Minggu, 15 Juli 2012

Taksi Ferrari dan Porsche Hanya Trik Marketing?

imgJakarta - Taksi mewah Porsche atau Ferrari berkeliaran di jalanan Jakarta sejak Kamis, 12 Juli 2012. Banyak kejanggalan dalam operasional taksi itu. Bahkan dalam perbincangan di media sosial, hal ini bisa dikaitkan sebagai iklan sebuah produk.

Akun twitter MM Cab, @mm_cab mulai mencuit tanggal 2 April 2012. Cuitan mulai mengalir saat masuk bulan Juli 2012.

"Dengan armada mewah milik #mmcab, Anda dapat pergi ke mana pun tujuan Anda di Jakarta, dengan tarif lebih rendah daripada taksi pada umumnya," demikian cuitan akun tersebut pada 9 Juli 2012.

Apalagi, akun twitter tersebut bolak-balik menjawab bila sudah beroperasi akan menggunakan tarif bawah.

"Klarifikasi, tarif kami menggunakan tarif bawah. :-)" demikian salah satu cuit akun tersebut pada 10 Juli 2012.

Mungkinkah dengan armada yang seharga miliaran rupiah, mungkinkah tarifnya lebih rendah dari pada taksi pada umumnya? Bagaimana perawatan taksi ini? Apakah dari sehari 'narik' bisa menutupi biaya operasionalnya? VP Sales and Marketing PT Eurokars Artha Utama, Yudy W Widodo pun menambahkan untuk melakukan perawatan Porsche terbilang tidak terlalu mahal.

"Kalau untuk perawatan tidak terlalu mahal, hanya Rp 4-5 juta untuk ganti oli per 5.000 km. Dan kalau kendaraannya jarang dipakai ganti olinya bisa setahun sekali kali tuh mobil," jawab Yudy W Widodo kepada detikOto.

Apalagi, pengguna-pengguna pertama taksi itu adalah selebritis twitter, yang kemudian foto dengan taksi itu dan mengirimkannya ke akun twitter mereka. Mungkinkah hal ini untuk mendapatkan efek buzzer dari word of mouth?

Menurut Indah Lestari dari EO Activision mengatakan bagi warga yang masih penasaran dengan MM Cab, segera kunjungi lobi Plaza EX pada tanggal 18 Juli mendatang. Pihak perusahaan akan membocorkan segala sesuatunya soal MM Cab.

"Saya enggak bisa ngomong banyak. Nanti saja kunjungi lobi Plaza EX 18 Juli, kita akan mengumumkan semuanya, termasuk maksud dari tujuan taksi ini," ujar Indah.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta ketika dikonfirmasi mengatakan, taksi itu belum ada izinnya. Karena tak berizin tersebut, taksi mewah ini digolongkan sebagai angkutan liar.

"Belum ada izin dan belum melaporkan izin operasi," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/7/2012).

Dilihat dari situsnya, MM Cab memiliki situs mmhidupituindah.com, dengan deskripsi 'Mmcab adalah sebuah perusahaan transportasi dengan layanan transportasi prima yang sesuai dengan gaya hidup kota besar. Aman, terpercaya, dapat diandalkan dan berkelas'.

Dalam perbincangan di sosial media, sampai dianalisa memasukkan kata itu di google dengan mengetikkan kata "mm cab", "hidup itu indah". Dan mereka menganalisa bahwa itu berkaitan dengan applikasi mobile sebuah bank besar. MM adalah nama produk dan 'hidup itu indah' adalah tag line-nya. Informasi yang sama juga masuk pada redaksi detikcom.

Taksi ini mangkal di mal-mal dan pengguna bisa menggunakan gratis sampai 18 Juli 2012. Tampilan mewah tubuh Ferrari 360 Modena dan Porsche Boxster S model tahun 2011, diubah dengan balutan cat warna kuning dan stiker hitam putih. Di bagian atap pun terlihat jelas tulisan Taxi layaknya sebuah taksi di Amerika. Dalam operasionalnya pun dikawal oleh Patwal 1 motor polisi.

Bila benar ini adalah buzzer iklan suatu produk, akan mengingatkan kita pada kasus 'Peti Mati' pada Juni 2011 lalu. Saat itu ada beberapa kantor media massa yang dikirimi peti mati, termasuk detikcom, yang mendapatkan 3 peti mati.

Peti mati itu berukuran lebih kecil dari biasanya bertuliskan 'RIP', kemudian ada bunga-bunga mawar segar di dalamnya serta setangkai mawar bertuliskan seperti 'You are number #404'. Kiriman peti mati ini berefek teror hingga ada penerima peti mati yang melaporkannya ke polisi. Polisi kemudian mengusut hal ini.

Belakangan, terungkap otak pengiriman peti mati itu. Dia adalah CEO Buzz & Co Sumardy, yang mengakui mengirimkan peti mati semata-mata untuk kepentingan pemasaran buku yang ditulisnya 'Rest in Peace Advertising Killed by Word Mouth Agency'. Keputusan pengiriman peti juga adalah hasil diskuksi tim.

"Karena gambar bukunya sudah gambar batu nisan, jadi yang salah satu berhubungan adalah peti mati," katanya.



Akademisi UI: Taksi Ferrari Sepertinya Trik Iklan untuk Cari Perhatian

"Saya pikir itu memang gimmick, bukan betulan taksi karena nggak mungkin taksi menggunakan mobil semacam itu. Di sini sudah ada taksi Alphard ya, saya lihat nggak begitu tinggi penggunaannya," jelas dosen periklanan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia (UI) Dra Sri Sedyastuti Syafei, MSi.

Hal itu disampaikan Sri dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (14/7/2012). Sri sendiri mengaku mengetahui hal itu baru pada Jumat kemarin.

"Itu sepertinya trik dari satu produk untuk melaunch produknya dengan cara yang lain sehingga getting attention," imbuhnya.

Sri menilai ada kemiripan antara 'Taksi Ferrari & Porsche' ini dengan kasus 'Peti Mati' yang dilakukan Sumardy, CEO Buzz & Co. Dengan hal yang nyeleneh diharapkan bisa menjadi pembicaraan di mana-mana, di dunia nyata atau di social media.

"Tujuannya untuk mendapat perhatian publik. Word of mouth (WOM) supaya orang menjadi berbicara tentang itu, dari internet, kemudian ke teman, berkembang dan orang jadi membicarakan. Cuma yang kasus peti mati agak beda, peti mati itu langsung dari agensi, kalau ini (Taksi Ferrari) diluncurkan ke masyarakat langsung. Ya kita tunggu saja," jelas Sri.

Secara etika periklanan, 'Taksi Ferrari' ini dinilai oke-oke saja, tidak melanggar. Bila benar, strategi 'Taksi Ferrari & Porsche' seperti ini dinilainya kreatif dan inovatif. Dalam era di mana semua perusahaan mempromosikan produknya melalui media kovensional, diperlukan terobosan agar iklan itu berhasil membetot perhatian banyak orang.

"Menurut saya dengan kegiatan ini cukup jeli dia, cukup pintar untuk getting attention orang dengan kondisi periklanan kaya begini strategi harus tajam. Dari sisi periklanan oke saja. Tidak melanggar etika," kata Sri.

Detikcom pun sudah berupaya menghubungi dan mengkonfirmasi pihak bank yang disebut-sebut melakukan promosi 'Taksi Ferrari' ini, yakni 3 pihak bagian humas dan promosi. Ketiga orang bagian humas dan promosi bank itu tidak mengangkat telepon ketika dihubungi, pesan yang dikirim melalui BlackBerry Messenger (BBM) pun tidak dibalas kendati sudah dibaca.



Taksi Porsche Pernah Dipakai Trik Marketing di Bangkok Thailand

Terlepas dari taksi Ferrari 360 Modena dan Porsche Boxster S model tahun 2003 yang berkeliaran di Jakarta ini trik marketing atau bukan, namun mobil ini pernah digunakan sebagai sarana trik marketing. Saat itu, taksi Porsche Boxster 987 berkeliaran di jalanan yang macet di ibukota negara gajah putih itu. Eh, ternyata mobil itu mempromosikan produk ponsel pabrikan Korea Selatan.

Seperti bisa ditemui di Youtube, dalam video yang berjudul 'Taxi Porsche In Bangkok Thailand' yang diunggah pada 2 Juli 2011 lalu itu, memperlihatkan mobil Ferrari Boxster itu dicat persis sama dengan taksi lokal, kuning di bagian tengah bodi ke atas dan hijau tosca di bagian tengah bodi ke bawah. Di atasnya terdapat papan neon 'Taxi-Meter'.

Video itu merekam ekspresi orang-orang yang melihat dengan takjub dan kagum melihat mobil mewah yang tak banyak berkeliaran di jalanan Kota Bangkok itu. Sambil melihat mereka spontan mengeluarkan telepon seluler atau kamera digitalnya, dan, jepret! Jepret!

Di dalam mobil seorang pengemudi yang mengenakan kemeja biru menghampiri orang-orang yang tertarik menaiki mobil itu. "Hei Anda ingin naik taksi, ayo masuk," tawar pengemudi berbaju biru itu seperti terekam dari kamera yang diletakkan di dashboard mobil.

Kemudian di dalam mobil, seorang perempuan tampak mengambil gadget dari dashboard, lalu membolak-baliknya. Oh, rupanya gadget itulah yang akan dipromosikan oleh Porsche itu.

Di akhir video yang berdurasi 6.07 menit itu, ditutup dengan logo iklan ponsel pabrikan Korsel yang diluncurkan.





Sumber : http://oto.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar