Kamis, 14 Juni 2012

Law of Attraction (sebuah pengalaman pribadi)


Pasti sudah banyak yang mendengar tentang Law of Attraction dan saya yakin banyak juga yang sudah mempraktekkan metode ini dan berhasil. Bagi yang belum tau, Law of Attraction adalah sebuah hukum saling ketertarikan, mungkin terlihat diluar akal sehat namun sepertinyaLaw of Attraction bisa dijelaskan secara ilmiah. Inti dari hukum ini adalah kekuatan pikiran dan semesta yang mendorong sesuatu yang kita pikirkan, visualisasikan bisa menjadi kenyataan. Contoh paling gampang dari Law of Attraction adalah seorang cewek yang takut dengan kecoak, cewek tersebut takutnya setengah mati kepada kecoak tapi kenapa presentase dia bertemu kecoak bisa lebih sering daripada orang yang tidak takut kecoak sama sekali. Hal ini dikarenakan dia terus-menerus memikirkan kecoak di otaknya jadi semesta mendorong kehadiran kecoak di hadapannya.

Saya sendiri pernah membuktikan adanya Law of Attraction. Saya berikan contoh yang paling gampang dan bersifat materil saja karena pengalaman ini yang paling berhasil menurut saya, sebagai tambahan cerita saya ini terjadi sebelum saya tahu apa itu Law of Attraction. Beberapa tahun yang lalu saya berangan-angan memiliki sepeda gunung yang bagus (karena saya memang suka bersepeda) saat itu saya masih memakai sepeda gunung hasil merampok punya adek. Tiap hari saya berangan-angan mengendarai sebuah sepeda berwarna putih dengan frame merk United Dominate, ya saya memvisualisasikan secara detil barang yang saya inginkan, sampai-sampai saya melihat frame sepeda itu di toko dan internet, saya perhatikan detilnya jadi ketika saya visualisasikan di angan-angan bisa saya keluarkan detil itu (mirip film inception yahh) dan ternyata beberapa saat setelah itu saya mampu membeli frame sepeda tersebut dan secara bertahap membangun menjadi sepeda yang siap pakai dan seiring bertambahnya waktu sepeda itu terus mendapatkan jatah upgrade part sampai memiliki rem discbarke (jenis rem yang tadinya hampir mustahil saya miliki karena harganya yang naudzubillah). Selang beberapa waktu saya pengen melakukan beberapa upgrade part dan rem hidrolis, khusus untuk rem jenis hidrolis harganya semakin menyayat hati dimana harga discbrake saya sebelumnya ga ada apa-apanya dibandingkan dengan jenis hidrolis. Pada tahap ini saya pun berangan-angan kembali membayangkan part-part baru terpasang di sepeda saya, bahkan rem hidrolis yang saya inginkan saya gambarkan detil pada angan-angan saya. Tiap malam sebelum tidur saya berangan-angan mengendarai sepeda saya dengan part dan rem baru. Hasilnya adalah suatu saat saya iseng ke toko langganan saya melihat discbrake putih persis seperti yang ada di angan-angan saya, kebetulan saat itu pemasukkan saya lagi bagus dan akhirnya saya bisa melakukan upgrade beberapa part lain beserta discbrake hidrolis setelah melakukan tukar tambah. Akhirnya angan-angan saya terbayar lunas.

Pendekatan paling logis tentang Law of Attraction berdasarkan pengalaman saya adalah ketika kita menginginkan sesuatu maka secara tidak sadar kita akan mengarahkan diri kita ke arah sana, entah mempersiapkan dana, atau yang lainnya sehingga apa yang kita inginkan bisa terwujud. Tapi memang tidak ada yang instan di dunia ini jadi kita sendiri harus bersabar berangan-angan dan berusaha agar keinginan kita bisa tercapai, saya sendiri butuh waktu dan usaha yang tidak sedikit untuk mewujudkan sepeda impian seperti paragraf diatas dan ganjarannya adalah saya memiliki sepeda yang tidak pernah saya bayangkan bisa saya beli sebelumnya. Satu hal yang pasti dari Law of Attraction jangan pernah takut meng-angan-kan keinginan kita secara detil karena setelah saya beberapa kali ngobrol dengan orang-orang yang melakukan cara ini terbilang sukses mewujudkannya.


Jadii… jangan takut berangan-angan :)


Sumber : http://danubudi.web.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar