Selasa, 17 April 2012

Teknik Okulasi

I. PENDAHULUAN

1.1       Landasan Teori
            Perbanyakan secara vegetatif adalah cara perkembangbiakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti batang, cabang, ranting, pucuk daun, umbi dan akar, untuk menghasilkan tanaman yang baru, yang sama dengan induknya. Prinsipnya adalah merangsang tunas adventif yang ada dibagian-bagian tersebut agar berkembang menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang, daun sekaligus.
            Salah satu diantara pembiakan tanaman secara vegetatif adalah dengan okulasi atau yang disebut juga dengan menempel. Bagian tanaman yang diokulasi adalah merupakan mata tunas yang lagi dorman atau kulit batang beserta sedikit kayunya.
Tujuan utama okulasi adalah supaya mendapatkan jenis tanaman baru dengan sifat yang menguntungkan seperti tahan penyakit serta keunggulan – keunggualan sifat yang dimiliki oleh suatu tanaman. Sedangkan untuk tunas yang ditempelkan harus merupakan tunas yang yang produktif atau kualitas yang tinggi. Bentuk okulasi yang sering dilakukan oleh para pengelola kebun untuk memperbanyak tanamannya, terdiri dari beberapa bentuk, antara lain:
¨      Okulasi bentuk batang, kotak atau bentuk persegi.
¨      Okulasi bentuk T.
¨      Okulasi bentuk miring.
            Prinsip dari okulasi adalah melekatnya kambium suatu jenis tanaman dengan jenis tanaman lain agar berpadu satu dan hidup. Okulasi sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Karena pada saat ini kambium dapat mempertahankan diri tidak segera menjadi kering., demikian pula dengan mata tunas yang ditempelkan. Sedangkan pada musim kemarau, mata tunas yang dikerat harus segera ditempelkan ke batang yang sebelumnya sudah dibuat pada pola keratannya.
            Untuk okulasi yang dilakukan pada batang bawah, biasanya dipilih dari jenis tanaman varietas lokal yang sudah berumur sekitar 1 tahun, dan yang memiliki pertumbuhan baik, sehat serta memiliki kulit batang yang mudah dikelupas.

1.2       Tujuan Praktikum

  • Mahasiswa mampu memilih mata okulasi (entres) yang baik.
  • Mahasiswa mampu memperbanyak bibit atau tanaman dengan mempergunakan teknik okulsi.

II. METODE PRAKTIKUM


2.1       Waktu  dan  Tempat
            Praktikum Pembiakan Vegetatif ini dilaksanakan pada :
Hari           :           Selasa,
Tanggal     :           11 Desember 2007.
Pukul         :           14.00 WIB s.d  Selesai.
Tempat      :           Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Mendalo.

2.2       Bahan  dan  Alat
Ø  Bahan
v  Cabang atau ranting tanaman
v  Plastik pengikat

Ø  Alat

*            Laboratorium bioteknologi
*            Pisau
*            Gunting

2.3              Cara Kerja
  1. Siapkan batang bawah
  2. Potong cabang yang akan diambil mata tunasnya.
  3. Siapkan dulu mata tunas dari cabang atas, pilih mata tunas yang berpotensi tumbuh.
  4. Membuat sayatan jendela pada batang bawah untuk tempat menempelkan mata tunas.
  5. Tempelkan mata tunas pada sayatan jendela dibatang bawah tadi
  6. Ikat mata tunas.
  7. Letakkan hasil okulasi ditempat yang teduh.


III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Teknik okulasi merupakan teknik penempelan mata tunas dari tanaman batang atas ke batang bawah yang keduanya bersifat unggul. Dengan cara ini akan terjadi penggabungan sifat-sifat baik dari dua tanaman dalam waktu yang relatif pendek dan memperlihatkan pertumbuhan yang seragam. Tujuan utama membuat bibit okulasi adalah agar produksi bisa lebih tinggi.
Pada proses pengokulasian ini terdapat dua bagian yang penting yaitu batang atas dan batang bawah. Kriteria batang bawah untuk dijadikan sebagai bahan okulasi adalah merupakan induk yang diperoleh dari pembiakan generatif yang masih muda.
Sedangkan untuk batang atas bagian tanaman yang diambil adalah yang sudah tua. Tanaman batang atas harus diketahui asalnya untuk mempermudah menentukan hasil akhir okulasi serta bagian atas yang diambil memiliki empat payung,pucuk tanaman dalam keadaan tua.
Teknik okulasi dewasa ini dikenal dua cara yaitu okulasi coklat (brown budding) dan okulasi hijau (green budding). Pada okulasi coklat batang bawah yang digunakan telah berumur antar 9 – 18 bulan di pembibitan atau berdiameter lebih dari 1.5 cm yang kulit batangnya telah berwarna coklat. Demikian pula entres yang digunakan berwarna kecoklat-coklatan. Sedangkan pada okulasi hijau batang bawah baru berumur 3 – 8 bulan atau berdiameter 1 – 1.5 cm. Entres yang digunakan juga masih muda dan berwarna hijau.
Pada  proses pengokulasian tanaman jeruk yang telah dilakukan dalam praktikum pembiakan vegetatif mengalami kegagalan, mata entres yang ditempelkan pada batang bawah mengalami kematian dengan indikasi bagian tersebut berubah bentuk menjadi berwarna coklat kehitaman.
Pengokulasian pada tanaman jeruk ini disebakan oleh beberapa faktor yaitu :
1.      Antara  batang bawah dan mata entres tanaman tersebut tidak kompatibel, sehingga tidak terjadi keserasian yang dapat mendukung mata entres  tanaman jeruk untuk tetap hidup ( segar/ berwarna hijau ).
2.      Keahlian dalam okulasi, sangat dibutuhkan dalam proses pengokulasian ini. Perbedaan yang mencolok dapat dilihat hasilnya antara orang yang sudah biasa melakukan pengokulasian dengan orang yang baru dalam tahap pembelajaran. Terutama dari segi ketelitiannya mengokulasi, mulai dari pembuatan jendela okulasi, pengambilan mata entes, hingga penempelan mata entes kebatang bawah. Batang bawah yang sudah dibuat jendela serta mata entres yang telah diambil harus segera ditempelkan agar bahan tersebut tidak terkontaminasi kotoran dari luar.

Keberhasilan okulasi juga tergantung dari keadaan batang bawah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
¨      Petumbuhan batang bawah yang cepat dan subur yang ditandai dengan terbentuknya payung dengan baik, akan menghasilkan okulasi yang baik.
¨      Perbedaan umur antara batang bawah dan kayu entres tidak boleh terlalu mencolok.
¨      Okulasi akan berhasil bila saat dilakukan okulasi batang bawah dan batang atas berada dalam stadium pertumbuhan. Okulasi hendaknya dilakukan saat batang bawah maupun batang atas tidak berada dalam dalam stadium membentuk payung baru, yaitu pada stadium B, dan akan lebih baik lagi pada stadium C dimana daun telah berkembang penuh dan berwarna hijau bila okulasi dilaksanakan saat daun membentuk payung baru, kulitnya melekat kuat pada bagian kayunya.


KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan dan pembahasan yang telah lakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :
1.      Mata entres yang baik untuk digunakan dalam proses okulasi adalah mata entres yang berasal dari tanaman karet  yang diketahui asalnya serta bagian yang diambil bagian atas yang terdiri dari 4 payung, bagian pucuk dalam keadaan tua.
2.      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengokulasian adalah antara batang atas dan batang bawah kompatibel, serta dibutuhkan keahlian yang khusus dengan cara terus berlatih sehingga terampil dan mendapatkan persentase hasil  tumbuh yang baik.
 
 
Sumber : http://makalahbiologiku.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar