Rabu, 25 April 2012

Karier ISAAC NEWTON Nyaris Hancur Gara-gara Ikan

LONDON—Isaac Newton dikenal sebagai salah satu ilmuwan hebat sepanjang masa. Namun siapa sangka karirnya sebagai ilmuwan nyaris hancur gara-gara ikan?

Pada 1686 sebuah buku berjudul Historia Piscium atau Sejarah Ikan karya John Ray dan Francis Willughby mengulas berbagai jenis ikan, salah satunya ikan terbang. 

Buku itu merupakan terobosan baru di eranya dan menampilkan ilustrasi yang menawan. Sayang, untuk menerbitkannya dibutuhkan dana yang besar.

Royal Society sebagai lembaga ilmu pegetahuan di Inggris kala itu baru berdiri 26 tahun dan tidak memiliki banyak uang. Mereka nyaris bangkrut ketika menerbitkan buku tersebut. Konsekuensinya, Royal Society pun membatalkan janjinya untuk menerbitkan buku karya Isaac Newton berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (Mathematical Principles of Natural Philosophy).

Padahal buku tersebut merupakan terobosan baru dan dinilai lebih penting dibanding hanya mengulas ikan terbang. Buku itu berisi penjelasan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak Newton.
Untunglah, seorang ahli astronomi Royal Society bernama Edmond Halley melirik karya Newton. Halley muda yang sehari-hari bekerja sebagai juru tulis itu pun berjuang menggalang dana demi menerbitkan buku Newton pada 1687. Ia menggabungkan pemikiran Newton dengan proyek pribadinya yang meneliti orbit Planet.

Halley kini dipakai sebagai nama komet yang melintas setiap 76 tahun sekali, karena memang dialah penemunya.

Kini buku itu dianggap sebagai karya ilmiah penting sepanjang masa yang mencakup ilmu Fisika dan Matematika.

Dikutip dari Livesciece, Kamis (19/4), anggota Komite Perpustakaan Royal Science, Jonathan Ashmore mengakui, cukup aneh karya besar Newton hampir terlewatkan gara-gara buku tentang ikan. Namun menurutnya, ilmu sains masih sangat muda pada masa itu. Ia menegaskan, buku Historia Piscium juga tetap layak mendapat apresiasi.(ali)




Sumber : http://www.solopos.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar