Selasa, 14 Agustus 2012

2 Buah Gigi Tumbuh di Dalam Mata Selama 23 Tahun

Nagabhushanam Siva (dok. mirror)
Chennai, India, Seorang wanita di India terlahir dengan keanehan di mata kirinya. Dokter mendiagnosisnya dengan tumor. Tapi saat melakukan operasi, dokter sangat terkejut karena menemukan dua buah gigi yang tumbuh utuh di matanya.

Nagabhushanam Siva (23 tahun) terlahir dengan kondisi abnormal di mata kirinya. Kondisi itu terus berlanjut hingga bertahun-tahun karena keluarga terlalu takut membawanya ke dokter.

Tapi setelah 23 tahun merasakan keanehan tersebut, Nagabhushanam akhirnya memberanikan diri menemui dokter di rumah sakit pemerintah di Chennai, India, karena merasa penglihatannya sudah mulai kabur.

Nagabhushanam didiagnosis dengan Teratoma, yaitu tumor biasanya tumbuh di rambut, gigi, tulang atau yang lebih kompleks di organ seperti mata, tungkai, tangan atau anggota tubuh lainnya.

Tumor tersebut telah mendorong mata dari soketnya dan membuat kulitnya menonjol, sehingga menghalangi pandangannya serta membuat sebagian saraf optiknya rusak.

Pertumbuhan tumor juga membuat Nagabhushanam tak bisa menggerakkan bola matanya, hingga mengembangkan sindrom mata malas (lazy eyes syndrome atau Amblyotic), yakni gangguan yang dipicu oleh pertumbuhan saraf mata yang tidak sempurna sehingga koordinasi gerak dan penangkapan bayangan pada mata kanan dan kiri tidak seimbang.

Dokter mengatakan pernah melihat beberapa kasus Teratoma dengan jaringan menyerupai gigi tertanam dalam tumor, tetapi gigi dalam bentuk utuh sangat langka.

"Teratoma adalah suatu massa dari jaringan yang mengandung kista dan kadang-kadang mengandung jaringan keras, tetapi gigi yang tumbuh secara utuh sangat jarang," jelas Dr K Vasantha, direktur rumah sakit pemerintah di Chennai, India, seperti dilansir mirror.co.uk, Jumat (10/8/2012).

Pengangkatan tumor menyebabkan kerusakan parah pada saraf optik Nagabhushanam, yang secara tragis harus membuatnya mengalami buta permanen.

"Karena dibiarkan tanpa pengobatan selama bertahun-tahun, membuat tumor tumbuh dengan ukuran yang luar biasa. Itu mengakibatkan kerusakan saraf optik," tambah Dr Vasantha.

Orbital Teratoma adalah tumor embrio langka terdiri dari jaringan yang tumbuh dalam upaya untuk membentuk organ.

Kasus pertama dari kondisi ini dilaporkan 149 tahun yang lalu. Hanya 70 kasus yang ditemukan di seluruh dunia sejak saat itu.





(mer/ir)




Sumber : http://health.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar