Rabu, 06 Juni 2012

Tekhnologi Televisi 3 Dimensi


TV 3D secara bertahap berkembang selama bertahun-tahun hingga saat ini. Model terbaru menawarkan kualitas gambar yang jauh lebih baik daripada generasi-generasi sebelumnya. Salah satu perbaikan dan peningkatan penting adalah dalam meminimalkan tampilan gambar ganda (crosstalk) tanpa mengorbankan ketajaman konten 3D. Akan tetapi apa sebenarnya TV 3D itu? dan apa bedanya dengan TV biasa? Sebelum kita memahami bagaimana sistem kerja dari sebuah TV 3D, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian dasar dari TV 3D itu sendiri.

Pengertian TV 3D

Sederhananya TV 3D adalah perangkat televisi yang menampilkan teknik presentasi 3D seperti pengamatan stereoskopis, tangkapan multi-view atau sistem ”2D plus-Depth” , dengan layar 3D – perangkat penglihatan khusus untuk memproyeksikan program televisi menjadi bentuk tiga dimensi yang terlihat seperti nyata. Tampilan 3D memungkinkan kita melihat gambar 3D dari sebuah video atau gambar. TV 3D bekerja pada prinsip dasar stereoskopi, yang menampilkan bagaimana kita dapat memahami ketajaman atau kedalaman video atau gambar dengan kedua mata kita dari setiap sudut yang berbeda. Dalam hal ini kita dapat melihat gambar pada TV 3D dari dua perspektif yang berbeda dan dari objek yang sama yang diproyeksikan untuk setiap mata kita dalam mereproduksi efek kedalaman atau ketajaman 3D.
Kebanyakan dari TV 3D yang telah beredar di pasaran mengharuskan kita untuk  menggunakan kacamata khusus untuk menikmati visual 3D. Kacamata khusus 3D ini dapat berupa aktif atau pasif, tetapi bekerja bersama-sama dengan layar TV untuk memberikan gambar yang berbeda bagi kedua mata kita agar dapat menciptakan kedalaman ilusi. Di sisi lain, telah dilengkapi juga dengan panel autostereoscopic. Ada juga yang dapat dilihat tanpa kacamata 3D yang biasanya disebut glasses-free 3D TVs.
Dibawah ini akan di uraikan tiga teknologi utama tampilan yang digunakan pada TV 3D

Teknologi 3D Aktif

Teknologi ini adalah teknologi 3D yang lazim digunakan dimana menggunakan shutter glasses sporting LCD lenses dan penerima sinyal nirkabel yang telah built-in. Ketika “power” dihidupkan, lensa shutter on dan off maka akan bergantian untuk gambar mata kiri dan kanan. Urutan waktu di atur oleh sebuah infra merah, radio-frekuensi (RF) atau Bluetooth transmitter yang terintegrasi di dalam panel.
 

Keuntungan utamanya adalah kemampuan untuk menjaga resolusi penuh yang asli terhadap konten 3D hingga 1080p. Kacamata shuttering juga dapat menyebabkan kelelahan mata dan pusing untuk beberapa pengguna, meskipun Kacamata khusus ini terus berkembang teknologinya namun kecepatan tinggi dari lensa LCD dapat menyebabkan mata jarang berkedip.
KeuntunganKekuranganPandanganMerek TV yang mendukung Teknologi ini
1. Menampilkan resolusi hingga 1080p untuk setiap mata
2. Menjaga resolusi penuh dari konten asli
3. Sudut pandang lebih luas jika dibandingkan dengan teknologi 3D pasif
4. Banyak model yang tersedia di pasaran termasuk plasma dan LED TV
1. Pandangan rinngan hingga sedang
2. Visual 3D gelap visuals dibandingkan 3D asif
3.Potensi ketegangan mata karena jarang berkedip (kecuali untuk Sony)
4. Kacamata relatif berat, mahal dan biasanya memerlukan baterai baru atau pengisian baterai
5. Refresh rate TV terbagi dua.
Teknologi ini masih akan menjadi tulang punggung bagi para pembuat TV 3D di tahun 2012. Anda dapat mengharapkan shutter TV 3D menjadi lebih terjangkau dengan kualitas gambar yang semakin baik juga.LG, Panasonic, Philips, Samsung, Sharp, Sony dan Toshiba

Teknologi 3D Pasif

3D pasif dapat mencapai efek yang serupa dengan suatu proses “penyaringan”, yang banyak digunakan dalam film-film di bioskop. Gambar awal anaglyph 3D dapat dilihat melalui kacamata sederhana red-and-cyan. Teknologi 3D pasif menawarkan keterbatasan warna dan resolusi.
Teknologi Film Patterned Retarder (FPR) dikembangkan oleh LG untuk mengatasi beberapa kekurangan dari anaglyph dan 3D aktif. FPR menggunakan filter polarisasi yang terjadi pada kacamata 3D dan layar LCD untuk secara efektif membagi antara gambar kiri dan kanan ke dalam jalinan ke dalam jalinan garis-garis layar ganjil dan genap untuk menampilkan 3D.
 

Secara teknis resolusi konten 3D asli terbagi dua untuk setiap mata. Untuk jenis TV terbaru (4K-resolution passive 3D TVs) seperti LG 84LM9600 sepertinya tidak memiliki masalah ini. Teknologi kacamata pasif FPR bukan hanya mata kita dapat berkedip bebas tetapi juga harganya terjangkau dan juga telah aktif versi shutter.
KeuntunganKekuranganPandanganMerek TV yang mendukung Teknologi ini
1. Crosstalk diabaikan
2. Gambar 3D lebih baik dibanding 3D aktif
3. Tidak terbagi dua kecepatan refresh untuk gerak halus
4. Bebas kacamata 3D flicker
5. Kacamata 3D ringan dan murah
6. Kacamata tidak membutuhkan baterai
7. Lebih terjangkau dibandingkan dengan 3D aktif LED TV
1. Konten asli 3D terbagi dua untuk setiap mata
2. Sempit sudut pandang vertikal
3. Efek 3D dapat kehilangan fokus bila dilihat dari posisi yang berbeda
4. Model yang tersedia di pasaran lebih sedikit
5. Objek 3D terlihat pecah jika dilihat dari posisi dekat dan akan tampak scan line hitam (garis hitam)
Pangsa pasar untuk TV 3D pasif diperkirakan akan menyaingi TV 3D aktif pada akhir tahun 2012 dengan tersedianya banyak merek seperti panasonic yang telah mengadopsi teknologi ini.LG, Panasonic, Philips dan Toshiba

Teknologi Tanpa Kacamata

Panel autostereoscopic ini telah tersedia untuk aplikasi komersial selama bertahun-tahun hingga sekarang dan secara luas dapat dikategorikan ke dalam jenis parallax barrier serta berbagai desain lenticular. Kedua versi menawarkan resolusi terbatas dan harus dilihat dari titik atau sudut pandang yang baik agar menghasilkan kualitas gambar 3D yang optimal.
Thosiba telah meluncurkan teknologi kacamata baru bebas panel yang memiliki visual hingga 3D 1080p dengan sudut pandang yang luas. Teknologi ini dicapai dengan menampilkan sembilan gambar paralaks yang dihasilkan oleh prosesor sel yang kuat pada sebuah panel ultra-high resolution 4K.
 


KeuntunganKekuranganPandanganMerek TV yang mendukung Teknologi ini
1. Tidak memerlukan kacamata 3D
2. Tidak terdapat crosstalk
3. Display resolusi hingga 720p.
1. Sudut pandang sempit
2. Model yang tersedia sangat terbatas
3. Terdapat hanya di pasaran terpilih seperti di Jepang
4. Harga sangat tinggi
Kacamata besar bebas 3D TV saat ini telah tersedia di pasaranToshiba





Sumber : http://www.electronicstm.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar