Rabu, 13 Juni 2012

Jika Rajin Bercinta, Kualitas Sperma Semakin Bagus

Ilustrasi
Jakarta, Hubungan seksual yang rutin tidak akan mengurangi jumlah produksi sperma Anda, bahkan memiliki manfaat tersendiri yaitu akan meningkatkan kualitas sperma.

Sebelumnya, dokter masih ragu-ragu tentang apakah pria harus membatasi seks atau tidak jika belum siap untuk merencanakan kehamilan. Sekarang, dokter menyatakan bahwa hubungan seks yang rutin penting untuk meningkatkan kualitas genetik sperma.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria uang aktif berhubungan seks yang sehat, kualitas spermanya akan meningkat. Penelitian ini disajikan dalam pertemuan European Society of Human Reproduction and Embryology di Australia.

Penelitian tersebut dipimpin oleh David Greening dari klinik kesuburan, Sydney IVF, yang melakukan penelitian terhadap 118 pria yang memiliki kualitas sperma yang tinggi pada awal penelitian.

Tim peneliti meminta para pria tersebut untuk ejakulasi selama 7 hari berturut-turut sebelum dilalukan pengujian lebih lanjut, yaitu pengukuran indeks fragmentasi DNA pada sperma untuk mengetahui kualitasnya. Kondis sperma yang bagus akan menunjukkan nilai indeks fragmentasi yang relatif rendah.

Sebelum penelitian dimulai, nilai indeks fragmentasi peserta penelitian rata-rata adalah 34 persen. Sedangkan pada akhir penelitian, nilai indeks fragmentasi DNA pada spermanya menurun hingga 26 persen.

"Tampaknya aman bagi pasangan dengan parameter air mani relatif normal untuk berhubungan seks setiap hari selama seminggu sebelum tanggal ovulasi," kata Greening, seperti dilansir dari thedoctorwillseeyouknow, Rabu (13/6/2012).

Melakukan seks secara rutin tidak akan menurunkan volume sperma, karena tubuh memproduksi sperma dalam jumlah besar setiap harinya.

Ejakulasi yang rutin dapat memperbaiki DNA sperma karena dapat membatasi waktu sperma yang tidak aktif bergerak di dalam saluran testis. Sperma yang diam tersebut akan lebih rentan terhadap kerusakan DNA akibat masalah tertentu seperti radikal bebas.

Meskipun hal tersebut normal terjadi di dalam tubuh Anda, tetapi masalah tersebut dapat membawa kerusakan yang signifikan pada DNA dari waktu ke waktu.  





Sumber : http://forum.detik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar