Selasa, 26 Juni 2012

Kupas tuntas Saksi Yehuwa



Tidak Ada Perayaan Ulang Tahun Bagi Saksi Yehuwa


Benarkah ajaran atau perintah itu?


Pertama, perhatikan bahwa tidak ada satupun ayat di Alkitab yang menyatakan secara eksplisit bahwa orang Kristen dilarang merayakan ulang tahunnya. Jika memang orang Kristen dilarang, bukankah seharusnya Alkitab menyatakannya secara eksplisit?


Kedua, oleh karena itu, ajaran Menara Pengawal yang menyatakan bahwa Alkitab melarang orang Kristen merayakan ulang tahunnya merupakan tafsiran sepihak, bukan?


Ketiga, perhatikan beberapa argumentasi yang dibuat Menara Pengawal di seputar 2 kejadian yang tidak menyenangkan saat adanya ulang tahun yaitu Firaun dan Herodes; 2 orang meninggal yaitu juru roti dan Yohanes Pembaptis. Dengan demikian maka menurut Menara Pengawal, Alkitab tidak menyetujui perayaan ulang tahun karena hal-hal yang jahat terjadi saat perayaan ulang tahun.


Jika demikian tafsiran Menara Pengawal, saya ingin bertanya, ‘Berdasarkan standard Alkitab, apakah sumber dari suatu kejahatan? Manusianya — Firaun atau Herodes — atau ulang tahunnya itu sendiri? Untuk lebih mudahnya, saya beri illustrasi, ketika seseorang membunuh, siapakah yang jahat di sini; individu yang membunuh atau pisaunya yang dipakai membunuh?’ Jelas, orangnya, bukan? Pisau hanyalah sebuah alat untuk memotong; dapat digunakan untuk kebaikan seperti memotong daging atau sayuran. Dan dapat pula digunakan untuk kejahatan yaitu membunuh. Semuanya kembali kepada individu yang menggunakan pisau itu.


Jadi, bukan karena adanya pesta ulang tahun seseorang berbuat jahat. Perayaan ulang tahun hanyalah suatu acara untuk memperingati kelahiran seseorang. Tanpa perayaan itu pun Firaun dan Herodes memang banyak melakukan hal-hal yang buruk. Kejadian pada pembunuhan secara kebetulan terjadi saat adanya pesta ulang tahun. Lalu mengapa ulang tahunnya yang dipermasalahkan?


Lalu, jika demikian mengapa Menara Pengawal mentafsirkan melampaui apa yang tertulis?


Keempat, Menara Pengawal berargumentasi bahwa ‘umat Yehuwa tidak merayakan tanggal kelahiran; mereka merayakan perayaan-perayaan lain tetapi bukan ulang tahun’ karena itu Alkitab tidak merekomendasikan ulang tahun. Memang secara eksplisit Alkitab tidak menyatakan demikian. Tetapi, nabi-nabi Tuhan itu juga tidak menulisnya untuk tidak merayakannya, bukan?
Kelima, jika saya boleh mentafsirkan Alkitab. Alkitab mencatat usia para tokoh Alkitab sangat banyak, bukan? Menara Pengawal pun menulis ‘Hamba-hamba Allah pada zaman dahulu mencatat kapan orang-orang dilahirkan, yang memungkinkan mereka untuk menghitung usia‘.  Bahkan Alkitab menulis Yesus berusia 12 tahun saat pergi ke Yerusalem. Pertanyaan saya adalah mengingat penulis Alkitab mencatat usia para tokohnya apakah tidak mungkin mereka juga memperingati ulang tahunnya juga, hanya tidak dicatat? Jika tidak memperingatinya, mengapa usia mereka dicatat?


Saya mentafsirkannya, karena usia mereka dicatat maka tentunya mereka memperingati ulang tahunnya.


Keenam, lebih utama lagi rasul Paulus menulis di Roma 14:5-6,12 mengenai ‘suatu hari‘:
Ada orang yang menilai suatu hari lebih penting daripada hari yang lain; orang lain menilai semua hari sama; hendaklah setiap orang yakin sepenuhnya dalam pikirannya sendiri. Ia yang berpegang pada suatu hari, melakukannya untuk menghormati Yehuwa. Juga, ia yang makan, melakukannya untuk menghormati Yehuwa, sebab ia mengucapkan syukur kepada Allah; dan ia yang tidak makan, melakukannya untuk menghormati Yehuwa, namun mengucapkan syukur kepada Allah….Oleh karena itu, kita masing-masing akan memberikan pertanggung jawaban kepada Allah. (NW)


Nah, di ayat ini rasul Paulus menyatakan mengenai ‘suatu hari‘, tentunya termasuk hari ulang tahun, bukan?  Keputusan mengenai ‘suatu hari’ yang lebih penting dibandingkan dengan hari lainnya menurut Paulus diserahkan kepada hati nurani masing-masing individu asalkan dilakukan untuk menghormati nama Yehuwa. Karena keputusan ini dilakukan berdasarkan hati nurani secara pribadi maka Paulus mengatakan bahwa masing-masing dari kita akan mempertanggung-jawabkannya kepada Allah. Oleh karena itu, tidak dapat orang lain menghukum ataupun melarang seseorang menganggap hari ulang tahunnya penting karena ia sebagai individu akan mempertanggung-jawabkannya kepada Allah, bukan?


”Berjaga-jagalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan berbaju domba, tetapi di dalamnya, mereka adalah serigala-serigala yang rakus”. (Mat. 7:15, NW)




Sumber : http://allahmahabaik.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar