Jumat, 18 Mei 2012

Perempuan menunggang Binatang dan Paus, Vatikan Roma

Perempuan menunggang Binatang“Perempuan menunggang Binatang” adalah salah satu visi yang dilihat oleh Yohanes pada saat ia diasingkan di pulau Patmos sekitar tahun 95 AD. Dalam pengasingan/pembuangannya di pulau Patmos, Yohanes telah mendapatkan visi-visi profetik yang diberikan oleh Tuhan Yesus sendiri kepadanya. Kumpulan visi-visi profetik ini disalin oleh Yohanes dan sekarang kita kenal dengan nama “Kitab Wahyu” atau “The Revelation book” atau “The Apocalypse book”.
“Perempuan menunggang Binatang” ini akan kita temukan dalam Wahyu 17.
Wahyu 17:3 KJV.
“So he carried me away in the spirit into the wilderness: and I saw a woman sit upon a scarlet coloured beast, full of names of blasphemy, having seven heads and ten horns.”
“Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.”
Siapakah identitas dari “woman” ini?
Siapakah identitas dari “the beast” ini?

Identitas PEREMPUAN
Wahyu 17:1.
“Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.”
Di Wahyu 17:1 disebutkan bahwa perempuan itu adalah seorang pelacur.
Wahyu 17:2.
“Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.”
Siapakah identitas perempuan yang adalah juga seorang pelacur? Jika kita mempelajari ayat-ayat di Alkitab, hal terpenting yang perlu diketahui adalah jangan pernah mengartikan setiap ayat di Alkitab berdasarkan nalar pemikiran kita sendiri, tetapi sebaiknya adalah kita mencari ayat-ayat penjelasan/ayat-ayat pendukung yang lain dari Alkitab.
Mari kita lihat di Wahyu 17:18.
“Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.”
Identitas perempuan itu adalah sebuah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi yang melacurkan dirinya. Bagaimana sebuah kota besar dapat disamakan dengan pelacur besar?
Perzinahan dan persundalan sering dipakai di Alkitab untuk membahasakan suatu bangsa atau kota yang penduduknya tidak setia kepada Tuhan dan jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala. Alkitab sering membahasakan bahwa penyembahan berhala adalah = perzinahan/persundalan secara rohani. Kota Yerusalem yang disebut sebagai “The City of God” disebut sebagai “sundal” karena penduduknya berubah setia dan menjadi penyembah berhala. Ini dapat kita baca di Yehezkiel 16 dan beberapa ayat di bawah ini.
Yesaya 1:21
“Bagaimana ini, kota yang dahulu setia sekarang sudah menjadi sundal! Tadinya penuh keadilan dan di situ selalu diam kebenaran, tetapi sekarang penuh pembunuh.”
Yeremia 3:9
“Dengan sundalnya yang sembrono itu maka ia mencemarkan negeri dan berzinah dengan menyembah batu dan kayu.”
Yehezkiel 23:37.
“Sebab mereka berzinah, tangan mereka berlumuran darah dan mereka berzinah dengan menyembah berhala-berhalanya, bahkan anak-anak lelaki mereka yang dilahirkan bagi-Ku dipersembahkannya sebagai korban dalam api kepada berhala-berhalanya menjadi makanan.”
Jadi sekarang kita telah mengetahui bahwa perempuan itu adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi, kota itu jatuh ke dalam penyembahan berhala dan menurut Wahyu 17:2, Kota itu telah membuat seluruh penghuni bumi jatuh ke dalam penyembahan berhala.
Identitas BINATANG
Wahyu 17:3.
“Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.”
Berikut ini adalah ilustrasi binatang yang dilihat oleh Yohanes sesuai dengan Wahyu 17:3.
Perempuan menunggang binatang
Dari Wahyu 17:3, kita mengetahui bahwa perempuan itu/kota besar itu duduk di atas seekor binatang yang mempunyai 7 kepala dan 10 tanduk. Jika kita melihat ilustrasi dari binatang ini, maka kita akan teringat akan visi yang diberikan Tuhan kepada Daniel tentang “patung Nebuchadnezzar” di Daniel 2 dan juga 4 binatang di Daniel 7.

Gambaran Binatang pada Kitab Daniel
Berikut ini adalah ilustrasi tentang patung raja Nebuchadnezzar di Daniel 2.
Patung Raja
World-ruling governments.
Patung Raja
1. Binatang pertama, seperti singa yang mempunyai sayap burung rajawali.
2. Binatang kedua, seperti beruang berdiri ada sisinya yang sebelah dan dengan 3 tulang rusuk yang masih ada di dalam mulutnya, diantara giginya.
3. Binatang ketiga, seperti macan tutul berkepala 4 dengan 4 sayap burung pada punggungnya.
4. Binatang keempat, binatang ini menakutkan dan mendahsyatkan, sangat kuat, bergigi besar dari besi dan bertanduk 10.
Ke 4 binatang tersebut adalah menggambarkan 4 kerajaan yang menjajah Tanah Perjanjian. Binatang pertama adalah kerajaan Babilonia di bawah kepemimpinan raja Nebuchadnezzar, binatang kedua adalah kerajaan Media-Persia, binatang ketiga adalah kerajaan Yunani di bawah kepemimpinan Alexander Agung, dan binatang keempat adalah kerajaan Romawi. Gambar binatang keempat di Daniel 7:7-8 adalah sama dengan yang dimaksud di Wahyu 17:3. Dan binatang di Wahyu 17:3 adalah kerajaan Romawi itu sendiri. Untuk mencari penjelasan tentang Wahyu 17:3, kita dapat membaca di Wahyu 17:8.
Wahyu 17:8.
“Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi.”
Yohanes menulis Kitab Wahyu pada saat kerajaan Romawi sedang berkuasa. Karena itu disebutkan bahwa “telah ada.” Kerajaan Romawi kuno ini runtuh, karena itu disebutkan “tidak ada”, dan penggenapan nubuat “akan muncul lagi” ini terjadi ketika Uni Eropa memutuskan untuk menjadi satu secara ekonomi, keuangan, perdagangan dan pemerintahan. Uni Eropa sekarang ini adalah kerajaan Romawi modern. Mereka memiliki undang-undangnya, memiliki presidennya, memiliki parlemennya, memiliki sistem perekonomian, memiliki mata uangnya sendiri.
Jadi kalau dalam Wahyu 17:3 disebutkan bahwa perempuan itu duduk di atas seekor binatang, maka kota besar itu terletak di Uni Eropa. Selain itu ada Alkitab juga memberikan penjelasan tambahan tentang kota besar itu. Kita dapat membacanya dari Wahyu 17:9
Wahyu 17:9.
“Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,”

Kota yang terletak diantara 7 gunung
Dari Wahyu 17:9, kita akan mengetahui bahwa kota besar itu, terletak diantara 7 gunung. Kota besar apakah yang ada di Uni Eropa, yang terletak diantara 7 gunung? Jika hal ini ditanyakan kepada masyarakat Itali, maka mereka dengan yakin akan menjawab bahwa kota besar itu adalah kota Roma.
The Seven Hills of Rome (Italian: Sette colli di Roma) east of the river Tiber form the geographical heart of Rome, within the walls of the ancient city.
The seven hills are:
* Aventine Hill (Latin, Aventinus; Italian, Aventino)
* Caelian Hill (Caelius, Celio)
* Capitoline Hill (Capitolinus, Campidoglio)
* Esquiline Hill (Esquilinus, Esquilino)
* Palatine Hill (Palatinus, Palatino)
* Quirinal Hill (Quirinalis, Quirinale)
* Viminal Hill (Viminalis, Viminale)
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Seven_hills_of_Rome
Peta 7 Gunung
Peta 7 bukit di Roma
Kota yang memerintah atas raja-raja di bumi
Bagaimana kota Roma dapat disebutkan sebagai “kota yang memerintah atas raja-raja di bumi” seperti di Wahyu 17:18? Jawabannya adalah “gereja Katolik Roma”. Dari kota Roma, Paus memerintah atas bangsa-bangsa di bumi. Bahkan seorang kepala negarapun harus tunduk kepada Paus. Paus disebutkan sebagai “Vicar of Christ”.
Paus adalah “representatif Kristus” di muka bumi ini. Ia adalah “Tuhan di muka bumi” ini bagi umatnya. Perkataan Paus setara derajatnya dengan Firman Tuhan.

Arti nama Vicar of Christ
Dari manakah asal kata “Vicar”?
“Vicar” berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah “wakil”, atau “pengganti” atau “nemesis”. Dalam bahasa Yunani “pengganti” adalah “Anti”. Jadi secara tidak langsung titel “Vicar of Christ” arti sebenarnya adalah “Anti-Christ” dalam bahasa Yunani.
Salib terbalik
Wahyu 17:4.
“Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.”
Dijelaskan dalam Wahyu 17:4 bahwa warna kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara. Warna kain ungu dan kain kirmizi ini adalah simbol raja/ kaisar yang sering dipakai oleh kaisar-kaisar Romawi. Bahkan ketika Yesus diolok-olok oleh para prajurit Romawi sebagai “raja Yahudi”, Yesus dikenakan jubah yang terbuat dari kain berwarna ungu. Lihat di Matius 27:28 dan Yohanes 19:2,5.

Kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara.
Matius 27:28.
“Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.”
Yohanes 19:2.
“Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,”
Yohanes 19:5.
“Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: “Lihatlah manusia itu!”

Warna ungu itu sekarang dipakai oleh Katolik Roma untuk menyatakan Paus sebagai pemimpin tertinggi.
Berikut ini adalah warna-warna khas dari para Paus.
Paus Vatikan Roma
Kita perhatikan bahwa banyak terdapat warna ungu dan kain kirmizi.
Roma = Babel
Wahyu 17:5.
“Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”
Wahyu 17:6.
“Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.”
Jika kita memperhatikan Wahyu 17:6, dikatakan bahwa Katolik Roma mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Bagaimana hal ini dapat terjadi?
Hanya 1 jawabannya yaitu “Inquisition”. “Inquisition” mencengkeram Eropa pada sekitar abad pertengahan. Dalam buku “History of Inquisition”, Canon Llorente yang adalah sekretaris dari program “Inquisition” di Madrid tahun 1790-1792 AD menjelaskan bahwa sekitar 3 juta jiwa telah disingkirkan dari masyarakat karena menentang Vatikan dan kurang lebih 300.000 orang telah dibakar hidup-hidup di atas tiang.
Ketika Napoleon menaklukkan Spanyol tahun 1808, salah seorang kolonelnya yang berasal dari Polandia bernama Lemanouski menjelaskan bahwa ketika ia berusaha masuk ke kota Madrid, tentaranya dihalangi oleh para loyalis dari Katolik Roma, mereka ini adalah anggota dari kelompok Jesuits, kelompok Opus Dei. Dan ketika tentara Napoleon memasuki sebuah biara di Madrid, para tentara tersebut terkejut dengan pemandangan yang mereka temukan. Biara itu penuh dengan para tahanan yang sebagian besar dibiarkan telanjang dan juga menjadi gila. Tentara Napoleon yang terkenal kejam, saat itu juga tidak tahan melihat pemandangan yang terjadi di biara itu.
Sisa-sisa kekejaman “Inqusition” di Eropa, seperti ruang-ruang penyiksaan, tiang-tiang pembakaran sampai saat ini masih bisa ditemukan di sebagian kota-kota besar di Eropa. Jika anda ke Eropa, jangan lupa untuk tanyakan tentang peristiwa “Inquisition” kepada tour leader anda.

Pemberian kuasa kepada Paus
Apa garis besar dari “Lateran Treaty”?
* Pemerintah Itali mengakui kembali kekuasaan gereja Katolik Roma. Dengan pengakuan ini, maka gereja Katolik Roma mendapatkan independensinya sebagai pemegang kekuasaan rohani tertinggi di dunia.
* Pemerintah Itali menerima posisi gereja Katolik Roma sebagai “official state religion”.
* Segala undang-undang yang dibuat oleh pemerintah Itali sejak tahun 1870 yang mengucilkan gereja Katolik Roma dihapuskan.
* Paus kini mempunyai wewenang kembali sebagai duta agama, kepala pemerintahan gereja Katolik Roma.
Sejak tahun 1929, Paus sebagai Vicar of Christ mendapatkan kembali segala macam priveleges-nya. Sejak tahun 1929 Paus kembali menjadi raja.
Wahyu 17:10.
“ketujuhnya adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja.”
Dari Wahyu 17:10 kita mengetahui bahwa :
* Akan ada 7 raja.
* Yohanes dibawa dalam visi profetik yang melihat bahwa 5 raja sudah jatuh, dan Yohanes melihat raja yang ke 6.
* Dari Wahyu 17:10 kita akan mengetahui bahwa setelah raja ke 6 jatuh, akan datang raja ke 7, tetapi ia akan seketika saja.

Ke 7 Raja
Siapakah ke 7 raja itu?
Berikut ini adalah daftar ke 7 raja itu :
1. Pius XI dari tahun 1922-1939. Ia yang memulai Lateran Treaty Day.
2. Pius XII dari tahun 1939-1958. Secara tidak langsung ia terlibat dengan Mussolini, Hitler dalam gerakan anti-semitisme.
3. John XIII dari tahun 1958-1963.
4. Paul VI dari tahun 1963-1978.
5. John Paul I tahun 1978.
6. John Paul II dari tahun 1978-2005.
7. Benedict XVI dari 9 April 2005-saat ini.
Alkitab telah menubuatkan bahwa raja ke 7 hanya akan seketika saja. Dan selanjutnya akan digantikan oleh raja ke 8 yang tidak lain adalah Iblis yang menyusup ke dalam diri manusia. Ia adalah antikristus.
Wahyu 17:11.
“Dan binatang yang pernah ada dan yang sekarang tidak ada itu, ia sendiri adalah raja kedelapan dan namun demikian satu dari ketujuh itu dan ia menuju kepada kebinasaan.”
Dari Wahyu 17:11, kita mengetahui bahwa :
* Gereja Katolik Roma sampai tahun 1798 AD ( yang pernah ada ) perilakunya seperti binatang, ketika ia menganiaya para saksi-saksi Kristus yang setia pada Firman. Kemudian sejak tahun 1798 AD ia memasuki masa padang gurun ( yang sekarang tidak ada ). Dan sejak tahun 1929 AD, Katolik Roma mendapatkan kembali masa-masa jayanya sampai pada puncaknya nanti pada saat raja ke 8, yaitu sang antikris itu sendiri.
* Yang akan menjadi raja ke 8 adalah satu dari ketujuh raja itu. Tetapi raja ke 8 itu tidak akan dianggap sebagai raja, malahan ia akan menjadi jelmaan dari Iblis sendiri.
* Raja yang ke 8 adalah yang terakhir.
Wahyu 17:12.
“Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu.”
Wahyu 17:13.
“Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu.”
Wahyu 17:14.
“Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”
Wahyu 17:15.
“Lalu ia berkata kepadaku: “Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.”
Wahyu 17:16.
“Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api.”
Wahyu 17:17.
“Sebab Tuhan telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Tuhan telah digenapi.”
Wahyu 17:18.
“Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.”

KESIMPULAN
Kita harus berhati-hati terhadap nabi palsu dan messias palsu. Tujuan dari Messias palsu adalah menyerupai Yesus (Isa al-masih).
Markus 7:7.
“Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”
Markus 7:8.
“Perintah Tuhan kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”
Kisah 5:29.
“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Tuhan dari pada kepada manusia.”


 Sumber : http://mureo.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar