Jumat, 27 April 2012

Budi pekerti yang paling mulia bisa diibaratkan seperti air


上 善 若 水。
SHANG SHAN RUO SHUI
水 善 利 萬 物 而 不 爭, 處 眾 人 之 所 惡, 故 幾 于 道。
SHUI SHAN LI WAN WU ER BU ZHENG, CHU ZHONG REN ZHI SUO EK, GU JI YU DAO
居 善 地, 心 善 淵, 與 善 仁, 言 善 信, 正 善 治, 事 善 能, 動 善 時。
JU SHAN DI﹐XIN SHAN YUAN, YU SHAN REN, YAN SHAN XIN﹐SHI SHAN NENG, DONG SHAN SHI
夫 唯 不 爭, 故 無 尤。
FU WEI BU ZHENG, GU WU YOU


Arti terjemahannya :
Budi pekerti yang paling mulia bisa diibaratkan seperti air. Air menghidupi semua makhluk hidup tanpa pamrih. Air rela menempatkan diri ditempat yang paling rendah yang biasanya dianggap hina, karena itu sifat air yang demikian itu paling mendekati TAO.

Demikian juga orang suci ( berbudi luhur ), beliau selalu meletakkan kepentingan pribadinya dibawah kepentingan orang lain ( selalu mendahulukan kepentingan orang lain ), sehingga pikirannya bisa lebih jernih, lebih dalam dan tajam, memberikan jasa-jasanya seperti langit dan bumi.
Kalau bicara sangat bisa dipercaya, kalau memerintah sangat bijaksana, kalau bekerja sangat pandai menggunakan segala kemampuannya, kalau bergerak/melakukan sesuatu sangat pandai menyesuaikan dengan waktunya.

Karena orang suci tidak pernah punya niat berebut ( berebut jasa, berebut nama, berebut keuntungan ) sehingga beliau terbebas dari segala kekurangan/kesalahan/kekhilafan.

Penjelasannya
NABI LAO ZI berusaha menjelaskan sifat orang yang berbudi luhur ( ORANG SUCI ) yang sebenarnya itu bagaimana !
NABI LAO ZI menyamakan sifat air dengan sifat ORANG SUCI, dimana mestinya sifat ORANG SUCI memiliki 3 ciri utama seperti ciri-ciri air.

Yaitu:
Lembutnya air
  1. Sifat air yang selalu menempati posisi yang terendah
  2. Fungsi air yang menghidupi semua mahluk dengan tanpa pamrih
Karena itu Orang SUCI juga seperti air yang bersifat sangat mulia itu, DIA mampu secara tanpa pamrih berkorban untuk kepentingan orang lain, mau mengerjakan pekerjaan yang tidak menguntungkan sekalipun, yang orang lain tidak mau mengerjakannya.

Orang SUCI sanggup menerima beban seberat apapun, tahan menghadapi hinaan seperti apapun, DIA tetap berusaha sekuat tenaga untuk menyumbangkan apa yang dimilikinya untuk menolong orang lain dan tidak pernah punya niat berebutan jasa, nama besar, keuntungan dengan siapapun.

Karena itulah Orang SUCI selalu bisa hidup apa adanya dengan tenang dan jauh dari malapetaka.
Dengan kata lain, NABI LAO ZI ingin menunjukkan bahwa sebenarnya air itu jauh lebih bijaksana dari pada manusia pada umumnya, lihat saja air rela menempatkan diri ditempat yang paling rendah, memberikan jasanya tanpa minta imbalan apalagi sombong, sangat sesuai dengan istilah “JING QING WU WEI, ER YOU WU SUO BU WEI” (Selalu berbuat yang berjasa untuk lainnya dengan sikap tanpa pamrih!)

Jadi menurut NABI LAO ZI : Orang yang berbudi luhur, harus seperti air, mempunyai dada yang lapang, sikap yang rendah hati dan tanpa pamrih, tidak terikat dengan niat berebut MING & LI ( jasa, nama besar, keuntungan), jujur dan tulus. Dan semua sifat mulia itulah sifat yang peling dekat dengan DAO, sehingga harus ditiru oleh semua UMAT MANUSIA di dunia ini.
Selain nasehat diatas itu NABI LAO ZI juga secara tidak langsung berpesan bahwa ”SHUI NENG CAI COW, YI NENG FU COW” (AIR bisa dilayari oleh kapal, namun juga bisa menenggelamkan kapal). Itu menasehati kita bahwa kekuatan air meskipun sangat lembut, tapi juga sangat dahsyat, bila manusia telah melanggar aturan / hukum alam semesta, maka air akan menunjukkan kekuatannya dalam bentuk lain. Apakah kita menyadari bahwa semua malapetaka yang berhubungan dengan air, sesungguhnya merupakan ulah manusia sendiri yang telah mengabaikan hukum alam-semesta / hukum DAO.

Sekarang tinggal kita masing2 bagaimana bisa menerapkan Ajaran NABI LAO ZI ini kedalam segala aspek kehidupan kita. Semoga semuanya berhasil selalu hidup dalam keharmonisan dan damai sejahtera.




Sumber : http://www.xuezhengdao.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar