Kamis, 02 Agustus 2012

Kelebihan dan Kekurangan Memakamkan Jenazah dengan Cara Ini



Jakarta - Meningkatnya jumlah penduduk dunia menambah masalah baru, yakni berkurangnya lahan pemakaman. Beruntung ada banyak alternatif penanganan jenazah, mulai dari kremasi hingga pengawetan mayat. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Beberapa alternatif penanganan jenazah yang dikenal di berbagai belahan dunia, beserta kelebihan dan kekurangannya adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Ezinemark, Kamis (2/8/2012).

1. Diawetkan dengan diet
Pengawetan mayat biasanya dilakukan orang lain. Namun di kalangan pendeta Budha, hal ini bisa dilakukan sendiri sejak masih hidup. Caranya dengan diet biji-bijian selama 3 tahun, lalu diet akar-akaran selama 3 tahun berikutnya. Jenazah yang bersangkutan jadi susah membusuk, mudah diawetkan. Diperkirakan baru 24 mumi yang dibuat dengan cara ini.

Kelebihan: memudahkan proses pengawetan mayat.
Kekurangan: bagi sebagian orang mungkin repot, mau meninggal saja makan masih harus diatur-atur.

2. Dijadikan makanan burung
Dalam tradisi Zoroastrian di Tibet, jenazah diletakkan di tempat tinggi dan terbuka untuk mengundang burung-burung pemakan bangkai. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, yang tersisa tinggal tulang belulangnya saja. Tulang-belulang itupun tidak dikubur, melainkan diletakkan di sebuah menara. Tradisi ini disebut Sky Burial.

Kelebihan: hemat lahan pemakaman, sekaligus memberi kelangsungan hidup bagi makhluk lain.
Kekurangan: menyeramkan bagi yang tidak terbiasa.



3. Dikremasi dan abunya dibuat berlian
Berlian adalah sebuah batu mulia yang melambangkan kemewahan dan keabadian. Berkat perkembangan teknologi, abu hasil pembakaran jenazah bisa dipadatkan menjadi batu berlian sehingga kenangan tentang almarhum akan abadi bersama keluarganya yang masih hidup.

Kelebihan: hemat lahan pemakanan.
Kekurangan: biayanya masih mahal.



4. Pemakaman ekologis
Agar tetap bermanfaat, jenazah di Swedia dikubur dengan metode pemakaman ekologis. Caranya dengan dikubur apa adanya, tanpa dibungkus kafan atau peti mati sehingga lebih mudah terturai secara cepat dan alami. Kandungan mineralnya akan menyuburkan tanah di sekitarnya.

Kelebihan: ramah lingkungan, menyuburkan tanah di sekitarnya.
Kekurangan: akan bersinggungan dengan tradisi agama tertentu.



5. Dimakamkan di luar angkasa
Mengingat lahan untuk penguburan makin terbatas dan polusi udara makin tinggi karena banyak debu, manusia mulai memikirkan cara baru untuk memperlakukan jenazah. Yang terbaru, jenazah diperabukan atau dikremasi, lalu abunya ditembakkan ke luar angkasa dengan roket khusus agar tidak mencemari bumi yang sudah makin kotor.

Kelebihan: tidak mencemari tanah dan udara di bumi.
Kerugian: butuh biaya mahal untuk menembakkan roket.



Sumber : http://health.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar