Minggu, 06 Mei 2012

Orang Kidal Lebih Unggul Dalam Olahraga

Dereck Chisora, salah satu petinju kidal.
Dereck Chisora, salah satu petinju kidal. (sumber: AFP)
Mereka yang tangan kanannya dominan tidak terbiasa bertemu lawan kidal

Beruntunglah para atlet kidal, karena menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan Rabu (25/4), mereka selalu memberikan kejutan di arena pertarungan.

Menurut penelitian itu, rata-rata satu dari sepuluh orang di dunia adalah kidal. Tetapi di sejumlah cabang olah raga seperti tinju, anggar, dan tenis meja, satu dari lima atletnya kidal.

Di cabang olahraga baseball, lebih dari 30 persen atletnya kidal dan jumlah itu meningkat menjadi 58 persen jika yang dihitung adalah hitter atau pemukul.

"Orang-orang kidal mempunyai kelebihan dalam keterampilan hanya karena mereka terlahir kidal," kata Mark Panaggio, salah satu penulis hasil studi itu di Britain's Journal of the Royal Society Interface.

Studi itu menggunakan model matematis untuk menguji asumsi bahwa preferensi tangan lahir dari kebutuhan evolusioner untuk menyeimbangkan kerja sama, misalnya dalam berburu dalam kelompok, dan dalam bersaing, seperti dalam konflik serta olah raga.

"Orang kidal menghabiskan sebagian besar waktunya bersaing melawan orang yang sering menggunakan tangan kanan, karena memang lebih banyak orang yang menggunakan tangan kanan ... sebaliknya orang yang dominan menggunakan tangan kanan mempunyai pengalaman yang sangat sedikit menghadapi orang kidal," tulis para peneliti dalam studi itu.

"Dalam tipe konfrontasi seperti ini, mereka yang kidal selalu mempunyai keuntungan," jelas mereka lebih lanjut.

Meski demikian tidak selamanya kidal itu menguntungkan dalam olahraga. Misalnya dalam Amerika Football, hanya lima persen dari seluruh quarterback yang kidal. Hanya lima dari 120 pegolf lelaki terbaik dunia yang kidal dan tidak seorang pun dari 100 pegolf top perempuan yang kidal.

"Menurut kami itu karena sulit bagi mereka untuk menemukan alat permainan yang cocok bagi mereka," ujar Panaggio.

Tetapi faktor budaya juga berpengaruh karena bahkan hingga abad 20 anak-anak dilarang menulis menggunakan tangan kiri.

Studi itu juga menyebutkan bahwa orang yang kidal lebih cenderung meninggal karena kecelakaan.


Sumber : http://www.beritasatu.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar