Kamis, 19 April 2012

SMCH - Vegetarian - Kita Seharusnya Makan Laksana Makhluk Utama

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Santa Clara, CA, Amerika Serikat, 14 Oktober 1989 (Asal bahasa Inggris)
Alangkah mulianya jika kita mengonsumsi makanan dari tangan pertama karena kita adalah makhluk yang mulia! Mengapa kita harus makan dari tangan kedua, dari hewan? Anda memberi biji-bijian kepada ayam, lalu Anda memakan ayam tersebut dan mencerna kembali! Anda juga memberi wortel dan sayur-sayuran kepada kelinci, lalu Anda memakan kelinci itu. Mengapa Anda tidak langsung memakan sayur-sayuran dan biji-bijian itu? Itu adalah makanan utama dan segar! Memakan daging sangat membuang waktu, energi, dan kekayaan alam. Memakan daging juga dapat menyebabkan kelaparan dunia.
 
Ciptaan Tertinggi yang Sejati
Siapa pun yang bertindak tanpa kepedulian, tentu saja kita tidak mengutuk mereka, tetapi saya sungguh merasa kasihan terhadap para hewan, juga terhadap mereka yang membunuh hewan-hewan tersebut, karena karma berat akan menimpa mereka nantinya. Sesungguhnya, Raja Ilusi ingin agar setiap keping ciptaannya dibayar kembali, dan berlipat ganda. Anda tidak dapat begitu saja membayar sepotong steak sapi, memakannya, dan berpikir bahwa itu sudah ‘selesai’, atau itu sudah impas. Tidak, tidaklah demikian! Raja Karma tidak menginginkan uang Anda, ia ingin darah Anda. Mata dibayar dengan mata, gigi dibayar dengan gigi, begitulah dunia ilusi.
Di dunia fisik, itulah yang berlaku – mata untuk mata, gigi untuk gigi. Tidak ada rasa belas kasihan dan tidak ada yang dapat Anda pakai untuk menyuap Raja Karma. Ia tidak menerima suap, tidak sama sekali. Bahkan jika Anda memberinya seluruh dunia, dia tidak peduli, atau seluruh Tiga Dunia, dia tidak peduli, karena tugasnya adalah: memeriksa orang-orang; melihat siapa yang berbuat jahat. Ia bahkan menggoda mereka untuk berbuat jahat, untuk menguji seberapa kuatnya Anda, seberapa mulianya Anda, dan seberapa banyak kekuatan yang Anda miliki dalam hati untuk menolak godaan. 
“Cintailah Sesamamu” Berarti Semuanya 
Menyakiti makhluk hidup lain adalah dosa terburuk. Jadi, jika ada orang yang telah saya ajar dengan susah payah untuk tidak membunuh dan memakan daging, tetapi masih tetap melakukannya di luar, maka saya tidak mau mengenal orang itu lagi. Dulu Anda mungkin tidak tahu dan melakukannya, maka hal ini masih dapat diterima. Setiap orang melakukan hal ini, dunia membuat Anda melakukannya. Bahkan orangtua Anda memaksa Anda untuk melakukan hal-hal tertentu ketika Anda masih kecil dan belum mengerti mana yang baik dan buruk. Tetapi, sekarang Anda telah mengetahui bahwa itu tidaklah benar, tetapi Anda masih melakukannya hanya karena Anda ingin memuaskan nafsu makan Anda – ini hanyalah pengorbanan yang sangat kecil! Bahkan jika Anda ingin menghindari daging, ini hanyalah pengorbanan yang sangat kecil, terlebih lagi sekarang kita memiliki begitu banyak makanan vegetarian yang lezat dari kerajaan sayuran ini. Semua agama mengatakan bahwa tumbuhan adalah untuk makanan Anda, tetapi tak seorang pun yang memperhatikan ayat yang menyebutkan hal ini; tidak banyak orang yang mau mendengarkan pesan “Cintailah sesamamu” yang juga termasuk para hewan! Jika kita tidak mencintai hewan, maka tidak ada sesama lain yang dapat kita cintai. Sesama kita adalah setiap makhluk. Yesus tidak mengatakan,  ‘Cintailah sesamamu: lelaki, perempuan, atau anak-anak,’ Dia berkata, ‘Cintailah sesamamu.’”
Siapakah sesama kita? Semuanya! Semuanya, termasuk manusia, anjing, kucing, burung, bebek, angsa, dan hewan-hewan liar maupun jinak. Dapatkah Anda membayangkan sedetik saja jika Anda adalah seekor hewan yang hidup di antara manusia seperti ini? Setiap hari hidup Anda terancam. Dapatkah Anda bayangkan kehidupan macam apa  yang kita paksakan kepada mereka? Seandainya manusia hidup bersama dengan semacam makhluk raksasa lain, dan setiap saat mereka membunuh kita untuk dimakan, satu per satu, bagaimana perasaan Anda? Anda akan merasa putus asa, menderita, sedih, dan sangat ketakutan bukan? Hal ini sama dengan apa yang dirasakan para hewan. Mereka tidak melakukan apa pun kepada kita. Tetapi kita, sebaliknya, menjadikan mereka korban berbagai macam penderitaan. Beberapa dari mereka bahkan bekerja membantu kita, dan kita masih juga membunuh mereka untuk dimakan. Tidak ada rasa “Terima Kasih” untuk mereka, tidak ada! Bahkan tidak juga kematian yang damai dan bermartabat. Kita membunuh dan memakan mereka tanpa belas kasihan, tanpa penyesalan yang dalam, bahkan tanpa berpikir bahwa kita tidak seharusnya melakukan hal itu. Kita melakukannya seperti sesuatu yang biasa, dan kita menyebut diri kita manusia cerdas, ciptaan tertinggi. Mahkota macam apa yang patut diletakkan di atas kepala kita?
Di dunia ini, jika kita membunuh seseorang, maka itu disebut pembunuhan dan kita harus masuk penjara dan seterusnya. Tetapi, kita telah membunuh miliaran, triliunan, ziliunan hewan setiap hari, tetapi tidak ada seorang pun yang masuk penjara. Bukankah ini mengherankan? Para hewan pun tak berdaya! Mereka ketakutan hidup bersama kita, mereka penuh ketakutan setiap hari. Bagaimana ini dapat terjadi di dunia yang seperti ini? Bagaimana kita dapat menjadikan diri kita seperti makhluk yang begitu menakutkan dan keji sehingga ditakuti oleh makhluk lainnya? Kita mendominasi semua makhluk lain di seluruh dunia; terkadang kita merampas tempat tinggal mereka dan mengancam hidup mereka setiap hari. Bahkan terhadap sesama manusia yang merupakan saudara dan saudari kita sendiri; kita mengancam mereka dengan kekuatan, senapan, atom, sanksi ekonomi, dan hal lainnya.
Kita meletakkan rasa takut dalam kehidupan masing-masing. Bagaimana bisa kita menyebut diri kita ciptaan yang tertinggi? Hal itu, saya tidak tahu. Saya tidak tahu mahkota macam apa yang pantas diletakkan di atas kepala kita, dan saya tidak tahu siapa yang akan meletakkan mahkota itu di atas kepala kita. Semua saudara laki-laki dan saudara perempuan kita takut kepada kita, dan kita sedang membunuh mereka setiap hari di suatu tempat di planet ini dengan cara yang berbeda, bukan hanya dengan senapan ataupun pisau, tetapi dengan tindakan kekerasan, dengan menimbulkan penganiayaan spiritual, tekanan emosional, dan penderitaan fisik. Kita saling menciptakan hal itu hari demi hari. Bagaimana bisa kita menyebut diri kita manusia yang beradab dan ciptaan tertinggi? 
Untuk Menjadi Agung, Cukup Dengan Tidak Menyakiti
Di tahun baru ini, setiap orang di dunia harus berpikir kembali tentang program atau petunjuk yang dapat mengarahkan hidup mereka terhadap tujuan mulia yang harus mereka capai dalam kehidupan ini selagi mereka masih mempunyai waktu untuk memperbaikinya. Untuk menjadi manusia mulia sangatlah sederhana. Hal itu tidak perlu menjadi seperti orang kudus, tidak perlu menjadi seorang biarawati, seorang pendeta atau seorang yang suci; cukup dengan membiarkan para hewan seperti apa adanya. Inilah yang harus kita lakukan. Dengan demikian kita sudah menjadi mulia dengan seketika! Semua hewan akan memuji Anda dalam hati mereka, dan mereka akan berdoa untuk Anda. Hidup Anda akan diperpanjang, kebahagiaan Anda akan dilipatgandakan, kesehatan Anda akan lebih terjamin, cinta Anda akan berkembang tanpa batas, dan Anda akan menjadi makhluk yang agung. Tidak perlu Guru Ching Hai, tidak perlu inisiasi, tidak perlu apa pun. Cukup dengan meninggalkan daging, maka Anda sungguh dapat menjadi seorang Buddha, atau paling tidak mencapai Tingkat Ketiga. (Tepuk Tangan)
Sang Buddha benar-benar mengatakan yang sebenarnya, ”Letakkan pisau jagal, dan Anda dapat menjadi Buddha.” Sungguh itulah maksudnya! Jika Anda tidak membunuh atau tidak makan daging hewan, maka Anda sungguh dapat mencapai Tingkat Ketiga dengan seketika – ini adalah tingkatan yang tidak terlalu tinggi, tetapi tetap Tingkat Ketiga. Hal itu sudah pasti. Tetapi tidak, berapa banyak orang yang melakukannya? Berapa banyak orang yang dapat mengorbankan sedikit nafsu makannya untuk menjadi makhluk mulia, untuk menjadi orang yang penuh kasih dan pantas untuk disebut ciptaan tertinggi? Jika semua orang menghindari daging, maka saya tidak perlu lagi pergi mengajar dan saya tidak perlu lagi melakukan apa pun. Hal ini akan menjadi lebih baik, dan para hewan akan menjadi bahagia, manusia akan lebih terangkat, rumah sakit akan menjadi lebih sedikit, dan peperangan akan berhenti, karena dengan melalui pola makan vegetarian, setiap orang akan memperoleh makanan yang cukup untuk bertahan hidup. Seluruh planet akan mendapat cukup makanan untuk setiap orang di planet ini, tanpa pengorbanan. Jika kita hanya bervegetarian, maka sumber daya planet ini secara otomatis akan terbagi secara adil, dan tidak akan ada lagi kelaparan. Sungguh, seperti itulah adanya. Tetapi, berapa banyak orang yang mau melakukan tindakan mulia ini? 
Membangkitkan Kualitas Mulia dari Dalam
Saya hanya berharap agar di Tahun Baru ini semua makhluk di planet ini semakin pintar, semakin merenung ke dalam, dan sungguh melihat apa yang mereka inginkan di dalam, jangan hanya dibutakan oleh godaan dan pengaruh negatif dari luar. Mereka harus kuat, mulia, dan melihat ke dalam diri mereka sendiri untuk mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka dan apa yang ingin dikatakan oleh hati mereka kepada mereka, karena jika mereka sungguh mencari, maka mereka akan mendapatkannya. “Ketuklah, maka pintu akan dibukakan.” (Matius 7:7)
Jadi, saya sungguh berharap agar mereka mencari! Karena jika mereka mencari, maka mereka akan melihat bahwa mereka adalah orang yang mulia atau makhluk mulia, dan dengan demikian, maka tidak ada kebanggaan saat membunuh dan memakan makhluk lain yang tidak bersalah, yang ukurannya bahkan tidak sebanding dengan kita. Beberapa lebih besar, tetapi kita juga menyakiti mereka. Bahkan ikan di laut, mereka tidak menyakiti siapa pun; mereka berenang di dunia mereka sendiri, tapi kita menangkap mereka, membunuh mereka, dan memakannya. Atau, hewan-hewan di udara, mereka hanya terbang di atas sana, tidak menyakiti siapa pun, tidak melakukan kesalahan apa pun, dan kita kemudian menembak jatuh dan memakan mereka. Juga hewan-hewan di hutan, mereka mengerjakan urusan mereka sendiri, mereka tidak menyakiti siapa pun, tetapi kita pergi ke sana untuk berburu, membunuh, dan memakan mereka.
Menurut Anda apakah itu mulia? Siapa pun tahu bahwa hal itu tidak mulia, benar? Bagaimana bisa disebut mulia jika seorang yang kuat dengan segala tenaga dan kepandaian pergi dan membunuh seseorang yang lemah, kecil, dan tidak dapat mempertahankan diri? Bagaimana hal itu bisa disebut mulia? Bahkan di China dan Au Lac (Vietnam), ada hukum ilmu bela diri seperti ini: Jika seseorang terjatuh dari kudanya dalam suatu peperangan, Anda tidak boleh melukai atau membunuhnya. Jika seseorang telah jatuh, kita mengatakan: Jangan membunuhnya. Jadi, bagaimana dengan hewan yang lebih kecil? Mereka sangat ketakutan dan tak berdaya dengan tatapan manusia! Bagaimana mungkin kita tidak merasa tersentuh dan kasihan untuk membiarkannya hidup? Bagaimana mungkin seorang manusia tidak ada rasa belas kasihan sedikit pun dalam hatinya saat ada hewan yang ketakutan dan lari, lari, lari untuk hidupnya, memohon untuk hidupnya? Ini sungguh sulit dipercaya.
Di tahun baru ini, mungkin semua harapan kita akan menjadi kenyataan; jadi marilah kita berharap agar hal ini tidak terjadi lagi; agar umat manusia dan semuanya tersadarkan sifat mulianya yang telah ada dalam hati mereka sejak sebelum mereka dilahirkan, atau yang telah ada pada saat mereka baru dilahirkan yang masih mulia, murni dan  heroik. Marilah kita berharap agar kualitas mulia yang ada dalam diri umat manusia terbangunkan dan menjadikan kita sebagai makhluk ciptaan yang tertinggi. Biarkan mereka sadar akan kualitas-kualitas mulia ini, dan dengan demikian maka kita akan segera berada di Surga. Sungguh, jika tidak ada lagi pembunuhan, maka planet ini akan menjadi Surga. (Tepuk tangan)



 Sumber : http://www.godsdirectcontact.or.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar