Selasa, 17 April 2012

Pemupukan Pada Tanaman Kedelai

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen. Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos.
Macam-macam pupuk Pada Tanaman Kedelai
Dalam praktek sehari-hari, pupuk biasa dikelompok-kelompokkan untuk kemudahan pembahasan. Pembagian itu berdasarkan sumber bahan pembuatannya, bentuk fisiknya, atau berdasarkan kandungannya.

1.      Pupuk berdasarkan sumber bahan
Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk: (1) pupuk organik atau pupuk alami (bahasa Inggris: manure) dan (2) pupuk kimia atau pupuk buatan (Ing. fertilizer). Pupuk organik mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Pupuk kimia biasanya lebih "murni" daripada pupuk organik, dengan kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya; keunggulannya adalah ia dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif.

2.      Pupuk berdasarkan bentuk fisik
Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

3.      Pupuk berdasarkan kandungannya
Pupuk berdasarkan kandungan yaitu pupuk tunggal  pupuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur.

3.1 Pupuk UREA
UREA adalah pupuk yang mengandung unsur hara Nitrogen (N).
Spesifikasi:
v Kadar air maksimal 0,50%
v Kadar Biuret maksimal 1%
v Kadar Nitrogen minimal 46%
v Bentuk butiran tidak berdebu
v Warna putih

Sifat Pupuk Urea:
v Higroskopis
v Mudah larut dalam air
Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen pada tanaman:
v Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan.
v Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil.
v Daun tua berwarna kekuningan . Pada tanaman padi dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun. 
v Pertumbuhan buah tidak sempurna seringkali masak sebelum waktunya.
v Jika dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai  dari bagian bawah tanaman terus ke bagian atas tanaman.
Manfaat unsur hara Nitrogen yang dikandung pupuk Urea:
v Sebagai penyusun zat hijau daun (klorofil) yang sangat penting dalam proses fotosintesis tanaman dan membuat daun tanaman menjadi lebih hijau.
v Mempercepat pertumbuhan vegetatif (pembentukan anakan, tinggi tanaman, lebar daun), panjang malai, jumlah gabah dll.
v Meningkatkan kadar protein hasil panen tanaman.
v Bagian terpenting dari asam-asam amino, asam nucleat, dan klorofil.
3.2  TSP (triple superphosphate)
TSP adalah pupuk yang mengandung unsur hara fosfor (P).
 Manfaat dari pupuk P ini adalah sebagai berikut :
v Untuk pembelahan sel dan pembentukan albumin.
v Pembentukan bunga, buah, dan biji.
v Mempercepat pematangan.
v Memperkuat batang agar tidak mudah roboh dan perkembangan akar.
v Memeperbaiki kualitas tanaman terutama sayur-mayur dan makanan ternak
3.3  KCl (kalium chlorida)
KCL adalah pupuk yang mengandung unsur hara kalium (k).
 Dalam melakukan pemupukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
v Tanaman-tanaman yang akan dipupuk.
v Jenis tanah yang akan dipupuk.
v Jenis pupuk yang digunakan.
v Dosis (jumlah) pupuk yang digunakan.
v Waktu pemupukan.
v Caa pemupukan.


Sumber : http://makalahbiologiku.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar