Kamis, 19 April 2012

SMCH - Vegetarian - Hormati Semua Makhluk Hidup

Hormati Semua Makhluk Hidup

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Biro Jurnalistik, Panama, 29 November 1989 (Asal bahasa Inggris)
Seharusnya kita menghormati semua makhluk hidup yang diciptakan Tuhan. Kita dapat melihat sendiri bahwa semua makhluk hidup takut terhadap penderitaan dan kematian. Jika kita membunuh atau melihat hewan yang dibunuh, maka kita akan melihat bahwa mereka mengalami penderitaan dan berusaha untuk melarikan diri. Hal ini berarti bahwa Tuhan memberikan mereka naluri untuk hidup. Jadi, jika kita ikut campur dengan mengambil hidup mereka, maka kita juga mencampuri kehendak-Nya. Karena itu, kita seharusnya berlaku sama seperti kita mau diperlakukan. Dengan demikian, hidup kita akan diberkati dengan karunia, umur panjang, dan kebijaksanaan.
Hormati Nyawa Hewan
Sama Seperti Nyawa Kita Sendiri
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Center Duisburg, Düsseldorf, Jerman, 31 Desember 2006
(Asal bahasa Inggris)
Biarlah perdamaian terjadi tahun ini, Tahun Babi. Babi adalah makhluk yang sangat damai. Mereka hanya makan dan tidur, tidur dan makan. Siapa yang bisa lebih damai daripadanya? Seekor babi bahkan tidak mempunyai paruh untuk mematuk siapa pun. Bila ia harus menggali sesuatu, ia menggunakan hidungnya. Ia seharusnya disebut hewan yang berhidung hebat! Ia dapat menggali tanah,  batu-batuan, dan apa pun dengan hidung lembutnya. Mungkin juga tidak benar-benar selembut itu. Apakah Anda pernah menyentuhnya? (M: Ya, hidungnya benar-benar keras). Keras? (M: Ya). Tetapi, tampaknya tidak keras, tampak seperti jaringan daging yang berwarna merah muda. Babi yang berwarna putih atau berwarna muda hidungnya merah muda: hidungnya tampak begitu lembut. Babi yang hitam hidungnya juga hitam. Ia begitu aneh. Tidak, tidak demikian. Beberapa babi hitam punya hidung yang putih, atau setengah putih, setengah merah muda, setengah hitam. Babi itu lucu, mereka mengatakan bahwa babi itu sangat cerdas, bahkan lebih cerdas daripada anjing. Dapatkah Anda bayangkan membunuh makhluk yang begitu cantik, begitu damai dan cerdas untuk dimakan? Standar moral manusia terkadang tidak benar-benar baik. Tidak mulia, maksud saya, ditentukan menurut ukuran Anda sendiri.
Baiklah, manusia terus melakukannya; mereka saling perang dengan yang lainnya, bahkan melakukan perang dengan mereka yang pertahanannya kurang kuat atau dengan makhluk yang lebih lemah. Tetapi, bila Anda bisa mendengar hewan bicara, Anda tidak akan berani melakukannya karena mereka adalah makhluk hidup. Mereka saling berkomunikasi, dan mereka juga mempunyai perasaan. Mereka sama seperti kita, hanya saja mereka berada dalam bentuk yang berbeda, itu saja. Mereka di sini untuk mewarnai dunia, seperti halnya kita mempunyai berbagai jenis bunga. Dapatkah Anda bayangkan jika bunga-bunga yang lebih besar dan berwarna lain atau berbentuk lain menatap bunga yang kecil kemudian berkata, “Oh, kamu tidak berguna; saya akan memakanmu!” Bukankah itu lucu, bodoh, dan tak bisa dibayangkan! Sama saja, kita ini manusia, kita tampak lebih besar daripada sebagian hewan, tetapi tidak berarti kita boleh memakannya. Bagaimana dengan gajah? Mereka lebih besar daripada kita. Seandainya mereka datang dan memakan kita, apakah kita suka dengan hal itu? Ya, dalam benak gajah, mereka lebih besar, betul? Dan mereka berbeda dengan kita. Kita tampak berbeda bagi mereka, kita terlihat aneh di mata gajah. Jika Anda menanyakan seekor gajah apakah ia mau menikah dengan salah satu di antara kita,  ia akan menjawab, “Tidak!”  Ia akan mengatakan, “Kamu tampak aneh, hidung kamu sangat aneh!” Apakah Anda mengerti? (Hadirin: Ya.) Lalu tidak berarti gajah-gajah itu kemudian datang memakan kita. Kita tidak menarik di mata mereka. Bahasa yang kita gunakan tidak dimengerti oleh mereka. Kita ini kecil, kita tidak bisa membantu mereka, mereka hidup dengan nyaman bahkan tanpa kita sama sekali. Di hutan, di manapun mereka tinggal, mereka tidak membutuhkan kita. Tapi, betapa pun laparnya seekor gajah, ia tidak akan merugikan kita karena ia mempunyai kasih dalam dirinya; ia mempunyai pengertian tentang yang benar dan yang salah. 
Hewan Hidup dengan Harmonis dan Senantiasa Menolong Kita
Ketika seekor gajah meninggal, seluruh kawanan gajah akan berdiri di sana untuk waktu yang lama dan berkabung baginya. Dan ketika seekor anak gajah dalam bahaya, atau ketika hewan lain hendak menyerangnya, maka seluruh kawanan gajah akan mengelilinginya dan membuat benteng yang kuat untuk melawan musuh dan melindungi anak gajah itu. Seandainya Anda menyaksikan film-film Afrika, orang yang membuat film ini tahu persis bahwa gajah itu cerdas. Dan bila Anda  mempunyai kekuatan batin, Anda bisa berbicara dengan mereka dan Anda akan tahu bahwa mereka adalah makhluk yang mempunyai kecerdasan, kasih, dan resolusi seperti kita! Jadi, bagaimana kita bisa sampai memakan makhluk lain dan menyebut kita sendiri sebagai manusia pengasih? Kita tidak mempunyai kasih seandainya kita melakukan itu atau paling tidak kita tidak tahu apa arti kasih sesungguhnya. 
Pada saat ini ada banyak informasi mengenai bagaimana hewan dibantai. Kekejaman itu seharusnya membuat setiap orang di planet Bumi ini meneteskan air mata, menghancurkan hatinya, dan bersumpah untuk selamanya tidak akan pernah merugikan hewan apa pun di planet ini serta tidak akan pernah lagi menyentuh daging. Seandainya mereka semua menyaksikannya, maka mereka akan sadar bahwa mereka tidak boleh memperlakukan makhluk lainnya dengan cara demikian. Kita menyebut hewan sebagai makhluk biadab. Kita memandang rendah hewan-hewan, tapi banyak di antara mereka yang tidak memakan kita. Mereka tidak merugikan kita, mereka hidup harmonis dengan kita dan  bahkan banyak yang menolong kita. Contohnya, apabila Anda di laut dalam keadaan bahaya, ikan lumba-lumba dan paus akan membantu Anda dan membawa Anda sampai ke tempat yang aman. Dan bahkan seekor anjing akan menolong orang asing jika mereka melihatnya. Jadi, bagaimana kita bisa mengatakan bahwa hewan tidak mempunyai kecerdasan? Ada banyak orang di luar yang tidak berani mempertaruhkan nyawanya untuk menolong sesamanya. Lihat anjing, walaupun mereka tidak terlatih, akan tetapi mereka akan melakukannya bahkan untuk orang asing pun. 
Baru-baru ini ada seekor anjing yang menolong seorang anak laki-laki yang sedang tenggelam, anak itu merupakan orang asing baginya. Anjing tersebut tidak pernah dilatih untuk melakukan pertolongan sejenis itu, tetapi ketika anak itu tenggelam dan berteriak minta tolong, maka anjing itu langsung melompat ke dalam air dan membiarkan anak itu menangkap dan memegangnya, dan kemudian berenang menuju tepi laut. Siapa yang mengajarkannya? Dan kalau pun ia diajarkan, ia lebih kecil daripada manusia; bagaimana ia mau mempertaruhkan nyawanya seperti itu? Ini hanyalah salah satu contoh. 
Ada seekor anjing lain yang bernama Shana. Ia menarik dua orang yang sudah berusia tua pulang ke rumahnya bersama dia. Yang satu ia tarik di atas punggungnya, dan suaminya memegang kaki istrinya. Ia menarik kedua orang itu melewati sebuah terowongan menuju rumah, melalui pohon-pohon dan salju. Saya menghadiahkannya sebuah jas pahlawan! saya khusus merancangnya untuk Shana – Jas Pahlawan Shana (Tepuk tangan). Dan seekor anjing lain bernama Zion – ia juga mendapatkan sebuah jas dengan namanya ditulis di sana. Itu adalah istimewa, karena saya ingin menghormatinya. Saya ingin seluruh dunia mengetahui bahwa  hewan adalah makhluk yang benar-benar mempunyai hati, darah, otak, kecerdasan, dan cinta kasih. Beberapa di antaranya bahkan lebih daripada kita! Saya ingin seluruh dunia mengetahui bahwa para hewan juga patut dihormati, atau paling tidak untuk dijadikan teman, bukan untuk dibunuh atau diusik (Untuk cerita mengenai kedua anjing ini silakan merujuk ke News No. 181) 
Kebaikan yang Ditunjukkan Hewan Dapat Dijadikan Inspirasi bagi Hidup Kita
Kita harus menjadi lebih mulia, lebih berbelas kasih, lebih mencintai, dan lebih melindungi mereka yang lemah. Kita ini besar dan kuat. Bagaimana kita bisa mengusik seekor anjing kecil atau memakan seekor babi kecil atau seekor ayam kecil, mencabut nyawanya padahal ia tidak melakukan apa pun yang merugikan kita? Bahkan hewan-hewan yang lebih besar daripada kita pun tidak memakan kita karena ukurannya. Sapi bahkan tidak pernah menyerang manusia. Mereka begitu lembut. Saya rasa inilah waktunya bagi seluruh dunia untuk menyadari hal ini dan menjadi manusia-manusia yang mulia sebagaimana seharusnya kita. Bagaimana kita dapat mengusik dan menganiaya makhluk-makhluk yang begitu tak berdaya dan lembut seperti itu? Ayam begitu penuh kasih seperti burung yang Anda beli dari toko hewan. Ia sungguh penuh dengan kasih dan ia memberi respons terhadap Anda. 
Suatu ketika saya pernah mempunyai seekor ayam dan seekor kelinci, dan kelinci itu begitu mencintai ayam itu, ia meniru setiap gerak-gerik ayam itu. Sebelumnya mereka tidak saling kenal, tapi sekali sang kelinci mengenal ayam itu, ia mulai jatuh cinta kepadanya dan selalu ingin bersamanya. Kelinci tidak bisa melompat tinggi; ia tidak bisa memanjat ke atas meja. Jadi, ketika ia melihat ayam melakukannnya dan ia terlalu rendah, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tapi, karena saya punya semacam podium, sebuah kursi kecil dan sebuah meja rendah, ia pertama melompat ke kursi kecil, dan kemudian dari kursi kecil ke kursi yang lebih tinggi agar ia dapat mendekati ayam itu. Ia begitu pandai! 
Dan karena murid-murid China suka dengan mie instant, mereka pikir ayam juga akan menyukainya. Lalu pada suatu hari mereka memberikan ayam itu mie instant yang kering, dan ayam itu memakannya. Kelinci itu memandang dan memandang, “Kalau kamu memakannya, saya pun mau!” Saya tidak tahu apakah kelinci itu pernah makan mie instant seumur hidupnya! Kelinci itu sudah tua. Ia bukannya baru dilahirkan kemarin. Lalu ia ke sana dan ikut memakan mie instant. Apa pun yang dimakan oleh ayam, ia akan ikut memakannya. Ketika ia bersama saya, tentu saja saya berikan wortel, sayuran, dan lainnya, dan ia pun memakan semuanya. Tapi, ketika ia makan bersama ayam, ia akan memakan apa pun yang dimakan oleh ayam! Ia akan memakannya tanpa peduli apakah itu! Ia tidak melihat labelnya, ia hanya makan. Dan ia begitu menyayangi ayam itu, ia berlari mengitarinya sepanjang waktu, mengusap-ngusap sayapnya dan berusaha menciumnya. Tetapi, ayam itu tidak ingin apa pun. Jadi, ia selalu lompat ke tempat yang lebih tinggi dan memandang rendah ke arah kelinci. Tetapi, kelinci itu terus mengikutinya. Mereka begitu penuh kasih. tak seorang pun yang mengajarkan kelinci untuk seperti itu, untuk mengejar ayam; tak seorang pun yang mengajarkannya sesuatu. 
Dan ada seekor kambing yang mencium ayam saya. Ini adalah kisah nyata. Kami tidak melakukan sentuhan apa pun atau mempengaruhinya secara khusus, tidak demikian. Kambing itu datang dan langsung mencintai ayam tersebut. Dan ayam itu membiarkannya, tapi itu bukan karena mereka pernah berteman atau semacamnya. Saya baru saja memiliki ayam itu, tetapi kambing dari peternakan yang tidak jauh dari situ tiba-tiba datang dan mencium ayam itu. Dan ayam itu mau makan pisang atau apa pun yang saya berikan kepadanya. 
Kita Dapat Menikmati Semua yang Ada di Planet Bumi Tanpa Merugikan Makhluk Hidup
Saya harap saya bisa membuat seluruh dunia mengerti bahwa hewan itu sama seperti kita. Mereka sungguh seperti kita! Persis seperti bunga yang berlainan di sini (Guru mengangkat sebuah rangkaian bunga dari meja). Di dunia ini ada beraneka macam benda, dan semuanya semata-mata hanya untuk membuat dunia menjadi berwarna-warni. Seperti halnya di kebun, sebagai  contoh, kita mempunyai bermacam-macam bunga – semua bentuknya berlainan – semata-mata untuk membuat dunia menjadi indah dan penuh dengan warna. Andaikan kita hanya mempunyai satu jenis bunga saja, ia tidak akan menjadi seindah itu, Anda tidak bisa membuat sebuah karangan bunga dengannya. Tapi, lihatlah ini, bukankah ia sangat indah, kita dapat menghiasnya dengan lebih banyak warna cerah. Mereka memperindah kebun dunia untuk kita nikmati. Demikian juga, Tuhan menciptakan rumpun yang berlainan agar kita dapat hidup berdampingan dan penuh dengan warna.
Saya berharap agar saya dapat membuat semua manusia di dunia mengerti perasaan dan bahasa hewan. Saya berharap agar saya dapat melakukannya, agar tidak ada lagi yang merugikan hewan kecil apa pun dan tidak ada yang bermimpi lagi untuk makan daging mereka yang tidak berdosa. Saya berharap agar saya dapat melakukannya. Saya berharap agar seluruh dunia bisa mengerti bahwa kita harus mencintai dan menghormati hewan dan menikmatinya seperti halnya kita menikmati kebun yang berwarna-warni dengan bunga yang berlainan, pohon yang berlainan, dan buah yang berlainan. Kita harus menikmati semua yang ada di planet ini, setidaknya kita jangan sampai merugikan makhluk hidup lain, karena mereka juga mempunyai perasaan. Mereka bergerak dan mereka berkomunikasi melalui mata dengan cara mereka sendiri. Jadi, bagaimana Anda bisa mendatangi makhluk hidup dan memenggal kepalanya, menggorok lehernya seperti itu dan kemudian menghentikan napasnya?
Jika kita ingin mengejar planet lain dalam sistem tata surya dan alam semesta, maka kita harus mengubah jalan hidup kita. Kita harus hidup dan membiarkan hidup. Kita harus mengasihi semua makhluk dengan seimbang atau paling tidak membiarkan mereka sendiri. Mereka tidak meminta apa pun juga dari Anda; ikan-ikan di laut bahkan tidak mendatangi Anda! Tetapi, mengapa Anda pergi ke sana, memaksanya ke luar dan memakan atau membunuhnya? Mereka megap-megap mencari napas ketika sekarat seperti itu. Itu sangat mengerikan! 
Kita mempunyai kecerdasan, kebajikan dan alat yang Tuhan berikan kepada kita untuk bertahan hidup. Kita tidak perlu membunuh untuk hidup. Kita menghabiskan begitu banyak sumber alam hanya untuk membunuh, tidak hanya pada saat perang, tetapi pada saat memelihara hewan untuk dibunuh. Kita menelantarkan sumber alam. Itulah sebabnya kita mengalami kelaparan di mana-mana. Dan semua orang yang masih makan daging bertanggung jawab bagi kelaparan di dunia. Itu bukan saya yang mengatakannya. Adalah para peneliti yang merupakan manusia paling pandai yang melakukan penelitian dan memiliki fakta serta bukti ilmiah yang mengatakannya. Selama kita tidak bisa menghentikan kebiasaan makan daging, kita masih merusak Bumi dan akibatnya merusak diri sendiri maupun anak cucu kita di kemudian hari. Kita semua harus berubah menjadi vegetarian, lebih cepat lebih baik. (Tepuk tangan)



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar