Minggu, 19 Agustus 2012

Kualitas Sperma Jadi Greng dengan Bantuan Kenari

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Beberapa laki-laki kadang mengeluhkan kualitas sperma yang kurang sehingga sulit bertemu dengan sel telur. Studi menemukan jika laki-laki mengonsumsi kenari, maka kualitas spermanya akan meningkat.

Beberapa studi menunjukkan kualitas air mani manusia telah menurun di beberapa negara akibat adanya polusi, kebiasaan gaya hidup yang buruk dan pola makan salah. Serta sekitar 70 juta pasangan di seluruh dunia mengalami masalah kesuburan dan infertilitas yang 30 persennya disebabkan oleh laki-laki.

Hasil studi yang dilaporkan dalam Biology of Reproduction's Papers-in-Press mengungkapkan makan 75 gram kenari sehari bisa meningkatkan vitalitas, motilitas dan morfologi sperma laki-laki sehat berusia 21-35 tahun.

Dr Wendie Robbins dan rekan dari University of California, Los Angeles menyelidiki seberapa jauh peningkatan asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids/PUFAs) yang penting untuk pematangan sperma dan fungsi membran, serta kualitas sperma.

Sumber terbaik dari PUFAs ini dari ikan, minyak ikan, biji rami dan kenari. Kacang kenari ini merupakan sumber yang kaya akan asam alfa-linoleat (ALA) serta sumber alami omega-3 dari tumbuhan.

Studi yang melibatkan 117 laki-laki sehat berusia 21-35 tahun ini menemukan konsumsi kenari sebanyak 75 gram secara signifikan kadar omega-6 dan omega-3 meningkat serta mengalami perbaikan dalam vitalitas, motilitas dan morfologi sperma seperti dikutip dari Health24, Sabtu (18/8/2012).

Laki-laki yang terlibat dalam studi ini tidak mengalami perubahan yang signifikan dalam indeks massa tubuh, berat badan maupun tingkat aktivitas lainnya. Namun perubahan terjadi pada kualitas spermanya.

Meski penelitian ini menunjukkan hasil yang positif dalam mempengaruhi kualitas sperma dari laki-laki muda. Namun peneliti butuh studi lebih lanjut untuk mengetahui apakah hasil ini juga berlaku pada laki-laki yang sudah memiliki masalah kesuburan sebelumnya.



Sumber : http://health.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar