Senin, 02 Juli 2012

Mendeteksi Parkinson Melalui Suara


KOMPAS.com -  Parkinson merupakan penyakit degenerasi yang menyerang otak akibat kurangnya dopamine dalam otak. Penyakit ini sungguh merugikan dan menurunkan kualitas hidup penderita, dan hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkannya. Diagnosa penyakit ini pun relatif lambat, karena belum adanya prosedur tes darah untuk mendeteksinya.

Tetapi, kini ada sebuah harapan baru dalam mendeteksi Parkinson secara dini. Seorang ahli matematika bernama Max Little berhasil mengembangkan metoda pemeriksaan non-invasif dan murah, yang berpotensi menjadi cara baru dalam mengidentifikasi penyakit ini. Riset yang dilakukan Little menemukan,  gejala Parkinson dapat dikenali dan dideteksi melalul rekaman suara pasien yang dianalisi oleh sistem algoritma komputer. Tes suara ini diklaim mampu mendeteksi Parkinson dengan tingkat akurasi hingga 86 persen.

Little dalam waktu dekat ini akan menggelar sebuah konferensi bertajuk TEDGlobal di Edinburgh Texas AS. Pada kegiatan ini, tim yang dipimpin Littel mengumpulkan relawan untuk direkan suaranya dan dibuatkan database suara berskala besar.

Little mengakui, ketertarkan meneliti suara menggunakan perspektif matematika saat dirinya mengambil PhD di Universitas Oxford.  "Saat itu, saya sedang mencari penerapan praktis, dan menemukan kalau sistem ini dapat menganalisa gangguan suara.  Misalnya, pada seseorang yang suaranya terganggu karena operasi pita suara.  Secara tak sengaja, mereka yang mengidap Parkinson dan gangguan gerak lainnya juga dapat terdeteksi oleh sistem," ujarnya.

Pertemuan Little dengan seorang pakar dari perusahaan prosesor Intel membuat penelitiannya semakin berkembang. Risetnya pun disponsori sehingga ia pun mampu mengembangkan sistem yang dapat membedakan pola suara pasien yang memiliki gejala Parkinson.

Little dan timnya menjelaskan, pola suara manusia dapat berubah akibat beragam penyebab seperti  operasi tenggorokan, merokok dan  bahkan  ketika sedang mengalami pilek atau selesma. Ia yakin bahwa sistem algoritma yang dikembangkannya cukup canggih dalam mengungkap perbedaan-perbedaan tersebut.

Untuk itu pula, Little terus mengumpulkan dan merekam suara. Ia bertekad membuat database suara hingga 10 ribu relawan dan menyiapkan saluran telepon khusus di 10 negara. Setiap orang dapat menelpon untuk memeriksakan dirinya apakah memiliki gejala Parkinson. Ia juga membuat  website www.parkinsonsvoice.org, di mana setiap orang dapat mengetahui proyek yang sedang dikembangkannya.

Little berharap teknologi deteksi Parkinson yang dirintisnya akan tersedia bagi para praktisi klini dalam dua tahun ke depan. "Kami tidak bermaksud menyediakan alat ini sebagai pengganti bagi para ahli klinis. Tetapi dengan harganya yang terjangkau dapat membantu mengindentifikasi siapa saja yang berisiko tinggi menderita penyakit dan siapa yang sudah menderita penyakit ini," ujarnya.





Sumber : http://health.kompas.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar