Kamis, 10 Mei 2012

Mengenang Pelawak-Pelawak Indonesia Yang Telah Tiada


Agus Basuki Bin Suwito Hadiwiryono (lebih dikenal sebagai Basuki; lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 5 Maret 1956 – meninggal di Jakarta, 12 Desember 2007 pada umur 51 tahun) adalah seorang pelawak Indonesia. Ia melewati masa kecilnya di Semarang.



Di tahun 1992, Tino Karno menyampaikan tawaran Rano Karno pada Basuki untuk mendukung serial Si Doel Anak Sekolahan sebagai tokoh bernama Karyo. Berawal sebagai bintang tamu hanya untuk 2 atau 3 episode dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan I, akhirnya pada Si Doel III dan IV ia dipercaya sebagai pemain tetap.


Basuki meninggal dunia pada tanggal 12 Desember 2007 saat bermain futsal dengan teman-temannya





Timbul Suhardi (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 28 Desember 1942 – meninggal di Jakarta, 26 Maret 2009 pada umur 66 tahun[1]) adalah pelawak senior yang tergabung dengan grup lawakSrimulat. Selain melawak di Srimulat, ia juga melawak di kesenian tradisional ketoprak dan ia juga berperan dalam beberapa judul sinetron. Pelawak yang akrab disapa Timbul ini juga pernah berperan dalam film layar lebar nasional..


Pada 26 Maret 2009, Timbul menghembuskan nafas terakhir akibat komplikasi penyakit stroke,vertigo dan diabetes yang dideritanya. Timbul menutup usia pada usia 66 tahun. Jenasahnya dimakamkan di TPU Penggilingan, Rawamangun, Jakarta Timur pada Jumat, 27 Maret 2009








Saparbe (Yogyakarta, 20 Oktober 1925 – Jakarta, 23 Desember 2001) atau yang lebih dikenal dengan nama Pak Bendot adalah pelawak senior Indonesia dari grup lawak Srimulat.


Sebelum memasuki dunia lawak Pak Bendot berdinas di Angkatan Darat dengan pangkat terakhir letnan satu. Setelah pensiun tahun 1971 Pak Bendot mulai mengembangkan potensinya sebagai pelawak. Ia melawak dengan Ratmi B29. Setelah itu bergabung dengan Srimulat dan terakhir dengan Ketoprak Humor Samiaji. Ia terkenal dalam perannya ketika bermain sebagai mertua Mas Karyo (Basuki) dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan





Sugeng Winarso (lebih dikenal dengan nama Leysus; lahir di Kepanjen, Malang, 28 Desember1959 – meninggal 3 Januari 2006 pada umur 46 tahun) adalah seorang pelawak Indonesia. Bersama dengan kakaknya, Topan, ia dikenal dengan penampilannya dalam acara Ketoprak Humor yang ditayangkan di televisi.
Leysus meninggal dunia pada 3 Januari 2006 setelah terkena kanker mulut yang diketahui sekitar sebulan sebelumnya. Ia meninggalkan dua orang istri, masing-masing Ririn yang dikaruniai empat orang putra putri dan Nana Darlina yang dikaruniai seorang putri.






Taufik Savalas (lahir di Jakarta, 9 Juni 1966 – meninggal di Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah,11 Juli 2007 pada umur 41 tahun) adalah seorang pembawa acara dan pelawak asal Indonesia. Ia terlahir dengan nama Muhammad Taufik bin Muhammad Yusuf Masri. Nama Taufik Savalas diambil dari nama seorang aktor Yunani yang dikaguminya, Telly Savalas


Sebelum memulai karirnya, ia pernah menganggur selama 15 tahun dan sempat menjadi office boy, kondektur, dan pengamen.



Pertama kali, ia melawak secara profesional di Sogo, Plaza Indonesia. Taufik tampil dalam lomba mirip rambut Demi Moore yang gaya rambutnya memang sedang mewabah awal tahunan. ia juga pernah berperan sebagai “Presiden” dalam acara Republik BBM.



Pada tanggal 11 Juli 2007, Taufik Savalas meninggal pada usia 41 tahun dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Saat itu, ia hendak menuju Purbalingga untuk mengemban tugas sebagai duta salah satu produk sabun kesehatan. Namun, mobil Toyota Kijang Kapsul bernomor polisi B 2089 QH yang membawanya dari Yogyakarta menuju Purbalingga, bertabrakan dengan truk bermuatan semen. Dan kepalanya terjepit.


Dengan kepergiannya ini dia meninggalkan seorang istri, Rina Rosdiana dan dua orang anak, Moch Abizard dan Adinda Fatima. Dia dimakamkan di Tempat Pemakaman Keramat Tengkele di Desa Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang, Banten. Pihak keluarga meminta Taufik dimakamkan di tempat tersebut dengan alasan ada leluhurnya yang dimakamkan di pemakaman itu.







Drs. Kasino Hadiwibowo (lahir di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, 15 September 1950 – meninggal di Jakarta, 16 Desember 1997 pada umur 47 tahun) adalah aktor dan pelawakIndonesia yang tergabung dalam kelompok lawak Warkop.


Di dunia lawak, kehadiran Kasino dan kawan-kawan mengembuskan angin segar. Kelompok Warkop mewakili generasi pelawak terpelajar, yang memiliki warna baru dalam membanyol. Karier dalam film yang mereka rintis pada akhir tahun 1970-an pun terus melejit. Dalam film Maju Kena Mundur Kena, Kasino dan kedua kawannya masuk dalam jajaran artis yang pernah dibayar termahal.


Ketika menjadi mahasiswa, Kasino banyak menghabiskan waktu di lereng-lereng gunung bersama Kelompok Mahasiswa Pecinta AlamUniversitas Indonesia (Mapala UI).


Kasino wafat pada usia 47 tahun pada tanggal 16 Desember 1997 di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta setelah beberapa tahun mengidap tumor otak. Kasino meninggalkan satu istri dan dua anak.





Drs. H. Wahyu Sardono atau lebih dikenal dengan sebutan Dono Warkop (lahir di Solo, Jawa Tengah, 30 September 1951 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2001 pada umur 50 tahun), adalah aktor dan pelawak Indonesia yang bertinggi badan 167 cm. Ia membintangi beberapa judul film komedi pada era 1970, 1980, dan 1990-an. Ia meninggal akibat kanker paru-paru.




Benyamin Sueb (lahir di Kemayoran, Jakarta, 5 Maret 1939 – meninggal 5 September 1995 pada umur 56 tahun adalah pemeran, pelawak, sutradara dan penyanyi Indonesia. Benyamin menghasilkan lebih dari 75 album musik dan 53 judul film.


Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beberapa filmnya, seperti , Biang Kerok (1972), Intan Berduri serta Si Doel Anak Modern (1976) semakin mengangkat ketenarannya. Dalam Intan Berduri, Benyamin mendapatkan piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik. Dan terakir main sinetron Si Doel Anak Sekolahan, menjadi BABE SABENI

Benyamin yang telah empat belas kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia setelah koma beberapa hari seusai main sepak bola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ini dilakukan sesuai wasiat yang dituliskannya, agar dia dimakamkan bersebelahan dengan makam Bing Slamet yang dia anggap sebagai guru, teman, dan sosok yang sangat mempengaruhi hidupnya.


Sumber :http://putrawangsacorp.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar