Minggu, 24 Juni 2012

Probiotik Bisa Atasi Susah BAB



img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Susah buang air besar (BAB) atau konstipasi adalah kondisi menjengkelkan yang dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Selain memperbanyak konsumsi serat, air putih dan olahraga, mengonsumsi yogurt yang mengandung probiotik juga dapat mengatasi susah BAB.

Konstipasi atau susah BAB adalah gejala defekasi (buang air besar) yang tidak memuaskan yang ditandai dengan BAB kurang dari 3 kali dalam 1 minggu atau kesulitan dalam mengeluarkan feses (kotoran) akibat feses yang keras.

"Jangan anggap remeh masalah susah BAB. Berdasarkan data di RSCM, dari semua pasien dengan konstipasi 36,4 persen menderita wasir (ambeien atau hemoroid) dan hampir 8 persen menderita kanker usus besar," jelas dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dalam acara Media Edukasi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, seperti ditulis (26/5/2011).

Ada beberapa cara untuk mencegah dan mengobati konstipasi, antara lain dengan memperbanyak konsumsi serat, perbanyak aktivitas fisik dengan berolahraga dan minum air putih minimal 2 liter/hari secara teratur.

"Selain itu, cara lain yang ditemukan dapat mencegah konstipasi adalah dengan probiotik, yaitu bakteri hidup yang ditambahkan pada makanan yang mempunyai efek menguntungkan dengan meningkatkan flora usus," jelas dr Herry Djagat Purnomo, SpPD-KGEH, Ketua Kelompok Kerja Probiotik dalam Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (Pokja Probiotik-PGI).

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika digunakan dalam jumlah yang sesuai, dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain atau inangnya (WHO/FAO 2001).

"Probiotik dapat membantu usus kita bekerja lebih baik sehingga terhindar dari gangguan pencernaan. Probiotik salah satunya bisa kita dapat dengan mengonsumsi yogurt. Tentunya dengan catatan, yogurt tersebut memang diproses dengan menambahkan probiotik hidup dalam jumlah sesuai ke dalamnya," ujar dr Herry yang juga merupakan staf Sub Bagian Gastro-hepatologi, Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi FK UNDIP, Semarang.

Menurut penelitian yang ada, probiotik memainkan peran yang penting terkait kesehatan pencernaan. Probiotik yang dikenal orang diantaranya bakteri Lactobacillus, Streptococcus dan Bifidobacterium.

dr Herry menjelaskan bahwa fungsi probiotik bermacam-macam, antara lain:
  1. Membantu penyerapan nutrisi
  2. Dapat memproduksi vitamin
  3. Membantu melawan pertumbuhan bakteri jahat
  4. Berperan dalam ekosistem usus.

"Sifat probiotik sangat strain spesifik. Tidak semua strain dari spesies yang sama dapat memberikan efek atau manfaat yang sama, namun yang penting untuk dicatat, probiotik pada dasarnya adalah bakteri hidup yang ditambahkan pada makanan yang mempunyai efek menguntungkan dengan meningkatkan kesehatan flora usus," jelas dr Ari yang juga menjabat sebagai Ketua Advokasi PB PAPDI (Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam Indonesia).

Selain itu, ada beberapa kriteria probiotik yang baik seperti dijelaskan Prof dr Aziz Rani, SpPD-KGEH, Ketua Divisi Gastroenterologi Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, yaitu:
  1. Mikroorganisme probiotik harus hidup
  2. Harus bisa melewati asam lambung
  3. Jumlah probiotik sesudah sampai usus besar adalah 10.000.000 (10 pangkat 7)
  4. Dapat melekat pada saluran pencernaan manusia
  5. Berkoloni dalam saluran pencernaan manusia
  6. Perlawanan terhadap bakteri pathogen.

"Usus yang sehat mendukung tubuh kita untuk sehat dan juga membantu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," tutup Prof Aziz.
<
(mer/ir





Sumber : http://health.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar