.


Dr. Hairfield: Waktu saya menemukan diri saya di India utara dan berjumpa dengan mungkin dua dari orang terbaik yang pernah saya temui sampai saat ini, guru-guru saya, mereka mengatakan saya di India untuk dua alasan: Satu untuk belajar filsafat dan pemikiran Tibet dan berbagi apa yang saya dapat dengan belahan dunia saya. Dan alasan kedua saya berada di sana adalah mereka menginginkan saya untuk tahu tentang Issa.

Tentu saja, pada saat itu, saya belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Tapi, yang paling menarik adalah, mereka adalah orang yang sama. Issa adalah Yesus dalam bahasa Hindi, di belahan dunia timur jauh. Ironisnya, nama itu berasal dari daerah India, tapi ada juga, sebuah Danau Issa di Nepal, nama itu dikenal di Tibet. Juga dikenal di wilayah yang hari ini kita sebut sebagai Iran, saat itu disebut Persia. Dan juga dikenal di beberapa tempat di Asia Timur.

Enam tahun dari hidup saya, saya habiskan untuk belajar dengan orang-orang Tibet. Mereka pemelihara catatan yang cermat. Mereka memiliki catatan yang rinci dari semua Guru yang pernah datang di belahan dunia tersebut. Secara harfiah mereka memiliki ahli menulis, sekretaris, yang menulis semua yang mereka katakan. Tidak seorang pun yang duduk dan berkata Buddha menulis sutra-sutra. Buddha tidak menuliskannya, orang lain yang menulisnya. Dan ini sama seperti Kristus.

Sekarang bila Anda pergi ke salah satu biara, saya dapat katakan kepada Anda tanpa ragu-ragu bahwa tempat saya melihat pertama kali dokumen-dokumen itu adalah Biara Hemis di Ladakh, yang merupakan salah satu negara bagian di utara India.


Bila Anda datang ke sana dan berkata, “Saya ingin melihat gulungan perkamen tentang Issa,” mereka akan melihat Anda dan berkata bahwa dokumen itu tidak ada. Tapi, bila Anda ke sana, dan mereka mempercayai Anda dan menyukai Anda dan mengerti bahwa Anda takkan menghilangkannya, mereka akan datangi Anda dan berkata, “Issa Anda pernah di sini.”

Yang dilakukan Kiela, pendeta tinggi, dia berkata kepada pendeta tinggi di biara tersebut mengapa saya berada di sana, bahwa saya ingin belajar tentang Issa dan apa yang dia lakukan di sana; apa yang dia pelajari; apa yang diajarkan. Dan pendeta tinggi biara tersebut berjalan dengan cepat, dia kembali membawa beberapa gulungan perkamen. Dan Kiela memiliki seorang penerjemah, dan penerjemah itu membacakan kata Sanskerta untuk saya.


Supreme Master TV: Tahun 1894, jurnalis Rusia bernama Nicolas Notovich adalah orang pertama yang mempublikasikan terjemahan manuskrip Buddhis yang menjelaskan kehidupan Yesus di India, dalam buku “Kehidupan Yesus yang Tidak Diketahui (The Unkown Life of Jesus)”.
Orang terkenal lainnya yang menulis tentang Yesus hidup di India adalah Swami Abhedananda, yang dahulu merupakan Ketua Masyarakat Vedanta di New York. Dr. Hairfield merupakan orang ke-18 dan orang Amerika kedua yang pernah diizinkan untuk membaca dokumen-dokumen yang sangat berharga ini.


Dr. Hairfield: Dan begitulah saya membuat hubungan tersebut karena saat mereka berkata, “Yesus Anda pernah datang ke sini, ini adalah namanya.” Saya dibesarkan sebagai seorang Katolik, saya terperanjat. Reaksi pertama saya adalah, “Tidak mungkin!”


Supreme Master TV: Dr. Hairfield menemukan bahwa Yesus belajar di India dengan guru-guru dari kepercayaan Jain dan juga para pendeta Hindu Brahma, dan kemudian dengan guru-guru Buddhis di India Utara dan Nepal. Doktor Hairfield, adakah pernyataan yang tercatat dalam Injil yang juga ada dalam ajaran Buddha?

Dr. Hairfield: Oh secara keseluruhan, ada lebih dari seribu. “Anda menuai apa yang Anda tabur” adalah sesuatu yang diajarkan oleh Kristus dan juga diajarkan oleh Buddha. Jadi, ada hubungan langsung di sana. Tapi, bila Anda melihat tujuh pokok dari Khotbah di Bukit, seluruhnya menggaungkan dengan tepat apa yang dikatakan oleh sang Buddha sendiri. Ada begitu banyak yang waktunya sebelum Kristus yang bagi saya membuktikan bahwa dia berada dalam lingkungan Buddha, dapat dikatakan, bahkan mempelajarinya, tanpa keraguan, tanpa banyak tanya.

Supreme Master TV: Bagaimana Anda tahu Yesus pernah tinggal di India, tempat gajah-gajah dan macan-macan berada?

Dr. Hairfield: Sangat kelihatan, satu kali, guru saya mulai memperlihatkan dokumen-dokumen itu, dan yang sedang dia pelajari, dan sungguh menarik bahwa dia tidak seorang diri di sana. Mereka adalah Yesus, Maria Magdalena, Yohanes Pembaptis, dan Thomas. Kristianitas di Pantai Timur India, sebenarnya mereka mengikuti Thomas. Mereka adalah pengikut Thomas, bukan pengikut Kristus.

Supreme Master TV: Mereka berempat berada di sana, belajar informasi yang sama. Menurut Dr. Hairfield, tiga orang bijak dari Timur yang disebutkan dalam Kitab Injil, dalam Alkitab mengenai Yesus, mereka sebenarnya orang bijaksana yang datang mencari jiwa tercerahkan yang baru lahir di Palestina. Ini sama seperti para biarawan Buddha zaman sekarang yang mencari inkarnasi para lama (rahib) sebelumnya.

Dr. Hairfield: Alasan mereka muncul – dengan mengikuti bintang yang bergerak. Apakah ini bintang yang menantang hukum fisika? Tidak, apa yang mereka ikuti adalah sebuah ramalan astrologi; ramalan astrologi Veda. Ramalan astrologi Veda berasal dari India. Mereka datang dari Timur. Kenapa? Untuk mengonfirmasi bahwa ini adalah jiwa besar yang akan mereka didik. Tiga hadiah adalah kebijakan, welas asih, dan cinta kasih.

Supreme Master TV: Jadi, hadiah simbolis?

Dr. Hairfield: Ya. Begitu mereka mengonfirmasi bahwa Kristus adalah yang mereka cari, mereka meninggalkan instruksi kepada Yosef dan Maria bahwa ada beberapa hal yang harus mereka lakukan saat membesarkannya. Satu adalah pergi ke sekolah misteri di Heliopolis di Mesir, sehingga waktu dia keluar dari Mesir sesuai dengan nubuat bahwa orang ini akan keluar dari Mesir; dia melakukannya sesuai dengan nubuat.  Waktu Kristus berusia 13, mereka harus mengikuti kriteria ketiga dari instruksi yang ditinggalkan, bahwa Kristus harus pergi ke India.


Supreme Master TV: Jadi, ada hubungan langsung memenuhi nubuat ini dan ... (Ya.) Benarkah Anda mengikuti jejak Issa, perjalanannya?
Dr. Hairfield: Sebagian, tentu saja. Saya duduk di sebuah gua di Nepal, di tepi Danau Issa, dimana Kristus seharusnya pernah berada di sana tanpa melakukan apa-apa kecuali meditasi.

Supreme Master TV: Kalau begitu, apa tujuan Yesus? Apa misi dia di sini?

Dr. Hairfield: Di dunia? Benar-benar berbeda dari apa yang telah diajarkan kepada kita. Dia adalah Guru yang besar, sangat cakap. Namun, tingkat pengetahuan seperti itu hanya dapat ditemukan di belahan dunia tersebut. Bila Anda pikirkan, masyarakat Tibet masih mengikuti tradisi yang sama sampai sekarang. Mereka mencari reinkarnasi Dalai Lama, dan saat mereka menemukannya, mereka melakukan ujian. Bila lulus, mereka mulai mendidiknya untuk menjadi Dalai Lama yang berikutnya. Dalai Lama ke-14 adalah yang kita kenal sekarang; dan beliau harus melalui semua ujian tersebut. Mereka melakukan hal yang sama dengan Kristus. Jadi, dia diajarkan apa yang dia tahu.

Supreme Master TV: Saat tinggal di biara-biara di India, Tibet, dan Nepal, Dr. Hairfield mendapat kesempatan untuk mempelajari kitab-kitab India yang sama yang pernah dipelajari Yesus 2.000 tahun sebelumnya, dan membandingkan pesan itu dengan ajaran Yesus seperti yang disampaikan dalam Kitab Injil.

Dr. Hairfield: Bila Anda mempelajari prinsip-prinsip Karma, 12 prinsip, sebenarnya dia mengatakan hal yang sama dalam empat Kitab Perjanjian Baru. Dia hanya mengubah kata-katanya, seperti dia mengatakannya dengan cara ini: Apa yang engkau “tanamkan” akan kembali 10 kalinya. “Tanamkan” berarti apa yang Anda tabung, dan sesuatu yang memperkuat sepenuhnya, karena pernyataan ini juga ditulis dalam Kitab Veda, dan dia mengutipnya dengan tepat: ”Apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai.” Ini adalah yang utama, dari hukum karma, ini adalah hukum yang paling pertama.

Dan kemudian dia mulai menerangkan yang lainnya dan mengutip kata-kata perumpamaan lainnya yang dinyatakannya, tapi sebenarnya dia membawakan 12 prinsip tersebut dalam Perjanjian Baru. Anda akan temukan teks Veda dalam keempat Injil, Anda temukan teks Jain, Anda temukan teks Brahma, dan Anda temukan teks Buddhis. Saya sebenarnya duduk dengan semua teks itu, saling bersebelahan, dan mulai mencampur, memasangkan dan menemukan pemikiran yang sama, sehingga saya tahu dari mana dia dapatkan. Saya tahu dari mana datangnya. Sungguh-sungguh. Itu terbuka bagi semua orang dengan pikiran terbuka. Kita diajarkan bahwa kita tidak boleh berbuat ini; kita diajarkan bahwa kita tidak pantas berbuat ini. Tapi, kita tak pernah dengar Kristus berkata demikian. Tidak pernah, juga di dalam Alkitab, Tuhan tidak berkata demikian.

Kunci utama dari semua itu adalah menerima diri Anda sendiri apa adanya dan kemudian, seperti yang dikatakan dalam naskah Nag Hammadi, bila Anda membuat dua menjadi satu, Anda dapat berkata, “Memindahkan Gunung dari sini ke sana,” akan diberikan kepada Anda. Pertanyaannya adalah, apakah artinya? Itu sebenarnya berarti beberapa hal. “Dua” berarti dualitas, tidak ada dualitas di dunia ini, tidak ada dualitas dalam hidup, tidak ada dualitas dalam kesadaran, hanya ada satu kesadaran, dan kita adalah titik kehidupan di dalamnya, jadi ada “satu”.

Yang kedua adalah dengan membiarkan jiwa kita berperan dalam hidup kita. Dengan kata lain, kita hidup dengan jiwa kita bukan hanya tubuh kita. Jadi sekarang, menghilangkan dualitas dan memiliki jiwa dan tubuh sebagai satu prinsip operasi. Kemudian, Anda dapat melakukan apa yang dia lakukan, katanya sendiri.

Satu-satunya alasan mereka membawa saya ke Biara Hemis di Ladakh (di India) adalah untuk tujuan itu, untuk menemukan siapakah Issa (Yesus), dan kemudian membaca apa yang dia pelajari, dan selanjutnya guru-guru saya memastikan saya belajar setiap hal yang dia pelajari.

Saya beritahu bagaimana guru saya menyelundupkan saya ke Tibet, yaitu melalui biara lain yang dinamakan Salib Suci,  yang berada di kedalaman Himalaya dan sesungguhnya dibangun di dalam gunung. Dan di situlah saya membaca lagi seri kedua gulungan perkamen tentang Issa. Jadi, di sana hanya ada dua biara yang saya ketahui memiliki dokumen itu, dan saya bahkan tidak yakin apakah masih ada di sana karena mereka memindahkannya. (Memindahkan untuk melindunginya?) Benar.

Supreme Master TV: Melalui akses khusus pada dokumen-dokumen rahasia di India tentang Yesus, Dr. Hairfield menemukan banyak rincian tentang siapakah Yesus, dan apa yang dia ajarkan.

Dr. Hairfield: Yesus seorang Essene. Salah satu hobi saya adalah mengoleksi Alkitab. Alkitab tertua milik saya dari tahun 1805 dan dalam kondisi mengagumkan. Tapi, jika kita membaca Alkitab yang lebih tua dan Alkitab yang lebih baru, maka ada perbedaan besar yang mencolok. Dalam Alkitab yang lebih tua, dikatakan bahwa Yesus menyingkir ke Gunung Karmel; Alkitab yang lebih baru mengatakan bahwa dia naik ke gunung. Di mana Gunung Karmel? Itulah tempat ditemukan Gulungan Laut Mati, itu adalah rumah kaum Essene. Maria, ibu Yesus, adalah seorang guru Essene, dan dia seorang pemimpin.

Hal kedua adalah: Alkitab yang lebih tua tidak menyebutkan bahwa Yosef adalah tukang kayu. Yang disebutkan, Yosef mempunyai keahlian itu. Dia seorang Essene, dia seorang ahli alkimia. Jadi, siapakah Yesus? Seorang Essene. Jadi, dia telah bersinggungan dengan ajaran rahasia Essene – sejak lahir. Dan kemudian saat pergi ke Mesir, mereka pergi ke Heliopolis, yang merupakan tempat ajaran rahasia di Mesir. Lalu saat dia pergi dari sana, kembali ke Israel saat berusia 13 tahun, Yosef dari Arimatea membawanya ke India untuk “Master dan PhD”-nya, boleh dikatakan begitu. Jadi, dia akan menjadi seseorang dengan pencapaian besar, mengetahui bahwa dia adalah seorang jiwa agung.

Kristus belajar dari para Yyogi Nath. Yogi Nath adalah orang yang sangat misterius. Suatu saat, saya di luar di ladang. Saya sedang membungkuk, menanam padi. Tiba-tiba sebuah bayangan muncul di depan saya, dan saya melihat di sana ada pria tua kecil yang kotor dan kasar, dan dia menatap saya dan berkata, “Kamu orang Amerika.” Dan saya jawab, “Ya.” Dia meludah ke tanah dan berkata, “Kamu tidak layak,” lalu dia berjalan menjauh.

Beberapa hari kemudian, dia kembali, dan hal serupa terjadi. Dia menatap saya dan berkata, “Saya diberitahu bahwa kamu ingin belajar sutra Nath.” Dan saya iyakan. Dia melanjutkan, “Kamu orang Amerika. Kamu tidak layak. Kamu tidak memiliki kesabaran.” Itu terjadi empat atau lima kali, dan pada terakhir kalinya, dia muncul dan menatap saya dan tersenyum, lalu berkata, “Kamu layak.” Karena saya tidak pernah tersinggung akan hal itu. Saya terima saja apa yang dia lakukan dan katakan. Maka, selama dua bulan saya bersama orang ini. Dan di situlah saya belajar tentang sutra-sutra ini.

Supreme Master TV: Dalam Kitab Injil, Yesus dikatakan melewatkan 40 hari di gurun atau alam liar, di mana dia dicobai oleh Setan. Dr. Hairfield menjelaskan bahwa Yesus bermeditasi pada saat itu untuk menyempurnakan penguasaan dirinya.

Dr. Hairfield: Dia harus beradu dengan pikirannya melalui gagasan godaan. Bayangkan saya berkata kepada Anda, “Oke, saya akan menganugerahimu kekuatan yang tak terkalahkan ini. Kamu berkuasa penuh atas segalanya.” Apa yang akan dilakukan ego Anda? (Wah!) Persis! Jadi, dengan kata lain, itu tentang membersihkan pikirannya sendiri. Ini adalah ujian terakhirnya. Itulah gagasan tentang godaan itu.

Dan omong-omong, kata “Setan” dalam Sanskrit kuno berasal dari Veda adalah “ego”. Ego adalah hal paling kuat yang kita miliki dan kita harus mengekangnya. Tapi, sekali ia dikuasai dan diubah, sang Ilahi dalam batin akan bangkit. Dia sudah punya pengetahuan itu, dan ada satu rintangan terakhir, dan dia mengatasinya.

Supreme Master TV: Dr. Hairfield, banyak orang berpikir Yesus vegetarian, apa pendapat Anda?

Dr. Hairfield: Saya tidak punya keraguan atau pertanyaan tentang itu. Dan jika Anda ingin, saya akan berikan ide ringan menyangkut alasannya. Semakin berat makanan, semakin berat tubuh. Jika kita melihat gigi kita, kita tidak diciptakan untuk menjadi karnivora, kita adalah vegetarian. Kita seharusnya makan sayur-mayur. Tapi, dia secara harfiah vegetarian. Dia tidak menaruh apa pun dalam tubuhnya yang membuat beban atau berat apa pun yang akan menghambat energinya dengan cara apa pun. Dan itu mudah dijelaskan.
Saat kita makan – jika merasa mendapat tenaga, itu yang harus kita makan. Jika kita makan makanan dan kita merasa berat, itu adalah makanan yang tidak seharusnya kita makan. Jadi ya, dia benar-benar vegetarian, tanpa keraguan. Dia ingin memahami semua aspek dari semua sistem kepercayaan. Dan, dari semua ajaran, ada dua yang tidak memiliki dogma. Satu, tentu saja, adalah sutra Buddha. Sesungguhnya ada tiga. Filosofi Krishna dan Veda. Teks Veda adalah teks filosofi yang tertua yang diketahui tentang kehidupan. Dan ajaran Brahma, Jain, dan bahkan sutra Buddha, hingga suatu taraf, bahkan filosofi Krishna, hingga suatu taraf, semua berasal dari yang satu itu. Bahkan teks Alkitabiah sebenarnya dalam sebagian hal atau lainnya, berasal dari teks itu.

Supreme Master TV: Seperti pencari Kebenaran dalam zaman Yesus, Dr. Hairfield sendiri telah pergi ke India untuk mencari Diri Ilahi Sejati-nya.

Dr. Hairfield: Adalah hal-hal sederhana yang selalu paling kuat. Dan itu juga hal yang Kristus sendiri ajarkan. Kristus mengatakan itu di dua tempat. Pertama dia berkata, “Untuk masuk Kerajaan Allah, engkau harus memiliki pikiran seorang anak kecil.” Yang kedua kali dia berkata, “Untuk masuk Kerajaan Allah, engkau harus memiliki kepolosan seorang anak.” Pikiran polos seperti anak kecil mudah melihat hal sederhana. Dan kita dapat munculkan itu bahkan di usia kita.

Supreme Master TV: Dan bisakah Anda uraikan tentang bagaimana kita menemukan Kerajaan Allah dalam diri kita?

Dr. Hairfield: Kristus mengatakan, pertama, dalam Kitab Lukas bahwa “kamu mencari Kerajaan Surga di mana-mana, tapi kamu tidak melihat ke dalam batin.” Baiklah. Kita juga tahu menurut teks Alkitabiah bahwa Tuhan berdiam di Surga. Nah, jika Kerajaan Surga berada dalam diri kita dan Tuhan di dalam Surga – di mana Tuhan berada? (Dalam diri kita.) Jadi, jika orang ingin menemukan Kerajaan itu, kita mulai dengan meditasi: “Jadilah tenang dan tahu.”


Salah satu guru saya suatu hari menatap saya dan berkata, “Anak muda, kamu suka dirimu?” Dan saya jawab, “Tidak.” Dia berkata, “Tunggu di sini,” dan dia berjalan pergi. Dia kembali dan membawa, saya duga, itu seperti cermin dari wadah bedak rias wanita, dan dia berikan kepada saya dan berkata, “Bawa ini bersamamu dan duduklah dan lihat cermin itu lalu katakan pada dirimu bahwa kamu cinta dirimu.” Dan dia berkata, “Saat kamu telah selesai dengan itu, kembalikan cermin saya.”

Saya kembali kepadanya 30, 45 hari kemudian, dan saya memandang dia dan berkata, “Guru, saya tak bisa lakukan ini.” Dan dia berkata, “Ceritakan pengalamanmu.” Dan saya beritahukan dia bahwa setiap kali saya mengatakan kalimat itu, saya dengar dalam pikiran saya semua alasan mengapa saya tak berguna, tidak baik, semua yang negatif tentang saya. Dan dia menatap saya dan berkata, “Tidak, kamu telah berhasil, Steven.” Saya berkata, “Bagaimana?” Dia menjawab, “Kini kamu tahu dua hal yang tidak kamu ketahui sebelumnya.”

Dia berkata, “Pertama, kamu tahu jalanmu. Jalanmu adalah melalui hutan dari setiap orang itu dari hal-hal itu, egomu, yang adalah hal kedua yang kini kamu ketahui.” Karena setiap kali saya mengatakan bahwa, ego sayalah yang memberitahu saya mengapa saya tidak suka saya dan tidak dapat menerima saya. Lalu dia hanya berkata, “Hadapi satu per satu, jangan semuanya. Cukup satu per satu, hingga ia tak ada lagi.” Dan perlu waktu cukup lama. Tapi tidak satu pun hal-hal itu mengganggu pikiran saya lagi. Itulah Surga di dalam batin. Jika kita sungguh ingin menerangi dunia ini, maka bukalah diri kita terhadap kebenaran hakikat kita sendiri, terhadap kebenaran keilahian kita sendiri. Munculkan itu; munculkan dan berikan kepada semua orang karena jika kita dapat lakukan itu, kita telah melanjutkan garis silsilah yang dibentuk ribuan tahun lalu oleh begitu banyak Guru agung.

Bagaimanapun juga, Kristus sendiri berkata, “Carilah dulu Kerajaan Allah maka semua hal lainnya akan diberikan kepadamu.” Dan memikirkan bahwa kita dapat memperoleh apa pun yang kita inginkan, apa pun, dengan menemukan tempat itu di dalam diri kita lebih dulu. Maka, kita dapat mengubah dunia.


Sumber : http://suprememastertv.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar