Sabtu, 18 Agustus 2012

Metode Hisab Muhamadiyah di Dunia Astronomi Tak Dipakai

(bosccha.itb.ac.id)JAKARTA - Pengamat astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Indonesia (Lapan), Thomas Jamaludin menyatakan, metode yang digunakan oleh Muhammadiyah untuk menetukan tanggal 1 ramadan, memang agak berbeda dengan organisasi Islam di Indonesia yang lain. Hal tersebut lantaran Muhammadiyah menggunakan metode wujudulhilal.

"Metode wujudulhilal itu yang digunakan oleh Muhammadiyah dalam dunia astronomi sudah tidak dipakai lagi. Kalau tetap dipakai, akan terjadi perbedaan dengan saudara-saudara kita yang menggunakan pendekatan rukyat," kata Thomas di ruang Sidang Isbat Kementrian Agama, Thamrin, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Sehingga, metode tersebut perlu dirubah dengan ciri-ciri astronomis berdasarkan kriteria Visibilitas Hilal atau Infanu Rukyat. "Supaya itu bisa satukan antara hisab dan rukyat," singkatnya.

Direktur Sains Lapan ini juga menerangkan sebenarnya Muhammadiyah menggunakan hisab modern, melakukan perhitungan dan menggunakan alat komputerisasi sehingga hasilnya akurat, tapi kriterianya itulah yang berbeda dengan yang dirumuskan ormas islam lainnya.

"Itu yang selalu buat perbedaan. Sekarang sedang diupayakan dalam seminar Juni lalu, Ketua PP Muhammadiyah sudah buka diri untuk mengajak dialog dengan kriteria yang mereka punya dan dengan kritera saat ini tepat, sehingga ini jadi moment terbaik untuk sama-sama merumuskan kriteria baru yang bisa diterima semua pihak baik kalangan rukyat maupun hisab. Sebab secara astronomi hal tersebut bisa dilakukan," simpulnya.

Lapan, lanjut Thomas akan memberikan tawaran berdasarkan data-data astronomi internasional dan menghitung kemungkinan penerapannya di Indonesia sesuai dengan kemampuan hisab Indonesia. "Maka, Lapan menawarkan Rukyat Indonesia dengan pendekatan beda tinggi itu empat derajat dan jarak antara bulan dan matahari 6,4 derajat," terangnya.

Namun Muhammadiyah, diakuinya belum menyepakati hal tersebut, dan baru menerima tawaran untuk berdiskusi. "Muhammadiyah baru menyatakan terbuka untuk bicarakan hal itu, tapi belum. Makanya tadi saya usulkan supaya ada kesepakatan supaya pendekatan itu bisa segera didiskusikan," tutupnya.

(ydh)



Sumber : http://news.okezone.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar