Kamis, 19 April 2012

SMCH - Vegetarian - Vegetarisme: Solusi Terbaik untuk Krisis Air Dunia

Air adalah hal yang diperlukan bagi kelangsungan hidup semua bentuk kehidupan di Bumi. Namun, pemakaian yang terlalu berlebihan dari persediaan air di planet kita, sebagaimana diungkapkan oleh Lembaga Air Internasional Stockholm (SIWI), telah menempatkan sumber yang berharga ini dalam bahaya untuk generasi mendatang.
Di bawah ini adalah beberapa kenyataan yang mengejutkan tentang laporan tahunan SIWI, konferensi Pekan Air Sedunia yang diadakan mulai dari 16-20 Agustus 2004:
* Selama beberapa dekade, bertambahnya produksi makanan telah melebihi pertumbuhan penduduk, Sekarang,  sebagian besar dunia dengan mudah menghabiskan air untuk meningkatkan produksi.
* Makanan dari daging memerlukan kurang lebih 10.000-15.000 kg air untuk setiap kilogram produksi daging. (jumlah ini mencapai efisiensi kurang dari 0.01%, jika proses industri berjalan pada batas efisiensi ini, ia dengan cepat akan tersingkir!)
* Makanan berbiji memerlukan 400-3000 kg air untuk setiap kg dari hasil produksi (artinya, 5% daripada air yang diperlukan untuk daging).
* Di atas 90% dari semua air yang terolah digunakan untuk mengembangkan makanan.
* Negara-negara seperti Australia, di mana air itu sudah sulit didapat, kenyataannya mengekspor air dalam bentuk daging.
* Di negara-negara berkembang, pemakan-daging menggunakan sumber yang setara dengan 5.000 liter (1.100 galon) air setiap hari dibandingkan dengan 1.000-2.000 liter(200-400 galon) digunakan oleh orang yang bervegetarian.(Laporan dalam Guardian 8/23/2004).
Lagi pula, dalam catatan yang lebih lanjut, tidak berasal dari laporan SIWI, semakin banyak kawasan hutan hujan Amazon sedang dibebaskan untuk ditanami kacang kedelai. Namun, kacang-kacang itu diberikan kepada ternak sapi. Padahal hal tersebut akan jauh menjadi lebih efisien jika diberi makan langsung kepada manusia!
Banyak inisiat akan mengingat kembali, Guru menyebutkan pengaruh lingkungan dari produksi daging dalam ceramah-Nya “Mengapa Orang Harus Menjadi Vegetarian” tercantum dalam buku contoh Kunci untuk Mencapai Pencerahan Seketika; “Memelihara hewan untuk memperoleh dagingnya merupakan hal yang berisiko. Hal ini mendorong perusakan hutan hujan, peningkatan temperatur global, polusi air, kelangkaan air, perluasan gurun, penyalahgunaan sumber-sumber energi, dan kelaparan dunia. Penggunaan tanah, air, energi, dan usaha manusia untuk memproduksi daging itu bukan cara yang efektif untuk menggunakan sumber daya Bumi."
Jadi, untuk mengurangi jumlah konsumsi air secara nyata, umat manusia memerlukan pendekatan yang baru untuk memberi makan dunia, dan pola makan vegetarian ini sesuai dengan kebutuhan ini

Untuk melihat liputan terkait, silakan kunjungi:
http://www.worldwatercouncil.org/
http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/3559542.stm

http://news.bbc.co.uk/1/hi/sci/tech/2943946.stm
Mengurangi Perluasan Gurun
dengan Pola Makan Vegetarian
“Ada kenyataan di mana banyak tempat sampah dan gurun adalah hasil dari pemeliharaan hewan di masa lalu; karena di mana pun sapi dipelihara, tanahnya sering kali tidak bisa dipakai untuk bercocok tanam…Saya masih belum memberitahu kalian mengenai kewajiban moral dan perasaan bersalah saat memakan daging hewan. Saya hanya mengatakan secara ilmu pengetahuan, aspek ilmiah.”
~ Maha Guru Ching Hai
Sebagaimana pernyataan Guru di atas, dalam menanggapi pertanyaan mengenai kegunaan dari kehidupan hewan, dan apakah mereka harus dimakan; maka mengonsumsi daging sama berbahayanya bagi kesehatan manusia, merugikan hewan, dan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan secara luas. Lebih spesifiknya, itu bisa menyebabkan konsumsi rumput yang berlebihan oleh lembu, domba, kambing, dan ternak lainnya sehingga mengubah lahan menjadi gurun, atau transformasi dari tanah gersang atau semi gersang menjadi gurun.
Secara global, karena permintaan terhadap daging semakin tinggi, maka banyak hewan dipelihara di padang rumput. Dengan berjalannya waktu, perilaku ini telah menghilangkan lapisan vegetasi alami tanah dan membuat tanah menjadi rentan akan erosi oleh angin dan hujan. Sebagai akibatnya, air membawa lapisan atas tanah sehingga membuat lahan menjadi tidak subur dan tidak bisa ditanami. Sebagai contoh, dari tahun 1950 hingga 1975, di Sahel, zona perbatasan di Afrika, antara Gurun Sahara di utara dan daerah yang lebih subur di selatan; daerah gurun bergerak ke selatan sejauh 100 km. Fenomena ini merupakan akibat dari konsumsi rumput yang berlebihan dan erosi.
Kejadian ini tidak sulit untuk diukur, mengingat betapa cepatnya permintaan manusia akan daging yang telah meningkat dalam dekade akhir-akhir ini. Sebagai contoh, antara tahun 1950 dan 2002; populasi lembu, domba, dan kambing di China berlipat tiga kali; dan hewan-hewan ini secara kolektif menghancurkan lapisan pelindung vegetasi di bagian barat dan utara provinsi di mana ternak merumput. Angin kencang kemudian datang dan membawa tanah yang telah terekspos menjadi daerah gurun. Dengan kondisi ini, jutaan ton lapisan atas tanah mungkin terkikis dalam sehari. Hal ini telah mengakibatkan penduduk pinggiran terkena badai debu dan wilayah mereka lambat laun berubah menjadi gurun.
Jika manusia terus meningkatkan konsumsi daging dengan laju seperti sekarang ini, maka akan lebih banyak tanah di dunia ini yang dibutuhkan untuk ternak. Akibatnya, Bumi akan terus kehilangan tanah subur dan tanah gurun akan menjadi semakin luas. Hal ini tentunya akan menambah kerusakan lingkungan kita yang sudah rentan. Selain itu, akan banyak orang yang kelak menjadi tunawisma. Seperti yang dinyatakan di situs ilmiah yang terkenal www.worldwatch.org, ”Proses penggurunan dapat membuat 135 juta orang di seluruh dunia kehilangan tanahnya.”
Akan tetapi, jika populasi Bumi berubah menjadi vegetarian, maka semua pohon yang seharusnya ditebang untuk lahan ternak akan berkurang dan tanah yang dipakai untuk kebutuhan bercocok tanam menjadi lebih sedikit, karena sekarang ini ada sekitar 70% dari padi-padian yang ditanam dipakai untuk menghidupi ternak. Di negara bagian Queensland, Australia, sebesar 95% hutan digunduli untuk ternak! Jadi, jika setiap orang menjadi vegetarian, akan banyak daerah yang dulunya dipakai untuk ternak akan dihijaukan kembali. Dengan demikian, hal ini dapat melindungi lingkungan dengan menurunnya emisi gas rumah kaca, meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki pola hujan, dan mengurangi bencana alam akibat tanah longsor dan banjir besar.
Dengan fakta-fakta yang nyata ini,  sudah saatnya bagi umat manusia untuk berhenti melakukan pembantaian terhadap tanaman bumi dan saudara-saudari dari kerajaan hewan. Sebagai praktisi Quan Yin, kita dapat membantu proses perbaikan ini dengan memberikan contoh yang baik kepada orang lain, dengan mengikuti ajaran Guru, dengan menjalankan kehidupan yang agung sebagai vegetarian, dan berdoa semoga seluruh umat manusia dapat segera mengubah gaya hidupnya menjadi lebih penyayang, ramah lingkungan, dan menjadi vegetarian. Lebih lagi, saat ini Guru telah mengangkat kesadaran Bumi ini ke dimensi yang lebih tinggi. Dengan melalui kemuliaan serta berkah-Nya, semoga umat manusia akan lebih menyayangi hewan–hewan dan menghormati Bunda Alam.




 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar