Minggu, 20 Mei 2012

Penggunaan Obat Nyamuk Nabati Dan Metode-metode Alamiah Ramah Lingkungan

13161458731591824373
Indonesia sebagai negara tropis merupakan tempat subur berkembang biaknya nyamuk seperti Aedes aegypty ,Malaria . Kekhawatiran akan keterjangkitan dan penyebaran penyakit DBD ( Demam Berdarah Dengue ) , mengakibatkan manusia mempergunakan obat nyamuk berbahan dasar kimiawi untuk memberantas perkembangan nyamuk. Seringnya kalau di area perumahan saya menggunakan Fogging .Namun, Fogging , menimbulkan kerepotan tersendiri bagi lingkungan rumah kami , karena kami, mesti melakukan persiapan , dan membereskan sisa –sisa Fogging ,karena bahaya racun yang ada .Juga Obat nyamuk sintetis dan produk-produk kimiawi lainnya yang biasa digunakan sehari-hari .
Yang namanya juga pestisida atau racun pembasmi hama, obat anti nyamuk pastilah mengandung racun. Hal itu dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan Indonesian Pharmaceutical Watch (IPhW) pada 2001. Lembaga ini menemukan kandungan senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan manusia dalam seluruh obat antinyamuk yang beredar di pasaran dalam negeri. Baik berupa obat semprot, bakar, maupun cair., yaitu :
-    diklorvos
-    propoxuran
-    beberapa jenis pyrethroid berupa d-allethrin, transflutrin, bioallethrin, pallethrin, d-phenothrin, serta esbiothrin
Bahaya dari senyawa kimia di atas telah dibuktikan oleh lembaga-lembaga kesehatan internasional. Akibat dari senyawa kimia di atas akan terbukti ketika terakumulasi dalam tubuh atau konsentrasinya melebihi ambang batas toleransi tubuh. Berikut bahayanya:
Diklorvos atau DDVP (dichlorovynill dimetyl phosphat),Ø
o    Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) :
Berdaya racun sangat tinggi
Bersifat karsinogen
Dapat merusak sistem saraf
Mengganggu sistem pernapasan dan jantung
o    Menurut lembaga perlindungan lingkungan di Amerika yakni Environment Protection Authority (US EPA) dan New Jersey Department of Health :
Berpotensi menyebabkan kanker
Menghambat pertumbuhan organ
Merusak kemampuan reproduksi
Menghambat produksi ASI (bagi ibu yang menyusui)§
Padahal, dengan pemakaian harian, tingkat konsentrasi di udara terus meningkat sehingga berbahaya bagi tubuh. Bahayanya:
Jika termakan, racun jenis itu bisa menyebabkan mual, muntah, gelisah, keringat berlebihan, dan tubuh gemetar.
Keracunan parah bisa menyebabkan koma dan kematian.
Propoxur (karbamat), termasuk racun kelas menengah. Racun jenisØ ini memiliki ambang batas konsentrasi di udara sebanyak 0,5 mg/m3. Bahayanya jika terhirup maupun terserap tubuh manusia:
o    Mengaburkan penglihatan
o    Menghasilkan keringat berlebih
o    Pusing, sakit kepala, dan badan lemah.
o    Dapat menurunkan aktivitas enzim yang berperan pada saraf transmisi, dan berpengaruh buruk pada hati dan reproduksi.
Pytheroid jenis palletherin termasuk racun kelas menengah. Bahayanya:
Ø
o    Merusak sistem hormonal
o    Bersifat Karsinogen
o    Dapat menghancurkan sistem endokrin
Zat aktif DEET (Diethyltoluamid) yang terdapat pada obat anti nyamuk oles, pemakaian terus menerus dapat menyebabkan:
Ø
o    Infeksi kulit
o    Ruam kulit
o    Rasa panas pada kulit
o    Lecet
o    Kulit melepuh
Kerugian Insektisida Sintetis
1)   Menimbulkan bau yang menyengat dan bisa menimbulkan sesak napas atau alergi pada kulit sehingga akan berpengaruh terhadap kesehatan.
2)    Nyamuk jenis culex sp, aedes aegypty, biasanya diberantas dengan penyemprotan racun serangga akan menjadi resisten atau kebal terhadap obat nyamuk.
3)    Polusi lingkungan
4)    Penyemprotan dengan insektisida sintesis juga membutuhkan biaya yang cukup besar
5) Unsur-unsur Kimia Berbahaya pada Insektisida Sintetis
Hal-hal yang menyebabkan zat-zat di atas menjadi semakin berbahaya adalah
1.    Konsumen tidak diberi pengetahuan cukup mengenai dosis pemakaian per hari. Misalnya untuk obat nyamuk semprot, tidak ada petunjuk berapa banyak dan berapa mililiter obat nyamuk tersebut disemprotkan. Begitu pula efek samping terhadap konsumen dengan kondisi tertentu, misalnya sedang hamil, konsumen yang memiliki gangguan pernapasan, dll.
2.    Dapat terakumulasi. Kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot yang sedikit dapat bertambah banyak jika disemprotkan berulang kali, sehingga dapat melewati ambang batas toleransi tubuh.
Bahan kimia berbahaya dapat masuk ke dalam tubuh melalui tiga cara. Termakan atau terminum bersama makanan atau minuman yang tercemar, dihirup dalam bentuk gas dan uap, termasuk yang langsung menuju paru-paru lalu masuk ke dalam aliran darah. Atau terserap melalui kulit dengan atau tanpa terlebih dahulu menyebabkan luka pada kulit.
Masalah lain, khususnya berkaitan dengan produk beraerosol, adalah penipisan lapisan ozon stratosfer. Ozon stratosfer berperan melindungi kehidupan di bumi dari radiasi ultra ungu. Program lingkungan PBB (UNEP) memperkirakan tingkat penipisan ozon sekarang ini akan menimbulkan penambahan jumlah penderita penyakit kanker kulit secara signifikan, termasuk melanoma ganas, dan pengidap katarak. Belum lagi ancaman pelemahan sistem kekebalan tubuh manusia, kerusakan pada produk pertanian, dan penurunan populasi phytoplankton pada dasar rantai pangan kelautan
Karenanya untuk mencegah hal-hal yang mencemarkan lingkungan , saya mencari sumber-sumber alternative ramah lingkungan yang dapat dibuat sendiri ,seperti obat nyamuk nabati , metode-metode yang aman bagi kesehatan , antara lain ;
A . Ekstrak Serai
Proses Pembuatan
Serai dibuat dalam bentuk ekstrak. Ekstrak adalah sediaan kering, kental atau cair dibuat dengan “menyari” simplisia nabati atau hewani menurut cara yang cocok, di luar pengaruh cahaya matahari. Ekstrak serai dapat membunuh nyamuk karena ekstrak serai memiliki senyawa sitronela yang dapat menimbulkan efek desiscant atau kekurangan cairan.
Bahan bakunya ;
1. 1 ons batang dan daun serai dapur (kurang lebih 4-5 batang )
2. Gelas ukur ( jika tidak ada gunakan gelas biasa )
3. Pisau dan talenan
4. Timbangan
5. Blender ( jika ada )
6. 1 mangkuk
7. Saringan
8. 2 gelas ( gunakan gelas ukur jika ada )
9. Penyemprot ( sprayer )
10. Corong
Ekstrak kering harus mudah digerus atau campuran etanol dari air. Yang paling mudah dengan menghaluskan bahan ekstrak (diblender atau dipotong kecil-kecil), kemudian dicampur air sebagai pelarut.
1)    a. Jika menggunakan blender, potong 1 ons daun dan batang serai
Dengan panjang kurang lebih 5 cm, blender sampai halus
b. Jika tidak menggunakan blender, potong 1 ons daun dan batang serai
sampai kecil-kecil .
2)    Masukkan serai yang sudah halus ke mangkuk, lalu rendam dengan 25 ml
Air ( 1/8 gelas )
3)    Rendam selama 1 hari
4)    Perat lalu saring hasil rendaman tadi
5)    Tuangkan ke sprayer
6)    Encerkan dengan air. Rasio air : ekstrak = 3 : 1
7)    100 ml obat nyamuk dan semut alamiah siap digunakan
Ket: 1 batang serai beratnya 25-40gr.
Penggunaan ; semprotkan ekstrak serai dapur ke ruangan yang ingin disterilkan dari nyamuk . Atau semprotkan langsung pada sarang , jalan atau kerumunan semut untuk membunuh semut.Tutup ruangan rapat-rapat selama 15 menit .
B .Ekstrak Bawang Putih ( Allium sativa )
Nyamuk pergi karena bau yang sangat menyengat Karena di dalam bawang putih terkandung zat allicin yang menimbulkan aroma yang sangat kuat. Disamping itu bawang putih juga mengandung zat nicotinic acid yang membuat nyamuk pergi.
Bahan :
1) Bawang putih 500g
2) Air 250 ml
3) Minyak tanah 1 sdm
4) Sabun Cair 1 sdm
Cara Pembuatan
Pembuatan larutan bawang putih 500g ditambah air 250ml kemudian diblender ditambah minyak tanah 1 sendek makan dan diamkan 24 jam.
Setelah 24 jam disaring kemudian ditambah sabun cair 1 sendok makan larutan yang sudah jadi diencerkan dengan air perbandingannya 1 : 20.
Kemudian dimasukkan pada botol semprotan dan disemprotkan ke nyamuk
C . Obat Nyamuk Listrik dari Bunga Sukun
Serbuk bunga sukun ternyata lebih tahan lama dibandingkan dengan obat nyamuk elektrik merek terkenal. Sementara obat nyamuk pabrik hanya bertahan 18 jam nonstop, bunga sukun efektif mengusir nyamuk sampai 48 jam. “Lebih hemat,”
Bunga Jantan Pembasmi Nyamuk
Bahannya murah dan mudah ditemukan. Cara pembuatannya juga amat sederhana, cukup menumbuk bunga jantan kering, simpan dalam kertas tisu, tetesi air, dan dipasang pada alat pembasmi nyamuk elektrik. Dijamin nyamuk bakal mati, paling tidak ngacir dari kamar selama dua hari, begitu hasil penelitian mereka. Tidak ada bau menyengat seperti obat nyamuk dari bahan kimia. “Baunya alami, seperti bunga sukun saja, tidak mengganggu .Karena bahannya cuma bunga sukun dan air.”
1. Bunga jantan sukun dikeringkan.
2. Tumbuk bunga sukun sampai halus.
3. Serbuk bunga sukun diletakkan di atas kertas tisu. Kertas dilipat
membungkus serbuk sampai berbentuk empat persegi panjang se-
besar isi ulang obat nyamuk elektrik .
4. Basahi lipatan kertas tisu berisi serbuk dengan beberapa millimeter
air
5. Pasang kertas tisu itu pada alat pembasmi nyamuk elektrik. Nyalakan
D. Penggunaan Daging dan Kulit Durian
Ternyata aroma buah durian yang khas dan menyengat dapat mengusir nyamuk tidak lagi hanya sebuah mitos, tapi telah terbukti secara ilmiah .Penelitian ini bertitik tolak dari asumsi bahwa nyamuk sangat takut dengan sumber bebauan yang menyengat, seperti bau kulit jeruk, bunga lavender atau bunga rosemary. Buah durian juga memiliki bau yang menyengat, disebabkan karena di dalam buah durian yang dikenal lezat ini terdapat kandung minyak atsiri dan alkohol.
Cara Pembuatan :
Cincang kulit buah durian sehingga menjadi potongan-potongan kecil. Potongan kulit ditimbang 100 gram ditambah daging durian 50 gram, lalu dihaluskan dengan blender. Untuk pelarutnya digunakan alcohol 70% sebanyak 25 mililiter, dan air 100 mililiter.
Larutan yang diperoleh itu kemudian diperas menggunakan kain ayakan. Proses berikutnya, bekas obat nyamuk elektrik dicelupkan ke dalam larutan itu selama lebih kurang 5 menit, lalu diangkat dan dijemur selama 1 sampai 3 jam, atau hingga tampak kering. Dengan demikian, obat nyamuk ini sudah bisa digunakan.
TANAMAN-TANAMAN PENGUSIR NYAMUK
1. Lavender
Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Tak perlu diproses menjadi pelembab kulit, cukup gosokkan bunga ini ke tubuh, dijamin nyamuk tak ada yang mau nempel dengan kulitmu.
2. Akar Wangi
Tumbuhan akar wangi dapat mengendalikan populasi nyamuk deman berdarah. Nyamuk demam berdarah konon sangat takut menghadapi tumbuhan akar wangi. Bau ngengat yang keluar dari tumbuhan ini cukup mematikan untuk nyamuk jenis itu.
3. Suren
Jika Anda memiliki lahan pekarangan luas dan dipenuhi dengan pepohonan, ada bagusnya Anda menanam tumbuhan suren. Tanaman ini terbukti sangat ampuh mengusir nyamuk. Tumbuhan yang bentuknya pohon berukuran 20 m ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam. Para petani kerap menanam suren di ladang-ladang pesawahan mereka, suren dipercaya juga dapat mengusir hama serangga tanaman.
4. Zodia
Tanaman Zodia adalah tumbuhan yang paling favorit sebagai pengusir nyamuk. Tanaman ini memiliki kandungan evodiamine dan rutaecarpine yang tak disukai serangga. Zat tersebut menghasilkan aroma yang tajam, jika tertiup angin aroma itu mudah sekali tersebar ke seluruh ruangan. Ada baiknya Anda menanam zodia dalam pot dan meletakkannya di salah satu sudut ruangan Anda. Ruangan Anda bebas nyamuk deh.
5. Geranium
Tanaman jenis perdu ini memiliki aroma yang cukup harum namun tidak disukai serangga. Pasalnya tanaman yang memiliki kandungan zat geraniol dan sitronelol ini bersifat antiseptik. Selain berkhasiat mengusir nyamuk, tanaman ini bisa menjadi penghijau ruangan Anda. Bentuknya yang indah bisa menjadikan tanaman ini sebagai media relaksasi mata.
6. Selasih
Yang terakhir adalah tanaman selasih. Selasih dipercaya mengeluarkan aroma yang cukup tajam bagi serangga. Tanaman ini paling cocok berada di dalam rumah. Letakkan sedikit lama dalam ruangan akan lebih membantu pengusiran nyamuk di rumah Anda. Sederhana dan sangat cinta alam bukan?
Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu :
1. Lingkungan
Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), “3M Plus”, yaitu menutup, menguras, menimbun. Pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah. Seperti:
Menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu.
Mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali. Menutup dengan rapat tempat penampungan air.
Mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah dan lain sebagainya. Melipat / menghindari pakaian / kain yang bergelantungan di dalam ruangan dan pemakaian gorden berwarna gelap. Memakai pakaian pelindung , memasang kawat anti nyamuk , dan menjaga kebersihan rumah .
2. Biologis
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan jentik ( ikan adu/ikan cupang / Iwak Tempalo ), dan bakteri (Bt.H-14).
3. Kimiawi
Cara pengendalian ini antara lain dengan:
Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion), berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu.Tapi hendaklah menjadi pilihan yang terakhir , karena faktor racun tersebut . Lagi pula hanya efektif selama 2-3 hari .
Paling tidak dengan cara-cara ini, kita bisa menjaga kelangsungan dan mencegah adanya pencemaran lingkungan dari obat batuk kimiawi dengan menggantinya dengan produk alami yang ramah lingkungan .Mari kita jaga dan kita rawat bumi kita ini. GO GREEN INDONESIA . 






Sumber : http://green.kompasiana.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar