Jumat, 08 Juni 2012

Sekali Charge, Mobil Listrik Nasional Bisa Jalan 130 Km

imgJakarta - Sedikitnya jarak tempuh mobil listrik nasional dan lamanya charging(pengisian listrik), banyak membuat ragu para pecinta otomotif ditanah air terhadap mobil listrik karya anak bangsa ini.

Tidak perlu berlama-lama produsen mobil listrik nasional pun menjawabnya dengan penawaran teknologi yang digendongnya.

"Memang saat ini kami masih menggunakan baterai lithium 36 sel untuk menempuh jarak 130 km. Selain itu juga membutuhkan tempat charging," kata pimpinan PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi yang juga memproduksi Mobira kepada detikOto, Jumat(8/6/2012).

"Tapi bisa saja konseumen itu melakukan charging disaat malam hari mau tidur. Bahkan nanti bisa saja akan banyak yang menjual baterai lithium," tambahnya.

Mobil tersebut diperkuat baterai lithium ion sebanyak 36 buah dengan kapasitas baterai yang mencapai 21 kWh yang mampu berjalan hingga sejauh 130 kilometer dengan sekali isi.

Mobil listrik nasional tersebut sangat fleksibel dan bisa melakukan pengisian di rumah dengan tegangan 220 V dan hanya membutuhkan waktu 4-5 jam hingga baterai tersisi penuh. Sementara dengan cara sistem cepat hanya membutuhkan waktu 30 menit pada tegangan 220 V.

Dasep juga menambahkan agar masyarakat tidak perlu takut untuk menggunakan mobil listrik nasional. Karena Dasep menerapkan teknologi regenerative braking system.

"Kalau jarak yang terlalu jauh, tidak perlu khawatir. Karena akan ada indikator Eco Mode, yang bisa mengkontrol penggunaan. Selain itu indikator ini bisa memberitahukan berapa jarak tempuh yang tersisa, sehingga masyarakat bisa mengambil ancang-ancang dan bersiap-siap menuju tempat pengisian,"jelas Dasep.

"Selain itu kami juga menerapkan regenerative braking system. Jadi jika mobil ini menempuh jarak yang menanjak, maka mobil ini akan menggunakan energi listrik yang lebih banyak untuk menggerakkan motor listrik untuk menjalan mobil. Tapi semuanya terbalas disaat mobil listrik ini menemui jalanan turunan, karena motor listrik akan berubah menjadi generator yang bisa menghasilkan listrik untuk mengisi kekuatan baterai," jelas Dasep.

Bahkan teknologi regenerative braking system di tubuh mobil listrik nasional ini, juga akan berfungsi dijalanan yang rata.

"Begitu juga dengan jalanan yang rata. Jika kendaraan menempuh kecepatan yang lebih tinggi maka listrik akan terpakai lebih besar. Tapi disaat mobil ini hendak berhenti secara perlahan motor listrik berubah menjadi generator. Dan bisa mengisi kekuatan baterai," tutupnya.





Sumber : http://oto.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar