Senin, 21 Mei 2012

Mouse Komputer Dekati Ajal

Headline
INILAH.COM, Jakarta - Kematian mouse komputer sudah dekat. Bagaimana tidak, fungsi mouse sudah mulai tergantikan layar sentuh, trackpad, sistem pengenal gerak dan teknologi baru yang akan muncul.
Mendengar kata mouse membawa kita kembali pada 2008. Mouse yang rendah hati ini menemani manusia selama 40 tahun dan masih bisa melihatnya di samping keyboard Anda.
Mouse juga memiliki masa jaya dan turun sejak diciptakan di Stanford Research Institute pada 1963 oleh Douglas Engelbart. Saat itu, Engelbart menamai perangkat ini mouse karena kabel yang keluar dari bagian belakang perangkat untuk menghubungkannya ke komputer tampak seperti ekor tikus.
Teknologi mouse komputer yang berinteraksi dengan permukaan atas yang bergerak telah melalui perubahan, mulai dari roda, bola, optik, laser, bahkan giroskop. Namun, tujuannya kurang lebih tak berubah, yakni untuk menggerakkan kursor di layar dan dikombinasikan beberapa jumlah tombol untuk menyelesaikan tugas lain.
Arahkan dan klik, seret dan jatuhkan merupakan beberapa bahasa yang banyak orang ketahui dari mouse. Bentuk mouse juga tak mengalami banyak perubahan namun bukan berarti perusahaan belum mencoba menemukan desain ‘baru’ mouse.
Perusahaan-perusahaan pernah bereksperimen dengan bentuk mouse dan hasilnya, terkadang tampak lucu. Ingat mouse ‘Hockery Puck’ buatan Apple yang disertakan dengan komputer iMac pertama? Mouse ini memiliki bentuk benar-benar bulat.
Bentuk ini menarik dengan cara Apple, kecuali Anda meletakkan tangan di atas mouse ini tanpa melihat mouse. Selain itu, tak ada cara mengetahui apakah Anda dengan benar menentukan sumbu X dan Y agar selaras vertikal dan horisontal saat menggerakkan mouse di layar.
Selama bertahun-tahun, Apple bersikeras mouse yang benar harus memiliki tombol, namun tombol ini harus berjumlah satu. Jadi, sementara pengguna PC bisa dengan benar-benar baik menggunakan tombol tambahan di sebelah kanan yang berfungsi untuk menyalin dan menempel dan fungsi berguna lainnya, pengguna Apple butuh dua tangan (Control-klik, Option-klik).
Namun, ‘lebih banyak tombol lebih baik’ bisa menjadi cukup konyol sebagaimana dicontohkan pada beberapa desain mouse untuk gamer yang memiliki banyak tombol. Namun, kembali pada fungsi aslinya, benarkah mouse menuju masa ‘kadaluarsa’?
Mouse akan tetap ada selama ada orang yang memilih menggunakannya dibanding layar sentuh atau metode lainnya. Jadi, sederhananya, masa ‘kadaluarsa’ mouse pasti akan tiba, namun, Anda memiliki peran dalam menentukan ini. [mdr]


Sumber : http://teknologi.inilah.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar