Rabu, 09 Mei 2012

Alasannya Perlu Konvergensi ke IFRS

Seperti yang kita ketahui, selama ini kita (orang Indonesia) masih menggunakan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) yang dihasilkan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia), baik dalam studi pembelajaran di bidang ilmu Akuntansi maupun di praktek sehari-hari yang sering kita jumpai. Namun lambat laun SAK mulai mengalami pergeseran dengan masuknya suatu Standar baru  yang namanya IFRS. Dan saat ini, Indonesia sendiri sudah mulai menggunakan standar IFRS tersebut.
Lalu apa sih sebenarnya IFRS itu ?
IFRS (International Financial Reporting Standard) merupakan pedoman penyusunan laporaan keuangan yang diterima secara global. Jika sebuah negara menggunakan IFRS, berarti negara tersebut telah mengadopsi sistem pelaporan keuangan yang berlaku secara global sehingga memungkinkan pasar dunia mengerti tentang laporan keuangan perusahaan di negara tersebut berasal.
Secara keseluruhan IFRS mencakup:
  • International Financial Reporting Standard (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001
  • International Accounting Standard (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001
  • Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting InterpretationsCommittee (IFRIC) – setelah tahun 2001.
  • Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 20011)
Kemudian mengapa  Standar Akuntansi Internasional (IFRS) ini diperlukan ? Alasannya yaitu :
  • Peningkatan daya banding laporan keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional
  • Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalamketentuan pelaporan keuangan.
  • Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis.
  • Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”.

Terus bagaimana SAK ini di konvergensi ke IFRS ?
Menurut DSAK, pengadopsian IFRS dapat dibedakan menjadi lima tingkatan:
  1. Full Adoption pada tingkat ini suatu negara mengadopsi seluruh IFRS dan menterjemahkan word by word
  2. Adapted mengadopsi seluruh IFRS tetapi disesuaikan dengan kondisi di suatu negara.
  3. Piecemeal, suatu negara hanya mengadopsi sebagian nomor IFRS, yaitu nomorstandar atau paragraf tertentu.
  4. Referenced , standar yang diterapkan hanya mengacu pada IFRS tertentu denganbahasa dan paragraf yang disusun sendiri oleh badan pembuat standar.
  5. Not adoption at all, suatu negara sama sekali tidak mengadopsi IFRS.
Indonesia sendiri akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012. Adapun strategi adopsi yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu :
  1. Big bang strategy.
Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan – tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara – negara maju.
  1. Gradual strategy.
Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara – negara berkembang seperti Indonesia.
Permasalahan yang dihadapi dalam impementasi dan adopsi IFRS :
  • Translasi Standar Internasional
  • Ketidaksesuaian Standar Internasional dengan Hukum Nasional
  • Struktur dan Kompleksitas Standar Internasional
  • Frekuensi Perubahan dan Kompleksitas Standar Internasional Seperti contoh IFRS menekankan pada fair value dan meninggalkan historical value.
Sementara itu terdapat hambatan-hambatan konvergensi yang biasanya muncul atas beberapa isu akuntansi dan pelaporan keuangan seperti:
Ø  Pengakuan dan pengukuran:
  • financial assets and derivative financial instruments, 
  •  impairment losses, 
  • provisions, 
  • employee benefit liabilities, 
  •  income taxes;
Ø  Akuntansi Penggabungan Usaha
Ø  Pengungkapan atas:
  • related party transactions, 
  • segment information.
Lalu apa manfaat dari konvergensi ke IFRS itu sendiri ?
  • Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yangdikenal secara internasional
  • Meningkatkan arus investasi dlobal melalui transparansi.
  • Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global.
  • Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangane.
  • Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management.
Jadi intinya semua negara (termasuk Indonesia) mau tidak mau dan cepat atau lambat harus segera mengejar target konvergensi IFRS tersebut. Hal ini bertujuan agar negara kita dapat memasuki perekonomian internasional yang lebih luas, serta laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan Indonesia dapat diakui secara internasional. Dengan begitu, maka mempelajari standar akuntansi yang berstandar Internasional yaitu IFRS wajib hukumnya. Agar kita sendiri dapat bersaing dengan negara-negara lain yang sudah lebih dulu menggunakan IFRS. 
 
 
Sumber : http://bennyantoni.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar